dalam kategori | Featured, Tips Kesehatan

Hama ulat bulu, cara menghadapinya

Hama ulat bulu, cara menghadapinya

Sampai sore ini dilaporkan hama ulat bulu sudah menyebar sampai ke wilayah DKI Jakarta. Setelah merebak di daerah Probolinggo-Jawa Timur, kemudian melebar sampai ke Bali, saat ini dikabarkan hama ulat bulu juga telah tiba di daerah Duren Sawit, Jakarta. Anomali cuaca yang terjadi setahun belakangan membuat pertumbuhan ulat bulu meledak menjadi hama. “Anomali cuaca ini bisa memicu perubahan siklus hidup ulat menjadi lebih pendek sehingga mereka mampu bertelur lebih cepat dari biasanya”,  kata Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Ipih Ruyani.

Siklus ulat yang berawal dari telur, kepompong, menjadi ulat bulu dan bermetamorfosis menjadi kupu-kupu biasanya memakan waktu 4-7 minggu. Namun, perubahan cuaca ekstrem akhirnya membuat siklus metamorfosis ulat lebih cepat dari 4 minggu.

Selain itu, percepatan siklus juga terjadi karena pemangsa ulat, yakni burung, serangga, dan lebah, kian berkurang. “Ekosistem ini terganggu sehingga tidak ada lagi yang memakan ulat. Karena pemangsa tidak ada, akhirnya ulat ini berkembang semakin banyak,” sambung Ipih.

Musuh alami ulat bulu ini terganggu akibat musim hujan yang panjang. Akhirnya, ulat-ulat pun bisa berkembang biak lebih cepat sehingga terjadi ledakan populasi. Ulat bulu juga biasa berkembang biak di lokasi tumpukan sampah, rerumputan liar, dan lahan kosong yang tidak terawat. Pada saat kondisi cuaca panas, ulat bulu akan keluar dan mencari batang-batang pohon sebagai tempat persembunyian.

Menurut Ipih, dampak ulat bulu pada manusia pada dasarnya ringan, berupa gatal-gatal di kulit. Untuk mencegah gatal-gatal itu, Ipih menyarankan warga untuk menghindari kontak langsung dengan ulat bulu, mencuci tangan, menutup makanan dan minuman, dan langsung segera kontak ke puskesmas dan fasilitas kesehatan terdekat bila gangguan menjadi parah.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari serangan ulat bulu, dicuplik dari ehow.com dan detikheath:

1. Menyemprotkan insektisida di pagi hari
Menyemprotkan langsung insektisida pada sarangnya di dedaunan dan tanaman mampu mengontrol serangan ulat bulu dengan cepat. Pagi hari adalah waktu yang terbaik, saat ulat-ulat berjemur di bawah sinar matahari.

2. Gunakan Bacillus thuringiensis (Bt)
Bacillus thuringiensis adalah pestisida alami berupa bakteri yang tergolong patogen fakultatif dan dapat hidup di daun tanaman maupun pada tanah. Bakteri ini bisa menghasilkan protein yang bersifat toksin (racun) sehingga bisa mematikan serangga. Jenis pengendalian ini dirancang tidak hanya untuk mengendalikan ulat tetapi juga akan mematikan ulat.

3. Buang daun yang menjadi sarang telur ulat
Telur ulat akan terlihat jelas pada dedaunan. Jika Anda menemukannya, buang atau kubur daun yang berisi telur ulat tersebut ke tanah. Sebaiknya dilakukan di pagi atau sore hari, yaitu ketika sebagian ulat masih berada di sarang. Pastikan untuk menggunakan sarung tangan untuk menghindari terkena bulu ulat yang beracun.

Namun bila Anda terlanjur menyentuh atau terkena ulat bulu, maka segera lakukan tindakan pengobatan seperti berikut ini:

1. Hilangkan bulu ulat yang melekat di kulit
Hilangkan bulu ulat uang menempel pada kulit dengan menggunakan kertas, sarung tangan atau selotip. Hilangkan bulu-bulu tersebut secepat mungkin sebelum menyebar ke bagian tubuh lain.

2. Cuci bagian yang terkena bulu
Gunakan air dan sabun untuk membantu menghilangkan racun ulat bulu yang tersisa.

3. Gunakan batu es
Gunakan batu es untuk membantu mengobati pembengkakan dan nyeri akibat racun ulat bulu. Bila reaksi pembengkakan berlanjut, segera hubungi dokter karena hal ini bisa menjadi reaksi alergi yang serius.

4. Gunakan obat anti alergi
Secara umum, pembengkan kulit dan rasa nyeri yang muncul setelah terpapar bulu ulat terjadi karena adanya racun yang terkandung pada bulu. Kondisi ini dapat diredakan dengan menggunakan obat anti alergi. Obat anti alergi yang umum seperti obat untuk sengatan lebah umumnya dapat digunakan juga untuk kasus ulat bulu.

5. Jangan digaruk
Tahan keinginan untuk menggaruk daerah kulit yang gatal akibat racun ulat bulu. Hal ini bisa menimbulkan luka yang bisa menyebabkan infeksi pada kulit. Sebaiknya gunakan krim atau lotion yang bisa mengurangi reaksi gatal karena gigitan serangga.

6. Usap dengan garam dan gunakan minyak kelapa murni
Usapkan garam dan gosokkan selama 5 menit pada daerah yang terkena bulu untuk menghilangkan sisa bulu dan racun yang tidak hilang saat dicuci. Sedangkan minyak kelapa murni (virgin coconut oil) dapat membantu mengobati pembengkakan dan nyeri.

Satu respon to “Hama ulat bulu, cara menghadapinya”

  1. vita says:

    Kalo saya, dari kecil dioleskan minyak tawon. Kuncinya, jangan digaruk, karena akan makin parah bengkak dan sakitnya.



Trackbacks/Pingbacks


Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu