dalam kategori | Featured, Pola Hidup

Implan Payudara untuk Anda?

Implan Payudara untuk Anda?

Memiliki payudara yang cantik dan seksi menjadi keinginan setiap wanita. Tak jarang sebagian kaum Hawa melakukan implan silikon untuk memperbesar ukuran dadanya.

Di dunia kedokteran estetika, silikon dikenal sebagai implan tambahan pembentuk payudara. Alasannya,selain sifatnya yang tidak berbau, tahan suhu tinggi dan tahan air silikon juga mempunyai sifat aman dan ergonomis selagi pemakaiannya benar.

Minat masyarakat yang semakin besar untuk melakukan perbaikan pada tubuhnya diakui oleh dr.Laurentius Ariawan, Sp.BP, dokter bedah plastik dari Clinique Suisse Jakarta. “Dalam sebulan biasanya saya melakukan implan payudara pada 3-4 pasien. Tapi pada bulan tertentu bisa 10 pasien sebulan,” katanya ketika dihubungi Kompas.com.

Menurut dr.Ariawan, jika dilakukan oleh dokter yang berkompeten pada bedah plastik, operasi implan payudara tergolong aman.  “Prosesnya harus betul-betul steril dan implan yang dipakai haruslah yang terbuat dari gel silikon, bukan yang cair,” katanya.

Silikon cair tesebut adalah zat berbahaya karena sebenarnya pelumas atau minyak mesin dan berbahaya jika masuk ke dalam jaringan tubuh.

“Dua tahun pertama mungkin bentuknya masih bagus, tapi setelah itu akan terlihat melebar dan menggelambir. Perhatikan saja orang yang melakukan pemancungan hidung dengan silikon cair,” katanya.

Untuk implan payudara, bahan yang dipakai adalah silikon berbentuk gel yang akan teraba seperti payudara asli. Kendati begitu silikon gel ini juga bermacam-macam jenisnya.

“Mau yang murah atau yang mahal ada. Tapi yang murah-murah itu biasanya gampang pecah. Implan yang bagus adalah yang dasarnya padat tetapi terasa lunak,” papar dokter yang mengambil spesialiasi bedah plastik di Belgia ini.

Untuk perempuan Indonesia yang rata-rata berpayudara kecil, biasanya dokter menggunakan implan berukuran 400-500 cc. Implan payudara yang berkualitas baik biasanya bisa bertahan hingga 20 tahun. “Kalau implan yang murah atau buatan China 3 tahun harus diganti,” imbuhnya.

Resiko Implan payudara

Operasi implan silikon untuk payudara bagi perempuan ternyata banyak mengandung risiko kesehatan, terutama jika terjadi peradangan pada payudara dan akhirnya menyebabkan silikonnya pecah.

Seperti dikutip dari The Register, wanita asal Rusia, Irena D harus menjalani perawatan intensif setelah melakukan penerbangan dari Moskow ke California. Implan payudaranya meletus akibat tak mampu menahan perbedaan tekanan di pesawat, selama penerbangan.

Wanita 45 tahun itu menderita sakit luar biasa saat transit di Bandara Los Angeles, pertengahan 2009. Kondisinya gawat saat turun dari sebuah pesawat Aeroflot Boeing 767-300 yang mengangkutnya. Setelah pemeriksaan intensif, dokter mengatakan bahwa sakit itu akibat letusan implan.

Selain itu, Lindsey Easeman (27) adalah salah satu dari ribuan wanita Inggris yang terpikat oleh janji implan payudara murah yang ditawarkan perusahaan Prancis PIP (Poly Implant Prosthese). Ia juga menjadi korban implan.

Dalam beberapa kasus, pecahnya implan pada payudara telah menyebabkan kerusakan pada jaringan payudara, bengkak dan sakit yang luar biasa.

Seperti dikutip dari Mayo Clinic, jika implan payudara silikon ini pecah atau rusak, akan terjadi kebocoran gel silikon yang bisa menyebabkan peradangan.

Kondisi ini juga memicu terjadinya pembentukan jaringan parut tambahan, yang kemungkinan menyebabkan terjadinya distorsi bentuk payudara di sekitar implan, timbul nyeri serta rasa tidak nyaman.

Sebagian besar perempuan tidak memiliki dan menyadari tanda-tanda atau gejala yang muncul saat implan silikon payudara tersebut pecah. Padahal terkadang ada gejala yang timbul, seperti:

  1. Nyeri, rasa terbakar, kesemutan, bengkak, mati rasa atau kemerahan pada payudara yang implan silikonnya pecah.
  2. Adanya benjolan atau sesuatu yang keras di sekitar implan atau ketiak.
  3. Terjadi perubahan bentuk atau ukuran dari payudara.
  4. Payudara menjadi lebih lembek atau justru mengalami pengerasan.

Jika seseorang mengalami satu atau lebih gejala itu, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Kondisi implan payudara silikon yang pecah bisa diketahui melalui pemeriksaan mammogram, ultrasound, CT scan atau MRI payudara.

Jika silikon itu sudah pecah atau rusak, maka pengobatan yang dilakukan termasuk operasi pengangkatan jaringan implan dan bekas luka. Namun jika kondisi payudara sudah sangat rusak, ada kemungkinan dokter akan melakukan operasi pengangkatan payudara.

Implan dan kanker payudara

Data American Society of Breast Surgeons di Washington, DC menemukan bahwa perempuan dengan implan payudara memiliki tingkat mamografi negatif palsu yang lebih tinggi daripada populasi umum lainnya. Kondisi ini membuat perempuan harus melakukan tes tambahan lainnya.

“Jika perempuan dengan payudara implan lebih berisiko mengalami kanker payudara, maka ia disarankan melakukan tes tambahan MRI selain mamografi,” ujar Dr Sheldon Feldman, kepala operasi payudara di Columbia University Medical Centre, New York, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (18/5/2011).

Hasil temuan ini berdasarkan data dari 195 pasien kanker payudara yang melakukan implan dan 4.810 pasien yang tidak melakukan implan payudara. Studi ini sendiri dilakukan oleh Dr Jessica Rayhanadad dari University of Southern California, Los Angeles.

Tim peneliti menguji pasien dengan melakukan tes perabaan, ukuran tumor, spesifikasi kelangsungan hidup kanker payudara dan juga faktor lain dari pasien yang terkait dengan terjadinya kanker. Didapatkan hasil negatif palsu pada pasien dengan implan payudara sebesar 35 persen, sedangkan yang tidak implan hanya 15 persen.

Salah satu alasan yang mungkin terkait dengan hasil tersebut adalah pada metode augmentasi. Orang umumnya menggunakan implan di atas otot dada yang membuat hasil mamografi cenderung sulit untuk dibaca. Bahkan metode implan yang baru pun tetap menimbulkan beberapa kesulitan selama melakukan skrining.

Jadi, apakah implan payudara adalah pilihan yang tepat untuk Anda?

Untuk beberapa wanita, termasuk mereka yang membutuhkan rekonstruksi payudara setelah menjalani operasi untuk kanker payudara, implan payudara tentu dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas hidup mereka secara signifikan. Banyak wanita, terutama mereka yang masuk ke dalam kategori rekonstruksi, merasa lebih baik setelah melakukan operasi pembesaran.

Jika anda berencana untuk memiliki anak, Anda harus tahu bahwa implan payudara dapat mempersulit proses menyusui. Bahkan mungkin Anda tidak dapat menyusui dengan implan. Sekalipun para peneliti masih belum dapat memutuskan apakah ini terjadi karena pengaruh berkurangnya produksi susu atau kerusakan saraf, risiko tersebut tetap ada. Juga kompresi selama mammogrfi dapat berkontribusi untuk pecahnya implan. Jika Anda dijadwalkan untuk mammografi secara rutin Anda mungkin harus meminta mamografi komprehensif.

Berikut beberapa fakta tentang implan payudara yang dapat membantu Anda untuk mengambil keputusan apakah mau melakukannya atau tidak.

  • Sekali Anda melakukan operasi implan payudara, kemungkinan besar Anda harus melakukannya kembali. Pada umumnya implan tidak bertahan seumur hidup.
  • Perubahan bentuk  payudara Anda setelah operasi mungkin tidak dapat dikembalikan seperti semula. Jika Anda kemudian memutuskan untuk membuang implan Anda, akan tersisa bekas operasi atau bahkan terjadi pada kerutan payudara atau payudara Anda menjadi kendur.
  • Payudara Anda mungkin tidak lagi dapat memproduksi susu yang mencukupi untuk proses menyusui.
  • Beberapa perusahaan asuransi tidak menjamin perempuan dengan implan payudara karena komplikasi yang mungkin timbul terkait dengan operasi implan. Pastikan untuk menanyakannya pada perusahaan asuransi Anda.
  • Ada resiko komplikasi dari pembedahan, termasuk pecahnya implan atau munculnya jaringan parut/bekas jahitan yang menimbulkan nyeri.

Penting juga diketahui bahwa ada banyak wanita yang bahagia dengan implan payudara mereka,  terlepas dari efek samping atau komplikasi dari pembedahan yang terjadi. Pada akhirnya pilihan ada ditangan Anda. Pastikan Anda memiliki informasi yang lengkap sebelum melakukannya dan sebaiknya Anda juga berkonsultasi dengan banyak orang sebelum membuat keputusan. Anda juga harus memeriksa motivasi pribadi Anda untuk memastikan bahwa operasi payudara benar-benar pilihan yang tepat untuk Anda. Selayaknya Anda temukan kebahagiaan dalam diri Anda sendiri,  sebelum mencarinya di ruang operasi.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu