dalam kategori | Herbal

Khasiat Kulit Manggis Andal Atasi Kanker & Jantung

Khasiat Kulit Manggis Andal Atasi Kanker & Jantung

Koper terakhir itu gagal terangkat ketika George Leasa SH MH mengerang keras, “Aduh, sakit.” Mantan dekan Fakultas Hukum Universitas Pattimura itu menjatuhkan koper yang relatif ringan. Hampir saja tubuh George ambruk menyusul koper bila sang istri tak bergegas merangkul. Istri tercinta bergerak cepat, membawa George Leasa ke rumah sakit di Kota Ambon, Provinsi Maluku. Hasil pemeriksaan dengan ekokardiogram membuktikan, ayah tiga anak itu positif jantung koroner.

Untuk mengatasi pembunuh nomor dua itu, ia opname selama 10 hari sejak 31 Maret 2011. Ketika itulah ia mengonsumsi vitamin untuk jantung serta obat pengencer darah dan memperkuat otot jantung.Sayang, kondisi kesehatan alumnus Fakultas Hukum Universitas Pattimura, itu tak kunjung membaik. “Rasa nyeri di dada masih terasa,” kata ayah 3 anak itu. Itulah sebabnya dokter merujuk ke rumahsakit khusus jantung di Jakarta, pada 10 April 2011. George langsung menjalani kateterisasi. Hasilnya mengejutkan, penyumbatan pada pembuluh darah jantung di bagian kiri 100%. Pada kondisi itu darah sama sekali tidak mengalir. Plak juga menyumbat 2 titik di pembuluh darah di kanan jantung, 70% dan 80%.

Batal pasang cincin

Menurut ahli jantung di Rumahsakit Omni, Pulomas, Jakarta Timur, dr Henry Pakpahan SpJP, penyumbatan pembuluh darah hingga 100% menyebabkan aliran darah yang mengangkut oksigen dari jantung ke organ tubuh terhambat. Akibatnya organ tubuh lain kekurangan oksigen sehingga terasa sakit persis yang terjadi pada George ketika mengangkat koper sang adik yang hendak ke luar kota. Risiko terbesar adalah kematian.

Henry Pakpahan mengatakan penyumbatan itu akibat penumpukan lemak di arteri alias pembuluh darah jantung. Penyebabnya konsumsi makanan berlemak yang berlebihan. George memang penikmat coto makassar, gulai kambing, dan daging babi dalam sehari-hari. Celakanya, ia tak gemar berolahraga. Dokter menawarkan 2 pilihan untuk mengatasi penyakit yang menduduki peringkat ke-2 perenggut jiwa setelah kanker itu: pemasangan cincin atau terapi obat. Pria 61 tahun itu memilih operasi pemasangan cincin yang saat ini berbiaya Rp25juta-Rp35juta untuk sebuah ring, belum termasuk obat pascaoperasi. Padahal, dokter mesti memasang tiga cincin untuk menopang pembuluh darah yang menyempit di jantung George. Dokter semula menjadwalkan operasi pada 4 Mei 2011.

Namun, pada tanggal itu, George mengonsumsi obat pengencer darah resep dokter dari rumahsakit di Ambon. Konsumsi obat pengencer darah memicu pendarahan hebat saat operasi. Itulah sebabnya, dokter yang menangani George sepakat menunda operasi sepekan kemudian.Selama menanti operasi itulah George berjumpa kerabat yang menganjurkan untuk mengonsumsi jus kulit manggis.

Dosen itu minum 40 cc jus kulit manggis 3 kali sehari. Baru juga dua hari mengonsumsi, George merasa bugar. Napas tidak lagi tersengal-sengal dan nyeri di dada kiri juga hilang. Atas dasar itulah ia memutuskan menunda operasi. Hasil pemeriksaan terakhir di sebuah rumahsakit di Surabaya pada 21 Agustus 2011, menunjukkan penyumbatan pembuluh darah jantung bagian kiri berkurang menjadi 65%. Dua penyumbatan lain di jantung bagian kanan berkurang masing-masing 44% dan 45%. Dokter menyarankan George agar rajin berolahraga dan menjaga pola makan.

Olah sendiri

Khasiat manggis mengatasi jantung koroner itu sejalan dengan riset Dachriyanus. Peneliti dari Jurusan Farmasi, Universitas Andalas, itu menunjukkan 30 mg ekstrak manggis per kg bobot tubuh mampu menurunkan 24,55% kadar kolesterol total darah mencit. Begitu Dachriyanus meningkatkan dosis menjadi 100 mg, kadar kolesterol turun 42,26%. Pantas pembuluh darah jantung George yang semula menyempit akibat timbunan kolesterol, terus terkikis. Hingga kini George tetap rutin mengonsumsi jus kulit manggis dengan dosis tetap.Ia bukan satu-satunya yang merasakan khasiat kulit manggis.

Kulit buah anggota famili Clusiaceae itu juga membantu kesembuhan Hardjono, pengidap kanker prostat pada 2010. Pensiunan pegawai negeri itu mengonsumsi 20 ml jus kulit manggis 2 kali sehari. Dua bulan kemudian, sakit mendera saat berkemih sirna. Ia kembali lancar berurine. Sayang, ia belum memeriksakan diri ke dokter. Jus kulit manggis yang membantu kesembuhan mereka-George dan Hardjono-memang banyak tersedia di pasaran.Toh, banyak pula pasien penyakit degeneratif lain seperti hipertensi, kanker, yang sembuh berkat kulit manggis racikan sendiri. Mereka merebus kulit manggis, menyaring, dan meminumnya (baca: Enyahlah, Virus Maut! Halaman 16).

Beberapa herbalis seperti Valentina Indrajati di Bogor serta dr Paulus Wahyudi Halim dan Lukas Tersono Adi di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, juga meresepkan kulit manggis dalam bentuk simplisia.Mereka meresepkan kulit manggis untuk mengatasi beragam penyakit degeneratif. Amankah mengonsumsi rebusan kulit manggis? Riset PT Industri Jamu Borobudur yang bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta membuktikan, ekstrak kulit manggis tidak toksik. Melalui uji toksisitas subkronik, terbukti ekstrak kulit manggis tidak mempengaruhi profil kimia darah, ginjal, maupun hati. Hingga dosis 750 g masih aman konsumsi.

Menurut guru besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Prof Dr Sidik Apt, mengolah sendiri kulit manggis sangat mudah. Setelah mencuci bersih, segera potong kulit 2 buah manggis, rebus dalam 4 gelas air hingga mendidih dan tersisa 2 gelas. Air rebusan tersaring itu diminum 2 kali sehari. Hasil racikan sendiri tak kalah berkhasiat ketimbang sirop siap minum.

Kulit manggis yang selama ini terbuang percuma itu ternyata sebagai panasea alias obat beragam penyakit. Apa yang menyebabkan kulit manggis ampuh mengatasi berbagai penyakit? Ahli farmasi dari Universitas Indonesia, Dr Berna Elya Apt MSi, mengatakan kulit manggis mujarab mengatasi beragam penyakit berkat senyawa xanthone. Senyawa itu antioksidan tingkat tinggi. “Kandungan antioksidan kulit manggis 66,7 kali wortel dan 8,3 kali jeruk,” kata ahli teknologi pangan dari Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Dr Ir Raffi Paramawati.Berna menuturkan xanthone memiliki gugus hidroksida (OH) yang efektif mengikat radikal bebas di dalam tubuh.

Radikal bebas merusak sel tubuh. Raffi mengatakan kulit manggis andal menetralisir radikal bebas. Lihatlah nilai oxygen radical absorbance capacity (ORAC) xanthone mencapai 17.000-20.000. Bandingkan dengan sumber antioksidan lain seperti anggur yang “hanya” 1.100; sedangkan apel (1.400).Trio mangostin Alfamangostin-antioksidan kuat dan bagian kelompok xanthone-meningkatkan aktivitas enzim lipoprotein lipase dan katabolisme very low density lipoprotein (VLDL). Itu lipoprotein berdensitas sangat rendah. Berkat enzim lipoprotein lipase, VLDL yang kaya trigliserida itu terhidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol. Hasil samping penguraian berupa kolesterol, fosfolipid, dan apoprotein yang akan dipindahkan ke HDL. Akibatnya kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL turun; kadar HDL atau kolesterol baik meningkat.

Soal kulit manggis antikanker? Yukihiro Akao peneliti dari Institut Bioteknologi Gifu, Jepang, menyibak tabir itu. Menurut Akao alfamangostin berperan mengendalikan sel kanker dengan mekanisme apoptosis alias proses bunuh diri sel. Selain itu alfamangostin juga mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dengan merangsang sel pembunuh alami yang bertugas membunuh sel kanker dan virus.

Menurut peneliti Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Dr Agung Endro Nugroho MSi Apt, manggis mengandung 50 senyawa xanthone. “Dari ke-50 senyawa itu yang paling banyak dilaporkan memiliki efek farmakologis adalah alfamangostin, gammamangostin, dan garsinon-E,” ujar Agung. Alfamangostin dan gammamangostin memiliki efek antioksidan.”Alfamangostin dan garcinon-E menghambat proliferasi sel kanker dengan mengaktivasi enzim kaspase 3 & 9 yang memicu apoptosis atau program bunuh diri sel kanker,” ujar Agung. Pantas setahun belakangan kulit manggis menjadi buah bibir karena begitu hebatnya kandungan senyawa aktif itu.

Akibatnya kian banyak yang memanfaatkan kulit manggis sebagai herbal. Selama ini kulit manggis di negeri produsen terbesar kedua itu kerap terbuang.Padahal, di negara lain marak penelitian kulit manggis sebagai obat. Para periset di Amerika Serikat, misalnya, meneliti dan memproduksi jus kulit manggis seperti Vemma dan Xango yang juga beredar di Indonesia. Menurut Raffi, ekstrak dan jus kulit manggis menempati peringkat 10 besar sebagai suplemen makanan paling tren di Amerika Serikat versi Datamonitor’s ProductScan Online. Jepang juga getol meriset khasiat kulit manggis sejak 2000. Malaysia mengembangkan kulit manggis sebagai herbal antiplatelet alias obat-obat yang menghambat pembekuan darah.

Satu respon to “Khasiat Kulit Manggis Andal Atasi Kanker & Jantung”

  1. Ririn says:

    dimana kita dapat membeli kulit jus manggis tsb ..?? brp harganya ?



Trackbacks/Pingbacks


Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu