dalam kategori | Penyakit

Ancaman virus korona landa Arab Saudi

Ancaman virus korona landa Arab Saudi

Virus korona MERS (sindrom pernafasan Timur Tengah) muncul di semenanjung Arab, yang berpusat di Arab Saudi, pada September 2012. Virus korona merupakan anggota keluarga virus yang meliputi flu biasa dan Sars (sindrom pernafasan akut parah).

Organisasi Kesehatan Dunia WHO hingga saat ini menyatakan telah terjadi 80 kasus infeksi, 44 diantaranya berakhir dengan kematian.

BBC melaporkan, meski berbahaya namun daya sebar virus korona yang muncul tahun lalu dianggap belum sebesar yang dikhawatirkan dan karenanya tidak dikategorikan sebagai ancaman global. Kesimpulan ini didapat para ilmuwan setelah meneliti 55 kasus virus korona, yang hasilnya dimuat di jurnal ilmiah The Lancet.

Para ilmuwan di Pasteur Institute di Paris mencoba menghitung jumlah rata-rata orang yang terkena virus korona ini dari penderita. Makin tinggi orang yang tertular berarti virusnya makin ganas dan makin besar pula potensinya untuk menjadi ancaman global. Tingkat penularan virus korona, berdasarkan uji coba di Paris ini, adalah 0,69 orang.

Menurut lembaga pengendalian penyakit menular Amerika (CDC), virus korona yang menjangkiti manusia pertama kali ditemukan pada pertengahan dekade 60’an. Ada lima jenis virus korona yang dapat mengenai manusia, yaitu alpha coronaviruses 229E dan NL63 dan beta coronaviruses OC43, HKU1, dan SARS-CoV. Jenis yang terakhir inilah yang menyebabkan terjadinya sindroma pernapasan akut.

Para pejabat kesehatan di Arab Saudi meminta jamaah haji untuk mengenakan masker di keramaian untuk mencegah penyebaran virus korona MERS.

Daftar persyaratan yang dikeluarkan oleh kementerian kesehatan juga menginformasikan pada orang lanjut usia atau jamaah dengan penyakit kronis untuk membatalkan keberangkatan mereka ke tanah suci.

Arab Saudi sendiri mengatakan korban baru sejumlah lima orang telah meninggal karena virus korona, dan dua orang lainnya berada dalam perawatan intensif.

Seperti dikutip Reuters, tujuh kasus tersebut ditemukan di Gubernuran al-Ahsa di Provinsi Timur, kata kantor berita Arab Saudi SPA mengutip Departemen Kesehatan.

Pemerintah Arab Saudi, yang menjadi pusat penularan virus baru yang mengganggu pernafasan ini, meminta jemaah umrah yang datang dari seluruh dunia agar mengenakan masker di tempat-tempat ramai.

Rekomendasi Departemen Kesehatan yang dilaporkan Saudi Press Agency Jumat (12/7) itu juga menyarankan mereka yang berusia lanjut, atau berpenyakit kronis, agar menunda ibadah ke tanah suci.

Antisipasi ancaman virus korona

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyatakan akan terus memantau perkembangan penyebaran virus korona di Arab Saudi terkait ratusan ribu jemaah asal Indonesia yang sedang bersiap untuk melaksanakan ibadah haji ke negara tersebut Oktober mendatang.

“Kami juga telah melakukan sosialisasi kepada para jemaah haji (mengenai virus korona) tapi tidak vaksinasi, karena vaksin untuk penyakit ini belum ada,” kata Menkes di Jakarta, Rabu.

Perlu diantisipasi oleh masyarakat yang akan bepergian ke negara-negara Semenanjung Arab antara lain jika terdapat demam dan gejala sakit pada saluran pernafasan bagian bawah seperti batuk atau sesak nafas dalam kurun waktu 14 hari, diminta untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Sedangkan untuk melindungi diri dari penularan penyakit saluran pernafasan termasuk virus korona, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk melakukan beberapa langkah yaitu pertama menutup hidup dan mulut dengan tisu ketika batuk atau bersin dan segera membuang tisu tersebut ke tempat sampah.

Langkah kedua yang harus dilakukan adalah menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci, langkah ketiga menghindari kontak secara dekat dengan orang yang sedang menderita sakit serta keempat untuk membersihkan menggunakan desinfektan barang-barang yang sering disentuh.

Komentar Anda

Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat
ads

Rubrikasi

Fitzania Follows

depkes palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu