dalam kategori | Featured, Layanan Kesehatan

Kampanye ‘Surat untuk Teman’ untuk meningkatkan kesehatan ibu-ibu hamil di Indonesia

Kampanye ‘Surat untuk Teman’ untuk meningkatkan kesehatan ibu-ibu hamil di Indonesia

Nafisa, 30, kehilangan dua dari 4 anaknya, sebelum mereka mencapai usia 1 tahun. Mereka demam dan sang Ibu membawanya ke puskesmas. Mereka meninggal,” kata Nafisa, “Saya sangat sedih.”

Nafisa sekarang sedang hamil lagi, namun kali ini dia sangat berharap bayinya lahir sehat karena dia menerima surat undangan untuk datang ke klinik persalinan di Tidore. Dia tidak bisa baca, maka dia meminta tetangganya untuk membacakannya. Surat ini tiba tepat waktu. Pemeriksaan oleh bidan Siti Fara menunjukkan bahwa dia mengalami kekurangan sel darah merah – pertanda dia mengalami anemia akut, yang bisa menyebabkan komplikasi yang fatal saat kehamilan. “Bidan memberikan obat dan meminta saya untuk makan banyak sayur dan ikan,” kata Nafisa.

Dihormati dan dihargai

Bidan Fara dan dua pekerja kesehatan lainnya merupakan orang-orang dibalik kampanye mengirimkan undangan kepada para wanita hamil untuk memeriksa kehamilannya, sebuah program yang didukung UNICEF. Para tenaga kesehatan ini menjalankan ide “Surat untuk Teman” saat mengikuti workshop tahun 2008 yang juga didukung UNICEF. Program ini memberikan dampak yang signifikan di Tidore, sebuah pulau kecil di perairan Indonesia Timur yang mengalami kekurangan tenaga bidan.

“Di masyarakat kami, orang merasa dihormati dan dihargai ketika mereka diundang melalui sebuah surat,” kata kepala dinas kesehatan Tidore, Dr. Harun Konaras, “Hal ini merupakan cara inovatif untuk meminta para ibu memeriksakan kehamilannya.”

Pelayanan kesehatan ibu hamil yang tidak merata

Hampir 20,000 ibu meninggal dunia setiap tahunnya di Indonesia karena komplikasi saat hamil dan melahirkan, di mana angka ini termasuk yang tertinggi di Asia. Walaupun data terakhir menunjukkan lebih dari 70 persen kelahiran di Indonesia didampingi tenaga medis, namun data juga menunjukkan adanya ketimpangan pelayanan kesehatan di antara propinsi-propinsi.

Di Jakarta, sekitar 97 persen kelahiran didampingi tenaga medis, sedangkan di kepulauan Maluku, hanya 33 persen, termasuk Tidore.

Petugas dinas kesehatan ibu hamil dan bayi baru lahir dari kantor kabupaten Tidore, Ibu Sukma Albanjar, mengatakan adanya dukun beranak, juga merupakan salah satu faktor yang mempersulit upaya peningkatan kesehatan ibu hamil dan melahirkan di wilayah terpencil.

UNICEF membantu pemerintah setempat untuk masalah ini. Melalui program kerjasama antara dukun beranak dan bidan, maka dukun beranak tidak lagi bisa menangani persalinan secara langsung. Bahkan dukun beranak merujuk pasiennya untuk melahirkan dengan bantuan bidan atau dokter.

Dukun beranak juga membantu mengirimkan “Surat untuk Teman”

“Melalui program kerjasama dukun beranak-bidan, persalinan yang didampingi tenaga naik meningkat dan mencapai hampir 100 persen,” kata Bidan Fara, “Sejak itu, belum ada ibu meninggal dunia saat melahirkan hingga kini.”

Ibu Sukma kembali menegaskan betapa efektifnya sebuah ide sederhana. Tanpa kampanye “Surat untuk Teman”, menurutnya, “Akan sulit sekali untuk menyampaikan kepada para ibu lainnya di sini, karena kurangnya tenaga kesehatan.”

Sementara itu, Nafisa tetap optimis di kehamilannya yang kelima ini tidak akan berakhir kematian pada bayi seperti halnya dua kehamilan terdahulu. “Saya bangga dan senand sekali menerima surat tersebut,” ujarnya sambil tersenyum. “Saya berharap bayi saya nanti sehat.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu