dalam kategori | Pola Hidup

Bakteri di dalam mulut, rahasia bau napas pagi hari

Bakteri di dalam mulut, rahasia bau napas pagi hari

Sikat gigi paling baik dilakukan menjelang tidur. Pasalnya ketika istirahat semalaman, makanan yang tersisa di sela-sela gigi dapat berkembang biak dan merusak lapisan gigi. Namun benarkah sisa makanan ini benar-benar hilang dengan odol? Nyatanya ketika bangun pagi napas masih saja bau seolah belum sikat gigi.

Tak peduli seberapa banyak odol atau sekeras apa obat kumur yang digunakan, bau napas yang busuk di pagi hari tak akan hilang. Padahal seharusnya dengan menyikat gigi dan berkumur sudah cukup ampuh membersihkan mulut. Rahasianya ternyata ada pada bakteri yang berkembang biak di dalam mulut.

Pasta gigi dan obat kumur memang dapat menghalau bakteri dengan bahan-bahan seperti xylitol, triclosan dan minyak esensial. Tapi pengaruh dari bahan-bahan ini tidak bertahan lama.

Segera setelah tidur, bahan-bahan yang ampuh mengusir bakteri sirna dari mulut. Lingkungan yang kondusif untuk tumbuhnya bakteri pun muncul kembali. Salah satu unsur penting yang paling berperan menciptakan bau mulut saat kita tidur adalah kurangnya produksi air liur.

Produksi air liur melambat secara signifikan ketika tidur. Cairan yang biasanya bertanggung jawab melemahkan bakteri atau mengangkutnya ke usus juga ikut beristirahat. Hasilnya, bakteri dibiarkan berkembang biak selama berjam-jam dan menghasilkan konsentrasi senyawa jahat yang membuat bau.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa bakteri yang berdiam di mulut seseorang jumlahnya lebih banyak daripada populasi manusia di bumi. Di dalam mulut, mikroba terus-menerus mati dan bereplikasi.

“Mikroba pengurai memproduksi bau busuk di mulut, prosesnya serupa dengan yang terjadi pada limbah pembuangan,” kata Sean S. Lee, profesor kedokteran gigi di Loma Linda University School of Dentistry di California seperti dilansir Gizmodo.

Bakteri memperoleh energi melalui asam amino dan pencernaan protein. Beberapa asam amino yang dicerna mengandung sulfur dan akan dilepaskan ketika bakteri memprosesnya. Sulfur sendiri merupakan salah satu penyebab bau tidak. Tapi itu bukan hanya itu saja yang membuat bau mulut, melainkan sekelompok gas yang berkumpul menjadi satu.

Bakteri berkembangbiak dengan cara melepaskan senyawa bau. Ada sekitar 600 atau lebih senyawa bau yang dilepaskan sehingga membuat bau mulut campur aduk.

Lee menjelaskan, bau-bau yang bercampur itu antara lain adalah kadaverina (bau mayat), hidrogen sulfida (bau telur busuk), asam isovaleric (bau kaki), methylmercaptan (bau tinja), putresin (bau daging busuk) dan trimetilamina (bau ikan). Tapi kabar baiknya, orang lain hanya butuh waktu 5 menit untuk beradaptasi dengan bau busuk tersebut.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu