dalam kategori | Penyakit

Diare, penyebab kematian 2,6 juta orang setiap tahun

Diare, penyebab kematian 2,6 juta orang setiap tahun

Pengertian Diare secara umum adalah buang air besar encer lebih dari 3 x sehari.

Diare juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi buang air besar yang tidak normal yaitu lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja yang encer dapat disertai atau tanpa disertai darah atau lendir sebagai akibat dari terjadinya proses inflamasi pada lambung atau usus. Diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.

Terdapat 2 macam jenis Diare, yaitu :

  1. Diare Akut : diare yang terjadi secara mendadak pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat.
  2. Diare Kronik : diare yang berlanjut sampai 2 minggu atau lebih dengan kehilangan Berat badan atau Berat badan tidak bertambah selama masa diare tersebut.

Gejala Diare

Gejala yang biasanya ditemukan adalah buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan, dehidrasi, mual dan muntah. Tetapi gejala lainnya yang dapat timbul antara lain pegal pada punggung,dan perut sering berbunyi.

Penyebab Diare

Penyebab Diare adalah infeksi virus, kuman-kuman patogen dan apatogen seperti shigella, salmonela, E. Coli, golongan vibrio, B. Cereus, clostridium perfarings, stapylococus aureus. Akibat masuknya mikroorganisme hidup ke dalam usus setelah berhasil melewati rintangan asam lambung, mikroorganisme tersebut berkembang biak, kemudian mengeluarkan toksin dan akibat toksin tersebut terjadi hipersekresi yang selanjutnya akan menimbulkan Diare.

Selain infeksi, Diare juga bisa disebabkan karena comperastaltik usus halus, yaitu gangguan yang disebabkan bahan-bahan kimia makanan misalnya keracunan makanan, makanan yang pedas, terlalau asam. Faktor makanan harus diperhatikan tingkat kebersihannya. Cuci tangan sebelum makan dapat menghidari terjadinya Diare.

Penyebab paling umum dari diare adalah virus yang menginfeksi usus. Infeksi biasanya berlangsung selama dua hari dan kadang-kadang disebut “flu usus” atau “flu perut.” Diare juga bisa disebabkan oleh :

  • Infeksi oleh bakteri (penyebab sebagian besar jenis keracunan makanan)
  • Infeksi oleh organisme lain
  • Makan makanan yang mengganggu sistem pencernaan
  • Alergi terhadap makanan tertentu
  • Obat-obatan
  • Terapi radiasi
  • Penyakit usus (penyakit Crohn, kolitis ulserativa)
  • Malabsorpsi (dimana tubuh tidak dapat cukup menyerap nutrisi tertentu dari diet)
  • Hipertiroidisme
  • Beberapa kanker
  • penyalahgunaan Laksatif
  • Penyalahgunaan alkohol
  • Operasi saluran pencernaan
  • Diabetes

Komplikasi-Komplikasi Diare

Dehidrasi terjadi ketika ada kehilangan cairan dan mineral (elektrolit) yang berlebihan dari tubuh yang disebabkan oleh diare, dengan atau tanpa muntah. Dehidrasi umum ditemukan pada pasien-pasien dewasa dengan diare akut yang mempunyai jumlah-jumlah feces yang besar, terutama ketika pemasukan dari cairan terbatasi oleh kelesuan atau berhubungan dengan mual dan muntah. Adalah juga umum pada bayi-bayi dan anak-anak muda yang mengembangkan viral gastroenteritis atau infeksi bakteri. Pasien-pasien dengan dehidrasi yang ringan mungkin hanya mengalami dahaga atau mulut yang kering. Dehidrasi yang sedang sampai parah mungkin menyebabkan orthostatic hypotension dengan syncope (pingsan waktu berdiri yang disebabkan volume darah yang berkurang, yang menyebabkan kejatuhan dari tekanan darah waktu berdiri), hasil urin yang berkurang, kelemahan yang parah, shock, gagal ginjal, kebingungan, acidosis (terlalu banyak asam dalam darah), dan koma.

Elektrolit-elektrolit (mineral-mineral) juga hilang dengan air ketika diare berkepanjangan atau parah, dan kekurangan mineral atau elektrolit mungkin terjadi. Kekurangan-kekurangan yang paling umum terjadi dengan sodium dan potassium. Kelainan-kelainan dari chloride dan bicarbonate juga mungkin berkembang.

Akhirnya, mungkin ada iritasi dari anus yang disebabkan oleh pengeluaran yang seringkali dari feces yang berair yang mengandung senyawa-senyawa yang mengiritasi.

Kapan Dokter Harus Dipanggil Untuk Diare ?

Kebanyakan episode-episode dari diare adalah ringan dan berdurasi pendek dan tidak perlu dibawa ke dokter. Dokter harus dikonsultasikan ketika ada:

  • Demam yang tinggi (temperatur lebih besar dari 101 F).
  • Nyeri atau kepekaan perut yang sedang atau parah/berat.
  • Diare yang berdarah yang menyarankan peradangan usus yang parah.
  • Diare pada orang-orang dengan penyakit serius yang mendasarinya yang untuknya dehidrasi mungkin mempunyai konsekwens-konsekwensi yang lebih serius, contohnya, diabetes, penyakit jantung, dan AIDS.
  • Diare yang parah yang tidak menunjukan perbaikan setelah 48 jam.
  • Dehidrasi yang sedang atau parah.
  • Muntah yang berkepanjangan yang mencegah pemasukan cairan secara oral (mulut).
  • Diare akut pada wanita-wanita hamil karena pertimbangan untuk kesehatan dari fetus.
  • Diare yang terjadi selama atau segera setelah menyelesaikan perjalanan perawatan dari antibiotik-antibiotik karena diare mungkin mewakili infeksi dengan C. difficile yang berhubungan dengan antibiotik yang memerlukan perawatan.
  • Diare setelah kembali dari negara-negara berkembag atau dari camping di gunung-gunung karena mungkin ada infeksi dengan Giardia (untuknya ada perawatan).
  • Diare yang berkembang pada pasien-pasien dengan penyakit-penyakit usus yang kronis seperti colitis atau penyakit Crohn karena diare mungkin mewakili perburukan dari penyakit yang mendasarinya atau komplikasi dari penyakit, kedua-duanya memerlukan perawatan.
  • Diare akut pada bayi atau anak muda dalam rangka untuk memastikan penggunaan yang tepat dari cairan oral (tipe, jumlah, dan angka), untuk mencegah atau merawat dehidrasi, dan untuk mencegah komplikasi-komplikasi dari penggunaan dari cairan yang tidak tepat seperti serangan-serangan kejang dan elektrolit-elektrolit darah yang abnormal.
  • Diare kronis.

Pencegahan & Pengobatan Diare

Sebuah vaksin rotavirus memiliki potensi untuk mengurangi jumlah penderita diare. Saat ini ada 2 vaksin berlisensi untuk menghadapi rotavirus. Vaksin rotavirus yang lainnya seperti, Shigella, ETEC, dan Cholera sedang dikembangkan, vaksin ini juga berfungsi untuk mencegah penularan Diare.

Karena tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering melakukan kontak langsung dengan benda lain, maka sebelum makan disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun. Sebuah hasil studi Cochrane menemukan bahwa dalam gerakan-gerakan sosial yang dilakukan lembaga dan masyarakat untuk membiasakan mencuci tangan menyebabkan penurunan tingkat kejadian yang signifikan pada Diare.

Kapan Antibiotik Harus Digunakan Untuk Diare ?

Kebanyakan episode dari diare adalah akut dan berdurasi pendek dan tidak memerlukan antibiotik. Antibiotik bahkan tidak diperlukan untuk infeksi-infeksi bakteri penyebab diare yang paling umum. Antibiotik, bagaimanapun, perlu digunakan ketika (1) pasien-pasien mempunyai diare yang lebih parah dan berkepanjangan, (2) pasien-pasien mempunyai penyakit-penyakit tambahan yang mengerikan seperti gagal jantung, penyakit paru, dan AIDS, (3) pemeriksaan dan pengujian feces menyingkapkan infeksi-infeksi parasit-parasit, bakteri yang lebih serius (contohnya, Shigella), atau C. difficile, dan 4) diare wisatawan.

Pengobatan Tradisional untuk Diare (Pilih salah satu):

Ramuan Obat Tradisional 1 :

Daun jambu biji sebanyak 30 gram direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 2 :

Daun urang-aring sebanyak 30 gram direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 3 :

Kulit delima kering sebanyak 30 gram dan 10 gram daun teh direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian air rebusannya diminum selagi hangat.

Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 4 :

Cuci bersih 2 jari kayu bungur, lalu tumbuk sampai halus. Seduh dengan ½ cangkir air, aduk sampai rata lalu saring.

Pemakaian : Minum sekaligus.

Ramuan Obat Tradisional 5 :

Remas-remas daun cincau di dalam air masak, saring, lalu biarkan bberapa saat sampai membentuk agar-agar. Tambahkan santan kelapa dan pemanis dari gula kelapa.

Pemakaian : Makan sekaligus.

Ramuan Obat Tradisional 6 :

Cuci bersih 2 genggam daun gude segar, lalu rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin, saring.

Pemakaian : Minum 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Ramuan Obat Tradisional 7 :

Rebus 3 potong akar iler dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas.

Pemakaian : Minum pada pagi dan sore hari.

Ramuan Obat Tradisional 8 :

Cuci bersih 5 lembar daun jambu biji serta 1 potong akar, kulit dan batangnya, rebus dengan 1,5 liter air sampai mendidih. Setelah dingin, saring.

Pemakaian : Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.

Satu respon to “Diare, penyebab kematian 2,6 juta orang setiap tahun”

  1. totoksyaraf says:

    ramuan tradisional yang di olah dengan baik seperti di rebus dari bahan alami di nusantara membantu berbagai penyakit medis.. nice info



Trackbacks/Pingbacks


Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu