dalam kategori | Herbal

Leunca untuk berbagai macam penyakit

Leunca untuk berbagai macam penyakit

Leunca adalah suatu jenis tanaman yang ada di Indonesia yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Umumnya leunca dipakai untuk masakan-masakan khususnya masakan sunda atau Jawa Barat.

Leunca memiliki rasa pahit, beisifat dingin, dan sedikit beracun. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam leunca di antaranya atropin, besi, diosgenin, fosfor, glikoalkaloid solanin, kalsium, mineral, minvak lemak, solamargin, solasodin, solanidin, solasonin, saponin, tigogenin, vitamin A dan C, serta zat samak.

Efek farmakologis leunca di antaranya penurun panas, diuretik, pembersih racun, antiradang, penghilang bengkak (anti-swelling), pelancar darah, peluruh dahak, antipruritus (penghilang gatal), pereda batuk, pereda sesak, pereda demam, kejang panas pada anak, sakit tenggorokan, radang saluran napas menahun (chronic bronchitis), sesak napas (asthma bronchiale), infeksi saluran kencig (urinary tract infection), radang ginjal akut (acute nephritis), buang air kemih sakit (dysuria), radang payudara (mastitis), keputihan (leucorrhea), tekanan darah tinggi, gatal (prurigo), kanker, hamil “anggur” (malignant hydatidifirm mole), chorionic epithelioma, kanker mulut rahim (ca cervix), kanker payudara, oseophagus, lever, dan lambung.

Diketahui bahwa leunca (Solanum nigrum L.) mengandung bahan sebagai antiseptik, anti inflammasi dan antidisentri (Heiser 1969; Vogel 1990). Menurut Akhtar dan Mohammad (1989) bahwa serbuk dari tanaman dapat sebagai ulcerogenik. Selain itu juga dapat dimanfaatkan sebagai antimalaria (Watt dan Breyer-Brandwijk,1962)

Bijinya dapat digunakan untuk pengobatan gonorrhea dan disuria (Jain dan Borthakur, 1986). Tandon dan Rao (1974) melaporkan bahwa buah dan jusnya dapat menyembuhkan penyakit perut dan demam sedangkan tunasnya dapat digunakan untuk penyakit kulit. Selain itu, bunga dan daunnya dapat digunakan sebagai penurun panas dan melawan efek overdosis dari alkohol (Heiser, 1963). Daunnya yang di jus digunakan sebagai obat cacing, nyeri pada sendi serta sakit telinga (Grieve, 1931).

Berikut adalah pernyataan-pernyataan dari para dokter dan para ahli kesehatan mengenai buah leunca :

  • Dr. Budi Sugiarto, dari Rumah Sakit Omni medika Center, Jakarta, menyatakan bahwa tanaman yang buahnya renyah, sedikit pahit, dan agak langu ini sudah lama dimanfaatkan masyarakat Cina sebagai antibiotik, antiradang, diuretik (peluruh air kemih), menghilangkan bengkak, melancarkan darah, peluruh dahak, antipruritus (menghilangkan gatal), pereda batuk, dan penurun demam.
  • Penelitian yang dilakukan di RS Guangdong Yizhou, Cina, leunca via infus diujikan terhadap 10 penderita kanker leher rahim melalui injeksi 3 ampul masing-masing 10 ml, 2 kali sehari. Hasilnya, 70 persen pasien sembuh dengan bukti pemeriksaan ulang melalui foto scanning. Sisanya membutuhkan obat-obatan lain.
  • Menurut H.M Yusuf, dari Klinik Citra Insani, Sukabumi, Jawa Barat, infus leunca bisa dikombinasikan dengan tanaman buah makasar. Efek samoing yang ditimbulkan dari pemberian infus ini adalah mual, muntah, nafsu makan berkurang, banyak buang air kecil, dan badan terasa lemas. Namun, hal ini akan segera hilang setelah 3 hari atau dengan pemberian obat penetralisir seperti ginseng.

Berikut beberapa resep tradisional yang memanfaatkan leunca sebagai pengobatan;

1. Biduran (urticaria)
Tumbuk herba (seluruh tumbuhan tanpa akar) leunca segar secukupnya, lalu gosokkan pada kulit yang biduran sampai warna kulit menjadi hijau.
Lakukan 3 kali sehari. Biasanya, pengaruh pengobatan dapat dilihat setelah 4-5 hari.

2. Disentri
Rebus 50-60 g daun leunca segar dan 25 g gula putih dengan air secukupnya. Saring air rebusan lalu minum.

3. Infeksi saluran kencing
Rebus 30 g herba leunca segar, 30 g rumput lidah ular (liedyotis diffitsa Willd.), dan 30 g meniran (Phylkuithus urinaria Linn.) dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Saring air rebusan, lalu minum dua kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

4. Kanker (mulut rahim, oesofagus, payudara, paru-paru, dan hati); menghilangkan gejala dan tanda-tanda penyakit keputihan; perbaikan jaringan yang rusak (tissue regeneration); membangkitkan nafsu makan; perbaikan status mental; serta menghilangkan tanda-tanda peradangan dan gejala keracunan.
Cuci bersih, lalu rebus 90 g herba leunca dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan dua kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

5. Keputihan
Rebus 3o g herba leunca segar dan 30 g bunga putih jengger ayam (Celosia cristata) dengan 5 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Saring air rebusan, lalu minum dua kali sehari masing-masing 100 ml.

6. Lecet mulut rahim (erosi serviks)
Rebus herba leunca secukupnya dengan air sampai mengental. Oleskan hasil rebusan dengan menggunakan kapas yang diberi lidi ke bagian yang lecet. Lakukan 1-2 kali seminggu. Satu seri pengobatan dilakukan sampai 8 kali.

7. Mata kering (xerophtalmia)
Cuci 15 buah leunca segar yang sudah masak, kunyah, lalu telan. Lakukan sebanyak tiga kali sehari.

8. Peradangan kulit dan eksim
Cuci bersih 6o g herba leunca segar atau 30 g herba kering, lalu rebus dengan 5 gelas air sampai 2 gelas. Minum air rebusan dua kali sehari masing-masing 1 gelas.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu