dalam kategori | Pola Hidup

Gigi gingsul, tren kecantikan remaja Jepang

Gigi gingsul, tren kecantikan remaja Jepang

GIGI gingsul, bertaring, ataupun tidak rata sempat dianggap mengganggu penampilan. Namun, seiring dengan perubahan pola pikir dan tren yang berkembang di masyarakat, gaya gigi gingsul ini justru kembali menjadi tren kecantikan yang mampu menciptakan senyuman manis bagi wanita.

Bisa dibilang, ini sangat bertolak belakang dengan tren penggunaan kawat gigi untuk merapikan dan meratakan gigi yang tidak teratur.

Tren ini disebut Yaeba atau gigi ganda. Bagi wanita Jepang, gigi gingsul atau taring yang mecuat keluar saat tersenyum merupakan gambaran wanita yang polos dan cute. Sehingga Yaeba dipercaya dapat membuat penampilan seorang wanita lebih muda dengan senyum yang tampak seperti deretan gigi anak-anak. Trend ini digemari wanita muda dan remaja putri.

Sehingga jika mereka tak keberatan menghabiskan $390 (sekitar Rp 3,4 juta) di dental salon untuk menciptakan kesan gigi berantakan. Ada juga perusahaan kosmetik yang mengeluarkan produk untuk menciptakan efek Yaeba secara non-permanen, yaitu dengan merekatkan gigi taring buatan pada gigi taring yang telah ada (gigi taring wanita Jepang biasanya lebih datar)

Kirsten Dunst - www.derok.net

Kirsten Dunst – www.derok.net

Di panggung hiburan, memiliki yaeba menjadi salah satu daya tarik para pesohor, selain kemampuan bakat menyanyi atau berakting. Para pesohor dengan tren gigi gingsul antara lain Hilary Swank, Kirsten Dunst, Georgia Jagger, Lara Stone, dan Jessica Hart.

“Aku tidak pernah ingin mengubah penampilan gigiku yang tidak rata ini dengan behel atau kawat gigi. Aku ingin tampil apa adanya, menjadi diri sendiri dan kekuatan inner beauty atau kecantikan dari dalam,” kata Kirsten Dunst, pemeran Mary Jane Watson di film Spiderman, yang diwawancarai di London, beberapa waktu lalu.

Chelsea Olivia - http://www.facebook.com/pages/Chelsea-Olivia/54058142029

Chelsea Olivia – www.facebook.com/pages/Chelsea-Olivia

Di dalam negeri, penyanyi keroncong senior Sundari Soekotjo, pesinetron Chelsea Olivia, dan penyanyi Oppie Andaresta, tercatat sebagai pemilik gigi gingsul. “Kata orang-orang, gigi gingsulku membuat senyumanku lebih menawan,” kata Chelsea, yang berperan sebagai Atikah di sinetron Antara Cinta dan Dusta.

Lantas bagaimana Yaeba ini dibuat? Direktur RSGM Prof Soedomo, Dr drg Ahmad Syaify Sp Perio (K), menjelaskan, teknik Yaeba ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, aplikasinya bukan ditujukan untuk kepentingan estetis dan penampilan semata.

“Memang, ke depannya nanti masalah gigi tidak melulu masalah kesehatannya, tapi juga keindahan dan kecantikannya. Tapi sebaiknya tetap dikerjakan ahli medis,” ujar Dr drg Ahmad Syaify.

Menurut drg Ahmad, Yaeba ini bisa dibuat dengan dua macam cara. Yang pertama dengan teknik penambalan gigi, seperti halnya penambalan pada gigi yang patah atau berlubang.

Sedang yang kedua dengan memberikan semacam helm pembungkus gigi taring, agar ukuran gigi lebih besar atau lebih panjang. Tapi, lagi-lagi dia tidak menyarankan jika sekedar untuk kepentingan estetis.

Kedua teknik tersebut seharusnya dilakukan atas indikasi medis, berupa adanya ketidaksempurnaan bentuk gigi. Misalnya saja gigi pendek lantaran tidak tumbuh sempurna, patah, atau terlalu kecil.

Kalau untuk tujuan penyempurnaan tadi, drg Ahmad mengaku bisa merampungkan prosesnya dalam sekali kunjungan saja. Tidak perlu perawatan yang berbelit-belit.

Namun, jika ditujukan untuk kepentingan estetis semata, RSGM Prof Soedomo belum bisa menyediakan fasilitas tersebut. “Sebab, kami hanya menangani perawatan berdasarkan indikasi medis,” ujarnya.

Idealnya, pembuatan Yaeba harus dilakukan oleh ahli medis (dokter) agar tidak menimbulkan efek samping berbahaya. Seperti diungkapkan drg Ahmad, perubahan ukuran gigi harus diperhitungkan dengan seksama agar tidak terjadi benturan antara gigi atas dan bawah (traumatic occlusion).

Jika gigi atas terlalu panjang, kemungkinan akan terjadi benturan terus menerus antar gigi dan menyebabkan dampak fatal bagi kesehatan.

Efek pertama, pasien akan mengalami radang di sekujur akar gigi (Periodontitis). Jika benturan terus terjadi, lama kelamaan akan terbentuk abses yakni pembengkakan gusi yang berisi timbunan nanah. Kondisi tersebut sangat riskan memicu kegoyahan gigi bahkan hingga tanggal.

Satu respon to “Gigi gingsul, tren kecantikan remaja Jepang”

  1. dillla fataya oshi says:

    itu yang atas sendiri namanya tomomi itano personil akb48
    ada satu lagi personil akb48 yang gingsul namanya yuko osima



Trackbacks/Pingbacks


Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.
* = required field

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat
ads

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu