dalam kategori | Featured, Pola Hidup

Ditemukan, Gen Pemicu Obesitas

Ditemukan, Gen Pemicu Obesitas

Satu dari 10 orang dewasa di seluruh dunia atau sekitar setengah miliar orang dewasa menderita obesitas. Angka ini terus berlipat sejak tahun 1980-an. Selain gaya hidup tidak sehat, obesitas juga terjadi akibat faktor genetik.

Seperti dilansir dari Daily Mail, sebuah tim peneliti mengklaim telah menemukan gen penyebab obesitas. Gen tersebut mengontrol gen lain yang ada pada sel-sel lemak tubuh.

Gen yang disebut KLF14 itu sangat terkait dengan dua tipe diabetes dan kadar kolesterol dalam tubuh. Hanya, tim belum mengetahui apa peran yang dimainkan oleh gen ini secara detail.

Meski demikian, tim yakin temuan itu akan membantu pengobatan berbagai penyakit yang berhubungan dengan obesitas seperti penyakit jantung dan diabetes.

Tim peneliti mendapat hasil itu berdasar hasil analisis terhadap 20 ribu gen dalam sampel lemak yang diambil dari bawah kulit 800 wanita.

Dari penelitian tersebut juga didapat bahwa gen KLF14 mengontrol gen yang berada jaringan lemak tersebut. Temuan ini telah dibuktikan juga pada penelitian lain yang melibatkan 600 sampel lemak orang Islandia.

“KLF14 tampaknya untuk bertindak mengendalikan proses yang berhubungan dengan perubahan perilaku lemak terhadap gangguan di otot dan hati yang berkontribusi memicu diabetes dan kondisi lainnya,” ujar Mark McCarthy, salah satu peneliti dari Universitas Oxford.

Penelitian yang diterbitkan pada Journal Nature Genetics ini mengungkapkan bahwa lemak berperan penting dalam kekebalan tubuh terhadap penyakit metabolik seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes, pengaturan kadar kolesterol, kadar insulin dan glukosa. Ini memungkinkan penemuan obat untuk mengatur gen agar terhindar dari penyakit-penyakit tersebut.

“Ini adalah studi besar pertama yang menunjukkan seberapa kecil perubahan dalam satu gen regulator dapat berpengaruh terhadap efek metabolik lainnya pada gen lain,” ucap Tim Spector, pemimpin penelitian dari King’s College London.

Baik obesitas maupun diabtetes tipe 2 telah menjadi epidemi di seluruh dunia. Dan kerena keduanya dapat mengarah kepada kondisi kesehatan yang lebih serius, wajib untuk segera ditemukan cara-cara baru dalam menghadapinya.

Obesitas dan diabetes biasanya berlaku bersamaan. 85 persen dari penderita diabetes juga menderita kelebihan berat badan atau obesitas. Semakin gemuk seseorang semakin tinggi pula resiko mereka menderita diabetes.

Badan kesehatan dunia WHO memperkirakan, lebih dari 220 juta orang diseluruh dunia menderita diabetes dan di tahun 2030 diperkirakan jumlah penderita akan meningkat dua kali lipat jumlah yang ada di tahun 2005.

Diabetes dan komplikasi yang menyertainya berdampak signifikan pada individu, keluarga dan bahkan negara. WHO memperkirakan bahwa pada periode 2006 – 2015, China akan kehilangan pendapatan nasional sebesar 558 milyar dollar hanya karena penyakit jantung, stroke dan diabetes.

Penemuan terbaru tentang gen KLF14 ini tentunya akan membuka jalan untuk mengatasi dan mengobati penyakit ini.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu