dalam kategori | Pola Hidup

DHA membuat anak lebih pintar adalah Mitos

DHA membuat anak lebih pintar adalah Mitos

Selama ini masyarakat Indonesia terutama para orang tua masih sering terbius oleh promosi produsen susu formula dan makanan anak bahwa DHA meningkatkan kecerdasan anak. Namun berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa DHA tidak terbukti untuk meningkatkan kecerdasan anak. Penelitian itu telah menghancurkan mitos bahwa DHA membuat anak-anak lebih pintar. Namun, justru lingkungan keluarga dan stimulasi bayi adalah kunci untuk kecerdasan yang baik.

Hal ini dipaparkan ilmuwan University of Southampton. Para peneliti mengikuti anak-anak sejak lahir sampai empat tahun untuk menyelidiki hubungan antara menyusui dengan penggunaan susu formula yang mengandung asam docosahexaenoic (DHA) pada masa bayi, dan kinerjanya dalam tes kecerdasan. Para peneliti menemukan bahwa setelah mereka memperhitungkan pengaruh kecerdasan ibu dan tingkat pendidikan ternyata tidak ditemukan hubungan antara perkiraan total asupan DHA pada masa bayi dan IQ anak-anak.

Dr Catharine Gale, yang memimpin studi, mengatakan: “Studi ini membantu menghilangkan beberapa mitos seputar DHA. Kita tahu bahwa ada manfaat kesehatan yang jelas untuk menyusui, tapi DHA yang secara alami terdapat dalam ASI dan ditambahkan ke dalam beberapa rumus, bukan bahan rahasia yang akan mengubah anak anda menjadi seorang Einstein.”

“IQ anak tidak ada hubungannya dengan tingkat DHA yang mereka terima sewaktu bayi. Faktor-faktor di rumah, seperti kecerdasan dan kualitas ibu untuk menstimulasi mental anak-anak, adalah pengaruh yang paling penting untuk IQ mereka.”

Asam lemak Omega-3, terutama DHA, yang ditemukan dalam konsentrasi tinggi di otak dan terakumulasi selama lonjakan pertumbuhan otak, yang terjadi antara trimester terakhir kehamilan dan tahun pertama kehidupan.

Meskipun penelitian ini telah menunjukkan IQ anak tidak dipengaruhi oleh DHA, studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa kurangnya DHA selama periode pertumbuhan otak yang cepat dapat menyebabkan masalah dalam perkembangan otak.

Para Peneliti menggunakan data dari survei perempuan Southampton di sekolah kedokteran, yang mempunyai proyek terbesar mempelajari kesehatan dan gaya hidup perempuan yang dilakukan di Inggris. The Medical Research Council dan Badan Standar Makanan mendanai penelitian.

Berbagai penelitian tersebut tampaknya sulit merybah perilaku orangtua untuk mengejar susu atau makanan DHA sehingga sering mengabaikan hal yang lebih utama yaitu stimulasi pada anak. Promosi berlebihan yang tidak benar dari produsen susu sudah mengacaukan fakta yang ada dalam stimulasi perkembangan dan pertumbuhan anak.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu