dalam kategori | Pola Hidup

Belajar kesehatan Bangsa Tionghoa

Belajar kesehatan Bangsa Tionghoa

Bangsa Tionghoa adalah bangsa yang memiliki tradisi yang sangat kuat. Ada tradisi yang baik dan ada juga yang tidak baik. Tentu kita akan belajar apa yang baik dari mereka, salah satunya adalah dalam masalah kesehatan.

Sekitar bulan lalu mertua kakak saya menderita penyakit yang cukup parah, dimana setelah menjalani opname selama beberapa minggu tetap tidak bisa bangun dan hampir tidak dapat menggerakkan badannya sama sekali. Oleh rumah sakit, disuruh bawa pulang kerumah saja, karena diagnosanya mengatakan bahwa otaknya telah mengalami kerusakan yang tidak lama lagi pasti akan meninggal. Kebetulan ipar saya mengenal dokter yang ahli pengobatan tradisional Tionghoa, dan setelah diundang untuk melakukan pemeriksaan, disarankan untuk infus herbal tertentu yang bukan obat modern. Hanya dalam waktu beberapa hari, tidak sampai satu minggu, orang tua ini sudah bisa bangun dan dalam sebulan sudah hampir normal kembali.

Saya bukan hendak mempromosikan obat tradisional Tionghoa, namun kita harus akui karena pengalaman yang sudah sangat lama dan perhatian yang besar terhadap ramuan herbal alami, membuat pengobatan secara tradisional dengan herbal ini kadang sangat ampuh. Tapi banyak juga obat-obatan yang telah dicampur dengan bahan kimia, logam berat, dsb, yang mengakibatkan berbagai problem kesehatan bagi penggunanya, Artinya kita harus pandai-pandai memilih, dan belajar menggunakan bahan alami atau tradisi yang terbukti baik untuk kesehatan kita dan jangan sembarangan mengkonsumsi atau mengikuti petunjuk yang belum tentu aman bagi kita.

Hari ini kita akan coba lihat beberapa tradisi yang baik dan selaras dengan ilmu pengetahuan modern dan terbukti secara ilmiah aman bagi kesehatan kita.

Kita mulai dengan pertanyaan, apakah bangsa Tionghoa terkenal sebagai bangsa yang sehat? Secara umum kita bisa mengatakan demikian, walaupun tidak semuanya benar.

Orang yang tinggal di pinggir kota, di pedesaan dan ini mayoritas, tentu sangat sehat, tapi bagi yang tinggal di kota dan gaya hidupnya sudah seperti gaya hidup orang barat, tentu tidak demikian.

Dalam penelitian akbar yang dilakukan oleh the China Study, kita coba melihat beberapa statistik dan fakta penting mengenai kesehatan mereka.

Penelitian/ sample dilakukan terhadap 6500 orang dewasa, diambil dari 65 kecamatan yang tersebar di pedesaan dan semi pedesaan dan orang-orang yang disurvei memiliki berat badan rata-rata 65 Kg. Hasilnya adalah:

Konsumsi China Amerika
Calories (kcal/ day) 2641 1989
Total fat (% of calories) 14.5 34-38
Dietary fiber (g/day) 33 12
Total protein (g/day) 64 91
Animal protein (% of calories) 0.8 10-11
Total iron (mg/day) 34 18

Apa artinya ? artinya orang Tionghoa disana makan lebih banyak dari orang Amerika, lebih sedikit makan lemak, lebih sedikit protein, lebih sedikit makan daging, lebih banyak konsumsi serat dan zat besi.

Dari pola makan seperti ini, lalu diambil darahnya untuk melihat tingkat kolesterol mereka. Untuk diketahui, tingkat kolesterol dalam darah adalah prediktor terbaik penyakit gaya hidup ala barat.

Nah rata-rata tingkat kolesterol darah di Tiongkok adalah 127 mg/DL, sementara di Amerika adalah 215 mg/ DL, beda hampir 100 point. Kalau diambil rentangnya rata-rata Amerika adalah 170-290 mg/DL dimana rentang terendah ini adalah mendekati angka rentang tertinggi di Tiongkok.

Bagaimana realitas dari angka kolesterol ini di lapangan? Salah satu contoh menarik dari penelitian ini adalah, dalam pengamatan selama tiga tahun terhadap 181.000 wanita di propinsi Sichuan dan 246.000 pria di propinsi Guizhou, didapati bahwa tidak ada seorangpun yang meninggal sebelum berumur 64 tahun karena penyakit jantung koroner, luar biasa bukan?

Setelah data ini dipublikasikan, datang komentar dari tiga dokter jantung yang sangat terkenal di rumah sakit di Amerika yang mengatakan bahwa memang tidak pernah menemukan pasien yang terserang serangan jantung yang fatal jika tingkat kolesterol darah dibawah 150 mg/DL.

Berapakah kolesterol saudara? Jika mau aman, kejarlah target dibawah 150 mg/DL.

Kita telah melihat sedikit fakta mengenai keadaan kesehatan orang Tionghoa disana, sekarang kita akan belajar dari mereka beberapa tradisi yang baik untuk kita ikuti.

Orang Tionghoa memiliki pepatah yang mengatakan bahwa “makanan dan obat datang dari sumber yang sama”. Mereka memiliki perhatian yang besar terhadap makanan, anak-anak diajarkan apa makanan yang bisa memberikan umur panjang, apa makanan yang bisa mendinginkan/ memanaskan badan, apa makanan yang bisa menyeimbangkan Yin dan Yang. Perhatian terhadap makanan bersifat holistik, bagaimana proporsi keseimbangan makanan, rasa makanan, suhu, semuanya dianggap mempengaruhi kesehatan.

1.Mereka menjaga keseimbangan makanan.

Komposisi makanan mereka umumnya terdiri dari:

  • 40–45% Sayuran dan buah-buahan.
  • 40–45% biji-bijian dan karbohidrat – tergantung daerahnya, daerah selatan kebanyakan mereka makan nasi, sementara di utara umumnya makan millet.
  • 10% makanan “kaya” seperti daging, ikan, telur, dairy produk, lemak, minyak dan gula.

Jarang mereka menggunakan menu makan dimana salah satu makanan dominan, mereka akan mengatur semuanya proporsional.

Pengobatan Cina juga menganggap makanan yang “kaya” tadi, special dan sangat bernutrisi, oleh karena itu hanya boleh makan sedikit saja. Jika kelebihan akan membuat pencernaan susah asimilasi.

Kelebihan makanan kaya ini akan membuat perut bermasalah dan keseimbangan kesehatan juga terganggu.

2.Makanlah banyak sayuran

Praktisi kesehatan Tionghoa menganjurkan banyak makan sayuran, karena dipercaya kaya akan nutrisi dan energi Qi. Saya ingat orang tua saya yang masih sempat tinggal beberapa tahun disana semasa kecil, sangat memperhatikan masalah sayur ini. Waktu kecil kita tidak suka makan sayuran, dan orang tua saya selalu memaksa dengan menyendokkan sayuran ke piring.

3. Makanan harus bervariasi.

Dalam menyediakan masakan, rasa, warna, aroma semuanya penting, karena masakan demikian akan memuaskan indra penciuman, penglihatan dan lidah.

Setiap masakan biasanya melibatkan 3-5 warna, menggunakan berbagai bumbu dan saus sehingga mengundang selera. Sebagai contoh kita lihat masakan capcay yang melibatkan sepuluh jenis sayuran, tidak ada yang tidak kenal masakan ini bukan?.

Masakan chinese sangat kaya dengan berbagai bahan pendukung yang bukan hanya mendukung rasanya, tetapi juga berakibat lengkapnya berbagai unsur yang dibutuhkan oleh tubuh.

Saya perhatikan kalau di Indonesia, kita kurang menggunakan berbagai bahan dalam masakan kita, jika masak sayur, hanya satu-dua warna saja dan hanya makan sayur itu-itu saja yang sudah dikenal.

Saya beberapa kali ikut ke pasar untuk melihat jenis sayuran yang tersedia, ternyata sangat sedikit sekali jenisnya, yang itu-itu saja.

4. Hindari makanan yang telah rusak.

Makanan yang rusak adalah makanan yang telah disimpan lama, dalam hal masakan, jika telah lebih dari 24 jam dianggap rusak. Orang Tionghoa mengatakan kandungan Qi-nya telah hilang.

Mereka memiliki kebiasaan memilih sayuran dan makanan sesegar mungkin, kalau disini saya sering perhatikan orang berbelanja sayur/ buah atau makanan yang lain tidak terlalu pusing memilih, maunya praktis saja..

Makanan yang kurang segar, artinya kandungan gizinya juga sudah jauh berkurang, bahkan kadang kalau sudah mulai tumbuh berbagai bakteri dan jamur yang sangat merugian kesehatan.

Ada orang yang karena alasan praktis, hanya mau sekali memasak untuk beberapa hari, masakan yang tidak habis disimpan dikulkas dan dipanaskan berulang-ulang. Orang chinese jarang mau melakukan hal demikian.

Dizaman sekarang juga banyak terdapat makanan rusak yang dahulu tidak dikenal oleh orang Tionghoa, yaitu: makanan yang telah diawetkan, makanan yang banyak bahan kimia, dan berbagai metode pemrosesan yang merusak nutrisi makanan tersebut.

5. Gabungkan berbagai rasa makanan.

Orang Chinese mengenal “harmonisasi makanan” yang menghubungkan ke lima rasa makanan dengan organ tubuh

  • Pahit (hati dan usus halus)
  • Manis (perut dan limfa)
  • Pedas (paru-paru dan usus besar)
  • Asin (ginjal dan kandung kemih)
  • Asam (hati dan empedu)

Kita tidak bisa menjelaskan hubungan rasa dan organ tubuh ini secara ilmiah, namun kita bisa mengambil hal yang positif. Setiap rasa dipengaruhi oleh unsur kimia yang membentuk makanan tersebut, dan unsur itu semua juga diperlukan oleh tubuh. Apa yang terjadi jika kita hanya mau mengkonsumsi rasa manis pedas dan asin, sebagaimana yang umumnya terjadi pada banyak orang, mereka akn kekurangan zat yang terdapat pada makanan yang terasa pahit dan asam.

Itulah sebabnya kita menganjurkan makan semua rasa ini secara seimbang, jangan berlebihan semuanya. Makanan yang pahit misalnya pare dan yang asam misalnya jeruk nipis.

6. Makan secara teratur pada saat yang tepat.

Orang Tionghoa memiliki tradisi untuk makan di jam yang teratur dan biasanya makan bersama sekeluarga. Setelah jam makan, jangan harap ada makanan lagi.

Kebiasaan mereka adalah makan tiga kali sehari dan makan malam tidak terlalu berat dan tidak terlalu malam.

7. Masalah olah raga

Olah raga adalah hal kedua terpenting setelah hal makanan. Mereka memiliki olah raga tradisional yaitu Qi Gong dan Tai chi. Sebenarnya bangsa Tionghoa dikenal sebagai bangsa yang hidupnya aktif secara fisik, banyak bekerja sebagai petani, banyak berjalan kaki atau naik sepeda. Disamping itu ada dua jenis olah raga yang populer dan umum dilakukan oleh masyarakat yaitu Qigong dan Taichi, kedua olah raga ini melibatkan pengaturan pernapasan dan gerakan yang lembut namun mengeluarkan banyak keringat. Kedua olah raga ini memiliki karakteristik yang baik yaitu, low impact, sehingga tidak mudah cedera, ada unsur aerobic dan sekaligus relaksasi.

Mungkin kita tidak bisa melakukan kedua olah raga ini, tidak perlu kuatir, olah raga jalan kaki selama 30 menit, dengan pemanasan dan streching serta olah raga beban seminggu tiga kali sudah akan mendapatkan manfaat yang sangat baik.

8. Masalah istirahat.

Orang Tionghoa tidak suka tidur malam-malam dan umumnya bangun sangat pagi, ini adalah kondisi yang sangat baik. Disamping itu, mereka juga memiliki tradisi tidur siang sebentar. Kita ingat beberapa puluh tahun yang lalu, orang-orang Tionghoa yang buka toko, umumnya akan tutup toko pada jam istirahat makan, dan tidur siang sekejap. Istirahat sejenak ini sangat baik untuk menghilangkan stress setelah bekerja.

9. Hormat kepada orang yang lebih tua.

Secara umum anak-anak mereka sangat menghormati orang tua. Mungkin itu pula salah satu sebab umur mereka rata-rata panjang.

Dalam survei terhadap 3 kelompok orang yang berumur paling panjang di dunia, salah satu unsur yang terdapat pada ketiga kelompok orang itu ialah kedekatan dengan keluarga/ sering berkumpul bersama, seperti di jam makan ini.

Para orang tua memiliki wibawa dimana nasehat mereka akan selalu didengar anak-anak, sehingga mereka akan merasa hidup ini berguna.

Tambahan Penutup

Bangsa Tionghoa bukan bangsa yang kebal dari persoalan, termasuk masalah kesehatan yang mulai merongrong masyarakatnya. Seiring dengan kemajuan perekonomian negara ini mengakibatkan gaya hidup mereka juga mulai berubah. Masyarakat yang tadinya lebih banyak di pertanian sekarang mulai beralih ke indutri dan perdagangan. Yang tadinya lebih banyak tinggal di desa yang bersih, sekarang lebih memilih tinggal di kota, atau desa yang tadinya alami, telah berubah menjadi kawasan industri yang terpolusi.

Dalam satu survei yang belum lama ini diadakan terhadap penduduk Chinese yang tinggal di desa maupun perkotaan, didapati gaya hidup mereka sekarang adalah sbb:

  • Selera masih menjadi makanan utama, demikian juga sayuran. Namun penduduk pedesaan mengkonsumsi lebih banyak sayuran dibanding perkotaan. 40% penduduk telah beralih ke serela yang diproses, dan 16% penduduk tidak lagi makan umbi-umbian yang sangat bermanfaat. 54% dari makanan adalah gorengan dengan tepung.
  • Daging yang paling banyak dikonsumsi saat ini adalah daging babi yang sangat tidak sehat untuk kesehatan.
  • Konsumsi soft drink meningkat pesat, terutama dikalangan orang muda, ini mencemaskan karena masalah osteoporosis dan kegemukan serta kerusakan gigi meningkat.
  • 3,2% masyarakatnya meninggalkan makan pagi yang sangat penting, ini terutama dikalangan orang muda yang tinggal di kota.
  • Penduduk yang makan di restoran menjadi 15%, namun orang diperkotaan menghabiskan 26% dari harinya makan di restoran. Makan direstoran diasosiasikan dengan makanan yang lebih berminyak dan lebih tidak sehat.
  • Yang sangat mengkhawatirkan dan menjadi masalah kesehatan yang paling utama adalah 24% dari penduduknya perokok. Kemudian masalah kedua yang sama beratnya adalah 21% dari penduduknya minum arak/ alkohol, naik dari 17,3% 15 tahun sebelumnya.

Inilah masalah yang dihadapi bangsa Tionghoa disana sekarang ini, dan ini pula yang dihadapi kita disini saat ini.

Tidak heran, dalam penelitian terhadap orang yang paling sehat dan berumur paling panjang, Tiongkok tidak masuk dalam hitungan, karena walaupun kebiasaan yang baik yang telah kita pelajari, ternyata juga banyak hal-hal yang tidak baik yang mereka lakukan, terutama akhir akhir ini setelah ekonomi mereka bertambah maju.

Semoga kita dapat belajar dari pengalaman ini.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu