dalam kategori | Asupan Sehat

Formula Kedelai, Alternatif yang aman untuk Bayi

Formula Kedelai, Alternatif yang aman untuk Bayi

ASI adalah pilihan terbaik dalam memberi asupan makanan pada bayi, formula kedelai adalah pilihan yang lebih aman dan bernutrisi daripada formula susu sapi

ASI selalu yang terbaik

ASI adalah pilihan yang selalu menjadi yang terbaik bagi bayi dan semua ibu sebaiknya mengusahakan ASI sebagai asupan makanan bagi bayi. ASI adalah makanan yang terbaik di dunia dan memberikan awal yang baik bagi Sang Bayi di awal hidupnya. Tidak hanya memberikan seluruh nutrisi yang dibutuhkan bayi sejak sangat dini, tetapi juga membangun ikatan emosional antara ibu dan buah hatinya. World Health Organisation (WHO) menyarankan agar para ibu memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan pertama pada bayinya. Tetapi, untuk berbagai macam alasan, penggunaan susu botol diperlukan di beberapa kasus.

Formula Kedelai Bebas Hewani untuk Bayi

Untuk ibu vegetarian dan vegan, formula kedelai sangat cocok untuk menggantikan ASI jika keadaan tidak memungkinkan untuk melakukan pemberian ASI. Formula kedelai untuk bayi memiliki nutrisi lengkap dan memenuhi legislasi di Inggris dan Eropa yang menyebutkan rincian komposisi dari formula tersebut. Bayi seharusnya jangan pernah diberi susu sapi untuk dewasa atau susu kedelai biasa karena nilai nutrisinya tidak sesuai yang dibutuhkan bayi.

Keamanan Formula Kedelai untuk Bayi

Jutaan bayi di dunia telah mengonsumsi formula kedelai untuk bayi selama lebih dari 60 tahun terakhir. Pembahasan di media mengenai efek hormon dari formula kedelai telah menimbulkan kekhawatiran yang sebenarnya tidak perlu dari sebagian orang tua. Dua hal yang digarisbawahi adalah kemungkinan pengaruh kedelai pada perkembangan seksual dan fungsi ketahanan tubuh pada anak – suatu sistem yang menjaga tubuh dari penyakit.

Perdebatan ini terpusat pada zat yang terkandung dalam kedelai yang disebut isoflavon atau fitoestrogen. Zat-zat ini berfungsi seperti estrogen, hormon pada wanita, tetapi bekerja tidak cukup kuat – antara 1000 hingga 10000 kali lebih lemah dari estrogen.

Isoflavon dapat menormalisasi tingkat estrogen dalam tubuh dan telah banyak kajian yang menjelaskan efek positif dari konsumsi kedelai yang meningkatkan kesehatan.

Sesungguhnya peneliti kanker di Inggris telah menyoroti kajian penting yang menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi banyak kedelai memiliki 60% kemungkinan terhindar dari tumbuhnya jaringan “padat” yang terkait dengan kanker payudara.

Banyak usaha yang mengangkat tentang keterlibatan kedelai dengan menggunakan hewan dan kandungan yang diisolasi dari kedelai itu sendiri, seperti fitoestrogen.

Terdapat dua pendapat yang menyebutkan mengapa suatu penelitian mungkin belum tentu dapat memiliki hasil yang sesuai pada manusia. Pertama, hasil percobaan yang menggunakan hewan sebagai model atau objek penelitian untuk penelitian manusia dirasa tidak dapat dipercaya – dikatakan bahwa hasil (reaksi) yang ditunjukkan dari tubuh hewan belum tentu sama dengan reaksi pada manusia. Yang kedua, mengonsumsi kedelai sebagai asupan makanan bagi bayi tidak sama dengan kita mengisolasi dan menginjeksi zat-zat itu langsung kedalam tubuh. Tubuh sering melumpuhkan zat kimia yang dikonsumsi atau mengubahnya ke bentuk lain. Jadi menginjeksi sebuah kimia ke dalam tubuh hewan mempunyai efek yang lebih besar daripada seorang bayi yang mengkonsumsi susu formula kedelai.

Berlawanan dengan latar belakang pada sedikit penelitian pada hewan, terdapat banyak literatur ilmiah yang membuktikan fakta formula kedelai untuk bayi merupakan pilihan asupan makanan yang aman. Sebuah tinjauan pada literatur di tahun 1998, sebagian besar penelitian pada formula kedelai untuk bayi tidak menemukan adanya bukti berupa efek hormonal pada orang dewasa yang mengonsumsi formula kedelai pada saat bayi. Penulis menyimpulkan bahwa formula kedelai merupakan pilihan yang aman bagi bayi. Kajian serupa di tahun 2002 menuliskan data terkini yang menyebutkan bahwa tidak ada efek jangka panjang yang bersifat merugikan hingga seseorang memasuki masa dewasa. Sebuah kajian penting pada 2001, mengukur pertumbuhan seksual pada orang-organ dewasa yang mengonsumsi formula kedelai pada usia bayi. Terdapat lebih dari 30 hal yang diukur, seperti berat badan, tinggi badan, pengaruh pada pubertas dan kesuburan – tidak ada bukti tentang adanya masalah pada kesehatan secara umum maupun perkembangan seksual.

Food Standards Agency (FSA) sedang mengamati persoalan-persoalan pokok dari diet fitoestrogen, termasuk formula kedelai untuk bayi. Saat ini, FSA masih tetap menganjurkan bahwa jika terdapat saran dokter atau ahli kesehatan pada orang tua agar memberikan formula kedelai untuk bayinya, orang tua sebaiknya mengikuti saran tersebut.

Komisi Pemerintah di bidang Toksisitas Bahan Kimia pada Makanan, Produk Konsumsi dan Lingkungan (COT) menerbitkan kajian pada Mei 2003 tentang Kesehatan dan Fitoestrogen. Maksud dari kajian ini adalah untuk memberikan pertimbangan dan saran pada implikasi kesehatan dari fitroestrogen pada pola makan hingga penelitian ilmiah yang diterbitkan serta program penelitian FSA tentang fitoestrogen. Halaman 10 pada kajian ini menyatakan bahwa “kelompok kerja berpendapat bahwa penemuan dari penelitian ini tidak membuktikan adanya bukti pasti tentang efek merugikan pada bayi akibat adanya kandungan fitoestrogen pada formula kedelai untuk bayi.”

Kedelai memang bukan makanan alamiah bagi bayi tetapi susu sapi merupakan makanan yang lebih tidak alamiah. Susu sapi tentu saja diperuntukkan bagi anak sapi, bukan manusia, dan mengandung estrogen – yang bukan merupakan estrogen ringan seperti pada tumbuhan , melainkan estrogen kuat yang berasal dari mamalia lain. Susu sapi juga berpengaruh pada berbagai macam gangguan kesehatan pada anak seperti gangguan pencernaan, infeksi telinga, kesehatan kulit, gangguan penyerapan zat besi dan hampir tidak mengandung zat besi. Pemerhati bayi dan anak terkemuka di dunia- Dr Benjamin Spock (1904-1998) – menganjurkan pola makan berbasis nabati untuk semua orang termasuk bayi dan anak-anak. Beliau menyatakan di dalam bukunya (bukunya yang mendunia dan terjual lebih dari 50 juta kopi) bahwa ” susu formula yang bukan terbuat dari susu sapi, khususnya susu kedelai, memiliki kelebihan konkret dibandingkan dengan susu sapi dan produk yang menggunakan susu sapi lainnya.

Aluminium di Formula Kedelai untuk Bayi

Aluminium merupakan logam yang paling melimpah di bumi dan dapat ditemukan di seluruh air minum serta makanan hewani dan nabati. Walaupun kandungan aluminium dalam formula kedelai lebih tinggi daripada ASI, namun masih dirasa aman dan dapat dijelaskan secara teori.

Formula Kedelai untuk Bayi dan Kesehatan Gigi

Memastikan bahwa gigi dan gusi bayi tumbuh dengan baik merupakan hal yang penting. Semua formula untuk bayi harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh peraturan Inggris mengenai batas minimal dan maksimal dari karbohidrat (energy). Sebagian besar formula menggunakan laktosa – gula pada susu sapi – sebagai sumber karbohidrat. Bagi orang tua yang tidak mengkehendaki produk yang mengandung laktosa, maka sumber karbohidrat lain harus digunakan. Sirup glukosa merupakan sumber karbohidrat yang digunakan pada formula kedelai untuk bayi. Sirup glukosa sering diduga sebagai gula padahal kenyataannya berasal dari pati jagung dan tidak sama seperti glukosa atau sirup. Sirup glukosa terbuat dari karbohidrat kompleks yang bermanfaat (zat tepung); tidak sama dengan karbohidrat sederhana yang diketahui dapat merugikan bagi kesehatan gigi. Kerusakan gigi dapat disebabkan oleh banyak hal, tidak hanya gula yang terkandung dalam makanan atau minuman. Penelitian menunjukkan bahwa formula kedelai untuk bayi cenderung lebih tidak menyebabkan adanya kerusakan gigi daripada formula susu sapi.

Penyebab lain yang perlu dilihat adalah bagaimana formula-formula tersebut dikonsumsi. Semua minuman dan makanan yang mengandung gula sebaiknya tidak sering dan dalam waktu lama bersentuhan dengan gigi dan Si Kecil sebaiknya mulai dilatih untuk dapat minum dengan menggunakan cangkir. Jadi, jika penyapihan dilakukan dengan cara normal, maka formula kedelai untuk bayi seharusnya tidak merugikan kesehatan gigi.

Kesimpulan

  • ASI selalu yang terbaik
  • Bayi seharusnya jangan pernah diberi susu sapi untuk dewasa atau susu kedelai biasa.
  • Sejumlah penelitian menunjukkan bagaimana sehat dan amannya mengonsumsi kedelai.
  • Aluminium dalam formula kedelai untuk bayi bukan merupakan masalah.
  • Penyapihan yang dilakukan secara normal meyakinkan bahwa formula kedelai untuk bayi tidak menyebabkan kerugian pada kesehatan gigi.
  • Penelitian pada manusia menyebutkan bahwa manfaat formula kedelai untuk bayi dapat menjadi pilihan aman untuk makanan bagi bayi.

 

Judul asli: Soya-Based Infant Formula

Oleh : Laura Scott (MSc Nutrition), VVF Snr Nutritionist

Diterjemahkan oleh : Tim VSI Yogyakarta

 

References

  1. Klein KO, 1998. Isoflavones, soya-based infant formulas and relevance to endocrine function. Nutrition Reviews;56(7):193-204.
  2. Sharpe RM et al, 2002. Infant feeding with soy formula milk: effects on the testis and on blood testosterone levels in marmoset monkeys during the period of neonatal testicular activity. Human Reproduction;17(7):1692-1703.
  3. Yellayi S et al, 2002. The phytoestrogen genistein induces thymic and immune changes: a human health concern? PNAS USA;99(11):7616-7621.
  4. Jakes RW et al, 2002. Mammographic Parenchymal Patterns and Self-Reported Soya Intake in Singapore Chinese Women. Cancer Epid. Biomarkers and Prevention; 11(7):608-613.
  5. Randerson J, (Quoting soya expert Stephen Barnes.) 25.05.02. Baby Milk Blues. New Scientist: 9.
  6. Editorial, FSA: Soya Baby Milk is Safe. June 2002. Natural Products Magazine.
  7. Badger TM et al, 2002. The health consequences of early soy consumption. J. Nutr.;132:559S-565S.
  8. Strom BL et al, 2001. Exposure to soya-based formula in infancy and endocrinological and reproductive outcomes in young adulthood. JAMA;286 (7): 807-814.
  9. FSA Position on Soya-Based Infant Formula – E-mail communication with Jeffery B, Senior Scientist, FSA.13th August 2002.
  10. Committee on Toxicity of Chemicals in Food, Consumer Products and the Environment (COT) – Phytoestrogens and Health. p.10. Crown Copyright May 2003.
  11. BNF Briefing Paper on Vegetarianism 1995.
  12. Moynihan PJ et al, 1996. A comparison of the relative acidogenic potential of infant milk and soya infant formula: a plaque pH study. Intl J. of Paediatric Dentistry; 6:177-181.
  13. Hood S, July 2000. Vegan nutrition for infants, children and adolescents. The Nutrition Practitioner;2.2:60-61.
  14. Spock B. 1999. Dr Spock’s Baby and Child Care. p.173 & 177. (Simon & Schuster).

 

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu