dalam kategori | Penyakit

Indonesia urutan pertama dunia dalam jumlah penderita stroke

Indonesia urutan pertama dunia dalam jumlah penderita stroke

Menurut dr. Herman Samsudin, Sp.S, seorang ahli saraf sekaligus ketua Yastroki, penanggulangan masalah stroke makin penting dan mendesak karena kini Indonesia menduduki urutan pertama di dunia dalam jumlah penderita stroke terbanyak.

Stroke juga merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia setelah jantung dan kanker. Bahkan kini jumlah penderita stroke meningkat menyerang generasi muda yang masih dalam usia produktif, yang tentunya hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktivitas sehingga dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga.

Meskipun berita diatas terdengar mengerikan, tetaplah semangat. Strategi berikut ini dapat mengurangi resiko stroke pada orang tua sekaligus juga anda, seperti ditulis oleh Stephanie Trelogan, senior editor caring.com.

1. Kontrol Tekanan Darah
Tekanan darah tinggi memiliki resiko tinggi terkena stroke.Jika salah satu orang tua anda di diagnosis dengan prehipertensi (120/80 – 139/89) atau hipertensi (140/90 mm Hg atau lebih tinggi), tekanan darahnya harus segera ditangani. Dokter akan memberikan resep, tapi tetap dibutuhkan pengawasan secara rutin.

Ada beberapa alat yang dapat digunakan untuk memonitor tekanan darah di rumah, yang bisa didapatkan di apotik.

2. Mengelola Stress dan Depresi
Meminimalkan marah, stres dan depresi merupakan aspek penting dari menjaga kesehatan kardiovaskular yang baik dan mencegah stroke. Jika orang tua anda hidup sendiri dia mungkin akan merasa kesepian. Bahkan jika orang tua anda masih memiliki satu sama lain, dan mereka hanya melakukan kegiatan duduk di sekitar rumah dapat menyebabkan kejenuhan dan tidak bahagia. Bantu orang tua anda untuk melakukan kegiatan di luar rumah, menemuka teman baru, atau terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dapat membangkitkan semangat. Tempat peribadatan atau tempat rekreasi dimana banyak orang berkumpul, merupakan tempat yang baik untuk dapat berhubungan dengan sesama manula lainnya.

Mungkin orang tua anda sudah seseorang yang aktif di kegiatan sosial, tapi tampaknya masih mengalami kesulitan dengan suasana hatinya. Anjurkan dia untuk mencoba srategi penghilang stres berikut ini :

  • Mengurangi minuman berkafein dan alkohol
  • Coba untuk melakukan meditasi
  • Mendengarkan musik santai
  • Pergi dan berjalan-jalan ke luar rumah

Jika anda sudah mencoba segalanya namun masih merasa khawatir tentang suasana hatinya, berbicaralah dengan dokter. Depresi adalah penyakit serius yang harus diobati.

3. Mengurangi Resiko Penggumpalan Darah
Tanyakan pada dokter anda tentang obat yang dapat menguangi resiko terjadinya pembekuan darah. Obat yang paling sering direkomendasikan adalah aspirin, murah dan dapat diambil dengan dosis rendah (81 g adalah yang biasa dianjurkan). Jika orang tua anda memiliki masalah medis lainnya, dokter mungkin akan memberikan resep yang lebih sesuai dengan penyakitnya.

4. Kontrol Kondisi Medis Lainnya
Jika orang tua anda memiliki atrial fibrillation (detak jantung yang tidak normal yang melibatkan dua bilik bagian atas jantung), diabetes, penyakit katup jantung, atau penyakit pembuluh darah, mereka memiliki resiko jauh lebih besar terserang stroke. Kondisi medis tersebut memerlukan penanganan yang hati-hati. Pastikan dokter tahu tentang kondisi tersebut dan menanganinya dengan tepat.

5. Meninjau Ulang Obat-obatan yang Digunakan
Bicara dengan dokter anda mengenai obat yang mungkin dapat meningkatkan resiko stroke pada orang tua anda. Terapi penggantian hormon (HRT), rosiglitazone (untuk diabetes), dan COX-2 inhibitor (untuk mengendalikan nyeri artritis) merupakan contoh obat yang dapt meningkatkan resiko terkena stroke. Meninjau ulang obat mereka dan menanyakan pada dokter mereka apakah ada alternatif obat yang memiliki resiko lebih kecil.

6. Mengetahui Tanda Peringatan Dini
Menurut Institut Nasinal Neurologis Gangguan dan Stroke, satu dari tiga orang yang memiliki serangan iskemik transien (TIA) akan menderita stroke akut.

Tanda-tanda TIA, atau ministroke, meliputi :

  • Tiba-tiba mati rasa atau lemah pada wajah, lengan, atau kaki terutama pada satu sisi tubuh.
  • Tiba-tiba kebingungan, kesulitan berbicara atau memahami
  • Tiba-tiba kesulitan melihat dari salah satu atau kedua mata
  • Tiba-tiba kesulitan berjalan, kehilangan keseimbangan atau koordinasi, pusing

Jika anda berpikir orang tua anda telah mengalami TIA, segera beritahukan dokter agar segera dapat diobati.

7. Jaga Kolesterol Buruk pada Tingkat Rendah
Salah satu faktor resiko utama pada stroke adalah tingkat LDL atau kolesterol buruk dalam darah tinggi. Idealnya kolesterol orang tua anda sebaiknya tidak lebih dari 200 mg/dl dan tidak lebih dari lima kali tingkat HDL atau kolesterol baik, kadar LDL nya harus dibawah 70 mg/dl.

Pastikan kadar kolesterol diperiksa secara teratur dan dirawat jika perlu.

Mengikuti diet rendah lemak dan berolahraga secara teratur dapat membantu, tapi mungkin tidak cukup. Jika tingkat kolesterol tidak merespon terhadap perubahan gaya hidup, dokter akan memberi resep obat.

8. Ikuti Diet Jantung Sehat
Salah satu diet terbaik untuk mencegah stroke adalah yang direkomendasikan oleh American Heart Associationn. Pilih makanan kaya biji-bijian, sayuran, buah-buhan, ikan unggas, daging tanpa lemak, dan rendah lemak atau susu bebas lemak. Orang tua anda harus membatasi asupan lemak (total konsumsi lemak antara 23 – 35 persen dari kalori harian, lemak jenuh kurang dari 7 peren dan lemak trans kurang dari 1 persen), kolesterol (kurang dari 200 miligram per hari jika kadar LDL tinggi, kurang dari 300 miligram perhari jika kadar LDL normal), dn sodium (kurang dari 1500 miligram perhari untuk tekanan darah tinggi, krang dari 2300 miligram perhari jika tekanan darah rendah). Ibumu haru mengkonsumsi tidak lebih dari satu minuman berakohol perhari, ayahmutidak lebih dari dua. Dan mereka masing-masing harus makan 25 sampai 30 gr serat makanan setiap hari.

9. Olahraga secara Rutin
Berolahraga penting untuk kesehatan jantung secara umum dan merupakan kunci untuk mencegah stroke. Tapi berapa banyak latihan yang dibutuhkan? Pusat Pengendalian Penyakit dan America Heart Association menyarankan olahraga akumulasi minimal 30 menit dalam sehari, dan dilakukan setidaknya lima kali dalam seminggu. Ini tidak berarti orang tua anda harus melakukan aerobik lima hari seminggu. Tapi anda dapat membantunya dengan menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari, seperti parkir agak jauh dari toko atau memilih naik tangga daripada lift, sehingga mereka dapat berjalan ekstra.

10. Berhenti Merokok
Merokok adalah salah satu faktor resiko terbesar yang menyebakan stroke. Hidup dengan perokok meningkatkan resiko stroke hingga hampir 30 persen. Jika ada anggota keluarga yang merokok, sarankan untuk berhenti merokok karena penting bagi kesehatan dirinya maupun anggota keluarga yang lain. Namun menyadari bahwa berhenti merokok bukanlah hal yang mudah. Berikut ada beberapa cara yang mungkin bisa membantu :

  • Tanyakan pada orang tua apa yang menurut mereka bisa mempermudah mereka dalam melakukannya. Mungkin mereka memiliki saran yang belum terpikirkan oleh anda. Ajak mereka untuk berbicara dan menyampaikan apa yang meraka alami. Merokok sudah menjadi kebiasaan sepanjang hidup yang yang menyenangkan, biarlah mereka sedikit berduka.
  • Anda mungkin tergoda untuk mengomel atau berteriak jika mereka terpeleset, tapi sebaiknya untuk menjelaskan pada mereka bahwa anda sangat mengasihi mereka apapun itu. Bersikap positif dan mendukung, dan melampiaskan frustasi kepada teman sebagai gantinya.
  • Membantu mereka menghindari situasi yang bisa memicu keinginan untuk merokok. Jika mereka terbiasa merokok setelah makan, cobalah berjalan jalan sebentar diluar sebagai gantinya,
  • Pahamilah mereka jika mereka menunjukkan gejala putus asa. Coba untuk tidak tersinggung jika mereka merasa terganggu atas kehadiran anda, mereka menjadi cepat marah dan lelah.
  • Berhenti merokok sendiri. Jika anda juga seorang perokok, jangan merokok di sekitar orang tua anda. Hal ini bukan saja membuat mereka lebih sulit untuk berhenti merokok tetapi asap akan juga akan meningkatkan resiko serangan jatung.

 

sumber :
http://www.yastroki.or.id/read.php?id=341
http://www.care2.com/greenliving/10-ways-to-help-prevent-a-stroke.html

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu