dalam kategori | Pola Hidup

Cerdas mengkonsumsi Fast Food

Cerdas mengkonsumsi Fast Food

Fast food atau makanan cepat saji adalah istilah dari makanan yang pengolahannya membutuhkan waktu yang cepat dan dapat dikonsumsi secara instan. Dengan prosesnya yang serba instan, fast food cenderung memiliki kandungan nutrisi yang tidak seimbang. Kebanyakan fast food mengandung kalori, lemak dan garam yang tinggi yang dapat merugikan kesehatan Anda.

Fast food atau makanan cepat saji bisa kok, menjadi bagian dari pola makan sehat atau rencana diet Anda. Kuncinya hanya satu: Anda perlu sedikit choosy alias pemilih. Caranya?

  1. Pilih porsi kecil. Bila restoran menyediakan sandwich dalam beberapa ukuran, pilihlah ukuran yang paling kecil. Lupakan hamburger berisi 2 – 3 daging asap, karena makanan ini mengandung lebih dari 1.000 kalori dan 70 gram lemak. Sebaliknya, pilihlah hamburger berukuran regular atau porsi untuk anak kecil, sebab ‘hanya’ mengandung 250 – 300 kalori. Aturan ini juga berlaku untuk kentang goreng. Dengan memilih porsi lebih kecil, Anda bisa mengurangi sebanyak 200 – 300 kalori. Lumayan kan?
  2. Belilah side dish atau makanan sampingan lebih sehat. Misalnya, dibandingkan kentang goreng, belilah salad kentang dengan low-fat dressing atau baked potato. Bisa juga, tambahkan menu makanan Anda dengan semangkuk buah atau yogurt. Pilihan sehat lainnya adalah bubur atau sup ayam, perkedel kentang atau mashed potato.
  3. Sisihkan kulitnya. Makanan dilapisi tepung dan digoreng, seperti ayam atau fillet ikan, mengandung lemak dan kalori cukup tinggi. Kalaupun Anda ingin mengonsumsi ayam goreng, jangan lupa sisihkan kulitnya.
  4. Pesanlah makanan ala Anda. Jangan selalu terpaku dengan pakem sajian ala restoran fast food. Boleh-boleh saja kok, meminta pelayan mengurangi mayones atau mustard dalam burger Anda.
  5. Perhatikan minuman. Banyak minuman mengandung kalori dalam jumlah besar. Misalnya, minuman bersoda ukuran besar (946 ml) mengandung 300 kalori. Sebaiknya, pesanlah minuman bersoda diet, air mineral, atau jus buah. Hindari es krim atau milkshake, sebab bisa mengandung 800 kalori dan lemak.

Alasan Anda harus hindari makanan fast food

Sebuah posting di situs pegawai McDonald’s memperingatkan pegawainya untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi fast food, termasuk yang diproduksi restoran bersimbol huruf M tersebut.

Fast food memang cepat, harganya terjangkau dan siap dikonsumsi. Namun, fast food mengandung kalori, lemak jenuh, gula, dan garam yang cukup tinggi. Kandungan ini berisiko mengakibatkan konsumennya mengalami kelebihan berat badan,” kata CNBC mengutip posting tersebut.

Dalam posting itu juga disarankan agar memilih asupan yang lebih sehat, dan menghindari makanan yang diolah secara deep fried. “Makanlah di tempat yang menawarkan salad, sup, dan sayur yang baik untuk kesehatan. Memang menantang untuk bisa mengonsumsi makanan sehat di resto fast food. Sebisa mungkin hindarilah pangan yang diolah deep fried.

Tak ketinggalan, saran dalam posting juga ditujukan kepada penderita hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung, agar berhati-hati memilih fast food. Hal ini dikarenakan kandungan lemak, garam, dan gula cukup tinggi yang berbahaya bagi kesehatan.

Memang McDonald’s telah membantah konten dalam posting tersebut, dengan menyediakan menu yang menurut mereka lebih sehat. Menu yang sudah tersedia dalam daftar menu ini antara lain putih telur dan smoothies buah. Tapi sebenarnya apa saja alasan mengapa kita harus menghindari fast food?

Meningkatkan Risiko Serangan Jantung
Kandungan kolesterol yang tinggi pada makanan fast food dapat mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah. Pembuluh darah yang tersumbat akan membuat aliran darah tidak lancar yang dapat mengakibatkan terjadinya serangan jantung koroner.

Membuat Anda Ketagihan
Fast food mengandung zat aditif yang dapat membuat Anda ketagihan dan merangsang Anda untuk ingin terus memakannya sesering mungkin. Hal ini terkadang membuat Anda mengonsumsinya secara rutin tiap hari. Hindari kebiasaan ini dengan mengganti makanan fasfood Anda dengan makanan yang lebih sehat, seperti buah-buahan dan sayuran segar.

Meningkatkan Berat Badan
Jika Anda suka mengonsumsi fast food dan jarang berolahraga, maka dalam beberapa minggu tubuh Anda akan mengalami penambahan berat badan yang tidak sehat. Lemak yang Anda dapat dari mengonsumsi fast food tidak digunakan dengan baik oleh tubuh jika Anda tidak berolahraga. Lemak inilah yang kemudian tersimpan dan menumpuk dalam tubuh Anda.

Meningkatkan Risiko Kanker
Kandungan lemak yang tinggi yang terdapat dalam makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker payudara dan usus besar.

Memicu Diabetes
Kandungan kalori dan lemak jenuh yang tinggi dalam fast food akan memicu terjadinya resistensi insulin yang berujung pada penyakit diabetes. Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel tubuh tidak merespon insulin sehingga menurunkan penyerapan glukosa yang menyebabkan banyak glukosa menumpuk di aliran darah.

Memicu Tekanan Darah Tinggi
Garam dapat membuat masakan menjadi jauh lebih nikmat. Hampir semua makanan fast food mengandung garam yang tinggi. Garam mengandung natrium, ketika kadar natrium dalam darah tinggi dan tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal, volume darah meningkat karena natrium bersifat menarik dan menahan air. Peningkatan ini menyebabkan jantung Anda bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh yang menyebabkan tekanan darah tinggi.

Satu respon to “Cerdas mengkonsumsi Fast Food”

  1. Manfaat2 says:

    thank every much



Trackbacks/Pingbacks


Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.
* = required field

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat
ads

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu