dalam kategori | Layanan Kesehatan

Komunikasi, awal dari perawatan medis yang baik

Komunikasi, awal dari perawatan medis yang baik

Komunikasi yang terbuka dan tepat adalah awal dari perawatan medis yang baik. Ini terutama berlaku untuk pasien-pasien nyeri kepala, karena diagnosis yang benar hampir tergantung sepenuhnya pada informasi yang diberikan pasien kepada dokternya. Sayangnya, baik dokter maupun pasiennya dapat gagal mengekspresikan pikiran-pikiran mereka dengan jelas dan tepat.

Dokter mungkin tidak dapat menerangkan dengan jelas diagnosis mereka dan rekomendasi pengobatannya. Sebaliknya pasien mungkin tidak mengekspresikan dengan jelas ketakutan-ketakutan mereka dan harapan-harapan mereka sehubungan dengan nyeri kepala yang dideritanya. Pasien juga dapat begitu cemasnya sehingga mereka tidak mendengar atau memahami apa yang dikatakan dokternya. Dokter seringkali mengeluh bahwa mereka tidak mempunyai waktu yang cukup untuk dapat menjawab semua pertanyaan pasien. Dan sayangnya pasien seringkali berpikir bahwa dokter mereka mengabaikan kebutuhan dan harapan mereka.

Ilustrasi berikut menggambarkan kesenjangan antara komunikasi dan hal-hal yang di benak dokter maupun pasien dalam suatu percakapan;

Dokter: Coba ceritakan tentang nyeri kepala yang anda derita, ibu Susi. (Lagi-lagi pasien nyeri kepala, saya sudah telat 20 menit untuk ke seminar!)

Pasien: Semuanya berawal waktu saya berumur 3 tahun ….. (Saya membawa semua berkas medis nyeri kepala saya selama 10 tahun terakhir, dan dia bahkan tidak melihatnya!)

Dokter: Ehm! Ya, ya. Bagaimana frekwensi serangan nyeri kepala anda? Apakah ada aura? (Apa dia tidak sadar saya sudah membaca riwayat penyakitnya? Untuk apa dia bawa semua berkas ini, kalau dia masih mau menceritakan semua yang sudah ada dalam berkas ini?)

Dokter: Saya lihat anda membawa hasil MRI. Saya akan perlihatkan kepada anda. Lihat, ini adalah otak, dan ini adalah tulang tengkorak. Dan lihat bintik putih kecil ini? Ini adalah tanda-tanda adanya kelainan yang dapat terjadi pada nyeri kepala. (Ini adalah hasil MRI yang normal. Tidak ada tumor atau pembuluh darah yang abnormal. Seringkali terlihat bintik-bintik putih kecil pada pasien dengan nyeri kepala migraine yang kronik, tapi itu bukan suatu tanda adanya kerusakan atau penyakit).

Pasien: Oh. (Apakah dia pikir saya mempunyai tumor otak? Apakah bintik putih kecil itu suatu infeksi?)

Dokter: Migrain disebabkan oleh pembuluh darah yang tidak normal di otak. Ketidakseimbangan serotonin di dalam otak dapat menyebabkan pembuluh darah bereaksi secara abnormal dan menyebabkan nyeri kepala. (Migrain bukan sesuatu yang serius. Tidak ada alasan untuk khawatir)

Pasien: Apakah saya perlu dioperasi? Apakah itu serius? Apakah itu berbahaya? (Pembuluh darah yang tidak nomal! Paman saya meninggal akibat aneurisma pembuluh darah otak yang pecah. Jangan-jangan pembuluh darah saya juga mengalami aneurisma. Apa itu serotonin, dan bagaimana bisa saya ada serotonin?)

Dokter: Anda tidak mempunyai masalah yang serius dan anda tidak perlu dioperasi. Apakah anda depresi? (Heeh! Dia bahkan tidak mendengarkan saya! Dia kelihatannya cemas dan emosinya labil. Mmmh. Mungkin suatu gangguan depresi – sesuatu yang biasa dijumpai pada pasien-pasien dengan nyeri kepala menahun. Mungkin itu sebabnya dia tidak memperhatikan apa yang saya katakan. Untungnya beberapa obat migraine juga dapat mengobati depresi.)

Pasien (dengan air mata membayang di matanya): Sama sekali tidak! (Huh, depresi! Suami saya tidak mempercayai saya, majikan saya pikir saya pembohong. Saya tidak dapat menemukan seorang dokter yang dapat menangani nyeri kepala saya dengan serius.)

Dokter: Untuk beberapa orang dengan keadaan seperti anda, kami seringkali menggunakan obat-obatan andidepresi. Dan saya akan rujuk anda ke psikolog. Mereka mempunyai cara pengobatan yang bagus untuk anda. Relaksasi dan biofeedback juga efektif untuk mengobati migraine. (Dia menyangkal. Mungkin gangguan depresinya lebih serius daripada yang saya pikirkan. Obat-obatan antidepresi dapat mencegah kambuhnya nyeri kepala, jadi sepertinya cocok untuk pasien ini).

Pasien: Bagaimana caranya saya minum obat ini? (Dokter ini pasti menganggap saya gila. Saya akan coba obat-obatan ini, mana tahu bisa menolong. Saya sudah sangat kecewa sekarang, saya akan coba obat-obatan apapun!)

Dokter: Minum 1 pil sebelum tidur dan control kembali bulan depan. (Dia perlu minum obat-obatan ini setiap hari selama beberapa minggu sebelum mulai muncul khasiatnya).

Pasien: Baiklah. Tapi dokter, saya ingin bertanya beberapa pertanyaan. Saya ada catat apa-apa yang ingin saya tanyakan. (Saya ingin tahu apakah obat-obatan itu ada efek sampingnya. Saya akan coba beberapa kali dan lihat apakah obat-obatan itu efektif atau tidak).

Dokter: Ini ada beberapa pamphlet dan brosur mengenai nyeri kepala, dan saya akan jawab bila anda masih punya pertanyaan pada kunjungan anda berikutnya. (Dia bawa 4 lembar pertanyaan! Saya tidak punya waktu untuk menjawab 4 lembar pertanyaan hari ini…..)

Seringkali terjadi apa yang dikatakan dokter sangat berbeda dengan apa yang didengar pasien. Sebagai contoh, seorang dokter yang mencoba untuk menenangkan pasien bahwa nyeri kepala yang dideritanya bukan disebabkan oleh masalah medis yang serius, mungkin akan berkata demikian, “Anda tidak mempunyai masalah medis yang serius.” Sebagai responsnya pasien mungkin berpikir, “Wah, semua orang berpikir bahwa nyeri kepala saya bohong-bohongan. Saya tidak dapat menemukan seorang dokter yang bisa menangani saya dengan serius.”

Atau jika dokter menerangkan bahwa migrain adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh pembuluh darah abnormal di dalam otak, pasien mungkin berpikir, “Astaga, paman saya meninggal karena pecahnya pembuluh darah di otak.”

Bahkan terdapat perbedaan antara apa yang paling diinginkan pasien dari dokternya dan apa yang dokter pikir pasien inginkan dari mereka. Suatu penelitian memperlihatkan bahwa apa yang paling diinginkan pasien dari dokternya adalah kesediaan dokter untuk menjawab pertanyaan dan kesediaan dokter untuk mengajarkan mereka tentang pengobatan mereka. Sebaliknya dokter berpikir bahwa masalah yang paling diinginkan pasiennya adalah penilaian tentang nyeri kepalanya dan pengertian serta empati dari si dokter.

Baik anda maupun dokter anda perlu untuk berkomunikasi secara jelas agar dapat secara efektif mengobati nyeri kepala anda.

Disini saya sampaikan beberapa langkah sederhana agar anda dapat meningkatkan kemampuan komunikasi anda sehingga kebutuhan anda dapat terekspresikan dan dipenuhi oleh dokter anda.

1. Tetaplah fokus pada beberapa pertanyaan penting.
Waktu anda pertama kali berdiskusi dengan dokter anda, anda akan ditanya banyak pertanyaan mengenai gejala yang timbul, penyakit-penyakit lain, riwayat keluarga, dan pencetus nyeri kepala. Waktu yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu cukup lama, tetapi informasi yang diperoleh dokter anda sangat penting untuk mencapai diagnosis yang benar dan rekomendasi pengobatan yang efektif. Jangan mencoba untuk mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan anda pada kunjungan pertama. Putuskan apa yang perlu anda ketahui pada kunjungan kali ini dan pertanyaan apa yang bisa ditanyakan pada kunjungan berikutnya.

2. Belajar sebanyak yang anda bisa tentang ‘nyeri kepala’ anda.
Adalah penting untuk mengetahui diagnosis anda. Tanyakan secara langsung kepada dokter anda, “Apa yang menyebabkan nyeri kepala saya?” Anda juga harus mengerti bahwa anda mungkin tidak akan mendapatkan sebuah jawaban selama kunjungan pertama anda. Kedokteran modern sangat baik untuk menemukan apa yang anda tidak punya. Untuk nyeri kepala seringkali lebih sulit untuk menemukan apa yang anda punya. Nyeri kepala didiagnosa dengan mencocokkan deskripsi nyeri kepala anda dengan beberapa pola nyeri kepala yang tipikal. Bila pola nyeri kepala anda tidak tipikal, ini dapat menyulitkan. Dokter anda mungkin perlu menilai tes-tes yang sudah pernah anda kerjakan, meminta anda untuk melakukan tes-tes baru, atau bahkan merujuk ke dokter lain. Bahkan jika anda tidak mendapatkan suatu diagnosis nyeri kepala yang spesifik bukan berarti bahwa nyeri kepala yang anda derita disebabkan oleh sesuatu yang serius atau yang tidak dapat diobati. Anda dapat membantu dengan memahami sebanyak mungkin tentang tipe-tipe nyeri kepala dan penyebabnya. Di sisi lain, jika anda tidak dapat mendeskripsikan gejala anda secara akurat, ini mungkin menyebabkan keterlambatan diagnosis.

3. Kemukakan apa yang menjadi kekhawatiran anda.
Jangan takut untuk mengulangi apa yang dokter anda katakana kepada anda untuk menyakinkan bahwa anda sudah memahaminya dengan benar. Dokter anda akan lebih mudah untuk menjawab langsung pertanyaan-pertanyaan spesifik seperti, “Apakah yang dokter maksud saya mempunyai penyakit serius dengan pembuluh darah saya?” atau, “Saya pikir saya tidak depresi; Saya hanya sangat frustrasi dengan nyeri kepala saya ini, tetapi keluarga saya tidak menganggap nyeri kepala saya ini sesuatu yang serius.”

4. Belajar sebanyak yang anda bisa tentang rencana pengobatan anda.
Pengobatan nyeri kepala dapat sangat rumit. Obat-obatan untuk fase akut tidak boleh diminum lebih dari beberapa hari, sedangkan obat-obatan untuk pencegahan harus diminum setiap hari agar efektif. Obat-obatan untuk fase akut digunakan untuk menghentikan suatu nyeri kepala yang sudah mulai, sedangkan obat-obatan pencegahan diminum setiap hari untuk mencegah kekambuhan nyeri kepala. Beberapa dokter akan menyuruh perawatnya untuk menjelaskan instruksi cara minum obat kepada anda. Kebanyakan pasien lebih suka diberikan instruksi tertulis tentang cara minum obat, jadi jangan ragu-ragu untuk minta instruksi tertulis tentang cara minum obat. Ingatlah bahwa anda bisa juga menanyakan kepada apoteker anda pertanyaan-pertanyaan mengenai obat-obatan yang diberikan dokter anda.

5. Bangun suatu hubungan yang terbuka dan penuh kepercayaan dengan dokter anda.
Kesuksesan pengobatan nyeri kepala tergantung pada suatu hubungan terbuka dengan dokter anda. Hubungan yang demikian baru bisa timbul sejalan dengan waktu. Sasaran ada adalah beberapa pertanyaan penting terjawab pada setiap kali kunjungan ke dokter, dan tahu bahwa pada kunjungan berikutnya anda bisa menanyakan masalah-masalah tambahan. Baik dokter maupun pasien perlu belajar bagaimana menyampaikan suatu pesan yang jelas kepada satu sama lain. Sebagai pasien anda dapat menolong dokter anda dengan bertanya secara langsung, pertanyaan-pertanyaan yang spesifik, dan yakinkan bahwa anda memahami jawaban-jawaban yang diberikan dokter anda.

Apa yang harus anda harapkan dari dokter anda.

Setiap dokter yang professional yang mengobati nyeri kepala kronik anda haruslah seseorang yang dengannya anda merasa nyaman. Berikut ini adalah beberapa karakteristik yang seringkali berpengaruh terhadap suatu hubungan dokter-pasien yang positip. Anda mempunyai hak untuk memilih dokter yang mempunyai karakteristik tersebut, dokter yang dapat anda percayai sepenuhnya.

Dokter anda harus:

  • Memperlihatkan perhatian yang asli kepada anda dan tertarik dengan masalah anda.
  • Seorang komunikator yang baik, mengajarkan dengan sabar dan dapat memahami anda.
  • Dapat mendiskusikan faktor-faktor psikologis tanpa memberikan pesan kepada anda bahwa penyakit anda adalah sesuatu yang tidak “nyata”
  • Seorang yang fleksibel dan mendengarkan dengan baik terhadap pertanyaan-pertanyaan dan pengamatan-pengamatan anda.
  • Dapat menyesuaikan rencana pengobatan terhadap informasi baru yang didapat.
  • Dokter yang tidak langsung memberikan obat-obatan yang lebih banyak atau obat-obatan yang terbaru setiap kali anda mengeluhkan nyeri kepala yang lebih meningkat..
  • Bekerja dengan sabar menghadapi anda bahkan jika nyeri kepala anda tidak kunjung membaik.
  • Mau menyediakan waktu – untuk mendengarkan anda, untuk memberikan anda umpan balik, untuk mendidik anda.

 

Dr. Suryo Wibowo, MKK, SpOk

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu