dalam kategori | Penyakit

DEMAM BERDARAH DENGUE, DBD

DEMAM BERDARAH DENGUE, DBD

Penyakit demam berdarah merupakan masalah kesehatan yang hampir setiap tahun menjadi momok bagi kita semua. Walaupun kasus demam hampir selalu ada sepanjang tahun, namun peningkatan kasus umumnya terjadi pada awal hingga pertengahan tahun (umumnya Januari hingga Mei). Demam berdarah merupakan infeksi virus Dengue yang ditularkan melalui Nyamuk Aides aegypti dan Aedes albopictus. Infeksi Dengue dapat berupa asimptomatis (tanpa gejala), demam tidak khas, demam Dengue (DD) dan demam berdarah (DBD) yang dapat menimbulkan syok (sindrom syok Dengue, DSS).

Nyamuk Aides hidup di benjana air tawar yang jernih seperti penampungan air bak mandi, ban, dan kaleng bekas. Ciri-ciri nyamuk ini adalah terdapat bintik –bintik putih pada badan dan kakinya, menggingit pada siang – sore hari, hidup dalam rumah yang gelap, lembab dan hinggap pada pakaian yang tergantung. Melalui gigitan Aides, virus masuk dan akan memberikan gejala yang menyerupai gejala infeksi virus pada umumnya seperti demam yang tiba-tiba tinggi , nyeri otot dan sendi, dapat disertai ruam (bercak kemerahan, di kulit, dan sakit kepala. Gejala dapat ringan, sedangkan sampai berat berupa pendarahan dan syok. Pada DBD, fase kritis dapat terjadi selama 2-3 hari yang bila tidak ditangani dengan cepat dapat menjadi syok (DSS). Tanda-tanda syok berupa tangan dan kaki yang terasa dingin, nadi lemah, tensi turun, dan gelisah sampai penurunan kesadaran.

Kriteria demam dengue menurut WHO adalah : demam selama 2-7 hari, nyeri kepala, nyeri /pegal belakang mata, pegal otot dan sendi, bercak/bintik kemerahan kulit, adanya pendarahan, dan pada pemeriksaan darah terdapat leucopenia (leukosit rendah) serta serologi Dengue positif. Setiap rumah sakit pada umumnya mempunyai protokol penatalaksanaan demam berdarah dan sedapat mungkin mencegah pasien ke dalam fase syok (DSS). Pasien dan keluarga pasien seringkali khawatir terhadap turunnya trombosit, perlu diperhatikan bahwa trombosit yang rendah (<30.000/mm3) tidak memastikan terjadinya pendarahan dan tidak perlu tranfusi trambosit bila tidak terdapat pendarahan. Kematian karena demam Dengue hampir tidak ada, sebaliknya DBD/DSS bila tidak ditangani secara dini dapat bersifat fatal sampai terjadi kematian. Penelitian di Jakarta, Surabaya dan Semarang menunjukan bahwa anak-anak lebih rentan terjadi perburukan dibandingkan orang dewasa.

Upaya pencegahan dan penanggulangan meliputi berbagai pihak baik peran pihak kesehatan seperti penyuluhan dan penyemprotan (fogging) maupun peran aktif masyarakat yaitu menggunakan insektisida, serbuk abate dan gerakan PSN (3M) berupa menguras bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air, dan menimbun barang-barang bekas. Disamping itu masyarakat hendaknya waspada, jangan menganggap remeh dan jangan menunda untuk berobat ke dokter jika mengalami demam tinggi selama 2 hari dan tidak terdapat perbaikan gejala. Penanganan sejak dini lebih baik daripada terlambat.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu