dalam kategori | Penyakit

Cacing kremi bisa mengganggu vagina dan sistem reproduksi

Cacing kremi bisa mengganggu vagina dan sistem reproduksi

Gatal-gatal akibat infeksi cacing kremi tidak hanya bisa dirasakan di daerah dubur. Pada wanita, cacing tersebut bisa juga menyerang daerah sekitar alat kelamin termasuk vagina dan saluran telur sehingga mengganggu sistem reproduksi.

Cacing kremi atau Oxyuris vermicularis merupakan cacing parasit yang banyak menginfeksi anak-anak maupun dewasa dan ditandai dengan gejala khas berupa rasa gatal di sekitar anus. Cacing dewasa dalam jumlah banyak kadang-kadang bisa ditemukan pada feses atau tinja orang yang terinfeksi.

Dalam siklus hidupnya di dalam tubuh manusia, cacing kremi selalu berpindah-pindah. Sejak berbentuk telur hingga menetas, cacing ini tinggal di usus 12 jari kemudian setelah berubah menjadi larva akan berpindah ke usus tengah yang merupakan bagian atas sistem penyerapan nutrisi.

Setelah dewasa, cacing ini akan bermigrasi ke bagian anus kemudian bergerombol dan menyebabkan rasa gatal di bagian tersebut. Sebagian di antaranya juga akan keluar bersama feses atau tinja dan umumnya bisa diamati dengan mata telanjang, berupa cacing putih yang bergerak-gerak.

Nah, dalam pengembaraannya menuju anus inilah, cacing dewasa sering tersesat lalu bersarang di bagian-bagian yang tidak seharusnya kemudian bersarang di sana untuk bertelur. Salah satunya adalah vagina, yang sering menjadi tempat bersarang cacing kremi dewasa khususnya yang betina.

Di vagina, cacing kremi bisa menyebabkan gatal atau bahkan radang yang pada tingkat keparahan tertentu bisa disertai koreng. Infeksinya bahkan bisa lebih jauh lagi, cacing-cacing itu kadang menyebar hingga saluran telur sehingga bisa mengganggu sistem reproduksi.

“Kalau sudah sampai menginfeksi vagina, pengobatannya tidak bisa lagi pakai obat cacing biasa yang isinya pirantel pamoat. Harus pakai albendazol,” kata ahli parasitologi dari Universitas Indonesia, Prof dr Saleha Sungkar, DAP&E, MS.

Lantas apakah cacing kremi di vagina bisa menular melalui seks oral?

Menurut Prof Saleha, sebagian besar jenis cacing parasit termasuk cacing kremi merupakan soil transmited infection yang penularannya harus diperantarai oleh tanah. Telur cacing parasit baru akan menjadi bentuk infektif (bisa menginfeksi) jika sudah berada di tanah, kemudian masuk lewat saluran pencernaan.

“Penularan cacing harus melalui tanah, terutama tanah liat. Bahkan tinja sekalipun kalau langsung dijilat tidak akan menularkan cacing. Telur cacing yang terbang ke udara juga hanya akan menular jika hinggap di makanan, jadi tidak menular lewat pernapasan,” tambah Prof Saleha.

Cacing Kremi | referatkedokteran.com

Cacing Kremi | referatkedokteran.com

Pada penderita cacing kremi sering terjadi gatal pada dubur, kadang cacing kremi keluar dari anus. Biadi atau cacing kremi sebesar benang, panjangnya lebih kurang sekitar 8mm berwarna putih.

Penularan cacing kremi dapat terjadi pada satu keluarga atau kelompok-kelompok yang hidup di lingkungan yang sama, seperti asrama, rumah piatu, dll. Proses penularannya dapat terjadi melalui :

  • Penularan dari tangan ke mulut sesudah menggaruk darerah sekitar anus
  • Penularan dari tangan dapat menyebarkan telur kepada orang lain karena memegang benda-benda lain yang terkontaminasi telur cacing ini
  • Telur cacing dapat ditemukan di debu ruangan sekolah, asrama, kavetaria, dan lainnya. Telur cacing di debu ini akan mudah diterbangkan oleh angin dan dapat tertelan
  • Telur yang telah menetas di sekitar anus dapat berjalan kembali ke usus besar melalui anus.

Menjaga kebersihan perorangan berperan penting untuk pencegahan penyakit ini, antara lain dengan :

  • Kuku hendaknya selalu dipotong pendek
  • Tangan hendaknya selalu dicuci sebelum makan
  • Makanan sebaiknya dihindarkan dari debu dan tangan yang mengandung parasit
  • Pakaian dan alas kasur hendaknya dicuci bersih dan diganti setiap hari.

Jika salah satu anggota keluarga terinfeksi cacing kremi, sebaiknya pengobatan diberikan kepada seluruh keluarga, agar penyebaran cacing ini dapat dihentikan secara menyeluruh.

Pengobatan tradisional cacing kremi:

1. Berilah penderita salah satu ramuan obat herbal berikut.

a. Bahan:

  • Wortel 3 batang
  • Santan kelapa (kental) 3 sendok makan
  • Garam secukupnya

Cara membuat: Wortel yang sudah dicuci bersih diparut dan diperas, air perasannya dicampur dengan santan dan garam. Minum sekali habis ramuan ini.

b. Bahan:

  • Akar pohon pepaya 1 jari tangan
  • Bawang putih 1 bungkul
  • Air 400 cc

Cara membuatnya: Bawang putih dikeprek, lalu direbus bersama akar pepaya. Tunggu 3 menit setelah mendidih, kemudian matikan pemanas. Dinginkan ramuan ini terus disaring. Ramuan untuk diminum 2 kali sehari.

c. Bahan:

  • Daun ketepeng cina 4 renteng
  • Klembak 1 jari tangan
  • Asam 1 sendok teh
  • Gula batu 1 sendok teh
  • Air 400 cc

Cara meramu: Semua bahan direbus hingga mendidih dan tinggal setengahnya. Dinginkan lalu disaring. Air rebusan diminum sekali habis pada pagi hari sebelum makan apa-apa (untuk penderita anak kurangi takaran ramuan obat tradisional ini).

d. Bahan:

  • Pegagan 4 batang
  • Air matang 3 sendok makan
  • Garam secukupnya

Cara meracik: Daun pegagan yang sudah dicuci bersih ditumbuk sampai lumat lalu campur dengan air dan garam terus diperas. Minum air perasan langsung habis, ulangi lagi besok harinya sampai cacing kremi hilang.

2. Tiap hari sebelum penderita tidur, oleslah anusnya dengan bahan berikut.

  • Daun jarak pagar 1 lembar
  • Minyak kelapa 1 sendok makan

Cara buat: Daun jarak ditumbuk sampai halus, lalu campur dengan minyak kelapa terus diperas. Hasil perasan ini yang dioleskan pada dubur penderita cacing kremi. Pagi hari esoknya banyak terdapat cacing kremi yang mati di permukaan dubur, bersihkan dengan kapas atau kain yang bersih.

Komentar Anda

Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat
ads

Rubrikasi

Fitzania Follows

depkes palmer puspromkes who-id who-id bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu