dalam kategori | Tips Kesehatan

Asbes dan resiko penyakit yang menyertainya

Asbes dan resiko penyakit yang menyertainya

Para pakar memperingatkan kemungkinan meningkatnya korban yang meninggal dalam dua dekade ke depan karena berlanjutnya penggunaan asbes, terutama di negara berkembang.

Dalam investigasi BBC dan konsortium wartawan investigatif, International Consortium of Investigative Journalists melacak penggunaan dana jutaan dolar untuk mempromosikan penjualan asbes ke negara berkembang, yang tidak memiliki peraturan ketat terkait keselamatan pekerja. WHO mengatakan 125 juta orang terpajan asbes putih di tempat kerja mereka dan Organisasi Buruh Internasional, ILO memperkirakan 100.000 buruh meninggal setiap tahun karena penyakit terkait asbes.

Dampak bahaya dari menghirup serat asbes tidak bisa dilihat dalam jangka waktu singkat. Terkadang gejala penyakit ini baru muncul dalam waktu 20-30 tahun setelah terpapar serat asbes pertama kali.

Seperti dikutip dari Health.nsw, serat asbes yang terhirup dan masuk ke dalam paru-paru bisa menyebabkan asbestosis (timbulnya jaringan parut di paru-paru), kanker paru-paru dan mesothelioma (kanker ganas yang menyerang selaput mesothelium).

Risiko terkena penyakit ini akan meningkat setara dengan banyaknya jumlah serat asbes yang dihirup. Selain itu risiko kanker paru-paru akibat menghirup serat asbes lebih besar dibandingkan dengan asap rokok.

Mengapa asbes termasuk dalam kategori bahan yang sangat berbahaya, karena asbes yang kita kenal terdiri dari serat-serat yang berukuran sangat kecil, kira – kira lebih tipis dari 1/700 rambut kita. Serat-serat ini tidak menguap diudara dan tidak terlarut didalam air, jika terhirup oleh paru-paru akan menetap disana dan bisa menyebabkan berbagi macam penyakit.

Asbes dapat membahayakan tubuh kita jika ada bagian yang rusak, sehingga serat – seratnya bisa lepas, ini menjadi ancaman karena sulit untuk mendeteksi kerusakannya, dan terkadang kita tidak sadar kalau asbes yang kita gunakan sudah rusak.

Kondis lain yang sangat beresiko adalah saat asbes dipotong atau diperbaiki. Ketika di potong akan mengeluarkan serpihan-serpihan yang berupa serbuk, yang sangat berbahaya bagi paru-paru kita.

Asbestosis

Asbestosis adalah suatu penyakit saluran pernafasan yang terjadi akibat menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas. Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika terhisap, serat asbes mengendap di dalam dalam paru-paru, menyebabkan parut. Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura (selaput yang melapisi paru-paru).

Penyebab Asbestosis

Menghirup serat asbes bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) di dalam paru-paru. Jaringan paru-paru yang membentuk fibrosis tidak dapat mengembang dan mengempis sebagaimana mestinya. Beratnya penyakit tergantung kepada lamanya pemaparan dan jumlah serat yang terhirup. Pemaparan asbes bisa ditemukan di industri pertambangan dan penggilingan, konstruksi dan industri lainnya. Pemaparan pada keluarga pekerja asbes juga bisa terjadi dari partikel yang terbawa ke rumah di dalam pakaian pekerja.

Gejala

Gejala asbestosis muncul secara bertahap dan baru muncul hanya setelah terbentuknya jaringan parut dalam jumlah banyak dan paru-paru kehilangan elastisitasnya. Gejala pertama adalah sesak nafas ringan dan berkurangnya kemampuan untuk melakukan gerak badan. Sekitar 15% penderita, akan mengalami sesak nafas yang berat dan mengalami kegagalan pernafasan.

Perokok berat dengan bronkitis kronis dan asbestosis, akan menderita batuk-batuk dan bengek. Menghirup serat asbes kadang-kadang dapat menyebabkan terkumpulnya cairan pada ruang antara kedua selaput yang melapisi paru-paru. Meskipun jarang, asbes juga bisa menyebabkan tumor pada pleura yang disebut mesotelioma atau pada selaput perut yang disebut mesotelioma peritoneal.

Mesotelioma yang disebabkan oleh asbes bersifat ganas dan tidak dapat disembuhkan. Mesotelioma umumnya muncul stelah terpapar krokidolit, satu dari 4 jenis asbes. Amosit, jenis yang lainnya, juga menyebabkan mesotelioma. Krisotil mungkin tidak menyebabkan mesotelioma tetapi kadang tercemar oleh tremolit yang dapat menyebabkan mesotelioma. Mesotelioma biasanya terjadi setelah pemaparan selama 30-40 tahun. Kanker paru-paru akan terjadi pada penderita asbestosis yang juga merokok, terutama mereka yang merokok lebih dari 1 (satu) bungkus sehari.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:

  • batuk
  • rasa sesak di dada
  • nyeri dada
  • kelainan kuku atau clubbing of fingers (bentuk jari-jari tangan yang menyerupai tabuh genderang).

Kanker mesothelioma

Kanker ini berhubungan dengan paparan debu asbes. Mesothelioma berasal dari nama sel yang melindungi dan memungkinkan untuk memudahkan organ vital, seperti jantung dan paru-paru. Nama sel yang dimaksud adalah sel mesothelium.

Mesothelioma terdiri dari 3 jenis, yaitu mesothelioma pleural, mesothelioma peritoneal dan mesothelioma pericardial.

1. Mesothelioma pleural
Mesothelioma pleural merupakan kanker pada selaput paru-paru. Gejala kanker ini dapat berupa mengalami kesulitan dalam bernapas, suara serak, batuk, dahak mengandung darah, mengalami penurunan berat badan, otot lemah, nyeri di bagian dada dan kepekaan sentuhan berkurang.

2. Mesothelioma peritoneal
Mesothelioma peritoneal merupakan kanker pada lapisan perut yang menyebabkan penderitanya dapat merasa mual, kembung, gangguan gerakan pada usus dan bengkak di bagian kaki.

3. Mesothelioma pericardial
Mesothelioma pericardial merupakan kanker pada selaput jantung. Kanker jenis ini dapat ditandai dengan batuk, palpitasi dan nyeri pada bagian dada.

Gejala kanker mesothelioma bisa tidak muncul hingga 30 tahun dari pertama kali terkena paparan debu asbes. Kanker mesothelioma biasanya ditemukan pada orang yang terkena paparan debu asbes dalam waktu yang lama. Karena banyaknya industri yang menggunakan asbes , orang yang bekerja di perindustrian sangat rentan terkena penyakit kanker mesothelioma. Gejala kanker ini sulit dideteksi karena memiliki gejala seperti penyakit pneunomia.

Pengobatan kanker mesothelioma biasanya dilakukan dengan pemeriksaan fisik, CT scan, pemeriksaan tubuh dengan X-ray, biopsi dan MRI. Walaupun tergolong penyakit berat, kanker mesothelioma merupakan salah satu kanker yang dapat disembuhkan.

Meminimalisasi bahaya penggunaan asbes

Ternyata berdasarkan penelitian, bahan asbes ini berbahaya bagi kesehatan karena debu-debu unsurnya yang terhirup akan masuk ke paru-paru dan tidak dapat larut serta dapat membunuh sel pada paru-paru sehingga beresiko kanker. Karena bahaya ini di beberapa negara amerika dan eropa, penggunaan bahan asbes ini telah mulai dilarang.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk meminimalkan bahaya penggunaan bahan asbes antara lain:

  1. Gunakan plafond untuk mencegah debu serat asbes jatuh ke dalam rumah dan mengurangi resiko terhirup penghuni rumah.
  2. Ganti asbes bila sudah terlihat rusak sesegera mungkin, asbes yang rusak menyebabkan debu-debu asbes.
  3. Gunakan masker ketika bekerja memotong atau memasang asbes.
  4. Buat aliran udara yang mengalir baik di dalam rumah sehingga debu-debu asbes bisa mengalir keluar melalui saluran ventilasi rumah.
  5. Jika memungkinkan, gunakan bahan alternatif pengganti asbes seperti atap genteng, seng atau baja sebagai pengganti atap berbahan asbes.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu