dalam kategori | Featured, Penyakit

HEPATITIS DAN ANGKA 12

Lazim tapi kurang membumi. Agaknya istilah itu tepat disandangkan pada penyakit hepatitis. Seringnya Anda mendengar ihwal hepatitis tidak menjamin. Anda memiliki informasi rinci mengenai penyakit itu. Terlebih hepatitis memiliki banyak “wajah” dengan penyebab gejala, metode penularan dan penanganan yang berbeda.

Hepatitis A,B,C,D,E,F,G : Apa Bedanya ? Menurut literature medis, hepatitis berakar dari kata Yunani kuno ‘hepar’ yang berarti liver dan Itis yang berarti peradangan. Jadi , hepatitis mencakup semua kasus peradangan hati, baik yang timbul akibat infeksi virus, bakteri, amuba, efek samping obat, zat pengwet makanan, obesitas, kosumsi alkhohol berlebihan, maupun kanker. Namun sebagian besar kasus peradangan liver disebabkan oleh infeksi virus, maka konotasi masyarakat ketika mendengar kata “hepatitis” langsung mengarah pada virus hepatitis. Mengenai jenisnya yang begitu beragam, menurut Dr. Imran Nito,Sp.PD, special penyakit dalam dari RS. Omni Medical Center – Pulomas, hal itu hanyalah penamaan semata. Namun, huruf dibelakang kata hepatitis memang memiliki makna yang membantu paramedic mediagnosis penyakit itu.

Pada dasarnya , ada dua jenis penyakit hepatitis, yakni hepatitis akut dan kronis . Hepatitis yang bersifat akut meliputi Hepatitis A dan E. Selebihnya berpotensi menjadi kronis. Diantara semua jenisnya yang paling sering mendera adalah Hepatitis A, B, dan C. Karena itu, menjelang Hari Hepatitis Dunia yang jatuh pada tanggal 19 Mei, mari berkenalan dengan tiga virus hepatitis yang paling meresahkan masyarakat tersebut.

Hepatitis A, virus Hepatitis A (HAV) menular melalui fecal-oral (enteral). Sederhananya virus masuk melalui makanan dan minuman yang terkontiminasi. Setiap tahun, setiap 10 juta orang di seluruh dunia terinfeksi HAV, dengan insiden paling besar di negara berkembang, serta didaerah yang system sanitasinya kurang memadai. Sasaran empuknya adalah anak-anak mengingat system imunitasnya lebih lemah, dan perhatian terhadap kebersihan makanannya cenderung rendah. Antara dua hingga enam minggu pasca HAV menginfeksi tubuh, gejala-gejala seperti demam, tubuh lunglai, mual yang kadang disertai muntah , mulai terlihat. Gejala mencolok lainnya adalah mata menguning, serta urine yang berubah kecoklatan. Penyakit Hepatitis A tidak akan berubah menjadi kronis, ataupun meyebabkan kerusakan liver permanen. Setelah sembuh, pasien hepatitis A akan membentuk antibody yang menghindarkannya dari serangan HAV dikemudian hari. Saat ini sudah ditemukan vaksin HAV, yang terbukti efektif mengontrol penjangkitan penyakit tersebut.

Hepatitis B, diantara semua virus hepatitis, virus Hepatitis B (HBV) paling sering menyerang. Terkadang, HBV menyerang bersamaan dengan virus Hepatitis D. Berbeda dengan HAV, HBV menular secara parenteral, yakni melalui tranfusi darah dan secret vagina air serta air mani. Oleh karena itu pastikan anda tidak bertukar pisau cukur, sikat gigi, gunting kuku, atau alat lain yang berpotensi menimbulkan luka. Di samping itu, selalu gunakan pengaman saat bersegama dengan pasangan yang belum menjalani tes HBV. Penyakit Hepatitis B akut dapat menyebabkan peradangan liver , muntah dan penyakit kuning. Kematian pun mengintai, namun insidensinya cenderung kecil. Di sisi lain, penyakit Hepatitis B kronis berpotensi menyebabkan sirosis (pengerasan hati) dan kanker hati – jenis kanker fatal yang nyaris tidak bereaksi dengan kemotrapi. Dari data yang ada, tercatat bahwa sepertiga populasi dunia , atau lebih dari dua miliar arang pernah terinfeksi HBV. Jumlah tersebut mencangkup 350 juta pembawanya, yang tidak menunjukan gejala. Untunglah, vaksin HBV telah ditemukan vaksin yang menurut Dr. Imran sebaiknya diberikan sejak anak baru lahir itu efektif menghalau HBV, jika dijalankan sebanyak 3 kali dengan durasi 0-1-6. “ Artinya jika bulan ini divaksinasi HBV, sebulan berikutnya harus menjalani vaksinasi kedua, dan diakhiri dengan vaksinasi ketiga pada bulan ke- 6, “ ujar dokter yang juga aktif menulis blog itu.

Hepatitis C, Sama seperti HBV, virus Hepatitis C (HCV) juga ditularkan melalui tranfusi darah dan cairan kelamin. Bahayanya, infeksi HCV kebanyakan asymptomatic, atau tidak menimbulkan gejala. HCV yang sudah bersemayam di dalam tubuh perlahan-lahan akan mengerongoti liver, dan baru menunjukan gejala ketika fungsi liver sudah drop, hingga tersisa sekitar 5 %. Insidennya memang tergolong lebih rendah dibandingkan HBV, yakni sekitar 150 – 200 juta orang. Namun, hingga saat ini, belum dtemukan vaksin HCV, dan menjadikannya lebih berbahaya. HCV sangat cepat dan mudah bermutasi. Itulah sebabnya, para ahli belum mampu memformulasi vaksin yang efektif, demikian penjelasan Dr. Imran.

Are You Number 12 ?, pepatah lama mengatakan, “ Tak kenal maka tak saying “ jadi, setelah menyimak penjabaran mengenai Hepatitis di atas, seharusnya anda kini lebih saying dengan kesehatan liver Anda, mengingat liver adalah satu dari enam organ paling vital pada tubuh manusia, disamping otak, jantung, paru-paru, ginjal dan pancreas. Menjelang hari Hepatitis Dunia, Word Hepatitis Alliance mengalakkan kampanye “Am I Number 12 ?”. Kampanye tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan Hepatitis, terutama HBV dan HSV, sekaligus menyuarakan pentingnya pemeriksaan untuk menghindari diri dari dua penyakit kronis tersebut. Satu dari selusin orang menyandang Hepatitis B dan C kronis. Ironisnya, sebagian besar bahkan tidak menyadarinya. Yakinkah anda bukanlah si nomor 12 yang menyandang HBV atau HCV?. Tidak ada metode yang lebih akurat selain memeriksakam diri secepatnya, agar bisa berseru, “I am not number 12 ! Kampanye tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan Hepatitis, terutama HBV dan HCV, sekaligus menyuarakan pentingnya pemeriksaan rutin untuk menghindarkan diri dari dua penyakit kronis tersebut. Satu dari selusin orang menyandang hepatitis B dan C kronis. Ironisnya, sebagian besar bahkan tidak menyadarinya.

Yakinkah anda bukanlah si nomor 12 yang menyandang HBV atau HCC ? tidak ada metode lebih akurat selain memeriksakan diri secepatnya, agar anda bisa berseru, “ I am not number 12 !”

Satu respon to “HEPATITIS DAN ANGKA 12”

  1. Upik says:

    Wah, thanks banget nechh bwt informasinya..Moga2 ja masyarakat jg lebih waspada akan penyakit hepatitis ini..



Trackbacks/Pingbacks


Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu