dalam kategori | Tips Kesehatan

Bahaya Psikologis Kolesterol Rendah

Bahaya Psikologis Kolesterol Rendah

Bahaya Kolesterol Rendah bisa sama fatalnya dengan kolesterol tinggi. Kolesterol yang terlalu tinggi dapat berbahaya untuk kesehatan jantung, tetapi bukan berarti kolesterol yang terlalu rendah juga baik untuk kesehatan.

Kolesterol tinggi adalah masalah jangka panjang yang akan mengarah kepada hal-hal yang serius seperti penyakit jantung dan stroke (yang bisa mematikan).

Di lain pihak kolesterol yang terlalu rendah atau kurang dari 160 mg/dL ternyata juga tidak dianjurkan karena berbahaya untuk kesehatan.

Penelitian menunjukkan, ibu hamil yang memiliki kadar kolesterol total terlalu rendah beresiko tinggi melahirkan bayi prematur. Jumlah kolesterol total dan LDL terlalu rendah juga terkait dengan depresi, kecemasan dan penyakit kanker.

Pada saat kita mengukur kadar kolesterol, ada dua hal yang diukur: kepadatan lipoprotein tinggi atau HDL dan kepadatan lipoprotein rendah atau LDL. HDL diasumsikan sebagai kolesterol baik karena memerangi kolesterol jahat yang akan menyumbat aliran darah. Jumlah total kolesterol kita adalah penjumlahan dari kedua kolesterol tersebut. Terkadang, beberapa klinik juga mengukur takaran lemak dalam darah. Jumlah HDL dianggap terlalu rendah bila jumlahnya kurang dari 40 mg / dL. Jumlah 40 – 60 mg / dL masih dianggap aman, dan jumlah lebih dari 60 mg / dL adalah sangat baik.

Kolesterol Rendah dan Kondisi Psikologis

Kolesterol rendah sangat berpengaruh pada kondisi psikologis dan salah satu efek yang cukup berbahaya adalah rusaknya fungsi sistem syaraf yang mencakup rusaknya konduktor pada sistem syaraf, sistem pertahanan tubuh yang lemah dan kerja otak yang tidak. Vitamin juga tidak akan bisa terserap di tubuh dengan maksimal. Berdasarkan studi, kolesterol yang terlalu rendah dapat berakibat pada Parkinson dan bahkan kanker.

Berdasarkan studi dari Universitas California, orang-orang yang memiliki kolesterol terlalu rendah akan memiliki kecenderungan untuk melakukan kekerasan. Menurut penelitian dari Dr. Beatrice A. Golomb, seseorang dengan terapi untuk menurunkan kadar kolesterol padahal tidak mempunyai kecenderungan penyakit jantung yang diakibatkan oleh kolesterol akan memiliki kecenderungan melakukan tindak kekerasan yang cukup tinggi.

Kolesterol juga sangat bermanfaat untuk membangun hormon tertentu seperti testosteron, estrogen, progesteron, aldosteron dan cortison. Kolesterol juga mempunyai pengaruh yang cukup signifikan pada kondisi biologis dan neurologis. Menurut penelitian yang dilakukan Dr. Mercola, seseorang dengan kadar kolesterol yang terlalu rendah akan mempunyai kecenderungan enam kali lebih tinggi untuk bunuh diri. Dengan semua penjelasan diatas, sudah jelas sekali bahwa kekurangan kolesterol dapat sangat berbahaya untuk tubuh dan bahkan sistem syaraf. Jika kita ingin melakukan diet untuk menurunkan kolesterol, pastikan untuk melakukan diet yang seimbang dan sehat. Dengan begitu, kita tidak akan menghadapi berbagai risiko kesehatan dan efek kolesterol yang terlalu rendah. Kolesterol sangat dibutuhkan dalam kadar yang normal. Pastikan untuk mempelajari makanan apa saja yang kita butuhkan untuk menjaga kadar kolesterol agar semua sistem pada tubuh kita bekerja dengan maksimal.

Berikut adalah tanda dan gejala yang timbul akibat rendahnya kadar kolesterol HDL dalam darah.

1. Peradangan

Kadar kolesterol HDL yang terlalu rendah bisa menghambat proses pembuangan LDL dalam darah. LDL yang tidak terkendali akan memicu pembentukan plak dalam arteri dan menghambat oksigenasi darah. Menurut Mayo Clinic, LDL yang terakumulasi di dinding pembuluh darah bisa menyebabkan peradangan (inflamasi).

2. Pembuluh Darah Pecah

Setelah pembuluh darah meradang, dan tingkat HDL tetap rendah, sel darah merah dan putih mulai terjebak di daerah yang meradang dan tidak dapat mengalir lancar ke organ lain dan bagian tubuh yang membutuhkan.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan pembuluh darah pecah. Pembuluh darah pecah akan memicu pendarahan internal.

3. Aterosklerosis

Tingkat HDL yang tidak kunjung naik akan membuat LDL terus membentuk plak dalam arteri. Seiring waktu, tidak hanya plak, tapi arteri lama-kelamaan akan mengalami aterosklerosis atau pengapuran. Kondisi ini akan memperparah penyumbatan arteri.

Menurut American Heart Association, aterosklerosis juga dapat menyebabkan beberapa kondisi lain seperti gagal ginjal, gagal jantung, dan serangan jantung.

4. Disfungsi Ereksi

Seiring menurunnya aliran darah akibat terjadinya penyumbatan, banyak organ dalam tubuh menderita, termasuk alat kelamin laki-laki.

Menurut American Heart Association, menurunnya aliran darah ke organ vital laki-laki dapat memicu disfungsi ereksi.[]

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu