dalam kategori | Layanan Kesehatan

Chiropractic untuk penyembuhan nyeri punggung

Chiropractic untuk penyembuhan nyeri punggung

Banyak orang datang ke chiropractor untuk penyembuhan nyeri punggung (back pain). Namun ada baiknya untuk berhati-hati. Banyak dari apa yang dilakukan chiropractors adalah omong kosong, dan mereka seringkali memberi keterangan yang salah kepada pasien-pasien mereka.

Apakah anda perlu untuk mengunjungi chiropractor? Ada bukti yang perlu dipertimbangkan bahwa manipulasi tulang belakang dapat membantu membebaskan beberapa tipe nyeri leher dan punggung. Namun manipulasi leher dapat menjadi berbahaya. Dan menurut studi yang dipublikasikan New England Journal of Medicine pada 8 oktober 1998, manipulasi tulang belakang mungkin tidak lebih efektif daripada terapi fisik dalam merawat nyeri punggung dan hanya sedikit lebih efektif daripada membantu diri sendiri dengan mengikuti instruksi dari buku panduan. Jadi bagaimana tentang perawatan chiropractic ? Haruskah anda — atau anggota keluarga anda — pergi ke chiropractor ?

Tidak ada keraguan bahwa pembebasan nyeri punggung yang dramatik akan adakalanya terjadi ketika manipulasi digunakan untuk membuka sendi tulang belakang yang terikat. Banyak orang dengan nyeri belakang yang akut atau kronis mengalami pengurangan gejala ketika tulang belakang dikendurkan dengan manipulasi yang dilakukan oleh chiropractor, osteopath, terapis fisik, atau orthopedist.

Manipulasi adalah layanan yang diberikan chiropractors, bagaimanapun, dan laporan yang dikeluarkan oleh RAND Corporation menyatakan bahwa 94% dari manipulasi seperti itu di Amerika dilakukan oleh chiropractors [2]. Untuk sebab ini, banyak orang-orang yang mempunyai nyeri belakang (back pain) akan mengunjungi praktek chiropractic dimana mereka akan mengalami manipulasi tulang belakang untuk pertama kalinya.

Survey konsumen yang dipublikasikan di bulan Mei 2000 menemukan bahwa 35% dari 46,860 responden telah menggunakan terapi-terapi alternatif untuk beragam persoalan, 40% dari mereka mendapatkan perawatan chiropractic untuk nyeri belakang [3]. Pasien-pasien nyeri belakang menilai pengurutan, perawatan chiropractic, latihan, dan terapi fisik (dalam urutan itu) adalah lebih efektif daripada obat-obat yang diresepkan, acupuncture, obat-obat bebas resep, dan bentuk-bentuk perawatan lainnya.

Sesungguhnya banyak orang dengan nyeri belakang (back pain) pergi ke chiropractors, dan kebanyakan dari mereka puas dengan perawatan yang mereka terima. Namun banyak yang tidak sadar atas kontroversi dan bualan yang berhubungan dengan beberapa bentuk perawatan chiropractic dan seringkali mereka menjadi korban dari informasi yang keliru.

Teori Chiropractic

Saat ini secara umum dimengerti bahwa manipulasi tulang belakang dapat menyembuhkan beberapa tipe nyeri belakang (back pain). Kebanyakan chiropractors mengakui melakukan lebih banyak daripada hanya merawat nyeri belakang.

Berhubungan dengan teori yang secara ilmiah ditolak bahwa salah baris (dislokasi) dari vertebrae atau “subluxated” vertebrae menyebabkan “gangguan syaraf” (nerve interference) yang berakibat pada penyakit atau gangguan kesehatan, banyak chiropractor menggunakan “spinal adjustments” (penyesuaian tulang belakang) untuk merawat penyakit dan infeksi serta nyeri belakang.

Association of Chiropractic Colleges memberikan dukungan untuk teori ini pada tahun 1996 ketika presiden-presiden dari seluruh North American chiropractic colleges mencapai konsensus dan mengeluarkan pendapat yang menyatakan bahwa “Chiropractic memberi perhatian pada pemeliharaan dan pemulihan kesehatan, dan memfokuskan perhatian utama pada subluxation.” [4].

Profesi chiropractic terus menerus ditegaskan sebagai metode pembetulan subluxations (dislokasi) untuk memulihkan dan memelihara kesehatan, meskipun faktanya bahwa tidak ada studi ilmiah yang mengindikasikan bahwa salah penjajaran (misalignment) vertebrae atau persoalan lain apa saja pada tulang belakang adalah penyebab dari penyakit atau infeksi. Mendasarkan perawatan mereka pada teori dislokasi vertebra (vertebral subluxation theory), banyak chiropractor mengakui menjadi dokter perawatan primer yang mampu merawat dan mencegah, untuk lingkup yang luas, dari penyakit-penyakit manusia (dan hewan).

Beberapa chiropractor menyarankan bahwa penyesuaian tulang belakang harus dimulai pada waktu kelahiran untuk mengkoreksi dislokasi (subluxations) yang disebabkan oleh “trauma kelahiran”. Seluruh keluarga mungkin disarankan untuk menjalani penyesuaian tulang belakang yang teratur seumur hidup dalam rangka untuk memelihara kesehatan yang optimum dengan “mempertahankan spine dalam garis”. Bahkan beberapa chiropractor menspesialisasikan diri pada chiropractic anak (pediatrics). Menurut American Chiropractic Association, 10% dari kunjungan pasien ke chiropractor dilakukan oleh anak-anak dan kaum remaja yang dirawat untuk penyakit-penyakit seperti otitis media (peradangan telinga tengah), asma, alergi, kolik anak-anak (infantile colic), dan enuresis (ngompol)[5]. Artikel bulan April tahun 2000 pada Archives of Pediatric and Adolescent Medicine memperingatkan bahwa perawatan chiropractic anak seringkali tidak konsisten dengan petunjuk-petunjuk medis yang direkomendasikan [6]. “Ketika saya merenungkan chiropractor merawat bayi berumur 2 minggu dengan demam”, komentar seorang penulis, “saya mendapat sakit kepala yang gigantik”.

Studi-studi yang dilakukan oleh chiropractor-chiropractor dan dipublikasikan dalam “peer reviewed” chiropractic journals seringkali merekomendasikan perawatan untuk kondisi-kondisi semacam infantile colic dan asma. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Manipulative and Physiological Therapeutics misalnya, menyimpulkan bahwa “Manipulasi spine efektif dalam membebaskan infantile colic” [7] — kesimpulan yang tidak dikonfirmasi dengan penelitian yang dapat dipercaya dan tidak bias (menyimpang) baru-baru ini disangkal oleh studi yang didisain dengan baik oleh team peneliti Norwegia [8].

Ketika para peneliti medis menguji manipulasi chiropractic sebagai perawatan dari asthma pada anak-anak, mereka melaporkan bahwa “manipulasi spine chiropractic pada perawatan medis yang biasa tidak bermanfaat” [9]. Meskipun manipulasi chiropractic dapat bermanfaat dalam perawatan dari beberapa tipe nyeri leher dan nyeri belakang, saya selalu menasehati orang-orang tua untuk tidak membawa bayi-bayi dan anak-anak mereka ke chiropractor, karena risikonya mungkin melebihi manfaatnya.

Batasan-Batasan Dari Chiropractic

Karena chiropractor bekerja pada area punggung, kebanyakan orang berpikir chiropractor sebagai spesialis punggung. Namun ketika pasien nyeri belakang mengunjungi praktek chiropractic, mereka mungkin diberikan pamflet-pamflet (surat-surat selebaran) yang menyarankan bahwa perawatan chiropractic juga bermanfaat untuk asma, infantile colic, infeksi telinga, gangguan-gangguan pencernaan, dan banyak lagi persoalan-persoalan organik atau visceral.

Ada banyak chiropractor-chiropractor yang bagus yang melakukan pekerjaan yang baik merawat nyeri belakang (back pain), namun sedikit yang secara sukarela membatasi perawatan mereka pada perawatan nyeri belakang/punggung. Fakultas-fakultas chiropractic masih mengajari teori bahwa menggunakan penyesuaian spine untuk mengkoreksi dislokasi vertebrae (vertebral subluxations) akan memulihkan dan memelihara kesehatan. Sampai anda melihat chiropractor yang direkomendasikan oleh spesialis orthopedik atau yang bekerja dengan dokter-dokter dalam klinik nyeri belakang, kecil kemungkinan anda menemukan chiropractor yang dibatasi secara tepat. Konsumen-konsumen yang terpengaruh informasi buruk mungkin tidak tahu batasan yang tepat ketika mereka mengunjungi chiropractor.

“Bahwa manipulasi spine sedikit banyaknya adalah terapi simptomatik yang efektif untuk beberapa pasien dengan nyeri belakang bagian bawah yang akut, saya percaya, tidak lagi diperdebatkan”, kata editorial dalam the New England Journal of Medicine [10]. Namun “nampaknya hanya ada sedikit bukti yang mendukung nilai dari manipulasi spine untuk kondisi-kondisi yang bukan musculoskeletal. Oleh sebab itu, saya pikir saat ini tidaklah tepat untuk mempertimbangkan chiropractic sebagai alternatif dari perawatan medis tradisional”.

Paling sedikit ada lima petunjuk-yang harus diamati ketika mencari perawatan chiropractic untuk nyeri punggung (belakang).

1. Waspada
Cari chiropractor yang secara terbuka menyatakan bahwa prakteknya terbatas pada perawatan dari persoalan-persoalan neuromusculoskeletal mekanik. Anggota-anggota dari kelompok kecil yang disebut National Association of Chiropractic Medicine (NACM) telah secara terbuka mencela teori dislokasi chiropractic (chiropractic subluxation theory), namun kecil kemungkinan anda menemukan chiropractor NACM dalam komunitas anda. Anda mungkin juga menemukan chiropractor yang cocok dari direktori yang dipasang di Chirobase.org. Jika anda tidak dapat menemukan chiropractor yang spesialis neuromusculoskeletal atau yang bekerja di klinik nyeri belakang sebagai anggota dari team perawatan belakang, anda harus waspada sebagai konsumen yang terinformasi jika anda ingin melindungi diri anda dari bualan-bualan yang berhubungan dengan perawatan chiropractic. Ada banyak prosedur-prosedur dan teknik-teknik chiropractic yang anda harus hindari — beberapa darinya berbahaya serta menghabiskan waktu dan uang.

2. Cari Manipulasi Yang Tepat
Manipulasi spine yang dilakukan dengan benar selalu dilakukan dengan tangan. Chiropractor-chiropractor yang percaya bahwa vertebrae yang sedikit salah baris (penjajaran) dapat menyebabkan penyakit seringkali menggunakan mesin atau palu-palu kecil berisi per yang digenggam untuk menepuk vertebrae yang salah baris untuk balik ketempatnya. Survei tahun 1998 oleh National Board of Chiropractic Examiners menemukan bahwa 62.8% dari responden yang disurvei mengatakan mereka menggunakan Activator mallet (palu) untuk menyesuaikan dislokasi-dislokasi (subluxations) [11]. Chiropractor-chiropractor semacam ini mungkin juga meggunakan alat-alat untuk mengukur panas dan aktivitas elektrik di permukaan kulit dalam pencarian untuk dislokasi-dislokasi (subluxations). Perawatan satu-satunya yang mungkin mereka tawarkan adalah penyesuaian spine untuk gejala yang menyakitkan anda. Chiropractor yang bagus, yang spesialisasi dalam perawatan persoalan-persoalan neuromusculoskeletal, tidak menggunakan alat dan mesin untuk mendiagnosa dan merawat dislokasi-dislokasi (subluxations). Dan perawatannya tidak terbatas pada penyesuaian spine. Terapi fisik, massage, latihan, istirahat, perawatan di rumah dengan kompres panas atau dingin – atau tanpa perawatan sama sekali – adakalanya adalah lebih tepat daripada manipulasi spine.

3. Hindari Perawatan Yang Tidak Perlu
Sementara episode akut dari nyeri belakang dapat melumpuhkan dan menakutkan, ingat bahwa kebanyakan nyeri belakang hilang dalam dua sampai empat minggu. Setelah istirahat ranjang (bed rest) beberapa hari, kebanyakan pasien nyeri belakang dapat mulai bergerak dan secara berangsur-angsur memulai kembali aktivitas-aktivitas normal setelah satu atau dua minggu. Jika anda pergi ke chiropractor untuk mengobati nyeri belakang, anda harus menghentikan perawatan jika nyeri anda memburuk selama minggu pertama atau jika anda tidak lebih baik setelah dua minggu. Jika gejala-gejala anda bertahan setelah satu bulan, cari spesialis orthopedik untuk diagnosis yang definitif.

Chiropractor yang cukup berkompeten dalam membuat diagnosis mungkin segera merujuk anda pada spesialis jika tanda peringatan tertentu hadir, seperti: demam; sejarah kanker; nyeri belakang yang berkepanjangan yang tidak hilang dengan istirahat; kemungkinan patah tulang yang berakibat dari umur yang lanjut, penggunaan jangka panjang dari steroid-steroid, atau luka parah; dan seterusnya. Pada kasus peregangan yang sederhana, anda mungkin dinasehati bahwa istirahat dan waktu adalah perawatan yang paling baik.

Namun anda tidak dapat selalu percaya pada kemampuan diagnostik dari chiropractor. Beberapa chiropractor cenderung untuk “menganalisa” tulang belakang dalam pencarian untuk dislokasi-dislokasi (subluxations) daripada membuat diagnosis. Mereka selalu menemukan subluxations yang memerlukan penyesuaian tulang belakang. Chiropractor-chiropractor semacam itu hampir tidak mungkin memberikan nasehat yang tepat dan cenderung lebih mensubjekkan anda pada perawatan yang berkepanjangan dan tidak diperlukan.

Waspada jika diagnosis chiropractor anda adalah “subluxated vertebrae (vertebrae yang terdislokasi)”. Bahkan lebih waspada lagi jika anda diberikan rencana perawatan yang merekomendasikan kunjungan-kunjungan harian yang secara berangsur-angsur dikurangi dalam frekwensi melaui periode dari beberapa bulan. Rencana-rencana semacam itu biasanya menjurus pada “perawatan pemeliharaan” yang memerlukan satu atau dua perawatan-perawatan setiap bulan sepanjang sisa hidup anda !

4. Popping Normal Backs
Aturan umumnya, perawatan chiropractic, atau perawatan manipulatif untuk nyeri belakang, harus dihentikan ketika gejala-gejala hilang dan anda merasa sehat. Adalah tidak perlu untuk meneruskan kegiatan penyesuaian-penyesuaian tulang belakang kecuali jika anda mempunyai persoalan struktural yang menyebabkan nyeri belakang kronis yang dapat dihilangkan untuk sementara dengan manipulasi. Manipulasi yang sering dan tidak perlu mungkin menghasilkan lebih banyak kerugian daripada keuntungan, menyebabkan anda mencari perawatan untuk gejala-gejala yang justru disebabkan oleh manipulasi.

Sendi-sendi tulang belakang yang normal seringkali menghasilkan suara-suara popping (meletus) ketika permukaan-permukaan sendi dipisahkan dengan kuat oleh manipulasi. Pasien-pasien chiropractic seringkali menafsirkan suara-suara ini sebagai gerakan dari vertebrae yang keluar dari tempatnya. Beberapa chiropractor-chiropractor menggunakan suara popping tersebut untuk membesarkan hati pasien-pasien agar kembali untuk penyesuaian-penyesuaian spine berkala dalam rangka untuk “memelihara penjajaran vertebrae”. Sementara perawatan semacam itu mempunyai efek placebo yang kuat, dia menyesatkan dan cenderung untuk mengabadikan penyakit atau ketakutan atas rasa sakit.

5. “Spesialis-Spesialis Leher”
Beberapa chiropractor-chiropractor yang berdasarkan pada subluxation percaya bahwa kebanyakan penyakit, termasuk nyeri belakang bagian bawah, berhubungan dengan vertebrae yang salah baris (penjajaran) di leher. “Spesialis-spesialis cervical bagian atas” ini selalu menyesuaikan leher, biasanya dua vertebrae puncak di dasar tengkorak. Ini dapat menjadi berbahaya, karena rotasi yang berlebihan dari kepala dan spine cervical bagian atas menempatkan tegangan pada arteri-arteri vertebrae dan dapat berakibat pada luka vascular atau stroke.

Ada kasus-kasus khusus dimana manipulasi cervical dapat bermanfaat ketika persoalan-persoalan vascular telah dapat diabaikan dan rotasi kepala sewaktu manipulasi tidak melebihi 50 derajat. Namun manipulasi cervical tidak boleh dilakukan secara rutin, apalagi menjadi tindakan pencegahan. Kebanyakan dari kita akan tidak pernah memerlukan manipulasi cervical. Chiropractor-chiropractor cervical bagian atas yang memanipulasi leher setiap pasien harus dihindari. Orang-orang yang lebih tua, terutama yang mempunyai penyakit vascular atau yang mungkin sedang mengkonsumsi pengencer darah, tidak boleh menyerah/tunduk pada manipulasi leher.
Bahaya-Bahaya Dari Manipulasi Leher

Laporan RAND tahun 1996, The Appropriateness of Manipulation and Mobilization of the Cervical Spine, memperkirakan bahwa stroke dan luka-luka lain yang berakibat dari manipulasi cervical spine terjadi kira-kira 1.46 kali per 1,000,000 manipulasi [12]. Juga disimpulkan bahwa hanya 11.1% dari indikasi-indikasi yang dilaporkan tepat untuk manipulasi cervical. Pasien yang menjalani manipulasi leher yang teratur, sering, dan sama sekali tidak perlu, berhadapan dengan resiko yang lebih besar. Karena banyak kasus stroke yang disebabkan oleh manipulasi cervical masih belum teridentifikasi, studi-studi sedang dilakukan untuk menghitung berapa banyak korban-korban stroke akibat manipulasi leher. Kejadian stroke akibat manipulasi leher mungkin jauh lebih tinggi daripada yang diindikasikan pada studi-studi masa lalu. Studi oleh Canadian Stroke Consortium, yang dipublikasikan pada tanggal 18 Juli tahun 2000, Canadian Medical Association Journal, contohnya, melaporkan bahwa stroke sebagai akibat dari manipulasi leher terjadi pada 28% dari 74 kasus-kasus yang dipelajari [13].

Kasus-kasus lain adalah gerakan leher yang tiba-tiba dari berbagai tipe. Penemuan yang paling umum adalah vertebral artery dissection (pemisahan atau robekan dari dinding-dinding arteri dengan pembentukan bekuan dan embolism) yang disebabkan oleh gerakan yang tiba-tiba atau rotasi dari dua vertebrae cervical puncak.

Chiropractor-chiropractor umumnya memanipulasi spine cervical bagian atas sebagai perawatan untuk nyeri kepala dan leher. Namun karena nyeri semacam itu dapat menjadi gejala dari vertebral atau carotid artery dissection, terutama setelah luka, mungkin adalah bijaksana untuk membatalkan manipulasi leher untuk nyeri kepala atau leher sampai faktor-faktor risiko dapat diidentifikasi. Izin atau persetujuan harus selalu didapatkan dari pasien-pasien yang mau menjalani manipulasi cervical. Pada banyak kasus-kasus, massage, traction, dan bentuk-bentuk lain dari terapi dapat digantikan untuk manipulasi cervical. Tension headache, contohnya, umumnya dirawat dengan manipulasi leher chiropractic. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association menemukan bahwa manipulasi spine adalah tidak lebih efektif daripada massage dalam membebaskan sakit kepala tensioner yang episodik atau kambuh [14].

Jadi berhati-hatilah. Sampai studi-studi pada manipulasi cervical telah dituntaskan, jangan lakukan manipulasi leher, kecuali anda mempunyai persoalan yang tidal dapat dirawat dengan cara lain. Sakit kepala “cervicogenic” yang kronis, contohnya, dimana nyeri dipindahkan dari sendi-sendi dalam spine cervical, dapat seringkali dibebaskan dengan manipulasi cervical yang tepat. Namun manipulasi semacam itu harus dilakukan hanya setelah diagnosis yang benar telah dibuat dan bentuk-bentuk lain dari perawatan telah gagal.

Intinya

Chiropractor yang baik dapat melakukan banyak hal untuk membantu anda ketika anda mempunyai nyeri belakang tipe mekanik dan persoalan-persoalan musculoskeletal lain. Namun sampai profesi chiropractic membersihkan aksinya, dan fakultas-fakultasnya secara seragam meluluskan chiropractor-chiropractor yang dibatasi secara benar, yang berspesialisasi pada persoalan-persoalan neuromusculoskeletal, anda akan harus berhati-hati dalam pengambilan keputusan ketika mencari perawatan chiropractic.

References
1. Cherkin DC and others. A comparison of physical therapy, chiropractic manipulation, and provision of an educational booklet for the treatment of patients with low back pain. New England Journal of Medicine 339:1021-1029, 1998.
2. Shekelle PG and others. The Appropriateness of Spinal Manipulation for Low-Back Pain: Project Overview and Literature Review. Santa Monica, Calif: RAND, 1991, p 3.
3. Consumer Reports Survey. The mainstrearning of alternative medicine. Consumer Reports, May: 17-25, 2000
4. Association of Chiropractic Colleges. A position paper on chiropractic. Journal of Manipulative and Physiological Therapeutics 19:633-637, 1997.
5. Goertz C. ACA annual statistical survey on chiropractic practice. Journal of the American Chiropractic Association 33:35-41, 1996.
6. Lee A and others. Chiropractic care for children. Archives of Pediatric and Adolescent Medicine 154:401-407, 2000. M
7. Wilberg JM and others. The short-term effect of spinal manipulation in the treatment of infantile colic: A. randomized controlled clinical trial with a blinder observer. Journal of Manipulative and Physiological Therapeutics 22:517-522, 1999.
8. Olafsdottir E and others. Randomised controlled trial of infantile colic treated with chiropractic spinal manipulation. Archives of Diseases in Childhood 84:138-141, 2001.
9. Balon JP and others. A comparison of active and simulated chiropractic manipulation as adjunctive treatment for childhood asthma. New England Journal of Medicine 339:1013-1020, 1998.
10. Shekelle PG. Editorial: What role for chiropractic in healthcare? New England Journal of Medicine 339(15):1074-1075, 1998.
11. Christensen MG and others. Job Analysis of Chiropractic. Greeley, Colo.: National Board of Chiropractic Examiners, 2000, p 129.
12. Coulter IE and others. The Appropriateness of Manipulation and Mobilization of the Cervical Spine. Santa Monica, Calif: RAND, 1996, pp 18-43.
13. Norris W and others. Sudden neck movement and cervical artery dissection. Canadian Medical Journal 163:38-40, 2000. [PDF}
14. Bove G, Nilsson N. Spinal manipulation in the treatment of episodic tension-type headache: A randomized controlled trial. JAMA 280:1576-1579, 1998.

Samuel Homola, D.C., practiced chiropractic for 43 years. He is the author of twelve books, including Bonesetting, Chiropractic, and Cultism; Backache: Home Treatment and Prevention; and Muscle Training for Athletes. His book Inside Chiropractic: A Patient’s Guide was published by Prometheus Books in 1999. He is now retired and lives in Panama City, Florida, with his wife, Martha.

Satu respon to “Chiropractic untuk penyembuhan nyeri punggung”

  1. Indonesiamerdeka says:

    Klinik CHIRO SOLUTIONS 24 – Praktek Dokter Chiropractic
    Jln. Muara Karang Utara Raya, Blok A 4 Utara No.61, Jakarta Utara.
    0853 7070 7053 & 0857 7979 5353



Trackbacks/Pingbacks


Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu