dalam kategori | Penyakit

Enam Strategi Perang melawan Kanker stadium Tak Tertolong. Bagian 5

Enam Strategi Perang melawan Kanker stadium Tak Tertolong. Bagian 5

Belum lama ini saya menerima telpon dari seorang wanita yang membaca kisah kesuksesan saya dalam peperangan melawan kanker di koran setempat. Dia sendiri adalah seorang pejuang kanker, dan membutuhkan bantuan semangat.

“Bagaimana anda menemukan seorang dokter yang benar-benar ingin menolong anda?” tanyanya, terdengar suara keputusasaan darinya.

Ketika dia menceritakan kembali kisahnya, keputusasaan itu berubah menjadi kemarahan. Kelihatannya dia menjadi prihatin dengan kedua benjolan yang ditemukan di dadanya dalam pemeriksaan yang dilakukannya sendiri. Mamogram menyatakan bahwa benjolan-benjolan itu bukan kanker, tetapi dia masih belum yakin.

“Saya pergi ke lima dokter sebelum mendapatkan satu dokter yang setuju melakukan biopsi,” katanya sambil menangis. “Dokter ini setuju melakukannya, namun dia memperlakukan saya seperti seorang idiot. Dokter itu berkata, ‘Oke, oke kita akan melakukannya. Akan perlu tiga menit, lalu saya akan kembali lagi dan akan menunjukkan bahwa itu hanya sebuah kista,’ lanjutnya. ” Ketika dia kembali ke ruangan, dia betul-betul malu karena benjolan itu ternyata kanker. Lalu dia memeriksa benjolan yang lebih besar dan menemukan bahwa itu juga kanker.

“Saya merasa ingin meninjunya!” ujarnya. “Bukan karena kanker itu, tapi karena dia memperlakukan saya seperti seorang wanita bodoh, yang cemas tanpa sebab dan membuang-buang waktunya.”

Saya memuji wanita ini karena dia telah menyelesaikan peraturan pertama dalam proses pembentukan satu tim profesional yang akan membantu memenangkan perang. Peraturan itu adalah “ambil komando.” Dia dipersulit, tapi telah memaksa untuk terus maju untuk mendapatkan informasi yang dia perlukan.

Prinsip Keenam — Pilihlah Pertolongan Profesional Anda Secara Seksama

Dalam peperangan melawan kanker, anda adalah jendralnya. Itu adalah tubuh anda, kesehatan anda, uang anda. Semua yang lain adalah pertolongan yang anda sewa. Peran mereka adalah menemani anda mencapai tujuan anda untuk meraih kesehatan dan kesembuhan, menggunakan nasihat-nasihat mereka pada proyek anda. Persis seperti wanita yang menelpon saya, memang sangat mungkin bahwa di dalam perjuangan anda untuk memperoleh kesehatan, perasaan anda akan dilecehkan oleh orang-orang yang anda cari untuk memberikan pertolongan – para profesional kesehatan, beberapa di antaranya adalah orang-orang yang tidak sensitif dan arogan. Jangan menyerah. Jangan biarkan pertolongan – sewaan tadi mengambil komando sedangkan anda berperan sebagai penunggu yang pasif. Hidup anda mungkin tergantung pada hal ini!

Tetapi pertanyaan wanita yang menelpon tadi masih harus dijawab. Bagaimana anda menemukan para profesional kesehatan yang benar-benar ingin membantu? Terhadap pertanyaan itu saya akan menambahkan yang lain. Bidang kesehatan macam apa yang perlu dimasukkan dalam tim anda?

Bidang-Bidang & Filosofi

Pengalaman saya pribadi adalah bahwa saya membutuhkan seorang onkologis, seorang nutrisionis, seorang dokter ahli metabolik, dan seorang kiropraktor dalam kabinet perang saya. Mereka secara bersama-sama telah memperlengkapi saya dengan spektrum informasi yang memadai yang penting untuk mengetahui pilihan-pilihan dan kesempatan-kesempatan guna mengobati penyakit saya.

Onkologis

Onkologis mengetahui fakta-fakta tentang kemoterapi. Mereka juga menjadi penghubung anda dengan terapi pembedahan dan radiasi. Itu tidak berarti bahwa saya merekomendasikan terapi-terapi mereka. Itu adalah sebuah pilihan yang hanya dapat diputuskan oleh anda sendiri. Meski demikian, adalah penting untuk mempunyai seorang onkologis dalam tim jika anda memutuskan untuk menjalani satu dari “ketiga perawatan besar” itu.

Para onkologis juga memiliki kemampuan untuk melacak kecepatan aktivitas kanker di dalam tubuh anda. Walaupun sekarang saya berkomitmen penuh untuk memerangi kanker saya melalui terapi metabolik (nutrisi), saya terus menggunakan laboratorium untuk mendapat hasil yang dibutuhkan oleh onkologis saya untuk melacak jumlah sel kanker saya. Saya sangat menghargai masukannya. Kami punya, apa yang saya anggap sebagai, relasi kerja yang amat baik.

Tentu saja, ketika saya benar-benar berganti ke terapi nutrisi dia mengatakan bahwa tidak ada lagi yang bisa dia tawarkan dari bidang yang dikuasainya. Tak diragukan lagi, kesadaran itu membuat onkologis saya lebih mudah menerima arah baru perjuangan saya. Memang, ada dua pernyataan yang diajukannya  beberapa kali dalam hubungan kerja kami, yang kemudian menjadi pertimbangan saya untuk memasukkan dia dalam tim saya.

Pernyataan yang pertama sudah disebutkan sebelumnya. “Anne,” katanya, “saya tidak dapat menyembuhkanmu dengan kemoterapi, tapi mungkin saya dapat menjaga hidupmu lebih lama agar kamu belajar bagaimana cara menyembuhkan dirimu sendiri.” Saya menyukai kata-kata itu. Pernyataan yang jujur dan sederhana ini menunjukkan bahwa dia tahu keterbatasan-keterbatasan yang dapat dilakukannya bagi saya. Seperti yang telah dijanjikan, kemoterapi mungkin dapat memperpanjang usia saya, tapi itu tidak menyembuhkan penyakit saya. Kejujurannya membantu saya menyadari sedini mungkin bahwa saya tidak dapat duduk-duduk saja secara pasif dan menunggu kemoterapi untuk melakukan sesuatu bagi saya.

Pernyataan kedua yang berbau filosofis darinya adalah; “Yaa,” katanya, “saya tidak paham dengan hal ini, tapi saya bukanlah orang yang dapat memperdebatkan hasil-hasilnya.” Beberapa profesional kesehatan marah bila anda sembuh tidak dengan cara pengobatan mereka. Kalau anda ingin menambahkan seorang onkologis pada tim anda, carilah seorang yang mau menempatkan kesehatan dan kesembuhan di atas hal-hal politis seputar profesinya Di saat yang sama anda harus ingat, dia adalah seorang onkologis. Dia terlatih untuk memerangi kanker dengan kemo. Jangan berharap atau meminta bahwa dia tahu banyak tentang terapi nutrional. Jika anda ingin dia jujur dengan keterbatasannya, jangan mengharapkan dia untuk bekerja diluar kemampuannya.

Nutrisionis

Saat pertama saya mulai memilih terapi nutrisi untuk melawan kanker, saya berkeliling mencari nutrisionis yang tepat. Ketika pada akhirnya saya menetapkan satu orang, saya terkesan pada saat dia mendengarkan kisah saya dan menggambarkan apa yang sedang terjadi di dalam tubuh saya. Saya membawakannya sebuah salinan tes darah yang sudah lama dilakukan di sebuah klinik medis setempat, dan dia melewatkan waktu berjam-jam menyusun suatu rencana terapi nutrisional yang akan memenuhi kebutuhan yang spesifik untuk kesembuhan saya. Rencana itu bukan suatu program pradesain yang diambil langsung dari sebuah buku, melainkan suatu sistem pembersihan dan pembangunan kembali yang dirajut sendiri.

Kesalahan yang lazim tejadi adalah menganggap sama nutrisionis dan ahli diet. Mereka berbeda. Pengalaman saya pribadi dengan ahli diet menunjukkan bahwa kebanyakan mereka hanya peduli dengan meramu suatu “diet seimbang” (apapun artinya) berdasarkan prinsip-prinsip keempat kelompok makanan dasar. “Pelayanan” mereka kepada pasien kanker adalah memastikan bahwa berat badan mereka tetap, khususnya berhubungan dengan mempertahankan selera makan selama menjalani pengobatan kemoterapi.

Pada awal peperangan melawan kanker, saya menghadiri sebuah pertemuan pasien-pasien kanker di mana kepala ahli diet rumah sakit setempat yang menjadi pembicara utamanya. Karena saat itu pengetahuannya di bidang nutrisi hanya sedikit, saya tidak terkejut dengan apa yang dikatakannya. Makanan yang banyak lemak, gula, dan rendah serat — semua dikonsumsi dalam upaya menjaga berat badan selama kemoterapi. Ironisnya makanan yang direkomendasikan sangat  berkaitan dengan penyakit degeneratif. Apa itu masuk akal bagi anda? Bagi saya juga tidak!

Saya mengeluh ke onkologis saya tentang kebodohan yang tidak masuk akal seperti itu. Kita harus bicara mengenai filosofi umum yang ada di balik makanan rumah sakit. Sementara pasien kanker seharusnya memakan salad dan minum jus wortel untuk menstimulasi sistem kekebalan dan fungsi hati, banyak ahli diet yang menawarkan ayam goreng, kentang, kue coklat, dan soft drink. “Makanan yang nyaman,” sebut onkologis saya. “Orang-orang yang sedang berjuang untuk hidup mereka tidak ingin mengubah dietnya.”

Richard Brennan, M.D., membuat pernyataan yang menarik: “Dunia ini akan menjadi lebih baik bila para perawat itu diberi informasi yang lebih baik mengenai cara nutrional untuk memerangi penyakit.” Sementara itu, filosofi dari banyak staf rumah sakit saat ini hanya mengandung sedikit pemahaman mengenai terapi nutrisional melawan kanker.

Nutrisionis, sebaliknya, perduli dengan penjelasan makanan-makanan khusus yang perlu kita makan untuk menegakkan kembali dan mempertahankan kesehatan serta vitalitas sistem metabolik. Mereka juga perduli dengan proses detoksifikasi tubuh dari penimbunan racun sehingga nutrien-nutrien di dalam makanan dapat digunakan sepenuhnya. Diskusi-diskusi tentang puasa juice dan pembersihan usus (enema) adalah tanda bahwa anda berhadapan dengan nutrisionis sejati.

Banyak nutrisionis yang menjual suplemen-suplemen makanan (vitamin, mineral, dan sebagainya). Ini semua berguna bagi dunia. Bagaimanapun juga mereka adalah ahli-ahli di bidangnya. Mereka tahu produk apa yang ada di pasaran dan produk-produk mana yang kerjanya paling baik. Kenapa mereka tidak menjualnya langsung? Tipe nutrisionis yang ingin anda cari, bagaimanapun juga, adalah orang yang lebih perduli pada anda daripada menjual produk-produk kepada anda. Anda dapat membedakannya.

Waspadalah terhadap para penjual yang mengiklankan diri sendiri sebagai konsultan-konsultan nutrisional. Ini bukan berarti bahwa produk-produk mereka jelek, atau bahwa mereka mungkin lebih pintar menjual daripada menolong anda dengan kebutuhan-kebutuhan nutrisional anda yang unik.

Saya sungguh-sungguh menghargai nutrisionis yang Tuhan kirimkan ke dalam kehidupan saya. Dia adalah seorang wanita yang unik yang sangat perduli terhadap klien-klien yang dinasihatinya. Dia terkenal akan kebijaksanaannya yang halus dalam menolong setiap orang yang bekerja-sama dengannya — saya percaya kebijaksaan itu adalah hasil dari hubungannya dengan Tuhan. Saya berpendapat bahwa nutrionis-nutrisionis yang paling baik adalah mereka yang mampu melihat gambaran kehidupan ini dalam kerangka yang lebih besar, tepat sebagaimana dia melihatnya, keintiman dirancang oleh tangan Sang Pencipta.

Dokter Ahli Metabolik

Dokter ahli metabolik adalah seorang dokter medis yang mengkhususkan dalam menolong tubuh memperbaharui atau mempertahankan kesehatan melalui biokimiawi nutrisional. Tipe dokter demikian pada mulanya dilatih dalam pengobatan konvensional tapi ia telah memilih untuk mengikuti latihan tambahan dalam praktek kedokteran untuk pencegahan dan penyembuhan alamiah yang lebih tradisional. Dia menjembatani antara onkologis dan nutrisionis, mampu memberi pertimbangan jenis-jenis terapi yang tepat yang diajukan kedua rekan mereka tersebut.

Bagi saya, salah satu terapi itu adalah dosis-mega vitamin C yang diberikan secara intravena (suntik/infus). Literatur kedokteran menggambarkan keampuhan terapi ini dalam melawan kanker. Nutrisionis saya merekomendasikannya, tapi tidak dapat memberikannya. Onkologis saya dapat secara legal memberikan, tetapi dia tidak mempraktekkannya. Dokter ahli metabolik saya memiliki keduanya, baik kemauan maupun sarana yang diperlukan.

“Dr. Sheets” adalah panggilan yang diberikan oleh suami saya dan saya. Itu bukan namanya, melainkan sebuah pencerminan dari kenyataan bahwa dia senang memberikan selebaran-selebaran. Dia sangat mirip seorang guru daripada dokter. Untuk setiap macam pertanyaan yang kami ajukan, respon verbalnya disertai dengan banyak informasi tertulis dari berbagai sumber medis guna membantu kami mempelajari dan memahaminya. Jika anda akan menambahkan seorang dokter ahli metabolik dalam tim, anda sebaiknya mencari seseorang yang mau meluangkan waktu untuk membantu anda belajar.

Kiropraktor

Karena tubuh adalah sebuah unit tunggal, seluruh sistem-sistemnya harus bekerjasama dalam keharmonisan untuk mencapai kesehatan yang optimum. Tujuan utama dari spesialis yang dilatih dalam seni kiropraktis adalah memastikan fungsi sistem saraf tubuh yang sehat. Definisi ini bisa menjelaskan: “Kiropraktis adalah suatu sistem pengobatan terhadap penyakit-penyakit dan perlukaan-perlukaan pada manusia yang didasarkan pada pendapat bahwa sistem saraf mengontrol semua sistem lainnya dan semua fungsi fisiologis dalam tubuh; bahwa interferensi pada kontrol saraf dari sistem-sistem itu merusak fungsi mereka dan menginduksi penyakit dengan jalan membuat tubuh jadi kurang resisten terhadap infeksi atau penyebab-penyebab lainnya.”

Untuk mencapai tujuannya, para kiropraktor memanipulasi berbagai struktur di dalam tubuh, terutama tulang belakang, untuk memastikan bahwa saraf-saraf dan impuls saraf dari otak ke berbagai organ tidak terputus oleh kesalahan susunan. Fungsi saraf yang tepat membantu tubuh mengoperasikan cara penyembuhan-sendiri. Tubuh manusia memiliki kemampuan yang tidak dimiliki mesin apapun: tubuh dapat memperbaiki dirinya sendiri. Menjaga agar sistem saraf tetap sehat menolong tubuh mempertahankan kemampuan itu. Saya menghargai peran khusus kiropraktor dalam membantu tubuh saya memenangkan kembali kesehatannya, bukan saja melalui kiropraktis tetapi juga melalui dedikasinya pada nutrisi. Dia bukan seorang profesional “berdimensi-satu,” yang tidak mampu melihat hal-hal di luar keterbatasan spesialitasnya.

Sinergisme dan Jaringan Kerja

Sinergisme di dalam peran melawan kanker adalah proses menggambarkan kontribusi setiap bidang dan spesialis yang anda anggap penting untuk membentuk suatu rencana perang semesta yang efektif. Untuk melakukan ini anda harus mengenali kelebihan dan keterbatasan setiap bidang. Sebagai jendral yang ada di tengah kampanye perang, anda harus tahu sumber-sumber yang membantu anda dan dapat dipanggil untuk beraksi saat diperlukan.

Salah satu cara terbaik untuk menemukan para profesional kesehatan bagi tim anda adalah melalui jaringan kerja bersama pejuang-pejuang kanker lainnya. Seseorang pernah mengatakan, “Jika anda ingin mengetahui nilai pekerjaan seorang dokter yang sebenarnya, jangan bertanya pada dokter itu; tanyailah pasien-pasiennya.” Ini berlaku untuk semua profesional kesehatan. Saya mempraktekkannya dalam merekomendasikan anggota-anggota tim saya sendiri ketika orang-orang menanyai saya siapa yang saya temui. Saya bisa menceritakan kepada mereka kekuatan dan keterbatasan setiap pelaku, membuat mereka mampu untuk membuat keputusan setelah diberi informasi apakah akan menghubunginya atau tidak. Mendengarkan pengalaman-pengalaman dan menghubungi orang lain yang sedang memerangi kanker mereka sendir adalah sebuah cara yang dahsyat untuk membawa sinergisme ke garis depan pertempuran.

Jika anda tidak dapat menemukan pejuang kanker lainnya untuk diajak dalam jaringan kerja, pertimbangkan salah satu, atau lebih, ide-ide berikut ini:

  • Cari pada internet atau buku halaman-kuning di kelompok: kesehatan, homeopati, pengobatan alamiah, dokter naturopati, nutrisi, nutrisionis.
  • Hubungilah seorang kiropraktor. Pendidikan mereka mencakup beberapa pelatihan nutrisi, dan mereka sering berhubungan dengan para profesional yang anda cari.
  • Hubungi toko makanan kesehatan setempat. Orang-orang di sana sering mengetahui banyak tentang nutrisionis dan dokter ahli metabolik. Mereka juga mungkin punya informasi tentang grup pendukung kanker di area anda.
  • Hubungi seorang terapis kolonik dari halaman kuning. Ia juga, seorang profesional kesehatan yang sering mampu merekomendasikan bermacam-macam profesional yang sedang anda cari.
  • Hubungilah kelompok masyarakat (pengajian/gereja/dll) setempat. Seringkali menjadi titik awal yang baik untuk mendapatkan lokasi grup pendukung kanker di dalam komunitas.


POKOK PERTIMBANGAN

Jangan percaya pada seorang ahli. Lebih baik periksalah semua yang dikatakan ahli itu. Ujilah segala sesuatunya. Biarlah kebenaran yang menjadi ahli anda, bukan ahli yang di atas kebenaran anda.
— Joel Robbins, D.C., Health Through Nutrition

Seharusnya tidak ada dokter yang bertindak sebagai satu-satunya panduan dan ahli di bidang perawatan kesehatan. Setiap dokter dapat memberikan manfaat kepada anda dari apa yang telah dipelajarinya, namun itu terserah kepada anda — menggunakan akal sehat anda, insting, pengalaman yang terdahulu, kebutuhan saat ini, dan tujuan di masa depan — untuk memutuskan dan membantu anda. Andalah yang memimpin.
— Harvey dan Marilyn Diamond, Fit for Life II: Living Health

Alam melakukan penyembuhan, pekerjaan dokter adalah membantu alam.
— Hippocrates, “bapa kedokteran

Carilah seorang dokter yang lebih percaya kepada Tuhan daripada asosiasi kedokteran, maka
anda telah menemukan mutiara

— Jason Winters, Killing Cancer

Menjadi Rekan Seperjuangan

Mungkin anda membaca ini bukan karena anda menderita kanker tetapi karena anda mengenal seseorang yang mengalaminya. Mungkin anda tiba-tiba menemukan diri anda tertarik mengamati perang ini lewat seorang sahabat atau teman yang terjebak di dalamnya. Atau mungkin kanker secara tak terduga telah mengetuk pintu rumah anda sendiri. Mungkin penyakit ini telah menyeret orang yang anda kasihi ke dalam kancah peperangan, dan anda sedang mencari jalan untuk menolongnya.

Bagian ini dipersembahkan bagi anda, salah seorang dari “pasukan kavaleri lain” di dalam perang melawan kanker. Izinkanlah saya menghargai anda karena telah menyediakan waktu untuk membaca ini. Izinkan juga saya mengatakan betapa pentingnya peran anda dalam keseluruhan rencana perang kanker. Sikap hati dan tanggung jawab terhadap kawan atau anggota keluarga anda, memiliki potensi yang berdampak secara signifikan dalam menghadapi perang mereka.

Dari pengalaman perang saya sendiri, saya telah membuat beberapa observasi tentang bagaimana teman-teman dan anggota keluarga dapat menjadi sangat menolong dan memberi semangat. Saya menawarkan pemikiran-pemikiran berikut, dengan harapan bahwa anda akan menemukan lebih banyak lagi jalan dan arti untuk menemani secara efektif.

Keluarga: Ciptakan Suatu Lingkungan Kerjasama Kelompok

Saya pernah mendengar seorang lelaki berkata pada dokter yang memeriksa istrinya yang sakit. “Dok, apapun yang harus dia jalani, akan saya jalani.” Keluarga terdekat saya (suami dan dua anak — yang berusia tujuh dan sepuluh tahun) memperlihatkan semangat kerjasama dan “kesehatian” yang sama untuk ikut berperang dengan saya. Salah satu hal paling membantu yang mereka lakukan adalah mengubah pola makan mereka agar sama dengan diet yang saya makan — diet rendah lemak, tinggi serat, makanan mentah. Dengan kata lain, kami bekerjasama, mengubah budaya makan keluarga kami dari diet standar Amerika menjadi diet vegetarian. Mereka makan salad, jus, buah-buahan, dan sejenisnya yang saya makan dan tidak makan daging, produk-rpoduk susu, telur, dan banyak makanan lain yang biasanya mereka makan.

Itu tidak mudah. Namun sekali kami semua berada di dalam “satu gerbong kereta” yang sama, hal itu menjadi tantangan yang menyenangkan dan menjadi sumber kesatuan keluarga. Akan menjadi jauh lebih sulit untuk mempertahankan disiplin yang saya perlukan untuk mengubah diet saya jika keluarga tidak mau melakukan perubahan yang sama bersama-sama saya “Semua untuk satu, dan satu untuk semua.” Namun dampaknya, kesehatan seisi rumah kami meningkat secara nyata!

Prioritas keluarga kami bergeser, kekuatan-kekuatan difokuskan kembali, dan gaya hidup berubah semua demi saya. Dia membuat saya merasa sepertinya ini adalah benar-benar perang kami, bukan hanya perang saya.

Teman-teman: Tetap Terlibat

Mungkin hal yang terpenting untuk perang kanker adalah mempunyai jaringan kerja dengan teman-teman yang akan memperlakukan kita sebagai orang yang hidup dan bernapaskan harapan di masa depan. Saya adalah bukti hidup bahwa kanker tidak perlu otomatis dianggap sebagai suatu vonis kematian. Salah satu teman terbaik saya baru-baru ini memberitahu saya bahwa selama waktu-waktu terburuk saya — saat masa depan saya kelihatan tak berpengharapan — dia dengan sengaja tidak menelpon atau berkunjung. Dia takut akan menjadi terlalu dekat, merasakan nyeri yang mendalam jika saya mati. Dia berusaha melindungi perasaannya sendiri. Saya dapat memahami hal itu. Namun terus terang saja sikap yang demikian dari seorang kawan justru membinasakan orang yang sedang menghadapi peperangan.

Bicara dari pengalaman, pejuang kanker butuh makanan rohani berupa harapan yang konstan. Menjadi terkucil dari hubungan dengan teman-teman atau anggota keluarga seolah menjadi pesan yang jelas bahwa anda tidak punya harapan — bahwa anda seorang yang “akan pergi” sehingga yang lain memulai hidup tanpa anda. Keterlibatan teman-teman secara terus-menerus adalah hal yang sangat membangkitkan semangat bagi upaya dari pejuang kanker. Di bawah ini terdapat beberapa jalan untuk tetap berdiri tegak dalam peperangan.

Tanyakan Bagaimana Kabarnya Kepada Pasien Kanker
Ketika seseorang sedang menghadapi situasi yang serius dalam kehidupan, biasanya dia butuh orang untuk diajak bicara. Saya ingin dan butuh orang-orang untuk bertanya kepada saya “apa kabar” dan “bagaimana rasanya”. Saya perlu kelonggaran. Saya butuh orang-orang yang mendengarkan. Saya ingat ketika seorang tamu dari luar kota berkunjung ke rumah kami, satu kali pun ia tidak menanyakan kabar saya. Saya tahu ia perduli, tapi dia tak pernah bertanya. Sepertinya dia mengira bahwa subyek itu tabu, terlalu menyakitkan buat saya untuk berdiskusi secara terbuka. Atau mungkin ia sedang melindungi dirinya sendiri dari perasaan canggung karena tidak tahu apa yang harus dikatakan kepada saya atau bagaimana ia dapat memberi saya harapan.

Tips praktis: Bertanya itu menyatakan kepedulian. Tidak bertanya meyatakan ketidakpedulian, walaupun anda tidak bermaksud demikian. Janganlah takut bertanya. Anda tidak perlu punya respon yang benar, hanya kemauan untuk memperlihatkan bahwa anda perduli. Jika kebetulan teman anda lebih tidak ingin menceritakan peperangannya saat ini, anda akan mengetahuinya.

Panjatkan Doa
Sesudah bertanya mengenai keadaan teman, anda lebih baik menanyakan apa yang ingin didoakan baginya. Jika bukan pendoa, anda mungkin ingin mulai memberikan manfaat doa kepada teman anda. Terus terang, saat-saat terbaik saya di mana semangat saya dibangkitkan, datang ketika orang-orang menanyakan apa kabar saya lalu mengambil waktu untuk berdoa bagi saya saat itu juga. Setiap kali saya mendengar orang lain melakukan perundingan dengan Tuhan mengenai nasib saya, itu memberi saya perasaan puas yang luar biasa karena diperhatikan, dan dikasihi.

Tips praktis: Mintalah! Tuhan itu mendengar.

Mengambil Sebagian Beban
Ketika seseorang menemukan bahwa dia menderita kanker, hal-hal detil pada kehidupan sehari-harinya cenderung menumpuk. Dalam menghadapi penyakit yang mengancam nyawa, motivasi untuk terus menjalani hidup cenderung berkurang. Pada kasus saya, secara emosi dan fisik tidak mampu mempertahankan rutinitas “pekerjaan rumah” sehari-hari. Saya tidak dapat mengungkapkan kepada anda betapa saya sangat menghargai orang-orang yang menolong yang secara periodic, muncul di pintu rumah saya untuk melakukan hal-hal yang tidak dapat saya kerjakan. Hal yang sangat membantu adalah ketika mereka menghubungi sebelum waktunya, menyampaikan kapan mereka ingin datang, dan menanyakan beberapa dari daftar hal-hal yang seharusnya perlu saya lakukan.

Membawakan makanan merupakan suatu cara yang spesial untuk mencukupi kebutuhan selama minggu-minggu awal setelah saya menjalani mastektomi dan perawatan di rumah sakit. Kami bersyukur bila makanan itu dibungkus dalam kemasan yang langsung bisa dibuang (disposabel). Adalah hal yang merepotkan bagi keluarga untuk mengingat-ingat peralatan ini milik siapa dan membayangkan bagaimana mengembalikannya. Ide yang bagus juga ialah menanyakan secara rinci perihal makanan sebelum mengirimkannya.

Tips praktis: Tawarkanlah pertolongan anda; jangan menunggu untuk diminta. Memang cukup sulit untuk membantu yang diperlukan; menanyakan hal-hal manakah yang dapat mengurangi penderitaannya.

Kirimkan Kartu
Sebagai cara mengungkapkan bahwa anda turut serta mendukung peperangan, mengirimkan kartu adalah ide yang baik. Ini menggambarkan kepada teman anda bahwa dia selalu diingat.

Tips praktis: Tulislah suatu catatan pribadi yang mengatakan bahwa anda perduli. Jangan kirimkan puisi langsung jadi, tanpa dibubuhi sentuhan personal. Sebuah kartu tanpa catatan pribadi dari anda adalah seperti mencium adik anda — pada semua bagian pipinya, namun dengan dingin dan tanpa emosi.

Kirimkan sebuah Buku
Ketika saya pertama didiagnosa mengidap kanker, saya haus akan harapan. Saya harus memilikinya! Saya mencari-cari dan melahap buku apa saja yang dapat saya temui yang menceritakan kisah-kisah orang yang bertahan hidup dari kanker — mereka yang telah menemukan cara untuk mengalahkan penyakit itu. Buku-buku semacam itu menjadi teman yang membangkitkan semangat. Saya akan senang bila anda mengirimkan buku seperti ini kepada teman atau anggota keluarga anda yang menderita kanker. Bukankah banyak pesan-pesan positif yang terkandung di dalam buku ini yang dapat memberikan semangat kepada mereka yang membutuhkannya?

Kirimkan Uang
Kalau anda tidak memiliki kebiasaan memberi uang kepada orang lain yang memerlukan, ini akan menjadi saat yang tepat untuk mengembangkan kebiasaan itu. Beban finansial untuk memerangi penyakit degeneratif seperti kanker sangat bedar. Bahkan dengan perlindungan asuransi yang baik, Dave dan saya masih harus menggali jalan ke luar dari gundukan hutang akibat tagihan-tagihan medis dan biaya-biaya terkait yang tak terbayar. Hancurnya perasaan akibat tekanan finansial bersifat kontra-produktif pada proses peperangan kanker. Salah satu hal termanis yang dapat anda lakukan bagi seorang teman yang menderita kanker adalah mengirimkan selembar cek untuk membantu melenyapkan beberapa beban finansial itu.

Tips praktis: Kirimkan seperti jumlah yang ingin anda terima, jika menjumpai diri anda di posisi yang sama, sesuai kemampuan anda.

Beri Pesan Non-verbal
Tentu saja, saya tidak akan melupakan yang satu ini. Dari sentuhan halus, genggaman di tangan yang erat dan hangat, rangkulan, sampai pelukan. Semua ini layaknya mengirimkan pesan yang dapat dimengerti, “Bertahanlah, kami ada di pihakmu.” Getaran kehangatan yang ditimbulkan meningkatkan semangat, salah satu unsur terpenting, untuk tetap mengarahkan mata pada bendera kemenangan yang menunggu sekalipun itu berada di balik puncak bukit penderitaan.

POKOK PERTIMBANGAN

Kondisi mental penderita dan kerjasama psikologis dari keluarga serta lingkungan memainkan peran penting dalam restorasi tubuh. Setiap pasien membutuhkan kesetiaan, kasih, harapan dan semangat
— Max Gerson, M.D., A Cancer Theraphy

Mendukung para penolong (Kontribusi Dave)

Sampai sejauh ini fokus bagian tulisan ini adalah bagaimana anda dapat menemani pejuang kanker untuk memberi pertolongan dan semangat di dalam peperangan. Biarlah saya mengalihkan perhatian pada kebutuhan-kebutuhan pasangan kita ketika kanker menyerang.

Sebagai pasangan hidup seorang pejuang kanker, pelajaran pertama saya adalah stres dan frustrasi,  karena terpaksa berperan sebagai pengambil alih tugas. Itu adalah peran yang sukar dimainkan. Anda berlakon sebagai “silent partner,” orang di belakang layar yang ditugasi mengatur kebersamaan semua pihak dan agar berjalan mulus. Sementara pasangan anda mendapatkan perhatian terbanyak dari orang-orang yang perduli (dan memang sebaiknya demikian), anda sering menjadi lelah karena mencoba mempertahankan tanggungjawab yang semakin meningkat, tekanan permintaan, dan rangkaian tagihan yang tidak habis-habisnya. Tekanan untuk berperan “one man show,” untuk kegiatan yang tadinya merupakan upaya sebuah tim, dapat menenggelamkan. Semua ini terbentuk, tentu saja, oleh ketakutan akan kehilangan pasangan anda.

Jadi bagaimana anda secara efektif menolong dan memberi semangat seorang teman atau anggota keluarga yang merawat pasangannya yang menderita kanker? Berdasarkan pengalaman saya pribadi, pikiran-pikiran berikut ini terbersit dalam benak saya

Biarkan Penolong itu Tahu bahwa Anda Perduli

Ada dua orang yang terluka saat salah satu pasangan menderita sakit yang serius. Kadang-kadang pasangannya yang sehat itu menjadi terabaikan, tersingkirkan. Membiarkan orang itu tahu bahwa anda perduli dan secara khusus berdoa untuknya akan membangkitkan semangat dan meringankan beban bersama.

Ketika pertama kali belajar bahwa istri saya menderita kanker yang “tak ada harapan,” saya merasa sangat kesepian. Saya pulang ke rumah dari rumah sakit pada malam hari dengan tenggorokan yang tercekat, bertanya-tanya apa jadinya hidup ini tanpa pasangan di sisi saya. Saya melihat-lihat ke sekeliling rumah, membayangkan kekosongan yang akan terjadi tanpa kehadiran teman terbaik saya. Hati saya sakit melihat anak-anak saya, begitu muda untuk menghadapi kepergian ibunya, dan kesepian yang mengerikan yang harus mereka rasakan.

Telpon dari anggota keluarga dan teman-teman membantu saya untuk dapat merasakan seolah orang lain itu tahu penderitaan saya. Mereka mengajukan banyak pertanyaan tentang bagaimana kabar Anne. Mereka menanyakan bagaimana perasaan saya dan bagaimana mereka dapat menolong saya. Saya tidak selalu tahu apa yang harus saya katakan pada mereka, namun telpon-telpon dari mereka membuat saya tahu bahwa mereka ada bersama-sama dengan saya menghadapi krisis itu.

Saya sangat menghargai ketika mendengar bahwa orang-orang berdoa untuk kami. Saya ingat sebuah malam yang istimewa ketika saya sedang bersama dengan sekelompok teman dan mereka secara khusus bersama-sama mendoakan saya. Saya telah begitu ditenggelamkan oleh semua hal yang harus saya hadapi ketika mereka menanyakan apa yang dapat mereka doakan, yang dapat saya lakukan hanyalah menangis. Mendengarkan teman-teman ini berdoa membuat saya sadar, bahwa saya tidak sendirian di dalam peperangan.

Ketahuilah Apa yang Akan Paling Banyak Membantu

Ketika istri saya pulang ke rumah dari rumah sakit, tugas menjadi perawat dan pemelihara rumah jatuh ke pundak saya, bersama dengan semua hal lain yang menjadi tanggung jawab saya dalam kehidupan. Akan mudah bagi orang lain untuk menyalahartikan pertolongan macam apa yang paling saya butuhkan. Misalnya, saya seorang laki-laki, orang lain dapat dengan mudah mengasumsikan bahwa saya akan senang bila ada orang lain yang membersihkan rumah. Yang sebenarnya adalah, saya suka membersihkan rumah, mencuci peralatan makan, dan mencuci pakaian. Melakukan pekerjaan-pekerjaan itu membuat saya merasa seperti dapat mengendalikan keadaan. Melibatkan hal-hal itu dalam rutinitas pemeliharaan sehari-hari memberi saya suatu rasa keseimbangan emosi dalam menghadapi situasi yang tak menentu. Saya lebih suka kalau seseorang mengajak anak-anak saya ke luar untuk berenang atau menonton film atau jalan-jalan ke kebun binatang.

Setiap orang yang berperan sebagai penolong adalah unik. Setiap penolong merasakan kebutuhan-kebutuhan itu berbeda. Pertolongan yang anda tawarkan mungkin tidak cocok dengan keinginan dan kemauan orang itu yang sebenarnya. Mintalah orang itu untuk membuat sebuah daftar, satu daftar keinginan, terhadap bermacam-macam hal yang paling disyukurinya bila dikerjakan. Suruhlah dia memperbaruinya setiap minggu. Dengan kata lain, beri tenggat waktu terhadap daftar itu. Setiap minggu yang baru adalah sebuah kesempatan untuk membuat sebuah daftar baru berdasarkan pada perubahan emosi dan keadaan rumah.

Jika pertolongan yang dibutuhkan teman anda bukan sesuatu yang mampu anda sediakan, mungkin anda bisa menjadi mediator untuk menemukan orang lain yang dapat melakukannya. Dengan melakukan hal demikian, anda menjadi penolong di semua bidang, tidak terbatas, kemampuan yang mungkin tidak pernah anda bayangkan sebelumnya.

Biarkan Orang itu Bebas Menjadi Dirinya Sendiri

Beberapa orang mengatakan bahwa umumnya setiap orang punya kebutuhan untuk berbicara mengenai masalah pribadi dengan orang lain. Mungkin itu benar. Saya telah bertemu orang-orang yang pasangannya sakit yang membutuhkan dan menghargai berbagai interaksi dengan orang lain. Contohnya saya, saya membutuhkan lebih banyak waktu sendirian untuk merefleksikan dan menuliskan pikiran-pikiran saya di dalam sebuah jurnal. Berpikir dan menulis adalah cara saya memilah emosi saya. Saya kadang-kadang kasihan akan ‘maksud baik’ orang-orang yang mati-matian berusaha memberi semangat,  dengan mencoba mengisi waktu saya dengan kehadiran mereka. Mereka bahkan tidak membiarkan pikiran saya beristirahat.

Ada satu pasangan, yang benar-benar mengerti, yang menanyai saya apakah waktu saya menyendiri sudah cukup untuk mengisi kembali “baterai” saya. Sensitivitas mereka terhadap kebutuhan dan keunikan pribadi saya memang memuaskan. Itu membuat saya merasa sepertinya kebutuhan saya akan waktu menyendiri adalah sah, bukan saja sah, tetapi perlu.

Akhirnya, ada satu prinsip yang seyogyanya menjadi pedoman untuk semua upaya yang berguna bagi seseorang yang merawat pasangannya yang menderita sakit serius: perhatian dan keterlibatan pribadi. Kita semua perlu tahu bahwa orang lain mau mengambil inisiatif untuk mencoba mengerti akan apa yang kita rasakan dan kita jalani. Kita masing-masing perlu tahu bahwa orang lain akan mulai menemani untuk menolong dalam setiap cara yang benar-benar diinginkan.

Melalui pengalaman kami dan orang-orang lainnya sebelum dan sesudah kami, terbukti kanker tidak bisa menyombongkan dirinya sebagai lonceng tanda kematian bagi setiap orang yang terkena. Kanker bisa menjadi peperangan yang terhebat untuk mencapai indahnya kehidupan baru bagi pasien kanker dan setiap orang yang mengasihi penderita. Kiranya anda menggabungkan kekuatan dengan keberanian serta harapan — dan memenangkan peperangan juga! Selamat Berjuang! Tuhan menyertai kita semua.

 

Anne E. Frahm & David J. Frahm

Ini adalah bagian terakhir dari serial Enam Strategi Mengalahkan Kanker Stadium Tak Tertolong, disarikan dari buku A Cancer Battle Plan: Six Strategies for Beating Cancer from a Recovered “Hopeless Case” . Edisi Indonesia: Melawan Kanker, alih bahasa: dr. Johannes Rubijanto Sulaiman , penerbit: PT. Mitra Media.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu