dalam kategori | Penyakit

Kanker prostat, ancaman serius pria berumur

Kanker prostat, ancaman serius pria berumur

Kanker prostat adalah salah satu dari 10 penyakit tersering yang menimpa pria. Sayang, para pria kerap tidak sadar dengan gejalanya, sampai penyakit ini menyebar dan makin sulit diterapi.

Kanker terjadi ketika sel-sel normal mulai tumbuh dan berkembang tanpa kontrol normal mereka. Setelah sel-sel mengalami konversi, mereka berkembang biak dan membentuk suatu massa/benjolan yang disebut tumor. Karena pertumbuhan yang tidak terkendali, tumor dapat menyerang jaringan sekitarnya dan mencapai organ-organ lain melalui aliran darah. Inilah yang disebut tumor ganas (kanker). Proses dimana kanker dapat menyerang dan menyebar ke organ lain disebut metastasis. Jaringan kanker menginvasi jaringan sekitar mereka dan mengambil oksigen dan nutrisi yang mereka butuhkan untuk bertahan. Hampir semua kanker prostat adalah adenokarsinoma dari prostat, yang berarti bahwa mereka berasal dari sel sekresi kelenjar prostat.

Kanker prostat sangat jarang ditemui pada pria dibawah umur 45 tahun, tapi bersamaan dengan penambahan umur, secara diam-diam kemungkinan tumbuhnya kanker prostat meningkat, sebagian besar pasien kanker prostat berumur di atas 65 tahun. Pada dasarnya, setiap penambahan umur 10 tahun pada orang yang berusia di atas 40 tahun, kemungkinan tumbuhnya kanker prostate menjadi berlipat ganda, bahaya pria berumur 50 – 59 tahun terkena kanker prostat yaitu 10%, sedangkan pria umur 80 – 89 tahun bertambah menjadi 70%.

Di Amerika Serikat, kanker prostat merupakan keganasan pada pria dan menduduki peringkat kedua setelah kanker paru-paru. Setiap tahun sekitar 200.000 kasus baru yang didiagnosis dan sekitar 30.000 orang meninggal akibat Kanker Prostat. Kanker prostat juga merupakan penyebab kematian kedua akibat kanker pada pria setelah kanker paru-paru. Kanker prostat terjadi pada 1 dari 6 orang. Kasus meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir dan tingkat kematian menurun, yang mungkin karena skrining meningkat dan deteksi dini.

“Kanker prostat merupakan keganasan yang paling sering diderita oleh pria di negara-negara barat. Di Asia baru dalam sepuluh tahun terakhir ini saja terlihat peningkatan insiden, termasuk di Indonesia. Data dari rumah sakit besar di Jakarta, yaitu RSCM dan RS Dharmais menunjukkan kenaikan jumlah penderita penyakit ini hampir tiga kali lipat dalam 10 tahun terakhir,” buka Prof. dr. Rainy Umbas, PhD., SpU, spesialis bedah urologi.

Faktor resiko kanker prostat

Penelitian menunjukkan bahwa, seperti kanker lainnya, kanker prostat adalah penyakit multifaktorial yang merupakan kombinasi keturunan, etnis, hormon, diet dan lingkungan. Tidak dapat dipastikan penyebabnya namun ada beberapa hal yang dapat menjadi faktor risiko seseorang terkena kanker prostat. Faktor-faktor risiko tersebut adalah :

  • Umur: risiko terkena kanker prostat meningkat di usia > 50 tahun
  • Etnis: pria Amerika-Afrika berisiko 1,5 – 2 kali lebih besar untuk terkena kanker prostat dibandingkan ras kulit putih.
  • Faktor keturunan: Pria dengan riwayat kanker prostat dalam keluarga mereka, berisiko 2 – 3 kali lebih besar
  • Kebiasaan Makan: diet tinggi lemak telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker prostat.
  • Agen kimia: paparan terhadap bahan kimia seperti cadmium telah terlibat dalam perkembangan kanker prostat.

Tanda dan Gejala Kanker Prostat

Kanker prostat stadium dini, tidak menunjukkan gejala. Setelah kanker berkembang, baru muncul gejala tetapi tidak khas. Gejala yang muncul menyerupai gejala BPH (Benign Prostatic Hyperplasia), yaitu penyakit pembesaran prostat jinak yang sering dijumpai pada pria lanjut usia. Akibatnya, kedua penyakit ini sulit dibedakan sehingga diperlukan pemeriksaan yang dapat mendeteksi dini sekaligus membedakan antara kanker prostat dan BPH.

Berikut tanda-tanda umum yang patut diwaspadai:

1. Sulit berkemih

Bisa berupa perasaan ingin berkemih tapi tidak ada yang keluar, berhenti saat sedang berkemih, ada perasaan masih ingin berkemih atau harus sering ke toilet untuk berkemih karena keluarnya sedikit – sedikit. Gejala ini akibat membesarnya kelenjar prostat yang ada di sekitar saluran kemih karena ada tumor di dalamnya sehingga mengganggu proses berkemih. Kelenjar prostat akan makin besar seiring bertambahnya usia seseorang. Karena itu, periksa diri ke dokter untuk membedakan apakah hanya pembesaran prostat ataukah kanker.

2. Nyeri saat berkemih

Problem ini juga akibat adanya tumor prostat yang menekan saluran kemih. Namun, nyeri ini juga bisa merupakan gejala infeksi prostat yang disebut prostatitis. Bisa juga tanda hiperplasia prostat yang bukan merupakan kanker.

3. Keluar darah saat berkemih

Gejala ini jarang terjadi, namun jangan diabaikan. Segeralah periksa ke dokter meski darah yang dikeluarkan hanya sedikit, samar – samar atau hanya berwarna merah muda. Kadangkala infeksi saluran kemih juga bisa menyebabkan gejala ini.

4. Sulit ereksi atau menahan ereksi

Tumor prostat bisa saja menyebabkan aliran darah ke penis yang seharusnya meningkat saat terjadinya ereksi menjadi terhalang sehingga susah ereksi. Bisa juga menyebabkan tidak bisa ejakulasi setelah ereksi. Tapi sekali lagi, pembesaran prostat bisa saja menyebabkan munculnya gejala ini.

5. Darah pada sperma

Gejala ini, seperti darah pada urin, bisa timbul tidak terlalu jelas. Darah tidak dalam jumlah banyak dan hanya menyebabkan warnanya berubah menjadi merah muda. Meski begitu patut diwaspadai

6. Sulit Buang Air Besar (BAB) dan ada masalah saluran pencernaan lainnya

Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Akibatnya, bila ada tumor pencernaan akan terganggu. Namun perlu diingat, sulit BAB yang terus menerus terjadi juga bisa menyebabkan pembesaran prostat karena terjadi tekanan pada kelenjar secara terus menerus. Sulitnya BAB dan gangguan saluran cerna bisa juga mengindikasikan kanker usus besar.

7. Nyeri terus menerus di punggung bawah, panggul atau paha dalam bagian atas

Sering, kanker prostat menyebar di wilayah-wilayah ini, yaitu pada punggung bawah, panggul dan pinggul sehingga nyeri yang sulit dijelaskan di bagian ini bisa menjadi tanda adanya gangguan

8. Sering berkemih di malam hari

Jika Anda sering terbangun di malam hari lebih dari sekali hanya untuk berkemih, periksalah segera ke dokter.

9. Urin yang menetes atau tidak cukup kuat

Gejala ini mirip inkontinensia urin (ngompol). Urin tidak dapat ditahan hingga perlahan keluar dan menetes. Atau kalau pun keluar aliran tidak cukup kuat.

10. Usia di atas 50 dan mempunyai faktor risiko

Karena tidak menimbulkan gejala maka pria yang memiliki faktor risiko sebaiknya memeriksakan diri secara rutin. Faktor risiko ini termasuk adanya anggota keluarga yang menderita kanker terutama jika itu sang ayah, obesitas/kegemukan dan merokok merupakan salah satu faktor risiko kanker prostat.

Komplikasi kanker prostat

Komplikasi dapat terjadi dan biasanya disebabkan oleh kanker itu sendiri atau karena pengobatan. Inkontinensia urin dan disfungsi ereksi adalah yang paling ditakuti orang yang memiliki kanker prostat. Namun ada terapi untuk membantu meringankan atau mengobati kondisi ini. Komplikasi dari kanker prostat:

  1. Kanker menyebar (metastasis), kanker prostat dapat bermetastasis ke organ di dekatnya, tulang, paru-paru atau kelenjar getah bening. Pengobatan untuk kanker prostat yang telah menyebar dapat dilakukan dengan terapi hormon, terapi radiasi dan kemoterapi.
  2. Nyeri sekali. kanker telah mencapai tulang, Pengobatan ditujukan untuk terapikanker sering dapat menghilangkan rasa nyeri yang signifikan.
  3. Kencing ngompol (inkontinensia), baik kanker prostat dan perawatannya dapat menyebabkan inkontinensia. Pengobatan tergantung pada jenis inkontinensia, Perawatan termasuk modifikasi perilaku, latihan untuk memperkuat otot panggul, obat-obatan dan kateter.
  4. Disfungsi ereksi atau impotensi, disfungsi ereksi dapat diakibatkan kanker prostat atau terapinya , termasuk perawatan bedah, radiasi atau hormon. Beberapa obat dengan alat vakum yang akan membantu mengatasi disfungsi ereksi ini.
  5. Depresi,banyak orang mungkin merasa tertekan setelah didiagnosa menderita kanker prostat atau setelah mencoba untuk mengatasi efek samping pengobatan. Perawatan seperti konseling atau antidepresan dapat membuat perbedaan yang signifikan.

Deteksi Dini Kanker Prostat

Tujuan penapisan (skrining) untuk kanker adalah untuk mendeteksi kanker pada tahap awal, sebelum gejalanya berkembang. Skrining kanker prostat dapat dengan cepat dan mudah dapat membantu mendeteksi kanker prostat dini, sehingga lebih mudah untuk diobati. Deteksi Dini kanker prostat yaitu :

  1. Pemeriksaan Prostat Spesifik Antigen Test (PSA); adalah suatu protein prostat yang beredar dalam aliran darah dalam jumlah yang sangat kecil. Bila ada masalah dengan prostat (pembesaran, infeksi, peradangan, kanker), protein ini dilepas dalam jumlah besar dalam darah. Cara tes PSA, menarik sejumlah kecil darah dari lengan, dan kemudian tingkat PSA diukurjika 10 ng / mL umumnya dianggap tinggi.
  2. USG Prostat
  3. Pemeriksaan colok dubur; Selama colok dubur, dokter memasukkan jari bersarung tangan, yang dilumasi jelly ke dalam rektum untuk memeriksa prostat mendeteksi penyimpangan dalam ukuran, bentuk atau tekstur. Sering kali, colok dubur dapat digunakan oleh urolog untuk membantu membedakan antara kanker prostat dan kondisi non-kanker, seperti hiperplasia prostat jinak. Meskipun mungkin agak kurang nyaman, sebuah pemeriksaan colok dubur tahunan dapat dengan yang cepat, dengan cara yang sederhana, menyelamatkan jiwa seseorang.

prostate-cancer-symptoms

Pengobatan Kanker Prostat

Hingga saat ini pengobatan yang tepat untuk penderita kanker prostat masih diperdebatkan. Secara umum, pilihan pengobatan penderita kanker prostat tergantung pada stadium kankernya.

  • Kanker prostat stadium awal biasanya dilakukan prostatektomi (pengangkatan prostat) dan terapi penyinaran.
  • Kanker yang telah menyebar biasanya dilakukan terapi hormon, pengangkatan testis, atau kemoterapi.

“Pada umumnya diambil kebijakan terhadap penderita dengan usia harapan hidup saat diagnosis lebih dari 10 tahun, akan dilakukan operasi, sementara penderita dengan usia harapan hidup antara 5-10 tahun akan diberikan radioterapi, sedangkan bila usia harapan hidup kurang dari 5 tahun atau bila terdapat kontraindikasi operasi maupun radioterapi, maka akan diberikan kemoterapi,” dijelaskan Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP., pakar onkologi medik senior dari Universitas Indonesia.

Dikemukakan dr. Aru lebih lanjut, “Tindakan kemoterapi pada pengobatan kanker prostat biasanya dilakukan apabila kanker tersebut telah resisten terhadap terapi pengobatan lainnya, seperti misalnya terapi hormon.”

Pemulihan pada pasien kanker prostat

  1. Pemulihan psikologis : membantu pasien membuang tekanan batin, mendukung pasien menjadi optimis, dan tekun menjalani pengobatan.
  2. Pemulihan pola makan dan saluran usus : untuk mengurangi sembelit setelah operasi, seharusnya mengajarkan pasien untuk banyak makan buah dan sayur tawar, gampang dicerna dan kaya akan serat, banyak minum, setiap bangun pagi buang air besar teratur, demi mempertahankan lancarnya pembuangan kotoran. Pantang makanan pedas dan makanan yang bersifat keras supaya tidak sembelit.
  3. Pemulihan kekejangan kandung kemih : ketika kandung kemih terasa kejang, tarik nafas dalam-dalam dan minta anggota keluarga untuk memijat bagian kaki dapat mengurangi rasa sakitnya. Apabila setelah operasi masih terdapat kekejangan yang berkelanjutan, harus diberikan obat analgesik supaya dapat mengurangi rasa sakit pasien.

Selain itu, kualitas tidur yang bagus juga dapat membantu pemulihan pasien, memilih waktu yang tepat bagi pasien untuk beristirahat, memberikan pasien lingkungan tidur yang nyaman.

Pencegahan kanker prostat

Tim peneliti dari University of Colorado Cancer Centre mengungkapkan bahwa mengonsumsi biji-bijian dan makanan yang berasal dari tumbuhan dapat berpotensi mengendalikan perkembangan kanker prostat sejak stadium awal atau dengan kata lain menghentikan pertumbuhan tumor.

Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti membandingkan kondisi tikus yang diberi makan inositol hexaphosphate (IP6) atau komponen utama dari diet serat tinggi dengan tikus yang tidak diberi makan serat. Kemudian kedua kelompok tikus dipindai untuk mengetahui perkembangan kanker prostatnya.

Hasilnya, benar-benar terlihat adanya penurunan volume tumor yang dramatis akibat efek IP6 terhadap pertumbuhan pembuluh darah. Pembuluh darah inilah yang bertugas menyuplai energi pada kanker sedangkan IP6 dapat mencegah agar tumor tak mampu membuat pembuluh darah baru yang mereka perlukan itu.

Padahal tanpa adanya energi ini, tumornya tak dapat tumbuh dengan baik. Bahkan terapi dengan IP6 disinyalir dapat memperlambat kanker prostat untuk memetabolisir glukosa.

“Sejumlah mekanisme yang mungkin digunakan oleh IP6 untuk memberikan dampak terhadap proses metabolisme ini diantaranya mengurangi jumlah protein bernama GLUT-4 yang berfungsi sebagai pengangkut glukosa,” terang Dr. Komal Raina dari University of Colorado Cancer Centre seperti dikutip dari Daily Mail.

Studi lain dari University of California San Fransico juga mengungkapkan bahwa serat dapat berperan penting dalam mencegah kanker. Pasalnya pria yang mengonsumsi sedikitnya 28 porsi sayuran perminggunya berisiko lebih kecil terserang kanker prostat ketimbang pria yang makan kurang dari 14 porsi sayuran setiap minggunya.

Lagipula telah banyak studi yang membuktikan bahwa sayuran tertentu seperti brokoli, kubis, kembang kol, kale, sprout Brussel serta bok choy dapat menurunkan risiko kanker prostat.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu