dalam kategori | Layanan Kesehatan

Implant gigi, manfaat fungsional dan estetika

Implant gigi, manfaat fungsional dan estetika

Implant Gigi merupakan alternatif terbaik sebagai pengganti gigi yang rusak atau rapuh, beberapa tahun belakangan implant gigi kian menjadi pilihan ketimbang gigi palsu, hal ini mengingat kualitas dan kenyamanan penggunaan Implant gigi jauh lebih baik ketimbang gigi palsu biasa.

Sebenarnya, implant gigi adalah akar gigi tiruan yang ditanam ke dalam rahang untuk menggantikan akar gigi asli yang telah hilang. Proses penanaman dilakukan melalui mekanisme pembedahan minor, yaitu dengan cara membuka gusi dan kemudian membuat lobang di bagian tulang dengan ukuran antara 3-4 milimeter dengan panjang bervariasi sesuai dengan kebutuhan.

Implant gigi mempunyai manfaat fungsional dan juga estetika, dimana fungsi pengunyahan pasien dapat di sempurnakan dan juga mengembalikan senyum pasien menjadi lebih menawan dengan susunan gigi yang mirip dengan gigi aslinya. Implant gigi juga lebih rigid dan stabil sehingga nampak lebih natural dan mempunyai kekuatan gigitan yang lebih baik. Namun, proses pemasangannya membutuhkan beberapa kali kunjungan dan juga di butuhkan biaya yang cukup besar.

Pada dasarnya di dalam gigi asli terdapat dua bagian, yaitu akar gigi yang tertanam di dalam tulang dan mahkota gigi yang muncul di bagian rongga mulut. Sedangkan gigi palsu biasa tidak memiliki akar yang bisa tertanam di dalam tulang. Hal ini menjadi alasan implant gigi jadi pilihan pengganti gigi secara permanen.

Sebenarnya tidak ada kontra indikasi yang mutlak untuk pemasangan implant gigi ini, akan tetapi untuk pasien yang mempunyai kebiasaan merokok sebaiknya mengurangi atau berhenti sama sekali dari kebiasaan tersebut, dan untuk pasien yang mempunyai riwayat penyakit Diabetes, juga harus mengontrol kadar gulanya dulu sebelum melakukan pemasangan implant gigi. Untuk pasien dengan riwayat penyakit sistemik tertentu sebaiknya melakukan konsultasi pada Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk mendapatkan persetujuan tindakan pemasangan implant gigi tersebut.

Dalam pemasangan implant gigi ini di perlukan kerja sama yang baik antara dokter gigi dan pasien. Dokter gigi harus menjelaskan informasi yang berhubungan dengan pemasangan implant gigi dengan sebaik-baiknya sampai pasien mengerti tahapan proses pemasangan implant gigi yang akan dilakukan terhadap dirinya. Bila pasien telah mengerti dan setuju, baru pemasangan implant dilakukan.

Meski relatif aman, pasien harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan, di antaranya tulang gigi pasien harus sehat dan cukup tebal, karena pasien yang sudah kehilangan gigi lama maka tulangnya menciut dan menipis. Bagi pasien yang seperti ini, maka harus di lakukan penambahan tulang sebelumnya melalui metoda grafting. Khusus untuk gigi atas kadang-kadang jarak tulang dan sinus maksilaris sangat tipis sehingga di perlukan suatu operasi pengangkatan sinus agar implant gigi tidak menembus dan merusak mukosa sinus maksilaris. Bahan implant gigi terbuat dari titanium, atau logam yang bersifat biocompatible yang artinya saat bahan ini di masukkan ke dalam tulang, maka tubuh kita tidak memberikan reaksi penolakan.

Angka kesuksesan pemasangan implant gigi rata-rata 90-95%. Kegagalan dalam pemasangan implant gigi biasanya berhubungan dengan proses penyatuan bahan implant gigi dengan tulang rahang yang tidak sempurna, yang antara lain di sebabkan oleh adanya proses infeksi, karena pasien tidak menjaga kesehatan mulutnya dengan baik.

Pasien yang telah melakukan pemasangan implant gigi harus selalu menjaga kebersihan mulutnya dan melalukan kontrol periodik setiap 6 bulan sekali. Bila pasien selalu memperhatikan kesehatan mulutnya maka implant gigi dapat bertahan seumur hidup dan mahkota tiruan di atas implant bisa bertahan hingga 10-15 tahun.

Metode implant gigi ini tidak dianjurkan di aplikasikan pada anak-anak, tetapi lebih tepat bagi pasien dewasa atau ketika pertumbuhan tulang sudah selesai.

Bagaimana prosedurnya?

Dental implant - atlanticdentists.com

Dental implant – atlanticdentists.com

Pertama kali akan dilakukan evaluasi tentang kualitas dan kuantitas tulang rahang baik secara klinis maupun radiologis (Panoramik X-ray dan CT Scan Dental). Hal ini dibutuhkan untuk mendapatkan kondisi yang akurat mengenai ketebalan tulang rahang, seberapa jauh dengan organ lainnya seperti (sinus maksila, kanalis mandibula, dst). Setelah itu dibuat perencanaan dalam pemasangan implan giginya. Apakah diperlukan penambahan tulang (bone grafting) atau pengangkatan mukosa sinus (sinus lifting) ataukah akan diperlukan penambahan mukosa (connective tissue grafting), dst sebelum implan gigi dipasang.

Berapa lama prosesnya?
Dimulai dari dipasangkan implan gigi sampai selesai restorasi gigi (mahkota giginya) akan bervariasi pada tiap orang berdasarkan evaluasi perencanaan. Pada pemasangan implan gigi sederhana diperlukan waktu sekitar 4-5 bulan, namun bila dengan bone grafting kurang lebih antara 6-9 bulan.

Apakah akan ada rasa sakit pada waktu pemasangan?
Prosedur pemasangan implan gigi diperlukan pembedahan sederhana. Pada penanganan kasus sederhana dapat dilakukan di poliklinik dalam waktu 1-2 jam dengan anastesi lokal, sehingga pasien tidak akan merasa sakit. Untuk kasus yang lebih kompleks dapat dilakukan di kamar operasi untuk meningkatkan kenyamanan pasien.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu