dalam kategori | Layanan Kesehatan

BPJS untuk 86 juta masyarakat Indonesia

BPJS untuk 86 juta masyarakat Indonesia

Pemerintah sebelumnya menargetkan bahwa pada tahun 2014 nanti, sebanyak 96 juta masyarakat miskin dan pra miskin Indonesia sudah tercakup dalam BPJS. Dengan BPJS, seluruh masyarakat diharapkan dapat mengakses kebutuhan kesehatan dasar dengan terjangkau. Namun setelah melihat realisasinya, target ini diturunkan menjadi 86 juta jiwa.

“Dulu kita sempat merencanakan agar bisa sampai 96 juta jiwa penduduk Indonesia yang tercakup dalam BPJS. Tapi setelah dihitung, kita lebih butuh membangun layanan kesehatan. Maka targetnya kita ubah menjadi 86 juta,” kata Ali Ghufron Mukti, Wakil Menteri Kesehatan dalam acara jumpa pers mengenai penyelenggaraan BPJS di Kementerian Kesehatan, Jumat (11/5/2012).

Secara nasional, pemerintah masih perlu menambah 6.800 lagi jumlah tempat tidur puskesmas. Tahun ini, pemerintah merencanakan akan menambah lagi sebanyak 10.000 tempat tidur. Di beberapa daerah, persebaran kebutuhan ini tidak merata. Misalnya di Jakarta mengalami kelebihan tempat tidur tetapi di Jawa Barat justru sangat kekurangan.

Tahun ini, jamkesmas sudah mencakup 76,4 juta jiwa dan pada akhir 2013 nanti ditargetkan akan bertambah lagi sebanyak 10 juta jiwa yang dibiayai pemerintah. Jika target ini tepenuhi, maka total target sebanyak 86 juta penduduk dapat tercapai pada 1 Januari 2014.

“Harapannya, Indonesia dapat mencakup 63% penduduknya dalam BPJS. Jumlah ini lebih besar dibanding Thailand yang katanya sudah memenuhi universal health coverage. Bahkan kita sudah 6 kali lipat lebih banyak dibanding Malaysia. 63% itu belum termasuk yang akan bertambah tahun 2013 nanti,” kata Wamenkes.

Pengurangan target tersebut dirasa cukup realistis karena jumlah anggaran yang dimiliki terbatas, Sebagai perbandingan, Indonesia hanya mengalokasikan 2,2% anggaran belanjanya untuk program BPJS atau universal health coverage. Sedangkan rata-rata negara lower middle income mengalokasikan dana sebesar 4,3% dari anggaran belanjanya untuk universal coverage.

Meskipun demikian, persiapan BPJS ini dirasa cukup berhasil dan memenuhi saasaran. Jika dibandingkan dengan Filipina yang mengalokasikan sekitar 4% anggaran belanjanya untuk universal health coverage, masyarakat miskin di sana masih harus membayar lagi sekitar 40-60%. Sedangkan di Indonesia hanya menambah rata-rata 30%.

Menurut wamenkes, angka 86 juta tersebut sudah termasuk besar sebab jumlah penduduk miskin di Indonesia saja tidak sampai sebanyak itu. Jumlah tersebut sudah ditambah dengan jumlah penduduk pra miskin dan penduduk yang tidak memiliki penghasilan tetap.

“Angka kemiskinan kita tahun 2010 sebanyak 12,6% dari 237 juta penduduk Indonesia. jadi kira-kira ada 30 jutaan masyarakat miskin. BPJS nantinya juga akan mencakup gelandangan dan orang miskin yang tidak punya identitas. Penghuni penjara dan panti yang miskin juga bisa mengakses asal mendapat rekomendasi dinas sosial,” kata Wamenkes.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu