dalam kategori | Layanan Kesehatan

Cara mudah atasi katarak dengan teknik operasi Phacoemulsification

Cara mudah atasi katarak dengan teknik operasi Phacoemulsification

Sejak beberapa dekade lalu, operasi katarak tidak lagi dilakukan dengan teknik ICCE (intra-capsular cataract extraction) maupun ECCE (extra-capsular cataract extraction), di mana lensa mata dikeluarkan secara keseluruhan dengan luka sayatan kornea yang cukup besar (sekitar 8mm) sehingga memerlukan beberapa jahitan. Tentu saja memerlukan masa penyembuhan yang lebih lama.

Ada yang disebut teknik operasi modern, yaitu phaco-emulsification (phaco=lensa, emulsification=dihancurkan, bukan dengan LASER). Pada tindakan ini, lensa tidak dikeluarkan secara utuh, akan tetapi dihancurkan menggunakan mesin phako dengan energi ultrasound (40.000 getaran/ detik) kemudian masa lensa diaspirasi hingga bersih, dan dipasang “Intra ocular lens” (lensa tanam khusus). Pada teknik ini, luka insisi kornea sangat kecil (3 mm), sehingga penyembuhan luka lebih cepat serta kemungkinan komplikasi pasca-operasi lebih kecil. Anestesi yang dipergunakan cukup hanya dengan tetes mata beberapa kali sebelum operasi.

Mengapa timbul katarak?

Katarak terbentuk karena proses penuaan, biasanya dimulai pada usia sekitar 60– 70 tahun. Semua individu akan mengalami katarak menjelang usia lanjut. Faktor lain yang mempercepat terjadinya katarak antara lain lingkungan/ sinar ultraviolet, penyakit yang diderita seperti diabetes, menggunakan obat yang mengandung steroid untuk jangka waktu lama, peradangan mata, trauma.

Katarak dapat juga dijumpai pada bayi (kongenital) atau pada usia muda. Gejala utama katarak adalah penglihatan kabur, terutama pada siang hari, silau dan semakin kabur dengan berlalunya waktu. Tampak warna keabuan atau putih pada bagian tengah mata (pupil). Apabila penglihatan sudah mulai terganggu, operasi sudah boleh dilakukan, tidak harus menunggu sampai ‘matang’.

Sebelum operasi, secara umum pasien diperiksa terlebih dahulu oleh dokter internist terkait bagaimana keadaan jantung, paru, laboratorium, serta tidak mengkonsumsi obat antikoagulan/pengencer darah (seperti ascardia, aspilet, cardio aspirin, plavix) satu minggu sebelum operasi. Bagi penderita diabetes atau hipertensi, kadar gula darah dan tekanan darah sebaiknya dalam batas normal baru dapat dilakukan tindakan operasi. Pemeriksaan lain yang sangat penting adalah pengukuran lensa IOL yang akan ditanam dengan menggunakan alat yang dinamakan “IOL Master Biometry”.

Tanpa dipasang lensa tanam, penglihatan pasca-operasi sangat kurang dan harus memakai kacamata plus tebal sekitar +10.00 untuk dapat melihat jelas. Oleh karena itu, pada setiap operasi katarak, lensa yang telah dikeluarkan harus diganti dengan pemasangan lensa baru IOL (intra-ocular lens) implant, terbuat dari PMMA dan ditempatkan di dalam kapsul lensa.

Dengan menggunakan lensa berkualitas masa kini yang sangat baik, 99% penglihatan akan kembali seperti semula selama retina dan saraf mata masih baik. Diameter lensa berkisar antara 5.25 – 6.00 mm dan memerlukan luka kornea yang cukup lebar untuk memasukkan lensa. Di RS Pondok Indah, yang dipakai adalah foldable IOL yang dapat dilipat sehingga luka kornea sangat kecil (3 mm).

Dengan teknik phacoemulsification, waktu operasi singkat, tidak perlu rawat inap, pengobatan pasca-operasi cukup tetes mata yang mengandung antibiotik dan antiinflamasi, dan biasanya penglihatan akan membaik segera setelah operasi. Meskipun demikian, perawatan pasca-operasi tetap harus diperhatikan. Seperti halnya operasi lain, follow-up care sangat penting.

Kacamata setelah operasi?

Lensa tanam terbuat dari bahan PMMA, tidak seperti lensa asli yang elastis dan dapat berubah menyesuaikan dengan jarak pandang jauh atau dekat (akomodasi). Biometry hanya mengukur estimasi ukuran lensa untuk penglihatan jauh saja sehingga pasca-operasi harus memakai kaca mata baca/jarak dekat. Mengenai hal ini dapat didiskusikan dengan dokter sebelum operasi karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien bersangkutan.

Meskipun sukses mencapai 99%, penglihatan kabur dapat juga disebabkan faktor lain, seperti kelainan retina (pada diabetes) atau kelainan saraf optic (pasca-stroke) yang sudah ada sebelum operasi. Hal ini dapat diprediksi sebelum operasi dengan penilaian fungsi saraf mata “retinometry”. Adakalanya kapsul lensa menjadi agak tebal dan keruh sehingga penglihatan agak menurun setelah beberapa bulan operasi. Tidak perlu khawatir. Ini dapat diatasi dengan tindakan Yag-laser dan penglihatan akan pulih kembali seperti semula.

Dr. Fatma Asyari, Sp.M
Dokter Spesialis Mata
RS Pondok Indah

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu