dalam kategori | Layanan Kesehatan

Bolehkah Pasien DBD Dirawat di Rumah?

Bolehkah Pasien DBD Dirawat di Rumah?

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) memang bisa berbahaya. Meski begitu tidak semua pasien memerlukan perawatan di rumah sakit. Pasien yang kadar trombositnya masih cukup tinggi dan mampu beraktivitas dengan baik boleh dirawat di rumah.

Menurut tata laksana penanganan DBD, pasien yang memiliki gejala demam tinggi, nyeri kepala, tetapi kadar trombositnya di atas 100.000 dan hematokritnya baik, masih boleh dirawat di rumah. “Apalagi kalau pasiennya terlihat tidak lesu dan masih nafsu makan,” kata ahli penyakit infeksi tropis dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr.Leonard Nainggolan, Sp.PD-KPTI.

Meskipun dirawat di rumah, namun Leonard mengingatkan agar kondisi pasien terus dipantau. “Masa kritis biasanya terjadi pada hari ketiga dan keempat. Waspadai jika ada tanda-tanda perdarahan seperti bintik merah di kulit, mimisan, atau muntah darah. Ini adalah tanda darurat,” katanya.

Tetapi perlu disadari bahwa penyakit DBD sulit diprediksi. Setelah demam turun di hari ketiga seringkali diikuti dengan penurunan trombosit. Bila tidak diperhatikan bisa terjadi pengentalan darah. Karena itu pasien harus mendapatkan cairan yang cukup, baik lewat infus atau minuman.

Umumnya, setelah hari kelima pasien akan mengalami pemulihan. Namun sejak didiagnosa DBD pasien harus dipantau keadaan klinisnya melalui pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kadar trombosit dan hematokritnya.

Terapi yang utama pada pasien DBD adalah mencukupi kebutuhan cairan. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue sehingga umumnya tidak memerlukan antibiotika.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu