dalam kategori | Asupan Sehat

Antioksidan berhubungan erat dengan penyakit kita

Antioksidan berhubungan erat dengan penyakit kita

Sekarang ini riset semakin jelas, bahwa banyak sekali penyakit yang umum yang kita kenal saat ini berhubungan erat dengan kurangnya kadar antioksidan dalam tubuh.

Beberapa penyakit yang mungkin disebabkan oleh kurangnya antioksidan dalam tubuh adalah: Kanker, penyakit Kardiovaskular, Katarak, Diabetes, Darah Tinggi, Degenerasi lensa mata, Rematik hingga sakit mental, Keriput / penuaan dini.

Oksigen adalah sumber kehidupan bagi semua makluk hidup termasuk tanaman.

Oksigen adalah unsur paling penting yang diperlukan oleh setiap sel setiap saat. Tanpa oksigen beberapa menit saja,  seluruh proses dalam tubuh berhenti dan kehidupan kita akan berhenti juga.

Sesungguhnya secara kimiawi, oksigen sangat reaktif dan sangat berbahaya.

Dalam reaksi biokimia yang normal, oksigen dapat menjadi sangat tidak stabil dan dapat membuat oksidasi molekul-molekul disekitarnya.

Bila ini terjadi, akan menyebabkan kerusakan selular yang akan memicu terjadinya penyakit Kanker, Inflamasi jaringan, kerusakan arteri, dan penuaan dini.

Sampah yang mirip dengan sampah nuklir yang disebut sebagai radikal bebas ini harus dilumpuhkan supaya tidak berbahaya bagi tubuh.

Radikal bebas akan terbentuk dari segala proses pembakaran, termasuk merokok, pembakaran dengan menggunakan bahan bakar seperti minyak, membakar atau menggoreng makanan, radiasi oleh matahari atau benda-benda dengan tenaga listrik serta proses yang normal dari tubuh.

Zat kimia yang dapat melumpuhkan radikal bebas ini disebut antioksidan.

Beberapa antioksidan dikenal sebagai nutrisi yang esensial seperti Vitamin A, Beta Carotene, Vitamin C dan E. Yang sering kita dengar.

Antioksidan yang lain adalah Alpha Lipoic Acid (ALA)- terdapat di bayam, brokoli, kentang. Bioflavonoid – terdapat di brokoli, tomat, kacang kedelai, bawang, apel,

Selenium yang bersinergi dengan vitamin E – terdapat di brazil nut, beras merah, bawang putih, asparagus, namun tanaman ini tergantung kondisi tanah tempat bertumbuhnya.

Lalu ada lagi anthocyanidin, pycnogenol dan lainnya yang sangat banyak jumlahnya.

Keseimbangan antara konsumsi antioksidan dan pemaparan kita terhadap radikal bebas menjadi sangat penting.

Antioksidan dan penyakit.

Dalam satu percobaan, sejumlah binatang diberikan makanan rendah kalori tapi tinggi kadar antioksidannya, maksudnya adalah binatang ini hanya diberikan makan persis sesuai kebutuhannya saja, tidak lebih. Ini supaya untuk mengurangi “oksidasi yang berlebihan” akibat proses metabolisme makanan oleh tubuh, dilain pihak mengupayakan proteksi yang maksimum dengan konsumsi makanan tinggi antioksidan.

Apa yang terjadi? Binatang yang diberi makan cara demikian ternyata memiliki umur 40% lebih panjang dan hidupnya lebih aktif – tidak loyo. Dibanding binatang yang makan seperti biasanya.

Seperti kita sebut sebelumnya, Vitamin A, C, E adalah antioksidan.

Kita akan melihat beberapa penelitian yang berkaitan antara antioksidan dan penyakit:

  • Dalam berbagai penelitian menunjukkan bahwa penderita penyakit Alzheimer ternyata memiliki kadar vitamin A dan E yang sangat rendah dibanding orang yang normal.
  • Orang-orang tua yang kadar vitamin C-nya rendah memiliki risiko hingga sebelas kali terkena Katarak dibanding orang yang kadar vitamin C yang tinggi.
  • Demikian juga orang yang kadar vitamin E dalam darahnya rendah, memiliki risiko dua kali terkena Katarak.
  • Orang yang memiliki kadar vitamin A dalam darah terlalu rendah memiliki risiko terkena Kanker Paru-paru.
  • Lalu konsumsi vitamin E dan C yang cukup sangat efektif menurunkan risiko terkena serangan jantung.
  • Konsumsi vitamin C yang cukup akan menurunkan tekanan darah.

Antioksidan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan daya tahan terhadap infeksi. Anak-anak yang terpenuhi kebutuhan vitamin A sangat siknifikan berkurang kasus infeksi saluran pernapasan

Ini adalah sebagian penelitian yang menunjukkan keterkaitan yang erat antara kecukupan konsumsi zat-zat antioksidan dan berkurangnya risiko terkena penyakit tertentu.

Pentingnya sinergi.

Dalam suatu percobaan yang dilakukan oleh National Cancer Institute, terhadap sekelompok orang yang memiliki sejarah terkena tumor colorectal.

Mereka dibagi empat kelompok, kelompok pertama diberi suplement beta carotene saja dalam dosis cukup tinggi 6900 IU, kelompok ke dua diberi suplement vitamin C dan E, kelompok ketiga diberi supplement beta carotene, vitamin C dan E, kelompok keempat diberi obat placebo.

Ketiga kelompok orang yang diberi supplement antioksidan tersebut mencatat penurunan kambuhnya penyakit tumor.

Namun bagi kelompok yang mendapatkan supplement beta carotene saja, dan tetap merokok dan minum alkohol, mereka ini risiko kambuhnya lebih meningkat.

Mengapa kedengarannya seperti kontradiksi? Padahal dalam banyak sekali penelitian, menunjukkan bahwa beta carotene adalah salah satu antioksidan yang sangat ampuh untuk melawan Kanker?

Ternyata kuncinya adalah sinergi.

Semua antioksidan adalah pemain team, artinya mereka tidak cocok disuruh bermain sendiri-sendiri.

Harus ada kombinasi antara Beta carotene, vitamin C, E dan zat antioksidan lainnya seperti Glutathione, Anthocyanidin, Lipoic acid dan Coenzym Q10 agar dapat melakukan tugasnya dengan baik dalam melumpuhkan radikal bebas.

Oleh karena itu, jika hanya mengkonsumsi supplemen salah satu antioksidan tersebut, bukan hanya tidak berguna, bahkan kadang kala berbahaya.

Untungnya antioksidan yang tersedia di alam dalam bentuk makanan alami seperti buah-buahan dan sayuran, umumnya tidak hanya memiliki satu jenis antioksidan saja, melainkan memiliki beberapa jenis antioksidan sekaligus sehingga dapat bersinergi dengan baik.

Apakah Profil Antioksidan anda sudah baik?

Untuk menghindari dari penyakit, pertama adalah bagaimana kita menghindari terhadap paparan radikal bebas yang berbahaya, kedua adalah seberapa baik kita menjaga kecukupan dengan mengkonsumsi antioksidan pelindung ini.

Tanda-tanda awal berkurangnya antioksidan dalam tubuh::

  • Sering terserang infeksi, sukar/ lama sembuh
  • Mudah memar.
  • Kulit yang tipis.
  • Kulit yang berkeriput melebihi umur seharusnya.

Tanda yang lain:

  • Merasa grogi atau sakit setelah berolah raga agak keras.
  • Merasa sakit setelah terkena polusi kendaraan atau berada di ruang yang kotor.

Apakah Makanan yang mengandung Antioksidant?

  • Makanan yang mengandung Lycopene, cirinya adalah buah/ sayur berwarna merah seperti: Semangka, Tomat, Beet, Strawberry, Cranberry, Jambu biji merah, paprika merah, Bayam merah, dsb.
  • Makanan yang mengandung Beta Carotene, cirinya adalah buah/ sayur berwarna jingga seperti: Wortel, ubi kuning, Mangga,
  • Makanan yang mengandung Anthocyanidin, cirinya adalah buah/ sayur berwarna Ungu seperti: Blueberries dengan kadar antioksidan paling tinggi, Manggis, kubis merah, terong, Kacang hitam, dsb.

Sekarang ada cara baru untuk menentukan seberapa ukuran kekuatan antioksidan suatu makanan secara keseluruhan, yang kita sebut sebagai ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity). Jadi bila nilai ORAC semakin tinggi, artinya semakin baik makanan tersebut melawan radikal bebas yang akan merusak tubuh.

Kita dianjurkan untuk mengkonsumsi sekitar 3000 – 5000 ORAC sehari.

Fruits ORAC Value*   Vegetables ORAC Value*
Açai Berry 18,500 Kale 1,770
Prunes 5,770 Spinach, raw 1,260
Raisins 2,830 Brussel Sprouts 980
Blueberries 2,400 Alfalfa Sprouts 930
Blackberries 2,036 Spinach, steamed 909
Cranberries 1,750 Broccoli Florets 890
Strawberries 1,540 Beets 841
Pomegranates 1,245 Red Bell Pepper 713
Raspberries 1,220 Onion 450
Plums 949 Corn 400
Oranges 750 Eggplant 390
Red Grapes 739 Cauliflower 377
Cherries 670 Peas, frozen 364
Kiwifruit 602 White Potatoes 313
White Grapes 442 Sweet Potatoes 301
Cantaloupe 252 Carrots 207
Banana 221 String Beans 201
Apple 218 Tomatoes 189
Apricots 164 Zucchini 176
Peach 158 Yellow Squash 150
*ORAC value per 100 grams http://www.aging-no-more.com/orac-rating.html

Kita lihat bahwa secara umum Berries merupakan makanan yang mengandung ORAC terbaik. Semangka kaya akan beta carotene dan vitamin C yang juga adalah antioksidan.

Sering-seringlah makan sayuran seperti Brokoli, bayam dan sayuran hijau lainnya yang juga sangat baik untuk meningkatkan antioksidan dalam tubuh anda.

Asam amino Cysteine dan Glutathione juga berfungsi sebagai antioksidan yang akan membantu tubuh melakukan detoksifikasi, meningkatkan imunitas dan meningkatkan kekuatan antioksidan. Kedua jenis asam amino ini banyak terdapat di Lentil, bean/ polongan, nut/ kacang-kacangan, bawang dan bawang putih.

Tips untuk meningkatkan potensi antioksidan dan pencegahan terhadap akibat radikal bebas:

  1. Jika sekarang merokok, hentikan segera. Jika meminum minuman beralkohol, segera hentikan juga.
  2. Hindari berada dilingkungan / ruangan yang banyak asap rokok.
  3. Hindari berada di area yang terpolusi berat. Jika rumah kita berada di area kota yang terpolusi, usahakan untuk menanam banyak pohon untuk menetralisir udara terpolusi.
  4. Hindari terexposed secara langsung terhadap sinar matahari antara jam10 pagi hingga jam 3 sore.
  5. Hindari berolahraga secara berlebihan.
  6. Hindari makanan gorengan atau makanan yang dibakar seperti sate.
  7. Hindari daging yang diasap, barbecued dan makanan berlemak serta keju.
  8. Usahakan makan sedikitnya dua porsi buah dan tiga porsi sayuran yang kaya akan zat antioksidan baik mentah maupun matang.
  9. Lebih sering makan kacang-kacangan seperti Almond, walnut, dll, biji-bijian seperti biji bunga matahari, pumpkin, dll dan makan beras utuh, seperti beras pecah kulit, beras merah utuh, dan kalau bisa yang organic.

 

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu