dalam kategori | Penyakit

Konstipasi: kelainan pada sistem pencernaan

Konstipasi: kelainan pada sistem pencernaan

Konstipasi atau yang sering dikenal dengan sembelit merupakan kelainan pada sistem pencernaan dimana seorang manusia mengalami pengerasan feses yang berlebihan sehingga sulit untuk dikeluarkan dan bisa mengakibatkan kesakitan yang hebat pada penderitanya. Konstipasi yang cukup hebat disebut juga dengan obstipasi. dan obstipasi yang cukup parah dapat mengakibatkan kanker usus yang berakibat fatal bagi penderitanya.

Konstipasi atau sembelit sering terjadi pada anak-anak karena sistem pencernaan pada anak-anak belum terlalu sempurna sedangkan orang dewasa kinerja sistem pencernaan pada orang dewasa menurun dan lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan dengan laki-laki. Dan Gejala-gejala akan berbeda satu sama lainnya, karena pola makan, hormon, gaya hidup dan bentuk usus besar setiap orang berbeda-beda.

Konstipasi umumnya tidak mengindikasikan suatu kondisi yang serius. Walau demikian, diketahui beberapa kasus konstipasi yang berhubungan kanker usus besar, gangguan hormonal, atau penyakit autoimun. Anda patut khawatir bila konstipasi Anda atau anak Anda bertahan hingga 2 minggu atau lebih, walaupun Anda sudah mengubah gaya hidup Anda.

Berikut gejala-gejala konstipasi, diantaranya adalah :

  1. Perut terasa begah, penuhu, dan bahkan terasa kaku.
  2. Tubuh tidak fit, tidak nyaman, lesu, cepat lelah, dan terasa berat sehingga malas mengerjakan sesuatu bahkan terasa mengantuk.
  3. Sering berdebar-debar sehingga cepat emosi yang mengakibatkan stress sehingga rentan sakit kepala atau bahkan demam.
  4. Kegiatan sehari-hari terganggu karena kurangnya percaya diri, tidak bersemangat, dan tubuh terasa terbebani yang mengakibatkan kualitas dan produktivitas kerja menurun.
  5. Warna feses menjadi lebih gelap daripada biasanya, lebih keras, lebih panas, bahkan lebih seditit daripada biasanya.
  6. Feses akan lebih sulit untuk dikeluarkan pada saat buang air besar, tubuh berkeringat dingin, dan kadang-kadang harus mengejan atau menekan-menekan perut terlebih dahulu supaya dapat mengeluarkan dan membuang feses bahkan samapi mengalami ambeien.
  7. Didalam perut terdengar bunyi-bunyian.
  8. Dibagian anus akan terasa penuh, tidak plong, dan terganjal sesuatu serta sakit akibat bergesekan dengan feses yang kering dan keras atau karena mengalami ambeien atau wasir sehingga pada saat duduk terasa tidak nyaman.
  9. Lebih sering buang angin dan baunya terasa lebih busuk daripada biasanya.
  10. Menurunnya waktu buang air besar, dan meningkatnya waktu buang air besar (buang air besar menjadi 3 hari sekali atau lebih).

Banyak orang mengira penyebab utama konstipasi adalah kurangnya serat. Padahal banyak yang menjadi penyebab timbulnya sembelit yaitu kurang gerak, efek samping, obat-obatan tertentu sampai adanya gangguan seperti usus terbelit, usus tersumbat sampai kanker usus, menahan keinginan buang air besar sehingga feses menjadi lebih keras. Banyak orang mengira penyebab utama konstipasi adalah kurangnya serat. Padahal banyak yang menjadi penyebab timbulnya sembelit.

Berikut faktor penyebab konstipasi, diantaranya adalah :

1. Kurangnya cairan

Minumlah air putih 8 gelas sehari karena bila kekurangan cairan bisa menyebabkan tinja menjadi keras sehingga sulit untuk dikeluarkan.

2. Cokelat

Kurangi konsumsi cokelat karena cokelat bisa menyebabkan sembelit.

3. Kehamilan dan persalinan

Konstipasi salah satu masalah yang sering terjadi pada ibu hamil. Biasanya keadaan ini masih akan terus berlanjut pasca persalinan. Ganguan BAB ini terjadi karena melemahnya otot-otot perut atau efek samping dari obat pereda nyeri.

4. Teralu banyak mengkonsumsi daging

Kurangnya pola makan yang mengandung serat dan sering mengkonsumsi makanan berlemak seperti daging, telur, keju bisa membuat proses pencernaan menjadi lebih lambat. Karena itu perbanyaklah mengkonsumsi serat seperti sayuran dan buah-buahan.

5. Vitamin

Vitamin secara umum tidak akan menyebabkan konstipasi, tetapi hanya beberapa jenis komponen seperti kalsium dan zat besi bisa jadi pemicu.

6. Pereda nyeri dan antidepresan

Menurut penelitian, Banyak orang mengalami sembelit adalah orang yang menggunakan obat pereda nyeri dalam jangka panjang. Konstipasi juga terkait dengan antidepresan golongan serotonin reuptake inhibitir (SSRI).

7. Hipotiroid

Hipotoroid atau tidak aktifnya kelenjar tiroid akan memperlambat proses metabolik tubuh dan usus. Tidak semua penderita hipotiroid akan mengalami konstipasi namun biasanya dokter akan meminta pasien konstipasi kronik untuk mengecek kadar tiroidnya.

8. Diabetes

Diabetes yang tidak dikendalikan bisa menyebabkan kerusakan saraf yang berpengaruh pada kemampuan tubuh mencerna makanan.

9. Tidak rajin berolahraga

Kurang bergerak juga bisa menyebabkan timbulnya konstipasi. Lakukan aktifitas fisik minimal 30 menit sehari

8. Diabetes

Diabetes yang tidak dikendalikan bisa menyebab kerusakan saraf yang berpengaruh pada kemampuan tubuh mencerna makanan.

9. Kurang olahraga

Gaya hidup kurang bergerak juga bisa memicu konstipasi. Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.

Dan dampak penyakit konstipasi bisa menurunkan kemampuan kerja dan dibiarkan terlalu lama bisa menimbulkan kanker kolon. Sebagian terkait dengan penyakit anorektal (wasir, fisura anus) dan penggunaan obat pencahar yang salah.

Atasi dengan Mengubah Gaya Hidup

Biasanya konstipasi hanya bersifat sementara. Perubahan gaya hidup akan berperan besar dalam mengatasi masalah pencernaan ini.

Pertama, perbaiki diet Anda dengan menambahkan makanan kaya serat ke dalam menu harian Anda atau anak Anda. Biji-bijian, buah dan sayur segar, serta oatmeal adalah makanan yang dianjurkan bagi Anda, sementara keju, daging, dan makanan kalengan harus Anda hindari bila Anda ingin mengatasi konstipasi Anda. Selain itu, patuhlah pada jam makan Anda.

Kedua, perbanyak asupan air minum Anda. Tidak selalu air putih, karena Anda bisa mengakalinya dengan jus buah atau sirup madu.

Ketiga, berolahraga. Aktivitas fisik yang kurang merupakan salah satu penyebab konstipasi. Berolahraga akan membantu merangsang aktivitas usus sehingga akan memperlancar proses BAB Anda. Kegiatan sederhana, seperti bersepeda, lempar-tangkap bola, dan berlari akan memicu perubahan positif pada konstipasi Anda.

Keempat, responsif terhadap sinyal dari perut. Jangan acuhkan keinginan untuk BAB. Bila saat ini Anda acuhkan, maka nantinya Anda akan sulit untuk melakukannya.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu