dalam kategori | Penyakit

Apa sesungguhnya fungsi usus buntu?

Apa sesungguhnya fungsi usus buntu?

Tidak banyak yang mengetahui apa sesungguhnya fungsi usus buntu atau appendix. Ada pendapat yang mengatakan, organ kecil di antara usus kecil dan usus besar tersebut sudah kehilangan fungsi pada sistem pencernaan manusia moderen.

Ketika terjadi peradangan pada usus buntu, operasi pengangkatan pada umumnya tidak menimbulkan efek merugikan bagi pencernaan. Oleh karena itu, banyak yang mengatakannya sebagai salah satu vestigial organ atau organ sisa yang tak berguna dan begitu mudah dipotong ketika terjadi infeksi. Namun, Bill Parker dari Duke University dalam publikasinya di Journal of Theorethical Biology tahun 2007 menyanggah pandangan tersebut.

Parker mengungkapkan, ketika saluran pencernaan seseorang mengalami infeksi, jumlah bakteri menguntungkan akan menurun. Usus buntu berperan mengembalikan kembali populasi bakteri menguntungkan bagi manusia.

Baru-baru ini, James Grendell dari Winthrop University-Hospital di Long Island menemukan bukti yang mendukung pandangan Parker. Ia melakukan studi pada 254 pasien yang terinfeksi Clostridium difficile, jenis bakteri yang biasa mengibfeksi pasien di rumah sakit, terutama mereka yang mengkonsumsi antibiotik.

Grendell, berdasarkan hasil penelitiannya, mengatakan bahwa C. difficile tidak secara langsung bisa berkompetisi dengan bakteri baik di saluran pencernaan. Namun, jika jumlah bakteri baik berkurang, jumlah C. difficile langsung meningkat.

Grendell mengatakan bahwa pertumbuhan C. difficile pada manusia yang tak memiliki usus buntu lebih cepat. Sakit akibat C. difficile terjadi pada 18 persen orang dengan usus buntu, sementara pada manusia yang tak memiliki usus buntu mencapai 45 persen.

Grendell mengatakan bahwa usus buntu berperan menyelamatkan hidup manusia dari infeksi. Ia mengatakan, penelitian perlu dilakukan sehingga di masa depan, dokter tidak asal memotong usus buntu.

Loren G. Martin yang merupakan pakar dari Oklahoma State University menyatakan satu pendapat tentang fungsi usus buntu. Menurutnya usus buntu punya peran pada janin saat berada dalam kandungan.

Saat janin berusia 11 minggu, sel-sel endokrin teramati pada usus buntu. Sel-sel tersebut memproduksi beberapa hormon amina dan peptida biogenik, yang berperan dalam mekanisme homeostatik pada janin.

Ketika lahir kemudian tumbuh dewasa, ia meyakini usus buntu masih berperan pada sistem imun tubuh. Usus buntu menjadi lokasi penumpukan jaringan limfoid sejak bayi lahir hingga berusia 20-30 tahun.

Akumulasi jaringan tersebut membantu pematangan salah satu sel darah putih yakni B-limfosit. Selain itu, juga berperan dalam pembentukan salah satu antibodi yakni immunoglobulin A (IgA).

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu