dalam kategori | Featured, Penyakit

Keloid: Pencegahan dan Pengobatan

Keloid: Pencegahan dan Pengobatan

Keloid sering dialami wanita secara umum terutama akibat tindakan operatif, seperti bekas sesar, usus buntu atau operasi buka perut lainnya. Keberadaannya sangat mengganggu “keindahan”, karena ukurannya yang besar dan tampilannya yang jelek.

Keloid adalah pertumbuhan jaringan ikat atau parut yang berlebihan, yang timbul setelah adanya luka pada kulit. Nama lainnya “cheloid” atau “hypertrophic scar”. Tidak semua orang memiliki bakat keloid. Bagi yang ada bakat, luka sedikit saja sudah bisa menghasilkan keloid.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, keloid adalah jaringan parut yang tidak tahu kapan akan berhenti tumbuh. Bagian atas nya sering mulus/licin, dan berwarna pink atau ungu. Bentuknya tidak beraturan dan cenderung membesar dengan cepat (progresif). Tidak seperti jaringan parut, keloid tidak berkurang sejalan dengan waktu (malah bertambah ukurannya).

Keloid merupakan problem secara kosmetik. Keberadaannya sangat mengganggu keindahan sekitarnya, tetapi kadang2 ada juga yang menimbulkan rasa gatal dan bahkan nyeri saat disentuh.

Penyebabnya belum sepenuhnya dimengerti, kenapa ada pada sebagian orang dan tidak ada pada sebagiannya lagi. Yang jelas terjadi perubahan sinyal pertumbuhan sel yang mengontrol pertumbuhan dan pembelahan sel.

Risiko keloid sama saja pada pria dan wanita, lebih jarang pada anak2 dan orang tua. Yang berkulit gelap lebih punya peluang yang lebih tinggi dibanding kulit yang terang. Juga ada hubungannya dengan riwayat keluarga. Keloid lebih sering tumbuh pada daerah dada, punggung, bahu dan daun telinga serta jarang pada wajah.

Beberapa obat dan metode yang bisa dipakai untuk mengobati keloid, tetapi pengobatan2 medis ini tidak ada yang efektif seratus persen:

  • Cortisone (sejenis kortikosteroid): obat ini disuntikkan di lokasi keloid sebulan sekali. Cukup aman karena hanya sedikit yang akan masuk ke dalam darah.
  • Pembedahan: tindakan yang berisiko, karena membuang keloid akan memicu tumbuhnya keloid yang sama bahkan bisa lebih besar. Biasanya dilakukan suntikan steroid pada bekasnya untuk mencegah munculnya keloid kembali. Radiasi (penyinaran) setelah pembedahan juga dipakai.
  • Laser: bermanfaat untuk mengurangi / menipiskan keloid. Cara ini sangat aman cuma biayanya mahal.
  • Silikon : melapisi keloid dengan jely silikon pada area keloid selama beberapa jam sehari selama berminggu2 atau bulanan.
  • Cryotherapy: membekukan keloid dengan nitrgen cair bisa menipiskan keloid , tetapi menyebabkan keloid semakin menghitam.
  • Interferon: adalah protein yang diproduksi sistem kekebalan tubuh. untuk melawan virus dan bakteri. Injeksi interferon bisa mengurangi ukuran keloid (dalam tahap penelitian).
  • Fluorouracil: merupakan obat anti kanker, dipakai bersamaan dengan steroid atau tunggal.
  • Radiasi: dilaporkan oleh dokter yang memakainya aman dan efektif untuk mengobati keloid.

Pengobatan Alternatif

Langkah pertama adalah melakukan pengobatan langsung ke permukaan daerah keloid dengan ramuan herbal. Gel lidah buaya adalah salah satu bahan perawatan yang mudah didapat, digunakan untuk melakukan massage pada daerah keloid. Lidah buaya akan menyehatkan kondisi kulit dan berguna untuk memulai proses penyembuhan. Jika keloid Anda adalah akibat dari tindakan pembedahan (postsurgical scar), Anda dapat membuat salep herbal dari  rempah calendula (bunga marigold) dan mentega kelapa ; dioles dan dibiarkan pada bekas luka sepanjang hari untuk membantu penyembuhan. Panaskan 1/4 cup mentega dan 1 cup bunga marigold hingga berbuih, kemudian biarkan semalaman agar dingin.

Hari berikutnya hangatkan panci, saring dan buang lemak yang ada, tambahkan 5 sdm. minyak zaitun, dan kemudian oleskan salep pada kain kapas dan dibalutkan di sekitar area dari jaringan parut.

Salep dari tanaman Horsetail (Equisetum A/kaya akan kandungan Silica)  dan comfrey (Symphymm officinale/membantu regenerasi kulit) dapat digunakan juga untuk memulihkan jaringan. Segera setelah Anda melihat keloid baru, mulai memanfaatkan setidaknya salah satu dari perawatan ini untuk memulai proses penyembuhan.

Langkah selanjutnya adalah perawatan keloid dari dalam tubuh. Ada banyak vitamin dan herbal yang dapat membantu menunjang proses penyembuhan. Vitamin E dapat mencegah terbentuknya keloid dan dapat membantu mengurangi jumlah jaringan parut. Vitamin C adalah unsur yang membantu memulihkan jaringan penghubung seperti kolagen dan dapat memastikan agar dapat tumbuh dengan baik, bukan dalam kelimpahan sampai menjadi keloid.

Mineral zinc dan silica membantuk mengembalikan kondisi kulit setelah cedera. Tanaman Horsetail diatas dapat dikonsumsi sebagai minuman atau kapsul, sehingga selain perawatan dari luar, pada saat yang sama pengobatan juga berlangsung dari dalam.

 

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu