dalam kategori | Penyakit

Batu Empedu, gejala, pencegahan dan pengobatan

Batu Empedu, gejala, pencegahan dan pengobatan

Kantong empedu adalah bagian penting dalam tubuh yang berfungsi untuk mencerna lemak. Organ berbentuk seperti buah pear ini terletak di bawah lever dan menyimpan cairan empedu, enzim pencernaan yang dihasilkan oleh lever.

Meski begitu, kantong empedu juga bisa bermasalah, misalkan kantong empedu yang membengkak, munculnya batu empedu, serta kurangnya aliran cairan empedu. Batu empedu sendiri merupakan masalah umum yang biasanya diderita orang yang sudah lanjut usia. Orang yang berusia sekitar 50 – 60 tahun adalah yang paling berisiko terkena batu empedu.

Apakah batu empedu itu?

Batu Empedu adalah timbunan batu kristal yang terdapat di dalam kandung empedu. Sebenarnya bukan hanya ada di kantung empedu, tapi juga terdapat di dalam saluran empedu dan juga dapat ditemukan di hati, pokoknya batu empedu dapat ditemukan ditempat dimana terdapat cairan empedu.

Sebagaimana kita ketahui, hati adalah organ detoxifikasi yang paling penting dalam tubuh. Hati juga adalah organ kedua paling rumit setelah otak. Jika fungsi hati terganggu, misalnya oleh karena adanya penyumbatan pembuluh dalam hati oleh batu empedu, maka akibatnya akan sangat dirasakan oleh fungsi-fungsi tubuh lainnya.

Berbagai fungsi tubuh yang terganggu oleh karena penyumbatan oleh batu empedu diantaranya ialah: Fungsi pencernaan, Cirrhosis hati, kolesterol tinggi, pancreatitis, jantung, gangguan pada sistem urinary, dan masih banyak lagi.

Dari mana datangnya batu empedu ini?

Cairan empedu adalah cairan yang dibuat di dalam hati/ liver. Gunanya cairan ini adalah untuk mencerna makanan di dalam usus, terutama lemak. Cairan empedu dari hati ini sebagian disalurkan langsung ke usus dan bercampur dengan makanan yang akan dicerna.

Sementara sebagian cairan lagi masuk ke kantung empedu. Disini sebagian air akan diserap/ dibuang, sehingga cairannya akan lebih pekat. Cairan empedu yang pekat ini lebih efektif untuk mencerna makananan dibandingkan yang langsung dari hati tadi.

Pada saat kita makan, kandung empedu akan berkontraksi dan mengosongkan cairan empedu ke dalam usus untuk membantu pencernaan lemak dan vitamin-vitamin tertentu.

Ada berbagai jenis batu empedu, yang paling umum adalah batu empedu kolesterol.

Hati membuang kelebihan kolesterol melalui empedu. Kita tahu kolesterol adalah lemak, sementara cairan empedu adalah air, lemak dan air tidak bisa larut, supaya kolesterol bisa diangkut oleh empedu, kolesterol harus dilarutkan dulu oleh dua zat seperti deterjen yang bernama asam empedu serta lesitin, keduanya dibuat oleh hati juga.

Jika kolesterol yang harus dibuang lebih banyak dari kedua zat deterjen pelarut tadi, maka akan ada sebagian kolesterol yang tidak terlarut. Nah kolesterol yang tidak larut ini akan lengket bersama dan membentuk partikel yang akan berkembang menjadi batu empedu.

Batu empedu kedua yang paling umum adalah batu empedu pigment.

Jenis ini paling banyak di Asia tenggara. Pigment adalah sampah produk dari hemoglobin di dalam sel darah merah dan dirubah menjadi zat lain yang bernama bilirubin. Bilirubin ini akan diubah oleh hati dan disimpan di empedu. Seperti kolesterol, pigment ini agak susah larut dan dapat lengket satu sama lain sehingga akhirnya akan membentuk partikel yang semakin lama semakin besar.

Siapa yang berisiko menderita batu empedu?

  1. Jenis kelamin. Wanita lebih berisiko menderita batu empedu dibanding pria.
  2. Kehamilan. Wanita yang pernah hamil memiliki risiko lebih tinggi.
  3. Usia. Risiko batu empedu meningkat seiring meningkatnya usia.
  4. Kegemukan. Orang yang gemuk lebih tinggi risikonya dibanding yang kurus.
  5. Pengguna pil KB dan terapi hormon memiliki risiko lebih tinggi.
  6. Penderita penyakit Crohn. Pada penderita penyakit ini, cairan empedu tidak dapat didaur ulang sacara normal, akibatnya kolesterol tidak dapat dilarutkan sepenuhnya, maka terbentuklah batu empedu.
  7. Tinggi Triglyceride. Batu empedu lebih umum dijumpai pada orang yang kadar triglyceride-nya juga tinggi.

Faktor gaya hidup yang sangat mungkin menyebabkan timbulnya batu empedu:

  1. Makan berlebihan. Kelebihan makan menyebabkan cairan pencernaan termasuk cairan empedu kekurangan, akibatnya tentu ada sebagian makanan yang tidak dapat tercerna dengan sempurna. Pada akhirnya semua ini akan sangat membebani kerja hati dan system pembuangan lainnya. Sebaiknya berhenti makan sebelum anda merasa kekenyangan, kira-kira 80% sebelum anda merasa perut penuh.
  2. Makan diantara jam makan/ ngemil. Makan sebelum makanan sebelumnya selesai dicerna akan sangat mengganggu ritme tubuh. Cairan pencernaan yang belum pulih terisi tidak akan dapat dikeluarkan untuk membantu mencerna makanan, akibatnya akan terjadi indigestion. Makan terlalu larut malam juga dapat mengakibatkan hal yang sama, jadi sebaiknya tidak makan tiga jam sebelum jam tidur.
  3. Terlalu banyak mengkonsumsi protein, terutama protein hewani.
  4. Terlalu banyak makan makanan olahan yang sudah tidak bergizi dan berakibat buruk bagi tubuh.
  5. Kurang minum atau terlalu banyak minum minuman yang bukan air bening seperti soft drink, alkohol, kopi, soda, dll.
  6. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
  7. Kekurangan lemak esensial.

Apa gejala batu empedu?

Sebagian besar orang tidak merasakan gejala apapun. Sebenarnya bukan tidak ada gejala, namun karena seringkali gejalanya sangat minor dan tidak merasa sakit, atau mungkin juga tidak tahu tanda-tandanya, sehingga kebanyakan orang tidak menyadarinya. Biasanya gejala itu baru mulai disadari ketika batunya sudah menyumbat saluran empedu.

Gejala yang paling umum adalah Biliary colic/ (kolik bilier) menyebabkan nyeri yang sangat karena penyumbatan saluran menuju kantong empedu yang tersumbat secara tiba-tiba.

Ciri-cirinya:

  • Sakit terus menerus, bukan hilang timbul.
  • Sakitnya bisa hilang dalam waktu 15 menit hingga 4-5 jam, jika lebih lama dari itu artinya telah terjadi komplikasi seperti peradangan kandung empedu (kolesistitis).
  • Lokasi sakit berada disebelah kanan atas perut/ abdomen.

Tanda-tanda lain yang mungkin mengindikasikan adanya problem batu empedu:

  • Bercak-bercak hitam/ kecoklatan atau tahi lalat di muka.
  • Bercak hitam yang bernama ”liver spot” di tangan.
  • Ada lapisan putih/ kuning pada pangkal lidah.
  • Lidah yang pecah.
  • Napas mulut tidak sedap dan sering sendawa.
  • Warna, bau, bentuk dari faeces, juga bisa memberikan petunjuk adanya problem di hati.
  • dll.

Batu empedu dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti: jaundice (sakit kuning), Gangrene/ matinya sel-sel di organ tertentu akibat darah yang tersumbat, pancreatitis yaitu radang pada pankreas, kanker kantung empedu,dll..

Bagaimana mengdiagnosa batu empedu?

Mungkin dokter anda akan menganjurkan pemeriksaan dengan USG/ ultrasonography dan kolesistografi.

Cara lain adalah dengan pemeriksaan darah untuk melihat pola fungsi hati yang abnormal, yang menunjukkan adanya penyumbatan saluran empedu.

Cara mencegah timbulnya batu empedu:

  1. Hindari makanan berlemak tinggi, hindari makan daging, makan lebih banyak sayur dan buah yang kaya akan serat dan bergizi.
  2. Makan secukupnya biji-bijian penuh, karena jika kekurangan kalori, juga tidak baik.
  3. Hindari susu dan keju.
  4. Hindari goreng-gorengan.
  5. Hindari makanan yang telah diproses berlebihan, seperti donat, roti putih, gula pasir.
  6. Jika anda kegemukan, turunkan berat badan secara bertahap, karena jika berat badan turun terlalu cepat, akan memaksa hati membuang terlalu banyak kolesterol, sehingga akan terbentuk kristal batu.
  7. Olah raga teratur dapat mengurangi risiko batu empedu sebanyak 20-40%.
  8. Minum air putih yang cukup, sebagaimana telah kami bahas sebelumnya.

Berikut ini kita akan membahas satu resep yang mungkin berguna bagi anda yang menderita batu empedu. Mungkin anda sedang mempertimbangkan untuk mengangkat kantung empedu anda, namun sebelum itu, mungkin tidak ada salahnya anda mencoba satu resep yang cukup sederhana.

Notes: Jika anda memiliki penyakit lainnya, silahkan konsultasikan ke dokter anda sebelum mencoba resep ini.

Resep alami mengeluarkan batu empedu:

  • Selama lima hari berturut-turut minumlah sekitar 1 liter /empat gelas jus apel segar setiap hari, bisa juga makan buah apel segar, hanya biasanya tidak dapat makan terlalu banyak karena mengenyangkan. Apel mengandung malic acid yang berkhasiat melembutkan batu empedu.
  • Selama lima hari ini, makan seperti biasa, namun hindari makanan yang berlemak, makanan hewani, gorengan, produk susu atau keju. Usahakan hari ke enam jatuh pada akhir pekan, agar supaya bisa beristirahat.
  • Pada hari ke-enam makanan harus lebih sederhana, hindari daging, makanan berlemak. Makan sayuran yang direbus saja bersama nasi. Makan terakhir harus sebelum jam 2 siang dan malamnya tidak makan lagi.

Resep dari Dr. Hulda Clark Ph.D.

  • Epsom salt / garam Inggris 4 sendok.
  • Tiga gelas air hangat/ jus apel di bagi menjadi empat gelas, masing-masing ¾ gelas untuk dicampur dengan garam Inggris.
  • Minyak Zaitun/ Extra virgin olive oil ½ gelas (125 ml).
  • Beberapa potong jeruk bali atau Grapefruit untuk mendapatkan sarinya sebanyak ½ – ¾ gelas. (Boleh diperas tangan atau di jus dengan juicer, buang ampasnya).

Prosedur:

Jam 6 petang, minum satu sendok teh “Epsom salt” (magnesium sulfat, garam Inggris, dapat di beli di apotik) yang dilarutkan dengan ¾ gelas ( 180 ml) air hangat, atau air hangat ini bisa juga diganti dengan jus apel. Epsom salt ini sebenarnya adalah obat pencahar/ laxative yang sudah digunakan orang sejak dahulu, disini fungsinya ialah untuk memperlebar pembuluh-pembuluh kandung empedu.

Jam 8 malam minum ¾ gelas Epsom salt lagi.

Jam 10 malam campurkan ½ gelas ( 125 ml) minyak zaitun (extra virgin olive oil) dengan ¾ gelas sari Jeruk Bali segar. Aduklah sampai menyatu sebelum diminum.

Jika susah ditelan, bisa gunakan sedotan besar untuk memudahkan meminumnya.

Setelah meminum campuran ini, langsung berbaring di tempat tidur, rilex dan segera tidur kalau bisa. Kadang kala, anda mungkin akan terbangun untuk ke belakang, lakukan saja.

Pada saat anda BAB, anda akan menemukan kotoran berwarna kehijauan dalam limbah tinja anda.

Esok harinya, jam 6 pagi saat bangun pagi, minum segelas air putih, 15 menit kemudian minum ¾ gelas Epsom salt lagi.

Jam 8 – 8.30 pagi, minum ¾ gelas terakhir Epsom salt anda.

Sekitar jam 10 anda sudah bisa mulai minum jus buah, siangnya makan yang agak ringan dan malamnya sudah bisa makan normal.

Notes:
Kadang kala pada pembersihan yang pertama kali dilakukan, tidak terlalu banyak batu yang akan dikeluarkan, ini bukan karena tidak ampuh. Ulangi proses ini kembali sebulan kemudian dan kadang perlu ulangi hingga yang ke tiga kali. Anda akan melihat batu yang luar biasa banyaknya keluar bersama BAB anda.

Cara alamiah yang dapat digunakan untuk mengatasi batu empedu dari Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma:

  • 30 gram daun keji beling segar + 30 gram sambiloto segar + 60 gram rambut jagung direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, airnya disaring, diminum hangat-hangat.
  • 60 gram herba kumis kucing segar + 30 gram tongkol jagung + 30 gram daun meniran segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, airnya disaring, diminum hangat-hangat.
  • 30 gram daun sendok segar + 30 gram daun kembang pukul empat segar + 100 gram akar alang-alang direbus dengan 700 ccc air hingga tersisa 300 cc, airnya disaring, diminum hangat-hangat.
  • Minum jus apel sebanyak 4 gelas setiap hari selama 5 hari. Pada hari ke-6 lakukan puasa, dan pada saat berbuka puasa minum air putih + 30 gram garam inggris, pada pukul 20.00 minum ½ gelas air lemon + ½ gelas minyak zaitun, aduk lalu diminum.

Catatan : anda dapat menggunakan salah satu cara tradisional di atas, akukan secara teratur sehari 2 kali. Dalam melakukan perebusan gunakan anci enamel atau periuk tanah. Tetap konsultasi ke dokter.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu