dalam kategori | Asupan Sehat

Dawet Ayu Daging Lele, inovasi segar bergizi

Dawet Ayu Daging Lele, inovasi segar bergizi

Banjarnegara memang mempunyai minuman khas nan unik, “Dawet Ayu”. Keberadaan minuman khas ini, membawa Banjarnegara semakin dikenal oleh daerah lain. Perlu sahabat ketahui, sekarang minuman khas Dawet Ayu sudah ada perkembangan atau inovasi. Inovasi yang saya maksud yaitu inovasi isi dari Dawet. Dawet Ayu Da’ Lele atau Dawet Ayu Daging Lele. Pembutan isi Dawet atau cendol yang dulu hanya menggunakan bahan dasar tepung hunkwe, sekarang ditambah dengan Daging Lele. Da’ Lele ini tercipta karena adanya program dari pemerintah yaitu Gerakan Memasyarakatkan Ikan (GEMARIKAN). Dengan adanya program dari pemerintah tersebut, akhirnya Bu Anggi (inovator Da’ Lele) yang juga alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Jurusan Perikanan membuat inovasi untuk minuman khas Banjarnegara.

Mengapa sang inovator menggunakan Daging Lele? Ada beberapa alasan yang saya dapat dari Bu Anggi, antara lain;

  • Daging Lele mempunyai protein yang tinggi
  • Daging Lele mudah didapat di Banjarnegara
  • Daging Lele harganya murah
  • Daging dari Lele lebih banyak dibanding daging ikan lainnya. Seperti; ikan Mujair dsb.

Dari alasan di atas lah, Bu Anggi mencoba menggunakan Daging Lele untuk digunakan sebagai bahan dasar Dawet. Saya yakin, sahabat beranggapan kalau Da’ Lele ini terasa amis. Buang jauh-jauh anggapan tersebut, karena anggapan itu salah. Pembuatan Da’ Lele yang menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam ini, membuat rasa dari Da’ Lele semakin segar, gurih dan tidak amis. Kenapa tidak amis? Jawabannya, karena Bu Anggi sangat memperhatikan proses pembuatannya, terlebih pada saat proses Villeting. Supaya tidak hilang kandungan proteinnya, Daging Lele dicampurkan dengan tepung hunkwe kurang lebih 5 menit sebelum ditiriskan.

Selain proses pembuatan, yang perlu diperhatikan dan perlu diketahui yaitu; Lele yang digunakan untuk bahan dasar Da’ Lele ini bukan Lele sembarangan. Lele yang digunakan bukan Lele ini didapat langsung dari Mandiraja, dan ada sebagian yang didapat dari ternak sendiri. Jadi, jangan khawatir kalau Lele ini adalah lele yang diternak dikolam sembarangan yang biasa untuk buang hajat.

Ahli nutrisi gizi Dr. Achmad Subagio dari Universitas Jember mengemukakan bahwa ikan lele memiliki kandungan gizi yang setara dengan daging sapi apabila dikonsumsi dalam jumlah tertentu.

Selain itu, menurut Dr. Achmad Subagio mengklaim bahwa daging Lele dapat merangsang perkembangan otak anak. “Kandungan gizi daging Lele sangat tinggi, banyak mengandung vitamin A,” ujarnya. Daging ikan lele mengandung poli asam lemak tidak jenuh (PUFA) yang terdiri dari omega-3 dan omega-6. PUFA tidak disintesa tubuh, sehingga harus diperoleh dari makanan. Lemak ikan dapat menurunkan LDL (Low Density Lipid) kolesterol dalam plasma darah,

Selain itu, kandungan lemaknya jauh lebih rendah dibandingkan daging sapi atau daging ayam. Daging ikan lele hanya mengandung lemak 2 gram saja. Ini jauh lebih rendah di bandingkan sapi (14 gram) dan ayam (25 gram). Sehingga, daging ikan lele lebih sehat untuk dikonsumsi masyarakat.

Prof. Dr. Made Astawan seorang ahli teknologi pangan dan gizi memaparkan bahwa ikan lele mengandung protein dengan kadar lisin dan leusin lebih tinggi dibanding daging sapi. Leusin sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga kesetimbangan nitrogen pada orang dewasa.

Leusin juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot. Sementara lisin sangat dibutuhkan tubuh untuk membantu proses pertumbuhan. Asam amino lisin menjadi kerangka bagi niasin dan sering dilibatkan dalam pengobatan penyakit herpes.

Masih menurut Prof. Dr. Made Astawan,dilihat dari komposisi gizinya ikan lele juga kaya fosfor. Nilai fosfor pada ikan lele lebih tinggi daripada nilai fosfor pada telur yang hanya 100 mg. Peran mineral fosfor menempati urutan kedua setelah kalsium.

Di dalam tubuh, fosfor yang berbentuk kristal kalsium fosfat, 80 persen berada pada tulang dan gigi. Fungsi utamanya sebagai pemberi energi dan kekuatan untuk metabolisme lemak dan pati, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, untuk sintesis DNA serta penyerapan dan pemakaian kalsium.

Kebutuhan fosfor bagi ibu hamil tentu lebih banyak dibanding saat-saat tidak mengandung karena ibu hamil butuh fosfor lebih banyak untuk tulang janinnya. Jika asupan fosfor kurang, janin akan mengambilnya dari tulang sang ibu. Ini salah satu penyebab penyakit tulang keropos pada ibu. Kebutuhan fosfor akan terpenuhi apabila konsumsi protein juga diperhatikan.

Dilihat dari perbandingan kalium dan natrium yang mencapai 24,5:1, ikan lele dapat digolongkan sebagai makanan sehat untuk jantung dan pembuluh darah. Makanan tergolong makanan sehat untuk jantung dan pembuluh darah bila mengandung rasio kalium terhadap natrium minimal 5:1.

Kalium diketahui bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah, terapi darah tinggi, serta membersihkan karbondioksida di dalam darah. Kalium juga bermanfaat untuk memicu kerja otot dan simpul saraf. Kalium yang tinggi juga akan memperlancar pengiriman oksigen ke otak dan membantu memperlancar keseimbangan cairan tubuh.

Kadar lemak ikan air tawar dan payau termasuk rendah. Lemak tersebut terdapat pada bagian perut, terutama tubuh bagian bawah dan dalam hati. Lemak ikan sebagian besar berupa lemak sederhana, yakni trigliserida yang bersifat netral dan ada juga yang berbentuk kompleks seperti fosfolipida dan sterol.

Asam lemak ikan umumnya berantai karbon lurus dan mempunyai atom karbon antara 14 hingga 24 atom Jumlah asam lemak jenuh antara 17 hingga 21 persen dan asam lemak tidak jenuh antara 79 hingga 83 persen Tingkat asam lemak tidak jenuh yang tinggi membuat ikan air tawar, termasuk ikan lele baik untuk menekan kolesterol.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu