dalam kategori | Featured, Penyakit

Hati-hati ! Serangan Jantung Dapat Menyerupai Sakit Maag

Hati-hati ! Serangan Jantung Dapat Menyerupai Sakit Maag

Nyeri oleh karena serangan jantung disebut Angina Pectoris, biasanya berlangsung lebih dari 20 menit, berlokasi di dada menjalar ke rahang, punggung atau lengan kiri. Pasien sering menggambarkannya seperti tertekan benda berat, sesak nafas, diremas-remas atau ditusuk-tusuk dan biasanya disertai keringat dingin, mual dan muntah. Namun kadangkala rasa nyeri ini dirasakan di daerah ulu hati sehingga sering disalahartikan sebagai nyeri karena maag.

Kebanyakan masyarakat menganggap sakit maag adalah penyakit yang ringan sehingga tidak terlalu memerdulikannya, padahal tanpa adanya peralatan yang memadai dan pemeriksaan secara tepat, nyeri oleh karena serangan jantung dan nyeri karena maag sangat sulit dibedakan dan hal ini tentu saja dapat berakibat fatal. Penyakit jantung saat ini menempati urutan nomor satu sebagai penyebab kematian di Indonesia dan dunia. Resiko mendapat serangan jantung semakin meningkat dengan adanya penyakit diabetes, hipertensi, kolesterol yang tidak terkontrol, gemar merokok dan pola hidup yang tidak sehat.

Secara anatomis, jantung diperdarahi oleh tiga pembuluh darah koroner yang berfungsi memberi pasokan nutrisi dan oksigen pada otot jantung. Serangan jantung terjadi biasanya oleh karena sumbatan total atau hampir total pada arteri koroner tersebut. Sumbatan ini sebagian besar disebabkan oleh ruptur (sobeknya) plak atherosclerosis yang sebelumnya sudah ada pada arteri koroner yang kemudian diikuti pembentukan bekuan darah (thrombus) di dalam arteri koroner (intralumen) sehingga aliran darah yang memasok nutrisi dan oksigen pada otot jantung berkurang, hal ini dirasakan oleh pasien sebagai nyeri.

Serangan jantung dan sakit maag penanganannya jelas berbeda. Serangan jantung membutuhkan penanganan sedini mungkin. Kecepatan penanganan merupakan kunci utama bagi kesembuhan pasien sehingga dikenal istilah “golden period” yaitu waktu yang sangat berharga untuk dilakukan penanganan secara dini, yang berkisar selama 6 sampai 12 jam setelah serangan jantung. Hal ini disebabkan otot jantung yang tidak mendapat aliran darah selama 6 sampai 12 jam akan rusak secara permanen sehingga fungsi jantung akan menurun. Tindakan yang harus dilakukan jika mendapat serangan jantung adalah segera mencari pertolongan medis, telepon ambulans atau minta tolong orang lain untuk mengantar ke rumah sakit terdekat dan jangan mengendarai kendaraan sendiri. Semakin cepat penanganan serangan jantung, semakin kecil resiko penurunan fungsi jantung, yang berarti semakin memperkecil pula resiko kematian.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu