dalam kategori | Featured, Pola Hidup

Kehamilan di Atas Usia 35

Kehamilan di Atas Usia 35

Karena berbagai alasan, akhirnya Anda menikah di usia 35 tahun. Hal ini membuat Anda gembira, karena kini Anda bisa mulai membangun keluarga. Namun, ada kekhawatiran usia yang tak lagi muda akan memengaruhi kemungkinan hamil dan melahirkan bayi yang sehat. Wajarkah kekhawatiran seperti ini?

Hingga tahun 2000, satu dari setiap 12 bayi dilahirkan dari ibu yang berusia 35 tahun atau lebih. Hal tersebut dikatakan Glade B. Curtis, MD, anggota dewan American College of Obstetricians and Gynecologists, dalam bukunya, Kehamilan di Atas Usia 30.

Menurut dia, kelahiran pertama untuk perempuan dalam usia 30-an tahun pada 1990 berjumlah sekitar seperempat dari semua kelahiran pada perempuan golongan usia tersebut. Setiap hari di Amerika Serikat, hampir 200 perempuan berusia 35 tahun atau lebih melahirkan bayi pertama mereka. Pergeseran usia melahirkan dipengaruhi banyak hal, antara lain semakin luas peran wanita di sektor publik, majunya teknologi kedokteran, dan bergesernya usia pernikahan.

Setelah usia 30 tahun, seorang wanita dapat mengalami penurunan kesuburan akibat penurunan jumlah produksi sel telur yang sehat, penurunan produksi hormon wanita, disertai dengan penurunan jumlah sperma pasangan, penurunan frekuensi melakukan hubungan seksual, dan kondisi fisik yang tidak lagi optimal.

Namun, pengontrolan kehamilan dan pemeriksaan rutin medis dapat mengatasi kemungkinan-kemungkinan komplikasi yang timbul saat kehamilan di atas 30 tahun. Ada baiknya kita menyadari risiko yang akan dihadapi dan berusaha meminimalisasi sesuai dengan anjuran dokter.

“Sekarang ini, banyak tenaga kesehatan mengukur risiko kehamilan dengan status kesehatan wanita hamil, bukan dari usianya. Kondisi medis yang ada sebelumnya merupakan indikator kesejahteraan wanita dan kesehatan bayinya. Seorang wanita sehat usia 39 tahun sepertinya tidak akan mengalami masalah-masalah kehamilan dibandingkan misalnya wanita berusia 20 tahun yang menderita diabetes. Tingkat kebugaran seorang wanita memberikan dampak yang besar terhadap kehamilannya,” kata Glade.

Berikut adalah cuplikan transkrip wawancara dengan Glade B. Curtis, MD yang dilakukan oleh WebMD;

Tanya: Saya 32 tahun dan belum memiliki Anak. Saya mendengar bahwa kesuburan turun 50% setelah 35. Apakah itu benar? Jika demikian, apakah ada yang bisa saya lakukan untuk membantu kemungkinan saya hamil di masa depan?

Curtis: Penurunan kesuburan setelah usia 30 bukan terjadi secara mendadak, tetapi lebih merupakan penurunan bertahap. Pertanyaan yang diajukan sangat rumit karena banyak faktor yang berkaitan. Untuk bagian pertanyaan, apa yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kesuburan Anda – jawaban pastinya adalah Anda harus menyadari bahwa semakin lama Anda menunda keputusan untuk hamil, peluang sukses Anda akan semakin menurun.

Ide untuk mengkonsumsi pil KB untuk membantu mencegah terjadinya endometriosis sementara Anda menunggu saat untuk memiliki anak dapat dijalankan. Endometriosis telah menjadi salah satu masalah bagi wanita berumur yang mencoba untuk hamil. Hormon-hormon dalam pil KB dapat membantu melindungi Anda terhadap perkembangan endometriosis bahkan jika Anda tidak memerlukan fungsi kontrasepsi dari pil KB.

Bagian lain pencegahan adalah berkaitan dengan infeksi. Menggunakan kondom untuk membantu mencegah infeksi seperti klamidia atau gonore akan menjadi pengaman dalam upaya untuk melindungi kesuburan Anda.

Saran lain, hidup sehat dan mengontrol berat badan, makan yang benar, dan berolahraga. Karena kebanyakan dari kita, saat kita bertambah usia, hal-hal seperti ini menjadi lebih menantang dan dapat berpengaruh terhadap kemampuan Anda untuk hamil dan menjalani kehamilan. Juga mencakup hal-hal seperti merokok, alkohol, atau konsumsi obat.

Tanya: Apakah menggunakan pil KB menurunkan kesuburan?

Curtis: Pertanyaan yang bagus, dan yang sering diajukan pada dokter. Pengalaman saya, dan keyakinan saya adalah, bahwa pil KB memiliki efek yang lebih positif berkaitan dengan tujuan ke depan dan tidak menyebabkan sulit hamil. Seperti pada kasus endometriosis. Kita sering menggunakan pil KB sebagai pengobatan lini pertama untuk penyakit endometriosis. Kami menggunakan pil KB untuk mencegah kista pada ovarium. Saya telah melihat banyak wanita yang selama bertahun-tahun menggunakan pil KB untuk mencegah pembentukan kista dan saya percaya ini adalah kunci dalam menjaga dan melestarikan kesuburan mereka.

Saya juga menyarankan anak perempuan saya untuk minum pil KB. Bila tiba waktunya, saya juga ingin mempunyai cucu. Menurut saya, sisi positif pil KB lebih banyak daripada negatifnya.

Tanya: Apakah pil KB dapat memperpanjang umur sel telur?

Curtis: Minum pil KB akan mencegah Anda dari ovulasi. Ini mungkin berarti bahwa Anda dapat sedikit menunda menopause dan karena itu bisa memperpanjang kemampuan Anda untuk berovulasi. Saya pikir faktor terbesar adalah peraturan hormonal dari pil KB. Masalah yang melanda banyak perempuan 30 dan lebih adalah ovulasi tidak teratur karena adanya perubahan kadar hormon. Pil KB menangani ini. Saya percaya ini adalah bagian dari manfaat minum pil dalam melestarikan kemampuan Anda untuk hamil.

Tanya: Komplikasi apa lagi yang mungkin dapat memperaruhi kehamilan diatas usia 35.

Curtis: Kita telah mebahas beberapa hal. Endometriosis adalah satunya. Infeksi panggul atau kerusakan pada saluran tuba adalah hal lain. Bagian lain yang menjadi perhatian penting bagi wanita adalah kesehatan umum, dan seiring bertambahnya usia, bagian ini mungkin akan menimbulkan banyak masalah. Beberapa gangguan kesehatan umum adalah seperti, Diabetes, Hypertensi, Lupus dan gangguan jaringan lainnya yang terkait (seperti Penyakit Crohn atau enteritis regional)

Penyakit-penyakit ini banyak dialami wanita diatas usia 30, dan tentunya pengobatan yang dilakukan untuk mengatasinya akan dapat berpengaruh pada kehamilan. Juga sebaliknya, kehamilan dapat mempengaruhi penyakit-penyakit tersebut.

Satu hal lain yang belum kita bahas adalah dampak yang terjadi pada janin dalam kehamilan usia lanjut. Kita ketahui tingginya resiko terhadap kehamilan, terutama dengan bayi kembar, sejalan dengan bertambahnya usia. Resiko down syndrome adalah sesuatu yang sering disebut-sebut meningkat pada ibu berusia lanjut. Sebagai contoh, pada usia 30 risikonya adalah satu dari 1.000. Pada 35, risiko adalah satu di 350. Pada usia 45, ini adalah tentang satu di 30.

Tanya: Dapatkan Anda menjelaskan korelasi antara bertambahnya usia ibu dan kemungkinan lebih besar untuk melahirkan anak kembar atau kembar tiga?

Curtis: Hubungan antara kelahiran kembar dan usia yang lebih tua mungkin berhubungan dengan fakta bahwa ketika seorang wanita lahir dia telah memiliki semua sel telur. Telur-telur yang ovulasi pada usia 20 telah ada selama 20 tahun. Telur-telur ovulasi di 35 tentu telah ada lebih lama lagi. Mereka (sel telur) telah terkena lebih banyak pengaruh misalnya dari obat-obatan dan lingkungan. Hal ini juga terkait dengan peningkatan risiko down syndrome dan masalah genetika lainnya pada wanita yang lebih tua. Ada sesuatu yang berbeda tentang sel telur dan yang mungkin merupakan faktor yang berpengaru pada kelahiran kembar.

Tanya: Apa saja masalah lain, selain down syndrome, yang mungkin dialami janin dari seorang wanita 35-plus?

Curtis: Kita telah berbicara tentang beberapa masalah termasuk Down syndrome, kehamilan ganda, dan yang terkait dengan ini adalah kelahiran prematur, yang dapat mencakup kelahiran dengan berat badan rendah.

Juga yang punya resiko lebih besar adalah keterbatasan perkembangan kandungan. Seorang wanita lebih dari 35 lebih cenderung memiliki komplikasi selama persalinan, yang mengarah ke kemungkinan pelaksanaan operasi cesar. Masalah lain yang mungkin muncul adalah masalah genetis pada bayi pada ibu berusia lanjut.

Sejauh ini kita telah berbicara tentang hal-hal yang menakutkan – komplikasi serta masalah. Adalah penting untuk menyadari, bahwa sebagian besar hal-hal ini tidak sering terjadi. Justru yang lebih sering terjadi adalah kehamilan yang sehat, ibu bahagia, bayi sehat, dan semua berjalan dengan baik. Adalah penting dipahami bahwa ketika kita berbicara tentang risiko 35 tahun memiliki anak down syndrome, 350:1, 349 kehamilan akan berlangsung baik. Saya lebih menekankan hal yang positif dan mengharapkan hasil yang baik dan bahagia karena pada dasarnya itulah yang lebih banyak terjadi. Kehamilan selalu mempunyai dua sisi, menarik dan menakutkan, tidak perduli berapapun usia sang ibu.

Tanya: Saya 42 dan baru-baru ini mengalami keguguran setelah satu bulan kehamilan. Ini adalah kehamilan pertama saya. Suami saya dan saya telah berusaha untuk hamil selama sekitar satu tahun setengah. Karena berhubungan dengan faktor usia, apakah saya harus mempertimbangkan mengunjungi spesialis infertilitas?

Curtis: Pertama-tama, sisi positif dari keguguran tersebut adalah fakta bahwa Anda bisa hamil. Jika Anda telah berkonsultasi sengan dokter kandungan, saya rasa Anda tidak perlu mencari ahli lain yang lebih khusus dari itu. Lebih baik Anda menanyakan pada dokter Anda adakah perawatan lain yang diperlukan untuk Anda. Good luck untuk Anda.

Tanya: Saya berencana untuk hamil. Saya dan suami sama-sama 36. Berapa lama kami harus mencoba? Kapan kami harus mencari bantuan?

Curtis: Rata-rata pasangan yang berusaha untuk hamil, tanpa kontrasepsi apapun, membutuhkan waktu sekitar delapan bulan sampai satu tahun. Jika Anda berkonsultasi pada dokter, mereka mungkin akan meminta anda untuk terus mencoba dulu. Namun, pada usia 36, saya mungkin tidak ingin menyia-nyiakan banyak waktu. Saya pikir baik untuk mempertimbangkan beberapa hal seperti mengukur suhu tubuh Anda, atau bahkan melakukan tes urine sendiri untuk melacak saat ovulasi.

Faktor penting lainnya adalah menstruasi Anda. Jika menstruasi Anda normal dan teratur, maka kemungkinan Anda hamil jauh lebih besar. Jika Anda tidak mengalami menstruasi atau sangat tidak teratur, sebaiknya minta bantuan. Jika di masa lalu Anda memiliki masalah dengan beberapa hal yang telah kita bahas sebelumnya seperti endometriosis, saya akan terlebih dahulu membahas masalah terebut dengan dokter.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu