dalam kategori | Tips Kesehatan

Antara darah rendah dan kurang darah

Antara darah rendah dan kurang darah

Pernahkah Sahabat saat sedang berobat ke dokter dan dikatakan darah rendah? Atau pernahkah anda dikatakan mengalami kurang darah? Samakah kedua istilah ini? Jika anda perhatikan, dokter akan mengatakan darah rendah pada saat setelah memeriksa tekanan darah anda. Di sisi lain, kurang darah akan dikatakan oleh dokter setelah ia melihat hasil pemeriksaan laboratorium darah anda. Ya, keduanya mempunyai konteks yang sangat berbeda.

Saat dokter anda mengatakan darah rendah, dokter mengacu pada status tekanan darah. Tekanan darah selalu diberikan dalam bentuk 2 kumpulan angka, yang mewakili nilai sistolik (kumpulan angka pertama) dan diastolik (kumpulan angka kedua). Sistolik dan diastolik merupakan fase jantung pada saat memompa darah. Keduanya adalah penting untuk menjaga vitalitas. Misalnya apabila tekanan darah anda adalah 120/80, berarti 120 pada sistolik, dan 80 pada diastolik.

Menurut Joint National Committee (JNC) ke-7, yang membicarakan batasan tekanan darah, memutuskan bahwa batas tekanan darah yang sehat adalah

Berbahayakah darah rendah? Orang atau atlit yang berolahraga secara teratur, mempunyai berat badan yang ideal, dan tidak merokok akan cenderung mempunyai tekanan darah yang rendah. Orang dengan tekanan darah rendah pun mempunyai resiko yang lebih rendah untuk stroke, penyakit ginjal, dan penyakit jantung. Tekanan darah rendah berbahaya apabila memberikan gejala pada tubuh. Gejala yang paling sering dirasakan adalah rasa pusing melayang. Hal ini disebabkan otak tidak mendapat asupan darah yang cukup, sehingga tidak ada asupan oksigen dan nutrisi yang cukup mengalir ke otak. Terkadang gejala ini juga dapat dirasakan apabila kita merubah posisi dari berbaring/duduk menjadi berdiri (hipotensi ortostatik). Hal ini disebabkan darah ‘mengendap’ terlalu lama di tubuh bagian bawah. Pada orang normal, tubuh dapat melakukan kompensasi dengan cepat. Efek kesehatan lainnya dari tekanan darah rendah adalah serangan jantung, penyakit ginjal, sampai syok yang mengancam nyawa. Penyebab tekanan darah rendah bermacam-macam, dengan yang paling sederhana adalah dehidrasi. Tekanan darah rendah perlu ditangani berdasarkan penyebabnya.

Kemudian, apabila dokter Sahabat mengatakan anda kurang darah, dokter mengacu pada status analisa hemoglobin pada darah anda. Hemoglobin adalah komponen darah merah yang membawa oksigen, dan sangat penting perannya dalam mengedarkan oksigen ke sel-sel di tubuh. Banyak hal yang dapat menyebabkan berkurangnya haemoglobin pada anda. Antara lain adalah pendarahan, kekurangan zat besi, vitamin tertentu, sel darah yang menghancurkan sendiri, sampai penyakit kronis lain seperti keganasan.

Kekurangan darah dapat memberikan gejala paling umum berupa lemas letih dan lesu. Gejala lainnya dapat berupa sakit kepala, sulit berkonsentrasi, sampai emosional. Jika anemia sudah parah, maka dapat membuat anda pucat, kuku rapuh, pusing, bagian putih mata anda menjadi kebiruan, sesak nafas, lidah yang nyeri. Anemia terkadang sulit dihindari pada kondisi normal seperti pada saat menstruasi. Pengobatannya adalah dengan mengobati penyebabnya, seperti menghentikan pendarahan yang terjadi.

Kurang darah atau anemia dapat dicegah dengan konsumsi makanan yang tinggi akan zat besi. Diantaranya adalah daging merah, ikan, ayam, hati ayam, telur, kacang-kacangan dan sayur hijau. Kurangi konsumsi kopi dan teh, terutama saat anda sedang makan. Minuman ini membuat tubuh anda sulit untuk menyerap zat besi yang ada pada makanan anda. Pastikan juga anda mendapat asupan asam folat dan vitamin B12 pada makanan anda, atau dari suplemen. Suplemen peningkat zat besi atau penambah darah juga baik untuk dikonsumsi secara rutin, terutama apabila anda sedang menstruasi.

Sumber:

  1. MayoClinic.com. Low blood pressure (hypotension). Mayo Foundation for Medical Education and Research. 2009-05-23. Retrieved 2010-10-19.
  2. Chobanian AV, Bakris GL, Black HR, Cushman WC, Green LA, Izzo JL, Jones DW, Materson BJ, Oparil S, Wright JT, Roccella EJ . Seventh report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and
  3. Treatment of High Blood Pressure. Hypertension 2003;42 (6): 1206–52.
  4. Bunn HF. Approach to the anemias. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2011:chap 161.

Ditulis oleh: dr. Aldo F. Marsetio

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu