dalam kategori | Penyakit

Lebih baik sakit gigi?

Lebih baik sakit gigi?

“Daripada sakit hati, lebih baik sakit gigi”. Cuplikan lirik dari lagu populer tersebut sekilas menggambarkan penderitaan yang harus ditanggung para penderita penyakit gigi. Memang sakit gigi sudah menjadi perlambang kesakitan yang amat sangat menyengsarakan. Masalahnya, sakit gigi dapat muncul secara tiba-tiba. Penyebab paling umum sakit gigi adalah lubang pada gigi yang disebut karies gigi atau kavitasi. Sakit gigi juga dapat disebabkan oleh hal lain seperti gigi longgar, erosi gusi, atau infeksi kanal akar gigi. Jika ada peradangan saraf, sakit yang dirasakan bisa sangat intens.

1. Karies Gigi

Karies (zahnarztpraxis-semmer.de)

Karies adalah nama kolektif untuk kerusakan gigi di enamel (zat di mahkota gigi), sementum (zat di akar gigi), dan dentin (zat di tengah antara mahkota dan akar).Gigi dapat berlubang karena bakteri tertentu yang memproduksi asam laktat dari hasil fermentasi karbohidrat seperti sukrosa, fruktosa, dan glukosa.

Gigi terutama terdiri dari mineral yang secara konstan mengalami proses demineralisasi dan remineralisasi. Demineralisasi terjadi karena pemakaian gigi, terutama karena makan makanan yang mengandung asam. Remineralisasi gigi terjadi dengan bantuan air liur, pasta gigi ber-flouride, dan obat kumur. Ketika pH pada permukaan gigi turun di bawah 5,5 karena asam laktat yang diproduksi bakteri, demineralisasi lebih cepat dari remineralisasi sehingga gigi “tekor” mineral. Hal ini dapat mengarah ke gigi berlubang.

Gigi berlubang harus segera ditangani oleh dokter gigi agar tidak berkembang menjadi parah sehingga harus dicabut, atau bahkan menyebabkan infeksi berbahaya. Dokter gigi akan membor lubang untuk membersihkan kerusakan dan kemudian menambal gigi dengan implan.

periodontitis (mayo clinic)

2. Gigi longgar

Gigi longgar dapat terasa sangat menyakitkan saat mengunyah makanan. Penyebab gigi longgar biasanya adalah penyakit pada gusi (gingivitis, periodontitis), meskipun bisa juga disebabkan oleh kecelakaan atau benturan. Untuk mengatasi gigi longgar, dokter gigi harus menghilangkan penyakit pada gusi dengan pembersihan gigi (scaling) dan pengobatan. Gigi yang sedikit goyang masih dapat diperkuat dengan menambatkan ke gigi di dekatnya. Gigi yang goyang ke segala arah harus dicabut.

3. Erosi gusi

receding gums recession (worldental.org)

Gusi yang mengalami erosi akan mengekspos akarnya sehingga menjadi sensitif terhadap makanan/minuman panas, dingin dan asam. Erosi gusi bisa disebabkan karena menyikat gigi terlalu keras atau karena penyakit gusi.

Erosi gusi berlangsung bertahap dalam waktu lama sehingga lebih umum pada mereka yang berusia di atas 40 tahun. Penderitanya tidak memperhatikan atau menganggap serius sampai menjadi masalah. Bila penyebab erosi adalah terlalu keras menyikat gigi, Anda harus mengganti sikat dengan yang lebih halus dan mengurangi tekanan.

Erosi gusi hanya bisa dibetulkan dengan cangkok gusi, sebuah prosedur operasi plastik yang hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi spesialis.

4. Infeksi kanal akar gigi

rootcanal (ahligigidaris.wordpress.com)

Kanal akar gigi yang terinfeksi bisa sangat menyakitkan dengan rasa nyeri yang menyebar ke daerah lain di wajah dan tengkorak. Tubuh mempertahankan diri dari infeksi sehingga menyebabkan peradangan. Kadang-kadang terjadi abses (nanah) dalam akar gigi yang dapat menetap di dalam tulang rahang pasien selama bertahun-tahun dan terus-menerus menyebarkan bakteri ke dalam aliran darah penderitanya.

Infeksi kanal akar gigi dapat membuat gigi mati sehingga harus dicabut. Mempertahankan gigi mati bukanlah pilihan. Penggunakan herbal, vitamin, atau bahkan resep antibiotik biasanya tidak memecahkan masalah bila tanpa diikuti ekstraksi dan pembersihan kanal akar gigi dan jaringan sekitarnya.

Apa yang dapat Anda lakukan bila sakit gigi?

Rasa sakit yang mengganggu dapat Anda kurangi dengan meminum parasetamol, ponstan atau pereda nyeri lainnya. Bila sakit gigi Anda parah, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter gigi.

Masalah pada gusi

Pendarahan gusi merupakan salah satu masalah yang paling umum. Gusi Anda dapat berdarah saat Anda menyikat gigi atau makan sesuatu yang keras. Ketika menggigit apel, misalnya, Anda melihat ada semburat-semburat merah di daging buah apel yang Anda gigit. Kadang-kadang mungkin Anda merasakan rasa darah di mulut Anda.

Jika Anda menduga gusi Anda berdarah, Anda dapat memeriksanya dengan melihat gusi Anda lebih dekat. Biasanya, gusi Anda memerah dan meradang. Dengan sedikit tekanan saja, gusi Anda dengan cepat mengeluarkan darah. Gejala ini disebut peradangan gusi atau gingivitis.

Penyebab

Dalam hampir semua kasus, gusi berdarah disebabkan oleh kebersihan mulut yang buruk. Hal ini tidak selalu berarti bahwa Anda tidak cukup menyikat gigi, tetapi Anda mungkin melakukannya dengan salah.

Pendarahan gusi disebabkan oleh plak yang berakumulasi. Plak menumpuk di gigi karena sisa-sisa makanan yang tertinggal di mulut. Plak mudah menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Menyikat gigi dengan hati-hati dan teratur akan membersihkan plak. Namun, jika tidak cukup sering atau kurang bersih dalam menyikat gigi, plak tidak hilang. Plak yang menumpuk di sepanjang garis gusi menyebabkan gusi meradang sebagai respon untuk melawan bakteri. Jika tidak dilakukan pengobatan, lama kelamaan peradangan itu akan berubah menjadi periodontitis. Periodontitis dapat membuat gigi-gigi longgar atau bahkan tanggal.

Wanita hamil dapat menderita pendarahan gusi karena perubahan hormonal yang cenderung melemahkan gigi dan gusi.

Penyebab lain dari pendarahan gusi adalah menyikat gigi terlalu keras. Menyikat terlalu keras juga dapat menarik garis gusi, sehingga membuat leher gigi telanjang. Hal ini dapat menyebabkan gigi sensitif terhadap panas dan dingin.

Apa yang harus dilakukan?

Jika Anda menderita pendarahan gusi, penting untuk meningkatkan kebersihan gigi Anda. Sikatlah gigi Anda minimal 2x sehari dan pastikan Anda menyikat gigi Anda di semua tempat. Jangan terburu-buru, sehingga Anda melewatkan beberapa bagian yang perlu dibersihkan. Sikat dengan baik sepanjang batas antara gigi dan gusi. Gunakanlah selalu sikat gigi dengan kekerasan yang lembut atau menengah. Selain menyikat, baik juga untuk membersihkan gigi dengan benang gigi dan tusuk gigi.

Jika pendarahan tidak berkurang setelah Anda meningkatkan kebersihan gigi Anda, kunjungi dokter gigi. Plak mungkin telah berubah menjadi tartar, yang membuat peradangan terus berlanjut. Dokter gigi dapat dengan mudah menghilangkan tartar sehingga gigi Anda bersih dan kondisi gusi Anda membaik.

Periodontitis, Bukan Pendarahan Gusi Biasa

Kata “periodontitis” berasal dari peri (“sekitar”), odont (“gigi”) dan itis (“peradangan”). Periodontitis adalah radang gusi (gingivitis) parah di mana peradangan gusi meluas hingga ke struktur pendukung gigi.

Peradangan tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri yang berkembang biak pada plak dan tartar yang terbentuk di antara gigi dan gusi, yang kemudian menyebar ke tulang di bawah gigi sehingga mempengaruhi jaringan yang mengelilingi dan mendukung gigi.

Dokter gigi atau dokter spesialis periodonti (biasa disebut periodontis) mendiagnosis periodontitis dengan memeriksa jaringan gusi lunak di sekitar gigi melalui uji klinis dan radiografi (rontgen gigi).

Gejala

Periodontitis pada awalnya tidak menyakitkan penderitanya, namun pada tahap lanjut bisa membuat gigi-gigi mudah lepas. Infeksi bakteri menggerus tulang tempat berpijak gigi dan melemahkan perlekatannya. Selain karies gigi, periodontitis adalah penyebab umum kehilangan gigi pada orang dewasa.

Periodontitis memiliki gejala yang sangat sedikit sehingga banyak pasien yang baru berobat setelah penyakit itu berkembang secara signifikan. Gejala yang dapat timbul antara lain:

  • Gusi memerah atau berdarah saat menyikat gigi atau menggigit makanan keras (jambu biji, misalnya)
  • Gusi sering membengkak
  • Halitosis atau bau mulut, dan rasa getir terus-menerus dalam mulut
  • Resesi gingiva, sehingga gigi tampak memanjang. (Ini juga dapat disebabkan karena menyikat gigi terlalu keras atau menggunakan sikat gigi terlalu kaku)
  • Lubang dalam di antara gigi dan gusi
  • Gigi longgar, pada tahap lanjut (meskipun hal ini mungkin terjadi karena alasan lain)

Penyebab

Penyebab utama dari periodontitis adalah kebersihan mulut yang buruk , misalnya karena jarang menggosok gigi. Nikotin juga merupakan faktor risiko. Perokok lebih berisiko terkena periodontitis dibandingkan non-perokok. Diabetes yang kurang terkontrol dapat memperparah penyakit ini.

Pengobatan

Tujuan pengobatan periodontitis adalah membersihkan plak dan tartar, mengurangi peradangan, menghilangkan lubang jika ada, dan mengatasi kerusakan pada gusi dan gigi. Pembedahan mungkin diperlukan untuk mengoreksi lubang gusi dan menguatkan gigi yang goyah. Dokter gigi Anda mungkin terpaksa harus mencabut gigi agar penyakitnya tidak bertambah buruk dan menyebar ke gigi-gigi di sekitarnya.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu