dalam kategori | Penyakit

Disfungsi Sensori Integrasi (SI) pada anak

Disfungsi Sensori Integrasi (SI) pada anak

Disfungsi SI merupakan masalah yang umum terjadi. Hanya saja seringkali terjadi salah pengertian. Disfungsi SI itu sendiri merupakan masalah yang mempengaruhi perilaku anak, mempengaruhi cara belajar anak, bergerak dan berhubungan dengan orang lain.

Disfungsi SI menunjukkan ketidakmampuan tubuh untuk menangkap dan menggunakan informasi yang diterima oleh panca indera secara benar. Anak dengan disfungsi SI mempunyai kesulitan mengolah infomasi yang diterima panca inderanya untuk melaksanakan tugas sehari-hari, misalnya memakai baju, makan, atau bermain. Mereka juga mungkin bisa mengalami kesulitan dalam beberapa aktivitas dan situasi social.

Misalnya, mereka mungkin tidak menyukai melukis dengan jari karena mereka tidak suka tangannya basah atau lengket. Atau mereka merasa tidak nyaman di tengah keramaian karena bising dan jumlah orang yang banyak. Disfungsi SI bisa muncul dengan berbagai kombinasi dari indera-indera, yaitu : penglihatan, penciuman, pendengaran, pengecapan, peraba, atau pergerakan. Pada saat tertentu dalam hidup, kebanyakan orang punya kesulitan mengolah informasi indera, tetapi jika hal ini mengganggu kemampuan kita dalam hidup sehari-hari, tentu saja bisa jadi masalah.

Definisi Singkat Disfungsi Sensori Integrasi (SI)

  • Disfungsi SI adalah ketidak-mampuan dalam memproses informasi yang diterima melalui indera, ini juga seringkali disebut dengan gangguan sensori integrasi.
  • Menurut Alm. Dr. Jane Ayres, seorang okupasi terapis yang pertama kali memperkenalkan tentang masalah disfungsi SI ini. Menurutnya Disfungsi SI terjadi sebagai akibat dari proses neurologis yang tidak efisien.
  • Disfungsi SI ini terjadi di system syaraf sentral, yaitu pada otak.
  • Saat muncul suatu rangsangan, otak tidak dapat menganalisa, mengorganisasi, dan menghubungkan pesan sensori tersebut. Otak tidak dapat menanggapi rangsangan yang masuk dengan baik. Akibat dari Disfungsi SI ini adalah anak tidak dapat merespon informasi sensori yang membuatnya dapat bertindak secara konsisten dan bermakna. Anak akan kesulitan dalam menggunakan informasi sensori itu untuk mengatur dan merencanakan apa yang harus dilakukan. Dengan kata lain, anak tersebut kesulitan belajar.
  • Belajar itu sendiri merupakan istilah yang mempunyai arti luas. Salah satu jenis belajar itu disebut perilaku adaptif, yaitu kemampuan untuk merespon situasi baru secara aktif dan mempunyai tujuan tertentu. Misalnya, seorang anak bisa memahami harapan tiap-tiap guru yang berbeda.
  • Untuk jenis belajar yang lainnya adalah belajar motorik, yaitu kemampuan anak untuk mengembangkan gerakan yang bersifat kompleks secara cepat, sehingga anak dapat segera menguasai suatu keahlian gerakan baru setelah anak sudah melakukan gerakan yang lebih mudah.
  • Jenis belajar yang ketiga adalah belajar akademis, ini merupakan kemampuan untuk menerima suatu keahlian konseptual, misalnya membaca, berhitung, serta mengaplikasikan apa yang dipelajari hari ini dengan apa yang telah dipelajari dan dikuasai sebelumnya.
  • Anak dengan Disfungsi SI mengalami kesulitan untuk memahami isyarat baik verbal maupun non-verbal dari lingkungan sekitarnya, atau mampu menerima informasi sensori tetapi tidak dapat mengaturnya sehingga menghasilkan respon yang tidak sesuai, dan mungkin dapat menerima sensasi, mengatur, dan menunjukkan respon yang sesuai tetapi tidak pada saat itu/di hari lainnya.
  • Hubungan antara otak dan perilaku itu sangat kuat. Jadi jika anak dengan Disfungsi SI mempunyai otak yang tidak teratur, maka beberapa aspek perilakunya akan turut tidak teratur. Ketidak-mampuan anak untuk berfungsi secara halus bukan karena anak tersebut tidak mau melainkan karena anak memang tidak bisa.

Masalah Perilaku

Disfungsi SI akan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah perkembangan lainnya. Masalah-masalah lainnya, antara lain :

  • Mempunyai tingkat kegiatan yang sangat tinggi.
  • Mempunyai tingkat kegiatan yang sangat rendah.
  • Impulsivitas.
  • Mudah terdistraksi.
  • Masalah dengan tonus otot dan koordinasi motorik.
  • Masalah dengan perencanaan motorik.
  • Kesulitan menggunakan satu pilihan tangan yang sebenarnya sudah dikuasai saat usia empat atau lima tahun.
  • Koordinasi mata dan tangan jelek.
  • Sangat resistan pada situasi yang baru.
  • Kesulitan berpindah dari satu situasi ke situasi lainnya.
  • Tingkat frustasi tinggi.
  • Problem pengaturan diri.
  • Masalah akademis.
  • Masalah sosial.
  • Masalah emosional.

Catatan : Banyak anak yang mengalami disfungsi SI mempunyai masalah perilaku. Namun banyak juga anak yang mengalami masalah perilaku dan bukan penyandang SI.

Apa yang menyebabkan Disfungsi SI?

Para peneliti masih meneliti tentang hal ini, dan mereka memberi beberapa kemungkinan yang mungkin merupakan sebab dari Disfungsi SI :

  1. Faktor keturunan
  2. Saat hamil banyak mengkonsumsi obat-obatan, rocun, narkoba dan alcohol
  3. Trauma saat melahirkan seperti kekurangan oksigen atau operasi Caesar darurat
  4. Sebab-sebab yang tidak diketahui

Bagaimana terapi Disfungsi SI dilakukan?

Proses terapi untuk Disfungsi SI dilakukan oleh Okupasi Terapis (OT) yang mempunyai spesialisasi di bidang SI. Okupasi Terapis adalah terapis professional yang membantu individu melakukan aktivitas sehari-hari yang sesuai dengan usianya. Untuk anak-anak, aktivitas ini termasuk melompat, memasang kancing, menggunakan alat-alat makan, menggambar, dan menulis. Tujuannya untuk membantu anak terbiasa dengan aktivitas khusus masa kecil seperti berayun, bermain, dan menggambar. Terapi biasanya berbeda-beda untuk tiap anak sesuai kebutuhan masing-masing. Biasanya kegiatan terapi ini dilakukan di tempat yang mendukung dan mempunyai fasilitas peralatan khusus sehingga anak bisa berayun, melompat, dan yang paling penting, bermain!

Pada beberapa kasus, OT bisa memberikan diet sensori, suatu program rumah yang memungkinkan anak untuk berpartisipasi dalam aktivitas untuk mengulang/menguatkan kemampuan-kemampuan yang telah dipelajari dalam terapi. Orang tua diharapkan ikut serta membawa kemampuan yang telah dipelajari tadi ke dalam lingkungan rumah sehari-hari. Sangatlah penting membuat anak berpartisipasi dalam aktivitas yang menarik minat mereka dan menggunakan kelebihan mereka untuk meningkatkan rasa percaya dirinya.

* Lembaga-lembaga terapi biasanya menyediakan pelayanan Okupasi Terapi. Hubungi lembaga terdekat di tempat Anda untuk menanyakan pelayanan Okupasi Terapi dengan spesialisasi di bidang SI dan fasilitasnya.

Bagaimana SI berpengaruh terhadap Terapi Wicara dan Bahasa?

Masalah bicara dan bahasa sering muncul pada anak dengan Disfungsi SI. Terapis Wicara (TW) memegang peranan penting pada terapi. Terapis Wicara sering memadukan aktivitas sensori ke dalam terapi untuk merangsang produksi bahasa pada anak. Aktivitas seperti meniup peluit, berayun, dan meloncat-loncat dengan bola therapeutic memacu produksi bahasa secara spontan. Terapis Wicara dan Okupasi Terapis bekerja bersama untuk memutuskan pendekatan terapi yang paling sesuai bagi anak dengan Disfungsi SI.

Selalu Ada Harapan

Perjalanan untuk menuju kesembuhan masih sangat lama, tidak seperti membalikkan telapak tangan, mungkin juga membutuhkan biaya yang cukup banyak, mungkin juga membuat frustasi. Ada beberapa saran yang bisa diterapkan pada anak dengan disfungsi SI, yaitu :

  1. Cari informasi sebanyak-banyaknya dan diskusikan dengan dokter anak, guru sekolah, dan bagian perofesional lainnya seperti terapis.
  2. Meskipun sulit dilakukan, terimalah anak apa adanya, meskipun anak jauh dari gambaran anak normal sempurna.
  3. Sediakan dan atur untuk diet sensorik secara seimbang.
  4. Sabar, suportif, dan konsisten.
  5. Bantu anak untuk selalu mengontrol tubuh serta kehidupan di lingkungan sekitarnya.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu