dalam kategori | Penyakit

Syaraf terjepit alias Hernia Nucleus Pulposus

Syaraf terjepit alias Hernia Nucleus Pulposus

Anda mungkin sering menjumpai bahkan mengalami langsung nyeri pada pinggang secara tiba-tiba. Banyak hal bisa mengakibatkannya. Salah satu di antaranya adalah Hernia Nucleus Pulposus (HNP).

HNP adalah luruhnya nukleus pulposus sehingga menonjol melalui anulus fibrosus ke dalam kanalis spinalis dan mengakibatkan penekanan radiks syaraf. Pria dan wanita memiliki risiko yang sama dalam mengalami HNP, dengan awitan paling sering antara usia 30 dan 50 tahun. HNP merupakan penyebab paling umum kecacatan akibat kerja pada mereka yang berusia di bawah 45 tahun.

Unit segmental fungsional adalah kombinasi dari diskus di bagian anterior dan kedua persendian di posterior. Unit segmental fungsional ini menyediakan perlindungan terhadap komponen syaraf dan pada saat yang bersamaan memungkinkan pergerakan dalam rentang stabilitas klinis.

Apa itu HNP?

Hernia Nucleus Pulposus (HNP) atau biasa dikenal masyarakat sebagai ”syaraf terjepit”, suatu gangguan akibat merembes (menonjol) atau melelehnya (hernia) lapisan atau bantalan permukaanruas tulang belakang (nucleus pulposus) dari ruang anatar ruas tulang (discus intervertebralis).

Tonjolan atau merembesnya HNP tersebut dapat menyebabkan penekanan pada syaraf tulang belakang dan syaraf tepi (yaitu, syaraf yang berasal dari syaraf tulang belakang).

Seperti halnya nyeri punggung, HNP paling sering terjadi di daerah punggung bawah atau disebut HNP lumbalis, paling sering (90%) mengenai diskus invertebralis L5-S1 dan L4-L5. HNP di daerah punggung atas sampai leher jarang terjadi hanya sekitar 8% dari seluruh kasus HNP. HNP lumbalis akan membaik dalam waktu kira-kira 6 minggu. Tindakan pembedahan jarang diperlukan kecuali pada keadaan tertentu.

Bagaimana membedakan syaraf terjepit dengan nyeri punggung oleh penyebab lainnya?

Nyeri oleh karena HNP yang menjepit syaraf rasanya lebih menggigit, terasa seperti terbakar atau seperti terkena sengatan listrik. Dirasakan menjalar ke bagian bawah dan jika lebih parah lagi akan terasa nyerinya dari belakang paha menyebar ke bagian bawah hingga betis pada satu sisi. Nyeri dapat timbul setiap saat tidak terbatas apakah sedang beraktifitas atau lagi istirahat. Berbeda dengan nyeri akibat gangguan di saluran kemih. Jika hambatan ada di ginjal, nyeri terasa lebih di ats pinggang, kemeng dan penderita merasa sebatas tidak nyaman saja. Kalau hambatan berada di dalam saluran bagian bawahnya dapat menimbulkan nyeri kolik, kumat-kumatan, saat parah hingga menimbulkan muntah dan susah melokalisir asal nyeri.

Nyeri karena peradangan organ bagian dalam, akan tersebar ke bagian perut bawah dan bertambah jika disentuh atau ditekan. Waktu munculnya nyeri relatif lebih konstan. Pada tahap yang lebih ringan, bisa juga dibedakan dengan nyeri akibat kekakuan atau hanya pegal-pegal pada otot pinggang.

Gejala HNP

Gejala HNP Secara lebih lengkap HNP memiliki tanda-tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Lengan atau sakit kaki. Jika HNP terjadi di punggung bawah atau HNP lumbal, maka akan merasakan sakit yang paling intens pada bokong, paha dan betis serta kaki. Jika HNP terjadi pada tulang belakang pada leher, nyeri biasanya akan paling intens di bahu dan lengan. Rasa sakit biasanya akan memburuk ketika batuk, bersin atau menggerakkan tulang belakang ke posisi tertentu.
  • Mati rasa atau kesemutan. Orang dengan HNP sering mengalami mati rasa atau kesemutan di bagian tubuh yang disyarafi oleh syaraf yang terkena.
  • Kelemahan. Otot yang dipersyarafi oleh syaraf yang terjepit cenderung melemah dari waktu ke waktu. Hal ini dapat menyebabkan seseorang mudah tersandung, atau tidak kuat mengangkat atau memegang barang.

Penyebab HNP

Penyebab tersering syaraf terjepit adalah terkait dengan proses penuaan atau keausan yang disebut degenerasi bantalan atau diskus intervertebra. Seiring bertambahan usia, diskus tulang belakang makin kehilangan beberapa kadar airnya. Hal ini mengakibatkannya kurang fleksibel dan lebih rentan untuk robek atau pecah.

Menggunakan otot-otot punggung saat mengangkat benda berat dapat menyebabkan HNP, seperti membungkuk kemudian mengangkat benda. Jadi amannya gunakanlah otot paha dan betis saat mengangkat. Sedangkan peristiwa traumatis seperti jatuh atau pukulan ke belakang jarang menyebabkan HNP. Disamping itu banyak faktor risiko yang menyebabkan HNP, antara lain:

  • Obesitas. Kelebihan berat badan menyebabkan tekanan tinggi pada Diskus punggung bawah => HNP lumbal.
  • Pekerjaan. Jenis pekerjaan yang menuntuk kekuatan fisik memiliki risiko lebih besar dari masalah punggung. Contohnya mengangkat berulang, menarik, mendorong, membungkuk ke samping dan memutar juga dapat meningkatkan risiko HNP.
  • Genetika. Faktor keturunan juga memiliki kecenderungan untuk mengembangkan HNP.

Gejala Klinis HNP

Gejala klinis HNP berbeda-beda tergantung lokasinya. Syaraf terjepit di daerah leher lazim menimbulkan gejala berupa nyeri saat leher digerakkan, nyeri leher di dekat telinga atau di sekitar tulang belikat, dan nyeri yang menjalar ke arah bahu, lengan atas, lengan bawah dan jari-jari. Selain nyeri, juga dapat ditemukan rasa kesemutan dan tebal di daerah yang kurang lebih sama dengan rasa nyeri tersebut. Di daerah punggung bawah, gejala klinis HNP menyerupai HNP leher. Rasa nyeri terasa di daerah pinggang, pantat dan menjalar ke arah betis dan kaki. Seringkali juga terasa sensasi kesemutan dan tebal pada salah satu atau kedua tungkai bawah.

Gejala-gejala syaraf terjepit tersebut lazim timbul perlahan-lahan dan semakin terasa hebat jika duduk atau berdiri dalam waktu lama, pada waktu malam hari, setelah berjalan beberapa saat, pada saat batuk atau bersin, serta ketika punggung dibungkukkan ke arah depan. Gejala klinis pada setiap pasien berbeda-beda tergantung pada lokasi dan derajadnya.

HNP pada punggung bawah di daerah yang disebut L1-L2 dan L2-L3 menyebabkan nyeri dan rasa tebal pada sisi depan-samping luar paha. Juga dapat terjadi kelemahan otot-otot untuk menggerakkan sendi paha ke arah perut. HNP di daerah ini jarang terjadi dibandingkan daerah punggung bawah yang lain.

HNP di daerah L3-L4 menimbulkan nyeri di daerah pantat, sisi samping luar paha dan sisi depan betis. Rasa tebal atau kesemutan dapat dirasakan pada sisi depan betis.

Di daerah L4-L5, HNP menyebabkan nyeri di daerah pantat, sisi belakang paha, sisi depan samoing luar betis sampai daerah punggung kaki.

Sementara HNP L5-S1 mengakibatkan nyeri di daerah pantat, sisi belakang paha dan betis sampai ke tumit serta telapak kaki. Rasa tebal dan kesemutan terasa di daerah betis sampai telapak kaki. HNP di kedua daerah ini (yaitu, L4-L5 dan L5-S1) paling sering terjadi.

Pada kasus yang ekstrem, HNP di daerah punggung bwah dapat menyebabkan penekanan sekelompok serabut syaraf yang disebut “kauda equina” (bahasa latin yang berarti “ekor kuda”). HNP ini disebut sebagi “ syndrom kauda equina” dengan gejal=gejala nyeri, kesemutan, aras tebal, serta kelemahan atau kelumpuhan kedua tungkai.

Gejal-gejala tersebut juga disertai ketidakmampuan menahan kencing (mengompol) dan buang air besar. Sindrom ini merupakan suatu keadaan yang serius dan gawat, serta membutuhkan tindakan pembedahan secepatnya.

Pengobatan HNP

Hal paling utama yaitu menghindari posisi yang menimbulkan rasa sakit, kemudian pengobatan HNP terdiri dari obat, fisioterapi, dan operasi atau pembedahan.

Obat syaraf terjepit (HNP)

  • Obat nyeri. Contohnya ibuprofen atau naproxen.
  • Narkotika. Jika rasa sakit tidak membaik dengan obat HNP yang dijual bebas, mungkin dokter akan meresepkan narkotika, seperti kodein atau kombinasi oxycodone-acetaminophen untuk waktu yang singkat.
  • Obat nyeri syaraf. Obat-obatan seperti gabapentin, duloxetine, tramadol dan amitriptyline sering membantu mengurangi rasa sakit akibat kerusakan syaraf. Pelemas otot. Relaksan otot dapat diresepkan jika terdapat kejang otot.
  • Suntikan kortison. Untuk mengurangi peradangan, kortikosteroid dapat diberikan melalui suntikan langsung ke daerah sekitar syaraf tulang belakang.

Terapi HNP

  • Panas atau es
  • traksi
  • stimulasi listrik

Bedah HNP

Hanya sedikit penderita syaraf terjepit yang akhirnya memerlukan pembedahan. Dokter mungkin menyarankan operasi jika pengobatan konservatif seperti di atas gagal dalam memperbaiki gejala setelah enam minggu, terutama jika pasien terus mengalami Mati rasa atau kelemahan, Kesulitan berdiri atau berjalan, atau Kehilangan kontrol kandung kemih (BAK) atau BAB

Jika Anda mengalami gejala penyakit HNP seperti nyeri leher atau nyeri punggung bawah yang menjalar lengan atau kaki, atau jika itu disertai dengan mati rasa, kesemutan atau kelemahan, maka periksalah ke dokter untuk mendapat kepastian serta pengobatan yang sesuai.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.
* = required field

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat
ads

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu