dalam kategori | Penyakit

Cangkok Ginjal, lebih baik dari pada cuci darah

Cangkok Ginjal, lebih baik dari pada cuci darah

Cangkok ginjal sebenarnya adalah solusi terbaik bagi pasien gagal ginjal. Penurunan fungsi ginjal memaksa pasien penderita gagal ginjal tahap akhir melakukan terapi cuci darah (dialisis). Namun pasien harus menanggung biaya amat tinggi seumur hidup, karena terapi pengganti fungsi ginjal ini masih mahal.

Penyakit gagal ginjal tahap akhir semakin banyak diderita penduduk. Diperkirakan ada sekitar 70.000 kasus gagal ginjal tahap akhir di Indonesia dan sekitar 10 persennya menjalani terapi cuci darah dan sampai tahun 2010 baru sekitar 600 orang yang melakukan transplantasi ginjal.

Menurut Prof dr Endang Susalit, Sp.PD-KEGH, transplantasi ginjal memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan cuci darah. “Pada umumnya kualitas hidup pasien jauh lebih baik dan ketergantungannya pada fasilitas medis sangat kecil. Operasi cangkok ginjal hanya dilakukan sekali sedangkan dialisis harus seumur hidup,” paparnya dalam acara media edukasi mengenai transplantasi ginjal di Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Dijelaskan olehnya, dibandingkan dengan negara-negara lain, jumlah pasien yang melakukan cangkok ginjal di Indonesia memang sedikit. Selain karena faktor kurang informasi, persoalan biaya yang mahal juga menjadi kendala.

“Operasi cangkok ginjal memang masih mahal, namun jika dibandingkan dengan cuci darah yang harus seumur hidup, sebenarnya lebih murah cangkok ginjal,” tegasnya.

Ditambahkan oleh dr.Bonar Marbun, Sp.PD-KGH, pasien yang melakukan pencangkokan ginjal pada umumnya memiliki angka harapan hidup lebih tinggi dibanding yang melakukan dialisis. “Pendonor ginjal tidak perlu khawatir untuk memberikan ginjalnya karena usia harapan hidup mereka sama dengan populasi umum,” katanya.

Transplantasi ginjal sudah dilakukan secara rutin oleh tim dokter di RSCM sejak tahun 1977 dengan standar internasional. Bahkan saat ini sudah tersedia teknik laparoskopi dengan bedah minimal invasif untuk pengambilan organ ginjal sehingga pemberi organ bisa beraktivitas normal lebih cepat.

Di Indonesia, organ ginjal didapatkan dari donor hidup yang berasal dari keluarga dekat, pasangan, atau teman. “Sebenarnya bisa juga diambil dari cadaver atau mayat, namun belum ada payung hukumnya sehingga belum diperbolehkan,” kata Bonar.

Tantangan dalam pelaksanaan operasi cangkok ginjal

Dari sisi medis, dokter dituntut teliti mengenai berapa banyak pembuluh darah yang harus disambung ketika melakukan pembedahan. Selain itu, ruang yang pas untuk peletakan ginjal juga menjadi tantangan yang harus dihadapi dokter. Karenanya, transplantasi ginjal pun tidak bisa sembarangan dilakukan.

“Dalam operasi cangkok ginjal, sisi pembedahannya adalah sesi yang paling penting. Para dokter harus bisa memerkirakan semua kondisi yang terjadi dalam situasi operasi. Misalnya, berapa banyak pembuluh darah yang harus disambung ketika penyatuan ginjal, ataupun penempatan ruang ginjal sudahkah pas, baik dan tidak berubah posisinya. Tim dokter harus sudah tahu, dan terpenting tidak mengganggu fungsi organ. Hal ini karena tidak terlepas sulitnya mencari ginjal yang match. Para dokter harus cermat dan hati-hati, “ kata DR. Arry Rodjani S.PU ahli bedah RS. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Lebih lanjut dijelaskan, sulitnya pencarian donor yang pas. Menurutnya, mungkin donor bisa dicari dari keluarga ataupun teman yang mau membantu, namun bila tidak cocok hal itu akan percuma.

“Proses pasien bisa sampai cangkok ginjal sudah banyak kendala, entah dari pencarian pendonor yang pas hingga biaya yang relatif mahal. Inilah alasan mengapa operasi cangkok ginjal hanya dapat dilakukan sekali seumur hidup. Selain dari sisi medis, agar tidak menggangu fungsi dari organ lain setelah masa operasi, “ tutupnya.

Komentar Anda

Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat
ads

Rubrikasi

Fitzania Follows

depkes palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu