dalam kategori | Layanan Kesehatan

Kontroversi terapi cuci otak atau brainwash

Kontroversi terapi cuci otak atau brainwash

Pro dan kontra seputar cuci otak atau brainwash untuk terapi stroke sebenarnya sudah ramai beberapa tahun silam, lalu tenggelam. Belakangan karena Menteri BUMN Dahlan Iskan membicarakan hal ini, cuci otak kembali menjadi bahasan. Alhasil kontroversi pun mencuat lagi.

Belum lama ini, menteri yang dikenal selalu nyentrik tersebut menuliskan pengalamannya menjalani terapi brainwash bersama dr Terawan Agus Putranto, SpRad di RSPAD Gatot Subroto dengan judul ‘Membersihkan Gorong-gorong Buntu di Otak‘.

Dalam tulisan itu, Dahlan mengaku tidak dalam keadaan sakit dan tidak punya keluhan apapun saat melakukan terapi. Ia hanya ingin mencoba, karena sepengetahuannya brainwash merupakan metode baru untuk membersihkan saluran-saluran darah di otak.

Namun kesaksian ini langsung menuai kontroversi di kalangan dokter, yang diakui sendiri oleh Dahlan dalam tulisannya memiliki pendapat yang masih terbelah. Masih banyak dokter yang belum bisa menerima brainwash sebagai bagian dari medical treatment.

Bahkan istilah pendapat yang terbelah pun dipersoalkan, karena Perhimpunan Dokter Saraf Indonesia (Perdossi) punya data yang lebih akurat soal proporsi dokter yang menerima brainwash sebagai terapi dengan yang menolak. Perbandingannya jauh, sehingga tidak tepat untuk dikatakan terbelah.

“Kalau saja ada 1.000 dokter, 400 orang setuju metode cuci otak dan 600 lainnya menolak, itu bisa dikatakan pendapat yang terbelah, karena jumlahnya hampir seimbang. Namun kalau dari 1.000, hanya 20 orang saja yang setuju, itu bukan terbelah namanya. Kenyataannya, lebih dari 98 persen masyarakat kedokteran Indonesia belum menerima cuci otak,” kata Prof Dr M Hasan Machfoed, SpS(K), Ketua Perdossi.

Adalah Dr Pagan Pambudi SpS, MARS, seorang dokter spesialis saraf sekaligus ahli farmakologi yang menuding tulisan Dahlan terlalu hiperbola atau dilebih-lebihkan. Sementara Dr Pagan menegaskan dunia kedokteran sangat mengutamakan safety atau keamanan.

Pagan mengatakan, metode cuci otak yang dilakukan dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K), sebenarnya juga sudah dilakukan oleh banyak ahli Neurologi Intervensi. Namun, metode yang digunakan bukan dinamakan Brain Washing, melainkan DSA (Digital Subtraction Angiography).

DSA merupakan prosedur diagnostik untuk melihat kondisi pembuluh darah, termasuk pembuluh darah otak yang tujuannya diagnosti, bukan terapi atau prevensi stroke.

Menurutnya, pada metode DSA dokter tak mempromosikan karena belum adanya data yang cukup untuk mendukung prosedur yang katanya untuk pengobatan dan pencegahan stroke. “Para dokter ini memegang prinsip KEHATI-HATIAN. Perlu pembaca ketahui bahwa hingga saat ini tidak ada satupun guideline dari organisasi profesi neurologi dan radiologi internasional yang merekomendasikan DSA sebagai metoda pencegahan stroke,” ujar Pagan.

Terapi brainwash yang dilakukan dr Terawan ini memang bukan barang baru, pernah pula menuai pro dan kontra di kalangan dokter sejak beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, dr Terawan kabarnya masih tetap kebanjiran pasien sekalipun harganya tidak murah karena bisa mencapai Rp 100 juta.

Perdebatan mengenai terapi ini baru muncul lagi setelah Dahlan Iskan mencobanya sendiri lalu menuliskannya dan dimuat di sejumlah media massa. Tak tanggung-tanggung, Prof Machfoed dalam tulisannya menilai testimoni Dahlan seperti testimoni klinik pengobatan tradisional China.

“Ya nggak apa-apa, nggak apa-apa,” kata Dahlan saat dimintai komentar atas penilaian bahwa testimoninya tentang brainwash mirip testimoni Klinik Tong Fang.

Meski demikian, Dahlan merasa tidak punya maksud untuk menjerumuskan pembacanya dengan informasi yang menyesatkan. Ia berdalih, fakta bahwa terapi ini masih kontroversial dan belum bisa diterima oleh sebagian dokter juga telah ia sertakan sebagai pertimbangan bagi pembaca.

“Di situ kan saya tulis. Tidak ada yang saya sembunyikan. Bahwa dokter masih banyak yang tidak bisa terima, itu kan saya tulis juga,” lanjut Dahlan.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu