dalam kategori | Pola Hidup

Gaya hidup dan gangguan lutut

Gaya hidup dan gangguan lutut

Di jaman sekarang ini, terutama di kota- kota besar, mobilitas orang menjadi sangat tinggi. Gaya hidup (life-style) jadi berubah, banyak sekali aktivitas yang harus dikerjakan. Tapi bagaimana kalau kita punya masalah fisik, terutama gangguan pada lutut? Simak uraian dr. Andre Pontoh seputar gangguan lutut ini.

Pada orang-orang dewasa muda, dengan usia produktif antara 20 – 40 tahun, aktivitas menjadi sangat tinggi. Bisa karena pekerjaan atau karena aktivitas-aktivitas lain, seperti bepergian atau acara-acara rekreasi akhir pekan dengan keluarga. Belum lagi di usia ini banyak yang sangat aktif dalam kegiatan olah raga. Pada usia di atas 40 tahun, walaupun sudah memasuki masa penuaan (degenerasi), aktivitas orang tua di perkotaan masih sangat tinggi. Dengan gaya hidup yang demikian, timbul masalah-masalah yang berhubungan dengan sendi.

Sendi adalah sebuah struktur yang menghubungkan dua buah tulang. Ada banyak jenis sendi yang ada di tubuh manusia, namun yang paling banyak adalah jenis ‘Sendi Synovial’. Ini adalah jenis sendi yang paling besar pergerakannya, misalnya pada sendi bahu (shoulder joint), sendi siku (elbow joint), sendi panggul (hip joint), dan sendi lutut (knee joint).

Untuk aktivitas mobilitas yang sangat tinggi, sendi lutut (knee joint) adalah sendi yang paling banyak menimbulkan keluhan. Keluhan di sendi lutut dapat berupa nyeri, bengkak, kaku, bunyi pada pergerakan, dan tidak stabil. Pada orang-orang dewasa muda, keluhan lutut umumnya timbul karena aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan, misalnya banyak mengangkat barang-barang berat dan sering naik turun tangga, atau karena cedera akibat aktivitas olah raga. Pada usia di atas 40 tahun, keluhan sendi biasanya berhubungan dengan keadaan degenerasi sendi dan naiknya berat badan.

Masalah-masalah pada Sendi Lutut

Pada umumnya, pasien akan mengatakan bahwa lututnya ‘keseleo’. Masalah ‘keseleo’ ini sering dianggap remeh, karena biasanya setelah ‘keseleo’ pasien masih bisa jalan. tapi sesungguhnya, sering kali ‘keseleo’ menjadi sangat serius karena bisa menyebabkan cedera pada tulang rawan sendi, meniscus, dan urat (ligament). Cedera struktur-struktur ini tidak akan terdeteksi oleh X-Ray (rontgen), jadi jika dilakukan pemeriksaan X-Ray akan terlihat normal. Karena X-Ray hanya dapat mendeteksi kelainan pada tulang, misalnya patah tulang. Sedangkan untuk melihat kelainan-kelainan struktur dalam sendi diperlukan pemeriksaan Magnetic Resonance Imagine (MRI).

Berbagai Cedera pada Sendi Lutut

Cedera Tulang Rawan Sendi (Chondromalacia)
Cedera pada tulang rawan sendi dapat terjadi karena satu trauma (single trauma) yang disebabkan karena cedera atau ‘keseleo’ atau trauma berulang (repeated trauma) yang disebabkan karena banyak hal, seperti sering memakai sepatu high-heel, berolah raga tanpa pemanasan yang cukup, berolah raga secara berlebihan (over doing exercise), ada bakat kaki ‘O’ atau ‘X’, atau ada riwayat tempurung sering lepas (dislocated knee cap).

Gejalanya mula-mula hanya seperti ‘pegal’ (uncomfortable knee), kemudian jadi lebih mengganggu, seperti bunyi pada sendi lutut, sendi lutut kaku (terutama setelah duduk agak lama kemudian akan berdiri), nyeri saat berlari atau lompat, dan nyeri saat turun tangga. Pengobatan dapat terdiri dari pengobatan konservatif, yaitu dengan obat- obatan, fisioterapi, dan olah raga. Pada kasus-kasus yang berat, operasi harus dilakukan.

Cedera Meniscus
Cedera pada struktur yang berbentuk seperti cincin dan berfungsi sebagai penahan benturan ini sangat sering terjadi dan sebagian besar karena olah raga. Biasanya berupa cedera saat lutut terpuntir (twisted knee) mendadak. Olah raga yang sering menyebabkan cedera meniscus, antara lain sepak bola/futsal, tennis, badminton, dan bola basket.

Gejala yang timbul sering dianggap sebagai ‘keseleo’ biasa karena pasien masih bisa jalan. namun keadaan akan menjadi buruk karena akan timbul gejala nyeri di sendi yang makin hebat, sehingga jalan menjadi pincang; sendi lutut sulit untuk digerakkan, tidak dapat diluruskan dan tidak dapat dilipat; dan terkadang pasien merasa ada yang bergerak-gerak di dalam sendi. Jika didapat gejala-gejala seperti ini, segera datang ke dokter untuk diperiksa. Pemeriksaan MRI sangat penting untuk dapat mendeteksi cedera Meniscus yang sering kali juga memerlukan tindakan operasi.

Cedera Urat ACL
Anterior Cruciate Ligament (ACl) adalah urat di dalam sendi yang menjaga kestabilan sendi lutut. Cedera ACl sering terjadi pada olah raga high-impact, seperti sepak bola, futsal, tenis, badminton, bola basket, dan olah raga bela diri. ACl dapat cedera pada gerakan yang mendadak berhenti kemudian lutut terpuntir.

Pada saat cedera biasanya pasien akan mendengar suara seperti ada yang patah dalam sendi. Saat itu tiba-tiba pasien merasa ‘kehilangan tenaga’ dan langsung jatuh. Kadang- kadang setelah beberapa saat, pasien dapat berjalan kembali tetapi pincang, sendi lutut sulit digerakkan karena nyeri, dan diikuti dengan bengkak. Pemeriksaan MRI juga sangat penting pada cedera ACl. Agar keadaan lutut kembali normal, pasien juga harus menjalani operasi.

Apa yang Terjadi Jika Cedera Sendi Lutut Tidak Diobati?

  1. Sering nyeri yang tidak bisa sembuh.
  2. Tidak dapat melakukan aktivitas olah raga lagi.
  3. Dapat menimbulkan penyakit perkapuran (osteoarthritis) dini.

Yang paling berat masalahnya adalah timbulnya perkapuran dini. Perkapuran pada sendi lutut biasanya akan timbul pada usia lebih dari 60 tahun, tetapi gejala perkapuran sudah sangat nyata pada kasus-kasus cedera lutut yang
tidak ditangani dengan baik, sering kali pada usia 40 tahun.

Apakah Perkapuran Itu?

Perkapuran sendi (osteoarthritis) tidak sama dengan osteoporosis atau pengeroposan tulang. Perkapuran adalah penyakit di dalam sendi, sedangkan osteoporosis adalah penyakit di tulang. Osteoporosis atau pengeroposan tulang tidak memberikan gejala, tidak menyebabkan nyeri, kecuali jika terjadi patah tulang karena tulang rapuh.

Sebaliknya, perkapuran sendi (osteoarthritis) selalu menimbulkan nyeri, terutama di sendi lutut. Keluhan-keluhan yang diderita berupa:

  1. Nyeri, yang bisa bertambah hebat dengan bertambahnya aktivitas. Pada keadaan lanjut, nyeri tetap timbul walaupun sedang istirahat.
  2. Sendi lutut menjadi kaku dan sulit digerakkan. Sering kali tidak dapat dilipat/ditekuk dengan sempurna.
  3. Timbul bunyi di sendi lutut setiap kali bergerak.
  4. Timbul bengkak.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu