dalam kategori | Herbal

Bawang berlian penurun kadar glukosa darah

Bawang berlian penurun kadar glukosa darah

Bawang berlian atau bawang dayak atau bawang sabrang (Eleutherine americana) mengandung senyawa alkaloid yang memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah. Itulah sebabnya konsumsi rutin bawang berlian mampu mengontrol kadar gula darah, sangat baik untuk penderita diabetes mellitus.

Insulin berperan dalam metabolisme glukosa bagi sel. Sejatinya, sel beta di pankreas memproduksi hormon insulin. Namun, pada pasien diabetes sel beta mengalami kelainan sehingga produksi insulin tak cukup mengurai glukosa. Akibatnya, kadar glukosa dalam darah meningkat. Pada pasien diabetes kadar gula darah usai makan lebih dari 200 mg/dl.

Kenaikan itu akibat gangguan metabolisme produksi insulin dalam pankreas yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Tubuh memproduksi insulin sesuai kebutuhan dan asupan makanan. Penderita diabetes mellitus biasanya mengalami proses produksi insulin yang berkurang dan fungsi insulin yang menurun.

Komplikasi

Menurut ahli penyakit dalam di rumah sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Dr dr Aris Wibudi SpPD KEMD, selain akibat adanya kerusakan pada organ pankreas, lemak pada rongga perut juga memicu diabetes mellitus. “Lemak itu mengeluarkan zat-zat proinflamasi yang memicu proses peradangan dengan derajat rendah dan kronis (menahun). Akibat peradangan itu mempengaruhi kerja organ di seluruh tubuh, seperti pankreas, otot, dan liver. Itu sebabnya diabetes memicu komplikasi,” katanya.

Berbagai penyakit mengikuti diabetes, seperti gangguan penglihatan, kerusakan saraf, disfungsi ereksi, dan komplikasi jantung. Sekitar 75-80% kematian pada diabetesi karena kelainan jantung dari pembuluh darah. Itu akibat timbulnya lemak di pembuluh darah sehingga aliran darah terhambat. Jika itu terjadi di pembuluh darah jantung, memicu serangan jantung.

Dokter Aris menuturkan pemicu lemak rongga perut karena konsumsi tinggi karbohidrat dan minyak. Kegemukan pun mengarah di bagian perut. Menurut Ketua Tim Dokter Kepresidenan itu diabetes menyerang anak-anak hingga orang dewasa. “Padahal dahulu secara teori anak-anak jarang ada yang terserang obesitas. Kini, mereka terkena diabetes karena makannya tidak dijaga,” kata Aris.

Riset Ilmiah bawang berlian untuk diabetes

Khasiat bawang berlian mengatasi diabetes mellitus sesuai dengan penelitian Maria DPT Gunawan Puteri dan rekan dari Divisi Biosains, Universitas Hokkaido, Jepang. Maria berhasil mengisolasi 3 senyawa aktif dalam Eleutherine americana: eleutherol, eleutherinoside A, dan eleuthoside B.

Hasil uji aktivitas daya hambat, menunjukkan senyawa aktif yang berperan paling tinggi dalam menghambat alfa-glukosidase adalah eleutherinoside A dengan nilai IC50 0,5 Mm, yaitu 5 mg/50 gram sampel. Artinya hanya dengan dosis 5 mg, separuh sampel terhambat. Alfa-glukosidase di permukaan membran sel usus berperan memecah pati dan disakarida menjadi glukosa. Jika aktivitas alfa-glukosidase terhambat, penyerapan glukosa juga terhambat sehingga kadar gula di darah juga berkurang.

Menurut herbalis di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Valentina Indrajati, bawang berlian mengandung senyawa alkaloid yang memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah. Itulah sebabnya konsumsi rutin bawang berlian mampu mengontrol kadar gula darah.

Bawang Berlian (http://singkong.web.id)

Uji Toksisitas

Bawang berlian yang tokcer membantu mengatasi aneka penyakit bukan herbal baru di tanah air. Beberapa herbalis seperti Wahyu Suprapto di Batu, Jawa Timur, dr Prapti Utami (Tangerang Selatan, Banten), Valentina Indrajati (Bogor, Jawa Barat) meresepkan bawang berlian sejak 7-10 tahun lalu. Mereka meresepkan bawang berlian untuk beragam penyakit seperti kolesterol, hipertensi, stroke, dan kanker.

Ada anggapan sebagian kecil orang bahwa bawang berlian asal Kalimantan lebih berkhasiat. Padahal, para herbalis itu memperoleh bawang berlian dari para pekebun di berbagai daerah antara lain di Bogor, Yogyakarta, Lampung, dan Pontianak. Artinya asal bawang berlian tak mempengaruhi khasiat. Indikasinya banyaknya pasien yang kondisinya kian membaik meski mengonsumsi bawang berlian bukan dari Kalimantan.

Sayang belum ada riset tentang kandungan senyawa aktif terkait lokasi budidaya. Menurut peneliti dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Dr Sukrasno, kandungan kimia eleutherine yang terbanyak pada bagian pangkal umbi bagian dalam. Eleutherine senyawa antioksidan sebagai antibakteri, antikanker, dan penangkal radikal bebas. “Ibaratnya eleutherine mengorbankan dirinya untuk diserang radikal bebas itu. Akibatnya radikal bebas tak sampai merusak tubuh,” kata doktor Botani alumnus Universitas Edinburgh, Inggris, itu.

Meski mendapat sebutan bawang, sejatinya bawang berlian tak berkerabat dengan bawang merah atau bawang putih yang anggota famili Liliaceae itu. Bawang berlian anggota famili Iridaceae juga sohor sebagai bawang dayak, bawang sabrang, atau bawang kapal.

Lalu amankah mengonsumsi bawang berlian? Armiin Stefani dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung menguji toksisitas akut ekstrak bawang dayak terhadap mencit. Hasil uji toksisitas menunjukkan nilai LD50-dosis yang menyebabkan 50% kematian hewan uji-bawang berlian di atas 3,6 g per kg bobot tubuh. Artinya, jika pasien berbobot tubuh 60 kg, konsumsi 216 gram ekstrak bawang berlian per hari masih aman. Bukan saja aman, konsumsi bawang berlian terbukti mujarab mengatasi beragam penyakit. Umbi berwarna merah itu kini menjadi panasea baru.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat
ads

Rubrikasi

Fitzania Follows

depkes palmer puspromkes who-id who-id bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu