dalam kategori | Penyakit

Kenali dan tangani Epilepsi

Kenali dan tangani Epilepsi

Penyakit epilepsi, perlu Anda kenali lebih dalam penyebabnya untuk pencegahan. Epilepsi atau ayan ditandai dengan kecenderungan mengalami kejang berulang. Dua persen dari penduduk dewasa pernah mengalami kejang dan sepertiga kelompok tersebut mengalami epilepsi. 1.800.000 orang di Indonesia hidup dengan Epilepsi.

Meski epilepsi atau ayan sudah dikenal lama tapi pemahaman tentang penyakit ini masih rendah salah satunya mengira epilepsi adalah penyakit menular. Padahal epilepsi bukanlah penyakit menular sehingga penyandangnya tak perlu dikucilkan.

Banyak orang yang memiliki pandangan epilepsi adalah penyakit kutukan, kena guna-guna, kerasukan roh, dapat menular melalui air liur yang dikeluarkan serta tidak boleh terkena air atau dekat api. Namun semua anggapan itu tidaklah benar.

Kondisi ini membuat penyandang epilepsi kadang dikucilkan dari lingkungan dan membuatnya merasa tertekan serta depresi. Padahal epilepsi dapat diobati dan dikendalikan sehingga bisa hidup normal.

“Epilepsi sama sekali tidak menular dan bukan penyakit menular. Dengan demikian, jangan sekali-kali mengucilkan penyandang epilepsi,” ujar Dr Hardiono D Pusponegoro, SpA(K) dari divisi saraf anak, Departemen Ilmu Penyakit Anak UI

Dibandingkan dengan gangguan lainnya yang menyerang otak, epilepsi termasuk ke dalam kelas gangguan secara langsung mempengaruhi kemampuan motorik tubuh secara sementara. Hal ini terjadi karena ketidaknormalan sinyal dari neuron ke otak. Neuron dan sel saraf cluster bertanggungjawab untuk semua aksi yang dilakukan tubuh, apabila kedua saraf ini tidak berfungsi baik dapat mengganggu aktivitas fisik dan kejang-kejang, dan dapat membuat penderitanya mengalami kehilangan kesadaran.

Penyebab penyakit epilepsi cukup beragam, namun pada umumnya gangguan pada aktivitas normal dalam neuron dapat menyebabkan epilepsi. Penyebabnya bisa saja gangguan kecil atau perkembangan otak yang tidak normal pada anak. Namun dalam beberapa kasus, epilepsi terjadi karena mengalami stroke, tumor, kista, dan pendarahan pada otak. Adapun penyebab lainnya, diantaranya :

  • Perubahan kimia dalam otak.
  • Penyakit turunan, berasal dari genetika.
  • Gangguan fisik dan mental.
  • Cedera pada kepala ketika mengalami kecelakaan.
  • Luka pada masa kehamilan.
  • Pengaruh lingkungan.

Adapun obat-obatan untuk penyakit epilepsi, yaitu carbamazepine, valproate, lamotrigin, oxcarbazepine, dan fenitoin. Obat-obatan ini diresepkan dengan dosis kecil dan cocok untuk semua jenis epilepsi. Namun jika dokter telah mendiagnosis dan mengetahui penyakit secara spesifik, maka obat-obatan pun akan berubah. Termasuk diantaranya obat clonazepam, phenobarbital dan Primidone. Obat-obatan baru pun selalu dibuat untuk mengobati penyakit ini, seperti beberapa obat baru ini tiagabine, topiramate, levetiracetam, gabapentin dan felbamate.

Penyakit epilepsi dapat dicegah, salah satunya dengan menghindari cedera pada kepala. Lindungilah kepala Anda saat berkendaaran di jalan, khususnya Anda pengendara motor dan sepeda. Gunakan helm yang aman untuk melindungi kepala.

Begitupun ketika anak-anak bermain sepeda, baik di lingkungan rumah ataupun jalanan. Selalu gunakan helm pada anak-anak Anda dan ajarkan mereka cara berkendara yang aman. Penyakit epilepsi pada anak pun dapat dicegah dengan melakukan perawatan saat kehamilan.

Kerentanan tubuh terhadap serangan penyakit epilepsi didasarkan pada faktor-faktor berikut ini :

  • Anak-anak dan orang berusia di atas 65 tahun.
  • Pria lebih rentan mengalami epilepsi.
  • Memiliki anggota keluarga yang mengidap penyakit epilepsi (penyakit turunan).
  • Orang-orang yang cedera kepalanya.
  • Stroke, kista, dan tumor di otak, serta gangguan umum vaskular (pembuluh darah).
  • Orang yang menderita infeksi otak, seperti meningitis (radang selaput).

Gejala-gejala penyakit epilepsi tergantung pada tingkat keparahan dan jenis epilepsi itu sendiri. Penyakit ini dapat ditemukan dan mempengaruhi setiap bagian tubuh, sehingga sensasinya pun berbeda-beda.

Saat epilepsi menyerang, gelajanya mungkin kedua mata penderita akan terus menatap, sering berkedip, dan berkedutnya kelopak mata serta anggota tubuh lainnya. Selain itu penderita juga kemungkinan akan mengalami pusing dan pingsan, disertai kehilangan ingatan setelah sadar. Jari-jari berkerut dan posisi bibir miring dapat terjadi setelah penyakit ini menyerang. Gigi menggertak, lidah berada di antara gigi dan keluar air liur pun bisa menjadi gejala yang umum ditemui pada penderita epilepsi.

Saat terjadi serangan pada Orang yang Hidup dengan Epilepsy bisa dilakukan tindakan sebagai berikut :

  • Bersikaplah tenang, beradalah di samping orang tersebut.
  • Miringkan kepalanya untuk memberikan udara dan mencegah penyumbatan udara oleh air liur.
  • Longgarkan pakaian yang ketat seperti dasi sehingga memungkinkan tetap mendapat udara.
  • Lindungi dari bahaya (terutama benda tajam).
  • Jangan memasukan apapun ke dalam mulutnya.
  • Jangan menahan gerakan yang bersangkutan.
  • Bila keadaan berbahaya segera bawa ke rumah sakit dan hubungi dokter.

Penting untuk mengetahui lebih jelas mengenai penyakit epilepsi, sehingga Anda dapat menjalani perawatan lebih awal dan dapat memberikan peluang kesembuhan lebih besar. Dalam dunia medis, terdapat beberapa macam pengobatan untuk menangani epilepsi. Dan perawatan rumah sakit penting untuk menangani gangguan ini.

Tidak hanya satu dokter spesialis yang menangani penyakit ini, misalnya dokter saraf (neurologist) akan memantau aktivitas saraf penderita epilepsi. Perbanyak istirahat dan mengkonsumsi makanan sehat serta perawatan dokter dapat menyembuhkan penyakit epilepsi.

Berikut ini beberapa tipe epilepsi yang perlu Anda ketahui untuk menjalani pengobatan yang tepat :

  • Idiopathic Generalized Epilepsy. Tipe ini penyakit turunan dari keluarga.
  • Idiopathic Partial Epilepsy. Mungkin disebabkan karena penyakit turunan, bisa juga tidak. Tetapi tipe ini muncul ketika penderita masih anak-anak.
  • Symptomatic Generalized Epilepsy. Tipe ini memiliki ciri melebarkan kerusakan pada otak. Kemungkinan disebabkan cedera pada masa kecil.
  • Symptomatic Partial Epilepsy. Biasa ditemukan pada orang dewasa. Kemungkinan dikarenakan tumor, stroke dan luka berat.

Jika anak atau salah satu anggota keluarga Anda memiliki gejala penyakit epilepsi, segera periksakan pada dokter. Dengan mendapatkan penanganan lebih awal, kemungkinan penyakit ini dapat diatasi lebih cepat.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu