dalam kategori | Penyakit

Atherosclerosis dan Serangan Jantung

Atherosclerosis dan Serangan Jantung

Serangan jantung (juga dikenal sebagai myocardial infarction) adalah kematian otot jantung dari halangan mendadak dari arteri koroner yang disebabkan oleh bekuan darah. Arteri-arteri koroner adalah pembuluh-pembuluh darah yang mensuplai otot jantung dengan darah dan oksigen. Hambatan dari arteri koroner menghilangkan darah dan oksigen dari otot jantung, menyebabkan luka pada otot jantung. Luka ada otot jantung tersebut menyebabkan nyeri dada dan perasaan (sensasi) tekanan dada. Jika aliran darah tidak segera dipulihkan kembali pada otot jantung, dalam 20 sampai 40 menit, kematian otot jantung yang tidak dapat dipulihkan akan mulai terjadi. Otot yang berlanjut mati enam sampai delapan jam akan menuju kepada waktu terjadinya serangan jantung.  Otot jantung yang mati itu akhirnya digantikan oleh jaringan parut.

Menurut Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, dr. Dewi Endang, kasus serangan jantung di Indonesia mencapai 26,8 persen. Yang lebih mencengangkan, serangan jantung juga banyak diderita oleh orang-orang usia muda dibawah 40 tahun.

Serangan jantung yang terdeteksi semakin bertambah tiap tahunnya. Ini menandakan kalau penyakit ini bertambah ganas dari tahun ke tahun. Spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah, Dr. Johannes Nugroho SpJP FIHA, memaparkan bahwa faktor perubahan gaya hidup menjadi salah satu penyebab meningkatnya korban serangan jantung pada usia muda.

Penyebab Serangan Jantung

Atherosclerosis

Atherosclerosis adalah proses yang berangsur-angsur dengan mana plak-plak (kumpulan-kumpulan) kolesterol  mengendap pada dinding-dinding arteri. Plak-plak kolesterol menyebabkan pengerasan dari dinding-dinding arteri dan menyempitkan kanal bagian dalam (lumen) dari arteri. Arteri-arteri yang dipersempit oleh atherosclerosis tidak dapat mengantar darah yang cukup untuk mempertahankan fungsi yang normal dari bagian-bagian tubuh yang disuplai.

Pada banyak orang, atherosclerosis dapat tetap diam (tidak menyebabkan gejala-gejala atau persoalan-persoalan kesehatan) bertahun-tahun atau berdekade-dekade. Atherosclerosis dapat mulai sedini umur belasan tahun, namun gejala-gejala atau persoalan-persoalan kesehatan biasanya tidak timbul sampai di masa dewasa ketika penyempitan arteri menjadi semakin parah. Merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol yang meningkat, dan kencing manis (diabetes mellitus) dapat mempercepat atherosclerosis dan menjurus pada penimbulan dini dari gejala-gejala dan komplikasi-komplikasi, terutama pada orang-orang yang mempunyai sejarah atherosclerosis dini dalam keluarga.

Atherosclerosis koroner (atau penyakit arteri koroner) merujuk pada atherosclerosis yang menyebabkan pengerasan dan penyempitan dari arteri-arteri koroner. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh suplai darah yang berkurang ke otot jantung dari atherosclerosis koroner disebut penyakit jantung koroner atau coronary heart diseases (CHD). Penyakit-penyakit jantung koroner termasuk serangan  jantung, kematian mendadak, nyeri dada (angina), irama  jatung yang abnormal (aritmia), dan gagal jantung yang disebabkan oleh pelemahan otot jantung.

Atherosclerosis and angina pectoris

Angina pectoris (juga dirujuk sebagai angina) adalah nyeri atau tekanan di dada yang terjadi ketika suplai darah dan oksigen ke otot jantung tidak dapat mengimbangi kebutuhan otot. Ketika arteri-arteri koroner menyempit sampai lebih dari 50 sampai 70 persen, arteri-arteri mungkin tidak mampu untuk meningkatkan suplai darah ke otot jantung selama olah raga atau periode kegiatan lain yang menuntut asupan yang tinggi untuk oksigen. Suplai oksigen yang tidak cukup ke otot jantung menyebabkan angina. Angina yang terjadi dengan olah raga atau pengerahan tenaga disebut exertional angina. Pada beberapa pasien, terutama yang mengidap diabetes, pengurangan yang progresif dari aliran darah ke jantung mungkin terjadi tanpa rasa nyeri atau dengan hanya berupa sesak napas atau kelelahan dini yang tidak biasa.

Exertional angina biasanya terasa seperti tekanan, berat, diperas, atau nyeri diseluruh dada. Nyeri ini mungkin menjalar ke leher, rahang, lengan, punggung, atau bahkan gigi, dan mungkin disertai sesak napas, mual, atau keringat dingin. Exertional angina secara khas berlangsung satu sampai 15 menit dan pulih dengan istirahat atau menggunakan tablet nitroglycerin dibawah lidah. Keduanya, istirahat dan nitroglycerin, mengurangi permintaan otot jantung untuk oksigen, jadi menghilangkan angina. Exertional angina mungkin adalah tanda peringatan pertama dari penyakit arteri koroner yang telah lanjut. Nyeri dada yang hanya berlangsung beberapa detik jarang disebabkan oleh penyakit arteri koroner.

Angina juga dapat terjadi saat istirahat. Angina pada saat istirahat lebih umumnya mengindikasikan bahwa arteri koroner telah menyempit ke derajat yang begitu kritis sehingga jantung tidak menerima oksigen yang cukup bahkan pada saat istirahat. Angina pada saat istirahat jarang disebabkan oleh spasme dari arteri koroner (kondisi yang disebut Prinzmetal’s angina atau variant angina). Tidak seperti serangan jantung, tidak ada kerusakan otot yang permanen dalam exertional atau rest angina.

Atherosclerosis dan Serangan Jantung

Adakalanya permukaan dari plak kolesterol dalam arteri koroner mungkin pecah/robek, dan bekuan darah terbentuk pada permukaan plak tersebut. Bekuan menghalangi aliran darah melalui arteri dan berakibat pada serangan jantung. Penyebab dari robekan yang menjurus pada pembentukan dari bekuan sebagian besar tidak diketahui, namun faktor-faktor yang berkontribusi mungkin termasuk merokok atau paparan nikotin lainnya, kolestetol LDL yang meningkat, peningkatan catecholamines darah (adrenaline), tekanan darah tinggi, dan kekuatan-kekuatan mekanik dan biokimia lainnya.

Tidak seperti exertional atau rest angina, otot jantung mati selama serangan jantung dan kehilangan otot adalah permanen, kecuali aliran darah dapat dipulihkan dengan segera, biasanya dalam satu sampai enam jam.

Sementara serangan  jantung dapat terjadi setiap saat, serangan  jantung lebih banyak terjadi antara jam 4:00 pagi dan jam 10:00 pagi karena peningkatan adrenalin yang dilepas dari kelenjar-kelenjar adrenal  terjadi di pagi hari. Adrenalin yang meningkat, seperti didiskusikan sebelumnya, mungkin berkontribusi pada robekan dari plak-plak kolesterol.

Kira-kira 50% dari pasien-pasien yang mengalami serangan jantung mempunyai gejala-gejala peringatan seperti exertional angina atau rest angina sebelum serangan jantung mereka, namun gejala-gejala ini mungkin ringan.

Faktor-Faktor Risiko Untuk Atherosclerosis Dan Serangan Jantung

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko atherosclerosis dan serangan jantung termasuk kolesterol darah yang meningkat, tekanan darah tinggi, penggunaan tembakau, diabetes mellitus, jenis kelamin laki-laki, dan sejarah keluarga dari penyakit jantung koroner. Sementara sejarah keluarga dan jenis kelamin laki-laki ditentukan secara genetik, faktor-faktor risiko lain dapat dimodofikasi melalui perubahan-perubahan dalam gaya hidup dan obat-obat.

  • Kolesterol Darah Tinggi (Hyperlipidemia). Tingkat kolesterol yang tinggi dalam darah dihubungkan dengan peningkatan risiko serangan jantung karena kolesterol adalah komponen utama dari plak-plak yang diendapkan pada dinding-dinding arteri. Kolesterol, seperti minyak, tidak dapat larut dalam darah kecuali ia digabungkan dengan protein-protein khusus yang disebut lipoproteins. (Tanpa digabungkan dengan lipoproteins, kolesterol dalam darah akan berubah kedalam zat yang padat). Kolesterol dalam darah digabungkan dengan lipoproteins sebagai very low-density lipoproteins (VLDL), low-density lipoproteins (LDL) atau high-density lipoproteins (HDL).Kolesterol yang digabungkan dengan low-density lipoproteins (Kolesterol LDL) adalah kolesterol “jahat” yang mengendapkan kolesterol menjadi plak-plak arteri. Jadi, tingkat-tingkat yang naik dari Kolesterol LDL dihubungkan dengan peningkatan risiko serangan jantung.Kolesterol yang digabungkan dengan HDL (Kolesterol HDL) adalah kolesterol “baik” yang mengeluarkan kolesterol dari plak-plak arteri. Jadi, tingkatan yang rendah dari kolesterol HDL dihubungkan dengan peningkatan risiko serangan jantung.

    Tindakan-tindakan yang menurunkan kolesterol LDL dan/atau menaikan kolesterol HDL (menghilangkan kelebihan berat badan, diet rendah lemak jenuh, olah raga teratur, dan obat-obatan) telah terbukti menurunkan risiko serangan jantung. Kelompok obat yang penting untuk merawat tingkat kolesterol yang naik (statin-statin) memberikan andil pada penurunan kolesterol LDL yang juga melindungi terhadap serangan jantung. Kebanyakan pasien yang berisiko serangan jantung harus menggunakan statin, tidak perduli berapapun tingkatan kolesterol mereka.

  • Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi). Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko untuk mengembangkan atherosclerosis dan serangan jantung. Keduanya, tekanan sistolik yang tinggi (tekanan bawah) dan tekanan diastolik yang tinggi (tekanan atas) meningkatkan risiko serangan jantung. Mengontrol hipertensi dengan obat terbukti dapat mengurangi risiko serangan jantung.
  • Penggunaan Tembakau (Merokok). Tembakau dan asap tembakau mengandung bahan-bahan kimia yang menyebabkan kerusakan pada dinding-dinding pembuluh darah, mempercepat perkembangan dari atherosclerosis, dan meningkatkan risiko serangan jantung.
  • Diabetes (Diabetes Mellitus). Kedua tipe diabetes mellitus yang tergantung insulin dan tidak tergantung insulin (tipe 1 dan tipe 2) dihubungkan dengan percepatan atherosclerosis dalam tubuh. Oleh karenanya, pasien-pasien dengan diabetes mellitus berisiko untuk penyakit jantung koroner, disfungsi kemampuan ereksi, dan stroke pada usia yang lebih dini daripada mereka yang tidak diabetik. Pasien-pasien dengan diabetes dapat menurunkan risiko mereka melalui pengontrolan ketat atas tingkat gula darah mereka, latihan teratur, pengontrolan berat badan, dan diet-diet yang baik.
  • Jenis Kelamin Laki-Laki. Pada semua umur, laki-laki lebih mungkin mengembangkan atherosclerosis dan penyakit jantung koroner daripada wanita. Beberapa ilmuwan percaya bahwa perbedaan ini sebagian disebabkan oleh tingkatan kolesterol HDL yang lebih tinggi dalam darah wanita daripada pada pria. Bagaimanapun, perbedaan jenis kelamin ini akan menyempit ketika laki-laki dan wanita menjadi lebih tua.
  • Sejarah Penyakit Jantung Keluarga. Individu-individu dengan sejarah penyakit jantung koroner keluarga mempunyai peningkatan risiko serangan jantung. Terutama, jika ada sejarah keluarga dari penyakit jantung koroner yang dini, termasuk serangan jantung atau kematian mendadak sebelum umur 55 tahun pada ayah atau saudara laki derajat satu lainnya, atau sebelum umur 65 tahun pada ibu atau saudara perempuan derajat satu lainnya.

Mendiagnosa Serangan Jantung

Ketika ada nyeri dada yang parah, biasanya meningkatkan kecurigaan pada terjadinya serangan jantung, dan tes-tes yang dilakukan segera akan mengkonfirmasi serangan jantung. Bagaimanapun juga, persoalan timbul ketika gejala-gejala dari serangan jantung tidak termasuk nyeri dada. Serangan jantung mungkin tidak dicurigai, dan tes-tes yang sesuai/tepat mungkin tidak dilakukan. Oleh karenanya, tindakan awal dalam mendiagnosa serangan jantung adalah menjadi curiga bahwa sesuatu telah terjadi.

Electrocardiogram. Electrocardiogram (ECG) adalah perekaman dari aktivitas elektrik jantung. Kelainan-kelainan dalam aktivitas elektrik biasanya terjadi pada serangan jantung dan dapat mengidentifikasi area-area dari otot jantung yang kekurangan oksigen dan/atau area-area dari otot yang telah mati. Pada pasien dengan gejala-gejala yang khas dari serangan jantung (seperti nyeri dada yang parah) dan perubahan-perubahan yang khas dari serangan jantung pada ECG, diagnosis yang terjamin dari serangan jantung dapat dibuat secara cepat di ruang darurat dan tindakan dapat segera dilakukan. Jika gejala-gejala pasien adalah samar-samar atau atipikal dan jika ada kelainan-kelainan ECG yang telah ada, contohnya, dari serangan-serangan jantung yang panjang atau pola-pola elektrik yang abnormal, yang membuat interpretasi dari ECG sulit, diagnosis dari serangan jantung mungkin kurang tajam. Pada pasien-pasien ini, diagnosis baru dapat dibuat berjam-jam kemudian melalui deteksi dari enzim-enzim kardiak yang meninggi dalam darah.

Tes-Tes Darah. Enzim-enzim kardiak adalah protein-protein yang dilepaskan kedalam darah oleh otot-otot jantung yang mati. Enzim-enzim kardiak ini adalah creatine phosphokinase (CPK), sub-fraksi khusus dari CPK (terutama, fraksi MB dari CPK), dan troponin, dan tingkat-tingkat enzim tersebut  dapat diukur dalam darah. Enzim-enzim kardiak ini secara khas meningkat dalam darah beberapa jam setelah terjadinya serangan jantung. Rentetan dari tes-tes darah untuk enzim-enzim yang dilakukan melalui periode waktu dari 24-jam, bermanfaat tidak hanya dalam mengkonfirmasi diagnosis serangan jantung, namun juga berkorelasi dengan jumlah dari otot jantung yang telah mati.

Faktor yang paling penting dalam mendiagnosa dan merawat serangan jantung adalah tindakan  medis yang segera. Evaluasi yang cepat memungkinkan perawatan dini dari irama-irama abnormal jantung,  yang secara potensial mengancam nyawa seperti ventricular fibrillation, dan membuat reperfusion (kembalinya aliran darah ke otot jantung) dini dengan prosedur-prosedur membuka sumbatan arteri-arteri koroner yang tersumbat/terhalangi. Lebih cepat aliran darah ditegakkan kembali, lebih banyak otot jantung yang diselamatkan.

Pusat-pusat medis yang besar dan aktif seringkali mempunyai “unit cardiac” dimana pasien-pasien yang dicurigai mengalami serangan jantung dapat dievaluasi secara cepat. Jika serangan jantung terdiagnosa, terapi yang segera akan dimulai. Jika diagnosis serangan jantung pada awalnya tidak jelas, pasien ditempatkan dibawah pengamatan yang terus menerus hingga hasil-hasil dari pengujian yang lebih lengkap tersedia.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu