dalam kategori | Herbal

Atasi Bronkitis dengan ramuan herbal

Atasi Bronkitis dengan ramuan herbal

Bronkitis adalah suatu peradangan pada cabang tenggorok (bronchus) (saluran udara ke paru-paru).

Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius.

Bronkitis terjadi karena timbulnya peradangan selaput lendir pada saluran bronkial paru-paru. Peradangan tersebut dapat menimbulkan iritasi pada lapisan tipis berupa membran pada saluran bronkial kemudian membengkak dan membesar sehingga mempersempit bahkan menutupi saluran udara dari trakea ke paru-paru. Menyempit nya saluran pernapasan yang disertai dengan dahak dan lendir maka akan merangsang terjadinya batuk sebagai respon refleks yang bekerja untuk membersihkan cairan atau lendir dari paru-paru. Batuk yang timbul karena pengaruh bronkitis sangat mengganggu kenyamanan terutama pada bronkitis kronis karena batuk akan berkepanjangan dan tak kunjung reda terutama di malam hari.

Gejalanya berupa batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan), sesak napas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringan, sering menderita infeksi pernapasan (misalnya flu), bengek, lelah, pembengkakan pergelangan kaki, kaki dan tungkai kiri dan kanan, wajah, telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan, pipi tampak kemerahan, sakit kepala, dan gangguan penglihatan.

Bronkitis Akut

Bronkitis Akut adalah peradangan pada bronkus disebabkan oleh infeksi saluran nafas yang ditandai dengan batuk (berdahak maupun tidak berdahak) yang berlangsung hingga 3 minggu. Sebagian besar bronkitis akut disebabkan oleh infeksi virus dan dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga tidak memerlukan antibiotik.

Antibiotik diperlukan apabila bronkitis akut disebabkan oleh infeksi bakteri (pada sebagian kecil kasus bronkitis akut). Namun dokter masih sering memberikan antibiotik pada pengobatan bronkitis akut. Padahal antibiotik tidak mempercepat penyembuhan pada bronkitis akut tanpa komplikasi, dan justru pemberian antibiotik yang berlebihan dapat meningkatkan kekebalan kuman (resistensi) terhadap antibiotik.

Gejala Bronkitis Akut

Gejala utama bronkitis akut adalah batuk-batuk yang dapat berlangsung 2-3 minggu. Batuk bisa atau tanpa disertai dahak. Dahak dapat berwarna jernih, putih, kuning kehijauan, atau hijau. Selain batuk, bronkitis akut dapat disertai gejala berikut ini :

  • Demam,
  • Sesak napas,
  • Bunyi napas mengi atau ngik
  • Rasa tidak nyaman di dada atau sakit dada

Gejala bronkitis akut tidaklah spesifik dan menyerupai gejala infeksi saluran pernafasan lainnya. Oleh karena itu sebelum memikirkan bronkitis akut, perlu dipikirkan kemungkinan lainnya seperti common cold, flu, radang tenggorokan, atau pneumonia.

Faktor pemicu timbulnya Bronkitis

Adalah 3 faktor utama yang mempengaruhi timbulnya bronkhitis yaitu rokok, infeksi dari polusi. Selain itu terdapat pula hubungan dengan faktor keturunan dan status sosial.

1. Rokok

Menurut buku Report of the WHO Expert Comite on Smoking Control, rokok adalah penyebab utama timbulnya bronchitis. Terdapat hubungan yang erat antara merokok dan penurunan VEP (volume ekspirasi paksa) 1 detik. Secara patologis rokok berhubungan dengan hiperplasia kelenjar mukus bronkus dan metaplasia skuamus epitel saluran pernafasan juga dapat menyebabkan bronkostriksi akut.

2. Infeksi

Eksaserbasi bronchitis disangka paling sering diawali dengan infeksi virus yang kemudian menyebabkan infeksi sekunder bakteri. Bakteri yang diisolasi paling banyak adalah Hemophilus influenza dan Streptococcus pneumonie.

3. Polusi

Polusi tidak begitu besar pengaruhnya sebagai faktor penyebab, tetapi bila ditambah merokok resiko akan lebih tinggi. Zat – zat kimia dapat juga menyebabkan bronchitis adalah zat – zat pereduksi seperti O2, zat – zat pengoksida seperti N2O, hidrokarbon, aldehid, ozon.

4. Keturunan

Belum diketahui secara jelas apakah faktor keturunan berperan atau tidak, kecuali pada penderita defisiensi alfa – 1 – antitripsin yang merupakan suatu problem, dimana kelainan ini diturunkan secara autosom resesif. Kerja enzim ini menetralisir enzim proteolitik yang sering dikeluarkan pada peradangan dan merusak jaringan, termasuk jaringan paru.

5. Faktor sosial ekonomi

Kematian pada bronchitis ternyata lebih banyak pada golongan sosial ekonomi rendah, mungkin disebabkan faktor lingkungan dan ekonomi yang lebih jelek.

Herbal Untuk Atasi Bronkhitis

Tumbuhan obat herbal yang dapat digunakan untuk mengatasi bronkhitis diantaranya mempunyai efek sebagai antiradang (anti-inflamasi), anti-infeksi, antibiotik, antibakterial, meredakan batuk (anti-tussif). Beberapa contoh jenis tumbuhan obat herbal yang dapat digunakan untuk mengatasi bronkhitis antara lain yaitu :

1. Pegagan (Centella asiatica Urb.)

Efek Farmakologis : sebagai anti-infeksi, antibakterial, penurun panas, antitoksik, penenang, peluruh kemih, membersihkan darah, dan lain-lain.

2. Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.)

Efek Farmakologis : antiradang, penawar racun/antitoksik, menurunkan panas, dan menghilangkan sakit (analgetik), menghilangkan bengkak, dan lain-lain.

3. Bawang Putih (Allium sativum L.)

Efek Farmakologis : Hangat, melancarkan peredaran darah, sebagai antibiotik, antioksidan, antikoagulan, serta dapat menstimulasi sistem imun, dan lain-lain.

4. Kulit Jeruk Mandarin (Citrus nobilis Lour.)

Sifat Kimiawi & Efek Farmakologis : pedas, hangat, masuk meridian limfa dan paru-paru. Berkhasiat sebagai obat batuk (antitussive), antiasma, peluruh dahak (expectorant), antiradang (anti-inflammatory), dan lain-lain.

5. Sirih (Piper betle L.)

Sifat Kimiawi & Efek Farmakologis : rasa hangat, pedas, berkhasiat menghentikan batuk, mengurangi peradangan, menghilangkan gatal, dan lain-lain.

6. Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)

Efek Farmakologis : sebagai antiradang, antiviral, peluruh dahak (expectorant)

7. Jahe (Zingiber officinale Rosc.)

Efek Farmakologis : hangat, antibatuk, peluruh dahak (expectorant), antiradang, melancarkan sirkulasi darah, dan lain-lain.

8. Kaktus gepeng (Opuntia dilenii Haw.)

Efek farmakologis : sebagai antibatuk (antitusif), penurun panas, penetral racun (antitoxic), menghilangkan sakit (analgetik), dan lain-lain.

9. Daun Saga (Abrus precatorius L.)

Efek farmakologis : penyejuk pada kulit dan selaput lendir, antibatuk.

Resep / ramuan tumbuhan obat herbal untuk mengatasi bronkhitis

Resep 1

Bahan: 30 gram pegagan/antanan segar + 10 gram kulit jeruk mandarin kering,
Cara membuat: Rebus bahan dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring, airnya diminum.

Resep 2

Bahan: 7 lembar daun sirih + 10 gram jahe + gula batu secukupnya,
Cara membuat: Rebus bahan dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring, dan diminum. (untuk bronkhitis akut).

Resep 3

Bahan: 15 gram sambiloto + 15 gram bawang putih yang telah dikupas kulitnya,
Cara membuat: Rebus bahan dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring, tambahkan 1 sendok makan madu, diaduk, airnya diminum.

Resep 4

Bahan: 30 gram kaktus gepeng yang telah dikupas kulitnya dan diris-iris + 10 gram daun saga + gula batu secukupnya,
Cara membuat: Rebus bahan dengan 400 cc air hinggatersisa 200 cc, disaring, airnya diminum.

Resep 5

Bahan : Brotowali kering 10 gr, sambiloto kering 10 gr, kunyit kering 7 gr, ciplukan kering 7 gr, pegagan kering 10 gr, rumput mutiara kering 10 gr.
Cara membuat: Rebus bahan dengan 6 gelas air jadi 3 gelas. saring , minum hangat Dianjurkan minum pada pagi dan sore.

Resep 6

Bahan: Sepertiga genggam daun poko, sepertiga genggam daun patikan kebo, dan dua sendok makan minyak jeruk sitrun.

Cara membuat: Kedua bahan tersebut dicuci sampai bersih, lalu digiling hingga halus. Setelah itu, ke dalam campuran tadi ditambahkan minyak jeruk sitrun, lalu diremas-remas.

Cara memakai: Ramuan ini dioleskan di bagian leher, lalu bagian yang diolesi tadi dibalut. Ramuan ini diberikan sebanyak dua hari sekali.

Resep 7

Bahan: Dua ibu jari kunyit, satu genggam daun patikan kebo, dan dua puluh lima gram gula batu.

Cara membuat: Kunyit dikupas dan dicuci hingga bersih, lalu diiris tipis-tipis. Irisan kunyit direbus bersama patikan kebo dan gula batu di dalam empat gelas air hingga tersisa dua gelas.

Cara memakai: Ramuan tersebut diminum tiga kali sehari dengan dosis setengah gelas sekali minum.

Resep 8

Bahan: Dua kuntum bunga sepatu dan garam.

Cara membuat: Bunga sepatu dicuci hingga bersih, lalu dimasukkan ke dalam satu gelas air masak dan ditambahkan sedikit garam, lalu diperas dan disaring.

Cara memakai: Ramuan ini diminum dua kali sehari dengan dosis dua sendok makan sekali minum.

Resep 9

Bahan: Dua ibu jari kunyit, satu genggam daun asam muda, satu ibu jari umbi bidara upas, dan setengah genggam daun pegagan.

Cara membuat: Kunyit dikupas dan dicuci hingga bersih, lalu diiris kecil-kecil. Irisan kunyit , umbi bidara upas, daun pegagan, dan daun asam muda direbus dengan air sebanyak empat gelas hingga tersisa dua gelas.

Cara memakai: Ramuan ini diminum sebanyak tiga kali sehari dengan dosis setengah gelas sekali minum.

Resep 10

Bahan: Sepuluh gram jahe merah dan tiga puluh gram akar kaca piring.

Cara membuat: Jahe merah dan akar kaca piring dicuci lalu direbus dengan 500 ml air hingga tersisa sekitar 250 ml. Air rebusan tersebut langsung disaring.

Cara memakai: Ramuan ini diminum selagi hangat secara teratur dua kali setiap hari.

Resep 11

Bahan: umbi lokio, yakni sejenis bawang-bawangan yang enak dijadikan lalap.

Cara membuat: Umbi lokio dikupas, dicuci, dan dihancurkan dengan blender hingga menjadi jus. Jus ini diberikan kepada penderita sebanyak tiga gram.

Cara memakai: Ramuan ini diminum sebanyak tiga kali sehari. Sebelum diminum dapat dicampur dengan gula dan air secukupnya.

Resep 12

Bahan: Tiga gram jahe merah, tiga gram lengkuas, tiga gram daun pecut kuda, tiga gram kenanga yang ditumbuk, tiga gram kencur yang dihaluskan, tiga gram daun iler, dan tiga gram kayu manis.

Cara membuat: Semua bahan direbus dengan dua gelas air hingga diperoleh sekitar ½ gelas.

Cara memakai: Air rebusan tersebut diminum sebanyak 2-3 kali sehari.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu