dalam kategori | Pola Hidup

Ingin Cerdas dan Tidak Cepat Pikun? Jangan Merokok!

Ingin Cerdas dan Tidak Cepat Pikun? Jangan Merokok!

Bangsa yahudi tidak memiliki tradisi merokok. Kecerdasan yahudi lebih tinggi dibandingkan kecerdasan bangsa lain salah satunya disebabkan oleh hal ini. Artikel yang ditulis oleh DR Stephen Carr Leon memperkuat pendapat salah satu kunci kecerdasan yahudi disebabkan oleh anti merokok. Ia melakukan pengamatan secara langsung kebiasaan hidup bangsa yahudi selama delapan tahun.

Rokok sangat diharamkan oleh bangsa yahudi. Sebagai gantinya, bangsa yahudi banyak mengkonsumsi buah-buahan, kacang, ikan kod. Para ilmuwan israel memperingatkan bahaya untuk mengkonsumsi asap tembakau. Alasannya, tembakau mengandung nikotin yang dapat merusak sel-sel otak. Nikotin juga berpengaruh negatif terhadap gen manusia dan jaringan pengangkut tubuh.

Nikotin menyebabkan penyakit multiple sclerosis (MS). Penyakit yang menyerang sistem saraf pusat. Orang yang terserang penyakit ini memiliki perlambatan dalam sistem koordinasi dari panca indra. Publikasi ilmiah efek negatif asap tembakau kebanyakan berasal dari negara-negara pro bangsa yahudi. Publikasi efek negatif asap tembakau ini mengandung banyak kebenaran.

Bangsa yahudi yang notabene anti merokok terbukti menghasilkan manusia-manusia cerdas. Bukti kecerdasan yahudi ini dapat dilihat dari sejumlah tokoh-tokoh di bidang ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa contoh tokoh bangsa yahudi yang terkenal antara lain Goldmann, Rockefeller, Einstein, Dell.

Hasil karya kecerdasan yahudi sudah banyak dimanfaatkan oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Penemuan sistem ekonomi yang banyak dianut oleh negara-negara di dunia, alat-alat berteknologi tinggi dan canggih yang saat ini mudah ditemui oleh kita merupakan hasil karya mereka. Pola gaya hidup bangsa yahudi sejak bayi hingga dewasa yang anti merokok menghasilkan manusia-manusia yang cerdas.

Bangsa yahudi terkenal juga dengan pemikiran paradoksnya. Kampanye anti merokok selalu didukung oleh mereka. Di balik itu semua, bangsa yahudi mengakuisisi industri rokok di dunia. Penelitian manfaat tembakau terus-menerus didanai oleh bangsa yahudi ini. Pemanfaatan tembakau untuk industri farmasi dan obat terus-menerus dikaji oleh mereka. Tujuannya, tidak lain kelak di kemudian hari pemanfaatan hasil inovasi bangsa yahudi lebih banyak terpakai oleh umat manusia di dunia dibandingkan pemanfaatan tembakau saat ini. Bangsa lain di seluruh dunia hanya menjadi penonton dan pengguna hasil karya kecerdasan yahudi ini.

Manfaat efek negatif nikotin perlu diperhatikan sungguh-sungguh oleh bangsa lain. Karena kebenarannya tidak diragukan lagi oleh bukti-bukti yang ada. Bangsa lain tentunya tidak ingin mencetak manusia bodoh.

Kemajuan peradaban bangsa dan negara tidak dibangun oleh manusia bodoh. Jadi, mulai sekarang berhentilah merokok agar bangsa-bangsa yang lain dapat menyalip kecerdasan yahudi ini. Bangsa yang mendukung anti merokok berarti bangsa yang peduli dengan martabat bangsanya sendiri. Jumlah bangsa yahudi tidaklah seberapa dibandingkan bangsa Tionghoa yang sudah tersebar luas di dunia. Tetapi jumlah yang sedikit tersebut ternyata mampu menghasilkan manusia-manusia cerdas yang dapat menguasai banyak aspek kehidupan di dunia ini.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu