dalam kategori | Featured, Pola Hidup

Kekurangan Cairan Kacaukan Fungsi Otak

Kekurangan Cairan Kacaukan Fungsi Otak

Saya sering menyarankan pada orang-orang agar sebisa mungkin terhindar dari dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh, karena dapat memicu kelesuan, terutama mental.

Ada beberapa studi yang sengaja membuat objek studi dehidrasi melalui olahraga dan panas. Pada umumnya ditemukan fungsi otak menjadi terganggu akibat kondisi kekurangan cairan tersebut.

Masalahnya, belum dapat diketahui dengan pasti apa penyebab utama penurunan fungsi mental tersebut. Apakah kekurangan cairan, panas, olahraga, atau kombinasi dari ketiganya.

Sebuah ringkasan penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition pada 7 Juni 2011 lalu mengamati kondisi objek studi yang dibagi tiga kelompok dengan pengujian masing-masing adalah:

  1. Empat puluh menit berjalan di treadmill dengan kemiringan curam (5 persen) dan kecepatan 5 – 6.5 km per jam pada kisaran suhu 28 derajat. Para pria juga diminta mengonsumsi obat furosemide, diuretik (melancarkan air seni) yang menyebabkan dehidrasi.
  2. Dengan kondisi yang sama seperti di atas, tapi tidak diberikan furosemide, melainkan dengan placebo (terapi atau prosedur penyembuhan melalui pemberian obat yang sebenarnya tidak berkhasiat atau pendekatan secara sugesti namun tidak diketahui penderita).
  3. Kondisi yang sama seperti di atas namun hidrasi dijaga. Dengan kata lain, mereka tidak diperbolehkan mengalami dehidrasi.

Kondisi 1 dan 2 dirancang untuk menginduksi dehidrasi dalam tingkat keparahan yang berbeda (yang pertama dengan furosemide lebih parah), dan kondisi 3 ini dirancang sebagai kontrol, dimana individu diberikan jumlah energi yang sama dalam kondisi panas yang sama namun tidak menderita kekurangan cairan. Subyek penelitian adalah diamati fungsi mental, kelelahan, dan suasana hati.

Dehidrasi ditemukan mengurangi kewaspadaan dan memori kerja (kemampuan secara aktif menyimpan informasi dalam pikiran yang dibutuhkan untuk melakukan tugas-tugas kompleks seperti penalaran, pemahaman, dan pembelajaran). Kelelahan akibat olahraga disertai kekurangan cairan mengakibatkan kondisi yang lebih buruk. Tingkat ketegangan dan kecemasan juga lebih besar.

Apa yang ingin disampaikan penelitian ini menunjukkan bahwa dehidrasi memang memiliki kapasitas untuk mempengaruhi fungsi otak dan suasana hati, dan oleh karena itu harus tetap memastikan agar tubuh cukup air.

Persyaratan terhadap air minum bervariasi tergantung dari cuaca, suhu, seberapa aktif kita, seberapa banyak kita berkeringat, dan seberapa banyak air yang kita dapatkan melalui apa yang kita konsumsi. Panduan sederhana, dalam hal asupan air, yakni usahakan cukup minum untuk menjaga warna urin tetap kuning pucat di sepanjang hari.  (Dr. John Briffa / Epochtimes/ feb)

Dr John Briffa adalah seorang dokter yang berbasis di London dan penulis dengan minat di bidang nutrisi dan pengobatan alami. Situsnya adalah DrBriffa.com.

Komentar Anda

Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.
* = required field

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat
ads

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu