dalam kategori | Layanan Kesehatan

Donor darah saat berpuasa

Donor darah saat berpuasa

Saat menjalankan puasa, orang takut kondisi tubuhnya menjadi sangat lemah dan tak mampu melanjutkan kewajiban berpuasa. Karenanya, banyak orang menghindari aktivitas fisik yang berat. Apalagi, kegiatan mendonorkan darah.

Sudah sejak lama berkembang mitos bahwa mendonorkan darah saat berpuasa akan cepat memperlemah kondisi tubuh yang mengakibatkan puasa terhenti alias batal. Alasan inilah yang menyebabkan jumlah pendonor pada bulan puasa jauh menurun, serta stok darah di PMI dan rumah sakit besar menipis.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, donor darah saat puasa justru sebenarnya mendatangkan banyak manfaat bagi pendonor. Saat ditemui dalam acara “Symphony 2012: Sympathy through Blood Donation on Friday”, di Jakarta, Jumat (3/8/2012), Ari memaparkan sejumlah manfaat donor darah bagi tubuh, terutama di saat seseorang sedang berpuasa.

Manfaat pertama, papar Ari, dengan pengambilan darah maksimal 450 cc, akan terjadi pembakaran kalori pada tubuh sebanyak 600 kalori. Pembakaran kalori ini dapat membantu penurunan berat badan. Manfaat kedua, jantung pendonor akan menjadi lebih sehat karena kadar besi (Fe) pada darah menjadi stabil.

Manfaat lainnya, menyumbangkan darah di bulan Ramadhan tentu akan mendatangkan kepuasan tersendiri bagi pendonor. “Secara psikologis, muncul perasaan bisa berbagi kepada orang yang sangat membutuhkan darah. Perasaan ini tidak bisa dinilai harganya,” kata Ari.

Agar darah yang disumbangkan optimal, pendonor wajib mengikuti beberapa syarat pengambilan darah. Adapun syaratnya adalah tekanan darah sistolik antara 110-160 dan diastolik antara 70-100, haemoglobin (Hb) lebih besar dari 12,5, tubuh sedang tidak demam atau suhu lebih rendah dari 37,5 derajat serta berat badan minimal 45 kilogram.

Ari menyarankan, waktu donor yang paling tepat adalah saat menjelang dan buka puasa. Mendonor di bulan puasa juga perlu melakukan persiapan. Beberapa hari sebelum hari donor darah, pendonor telah mempersipkan diri dengan makan sayuran berserat tinggi, banyak minum air, serta tidur yang cukup.

Kiat Donor Darah di Bulan Puasa

Berpuasa seharusnya tidak menghalangi seseorang untuk mendonorkan darahnya. Asalkan tubuh dalam kondisi sehat dan dilakukan pada waktu yang tepat, mendonorkan darah tidak akan membuat tubuh menjadi lemas.

Selama bulan puasa, biasanya terjadi penurunan jumlah pasokan darah sampai 50 persen dari normalnya 800-1000 kantong perhari.

“Melakukan donor darah pada dasarnya tidak membatalkan puasa. Namun dalam perspektif lain donor darah disebutkan bisa menyebabkan dehidrasi,” papar dr.Robby Nur Aditya, Kepala Seksi Unit Donor Darah dan Informasi, Palang Merah Indonesia, disela acara donor darah yang diadakan oleh Tupperware di Plaza Semanggi Jakarta, Jumat (13/7).

Untuk mencegah dehidrasi, sebenarnya bisa disiati dengan melakukan donor darah menjelang jam buka puasa atau sehabis sahur.

“Jangan lupa mengonsumsi cukup cairan sebelum melakukan donor,” imbuhnya.

Mereka yang dinyatakan boleh mendonorkan adalah orang yang berusia di atas 17 tahun, bertubuh sehat, memiliki berat badan minimal 45 kilogram, tekanan darah minimal 100/60, serta kadar hemogloblin 12,5 – 17.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu